Penyimpangan Fitrah Seksualitas Generasi Milenial - Teh Deska Penyimpangan Fitrah Seksualitas Generasi Milenial - Teh Deska
TERBARU

Penyimpangan Fitrah Seksualitas Generasi Milenial



Pedofilia itu dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:
1. *_exclusive type_* yang fokus mencintai anak-anak
2. *_nonexclusive type_* yang bisa menyembunyikan perasaannya dengan berperilaku selayaknya orang normal. Dia mencintai anak-anak juga orang dewasa. Efeknya ada konflik internal dalam dirinya.

Nah jika merujuk ke pembagian typenya, untuk pedofil tipe eksklusif akan terlihat kentara penyimpangannya sementara yang tipe noneksklusif terlihat samar, jadi hanya bisa didiagnosis oleh psikolog atau psikiater.

Perlu diketahui juga bahwa pedofil tidak selalu identik dengan penjahat seksual. Pedofil dikatakan penjahat seksual jika sudah melakukan kontak seksual kepada anak.

Kalau kata psikolog Hira Yuki Molira, S.Psi., M.Psi tidak ada yang salah dengan cowok kemayu. Orientasi seksualnya tetap heteroseksual, lelaki tulen dengan tampilan yang lebih luwes, sensitif, cerewet, senang memasak, bermain boneka, senang bersih-bersih, dan sifat-sifat lain yang identik dengan sifat wanita.

Kata beliau, juga kata bu Elly Risman, dengan pola pengasuhan yang tepat lelaki kemayu tetap bisa mempertahankan fitrahnya sebagai lelaki tulen dengan keunikannya. Namun karena pengaruh hormon jadi lelaki kemayu menjelankan perannya dengan lebih feminin.

Untuk membedakan faktor genetik dengan lingkungan, bisa dilihat dari pola asuh dan lingkungan bergaulnya. Apakah anak tersebut lahir di antara sodara perempuan dan diperlakukan seperti perempuan. Apakah ketika memakai pakaian perempuan orangtuanya tidak melarang, dsb.

Jadi kalau saya bandingkan dua sumber di atas (dari buku Fitrah Based Education dan internet), ada perbedaan antara lelaki kemayu dengan homoseksual.

Kalau lelaki kemayu, dia dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron (karena dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus). Sedangkan homoseksual murni karena pengaruh lingkungan. Kalau kata Ust. Aad LBGT itu penyakit menular.

Kata dosen dlu oedipus complex itu ada taraf wajar dan tdk wajar. Kalo wajarnya hanya sebatas mencari pasangan yg 'mirip' (secara prilaku, misal kebiasaan) ibu/ayah. Dalam tahap yg tidak wajar muncul ketika mencari pasangan yg selalu lebih tua karena ingin org tsb bs 'melayani' layaknya orgtua. Bahkan ada yg tahap 'mengerikan' yaitu ingin menikah dg orgtua sendiri.

Oedipus complex yg berujung incest itu memang karena si ibu memperlakukan anak bukan sbg 'anak' melainkan sbg lawan jenis. Dlm beberapa kasus ini terjadi pada, ibu single parent atau korban kdrt. Sehingga mereka mencari 'pasangan' di usia yg tdk akan 'melukai'.

#harike11
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes