Archive For October 2018 October 2018 - Teh Deska
TERBARU

Resep Herba HNI

Kelas Bunda Sayang IIP sudah memasuki tantangan ke 12, itu artinya ini games terakhir di kelas Bunsay.

Kali ini kita akan belajar menjadi keluarga multimedia. Sebab, seorang ibu profesional pada zaman serba canggih ini harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Untuk hari pertama saya memilih aplikasi Resep Herba HNI untuk saya review. Sebab manfaatnya sangat banyak khususnya untuk menjaga kesehatan keluarga.

Sesuai namanya, aplikasi ini hadir agar kita bisa menjadi dokter pertama di keluarga dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal atau alami.

Di dalamnya terdapat:
1. Diagnosa kesehatan dengan telapak tangan
2. Resep Herba, berisi berbagai jenis penyakit, penjelasannya, dan herbalnya.
3. Kategori kesehatan berdasarkan usia dan organ tubuh
4. Produk lengkap dari HPAI yang​ terdiri dari produk kesehatan, kecantikan, kebutuhan rumah tangga, fashion, dll.
5. Testimoni.
6. Games Memori dan Uji Taktik.
dll.

Alhamdulillah dengan bantuan aplikasi ini saya mendapat manfaat yang banyak. Selain bisa menjadi dokter pertama keluarga, saya pun bisa mendapat penghasilan dengan menjadi agen HNI. 😊

#harike1
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Penyimpangan Fitrah Seksualitas Generasi Milenial



Pedofilia itu dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:
1. *_exclusive type_* yang fokus mencintai anak-anak
2. *_nonexclusive type_* yang bisa menyembunyikan perasaannya dengan berperilaku selayaknya orang normal. Dia mencintai anak-anak juga orang dewasa. Efeknya ada konflik internal dalam dirinya.

Nah jika merujuk ke pembagian typenya, untuk pedofil tipe eksklusif akan terlihat kentara penyimpangannya sementara yang tipe noneksklusif terlihat samar, jadi hanya bisa didiagnosis oleh psikolog atau psikiater.

Perlu diketahui juga bahwa pedofil tidak selalu identik dengan penjahat seksual. Pedofil dikatakan penjahat seksual jika sudah melakukan kontak seksual kepada anak.

Kalau kata psikolog Hira Yuki Molira, S.Psi., M.Psi tidak ada yang salah dengan cowok kemayu. Orientasi seksualnya tetap heteroseksual, lelaki tulen dengan tampilan yang lebih luwes, sensitif, cerewet, senang memasak, bermain boneka, senang bersih-bersih, dan sifat-sifat lain yang identik dengan sifat wanita.

Kata beliau, juga kata bu Elly Risman, dengan pola pengasuhan yang tepat lelaki kemayu tetap bisa mempertahankan fitrahnya sebagai lelaki tulen dengan keunikannya. Namun karena pengaruh hormon jadi lelaki kemayu menjelankan perannya dengan lebih feminin.

Untuk membedakan faktor genetik dengan lingkungan, bisa dilihat dari pola asuh dan lingkungan bergaulnya. Apakah anak tersebut lahir di antara sodara perempuan dan diperlakukan seperti perempuan. Apakah ketika memakai pakaian perempuan orangtuanya tidak melarang, dsb.

Jadi kalau saya bandingkan dua sumber di atas (dari buku Fitrah Based Education dan internet), ada perbedaan antara lelaki kemayu dengan homoseksual.

Kalau lelaki kemayu, dia dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron (karena dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus). Sedangkan homoseksual murni karena pengaruh lingkungan. Kalau kata Ust. Aad LBGT itu penyakit menular.

Kata dosen dlu oedipus complex itu ada taraf wajar dan tdk wajar. Kalo wajarnya hanya sebatas mencari pasangan yg 'mirip' (secara prilaku, misal kebiasaan) ibu/ayah. Dalam tahap yg tidak wajar muncul ketika mencari pasangan yg selalu lebih tua karena ingin org tsb bs 'melayani' layaknya orgtua. Bahkan ada yg tahap 'mengerikan' yaitu ingin menikah dg orgtua sendiri.

Oedipus complex yg berujung incest itu memang karena si ibu memperlakukan anak bukan sbg 'anak' melainkan sbg lawan jenis. Dlm beberapa kasus ini terjadi pada, ibu single parent atau korban kdrt. Sehingga mereka mencari 'pasangan' di usia yg tdk akan 'melukai'.

#harike11
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Menerapkan Fitrah Seksualitas dengan Memahamkan Aurat dan Mahrom


Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Dahulu turun ayat yang menetapkan, bahwa sepuluh kali persusuan menyebabkan (seorang anak yang disusui) sudah menjadi haram bagi kami. Kemudian (syariat tersebut) dihapus menjadi lima kali persusuan yang telah dimaklumi. Maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, ketetapan ini tetap berlaku.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut jelas yang Mahrom hanya yang sepersusuan aja, saudaranya yang bukan sepersusuan boleh menikah.

Ini fatwa Syaikh Ibnu Baz

"Apabila seorang wanita telah menyusui seorang anak sebanyak lima kali susuan (yang menjadikan anak tersebut kenyang, red) yang telah diketahui bersama atau mungkin lebih dari itu, maka selama anak tersebut masih belum berumur dua tahun, anak yang disusui tersebut sudah menjadi anak ibu yang menyusuinya beserta suaminya, dan semua anaknya dari suaminya dan selainnya telah menjadi saudara anak yang disusui, dan semua anak suaminya menjadi saudaranya pula.''

#harike10
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Menjaga Fitrah Seksualitas dengan Merawat Kesehatan Reproduksi

“Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya. Bagi anak perempuan, akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati. Bagi anak lelaki, menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.” (Harry Santosa)

Berdasarkan hal tersebut, merawat kesehatan alat kelamin (reproduksi) sejak dini menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga fitrah seksualitas anak hingga kelak ia bisa menjalankan perannya dengan baik.

Kesehatan Reproduksi dalam Islam
Islam mengatur kesehatan reproduksi manusia ditujukan untuk memuliakan dan menjunjung tinggi derajat manusia.
Sejak belasan abad yang lalu—jauh sebelum kemajuan ilmu kesehatan dan kedokteran— Islam telah mengaturnya sesuai dengan Quran, hadits, dan ijma para ulama, yang mencakup seksualitas, kehamilan, menyusui, kontrasepsi dan KB, aborsi, dll.

Sebagai umat muslim kita wajib mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan Islam dalam rangka mencapai kesejahteraan sebagai umat manusia.

Menjaga Kesehatan Reproduksi
Anak Lelaki dengan Sunat atau Khitan
Menjaga Kesehat Reproduksi Anak Perempuan dengan menjaga kebersihan.


#Harike9
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Fitrah Seksualitas Anak Usia Dini



Ingatkan anak mana yang boleh dan tidak boleh disentuh dan bermain ada batasannya.

Gelitikan kalau anak-anaknya masih usia dini menurut kami gak masalah. karna katanya gelitikan itu tanda kasih sayang, seperti ibu kepada bayinya.
Tapi kalau anak sudah masuk usia sekolah apalagi puber, harus waspada juga. Karena ternyata gelitikan bisa membantu membangun sebuah hubungan atau keterikatan. Jadi menurut kelompok kami tetep kasih tau anak-anak batasan bermain gelitikan.

*Lalu satu lagi..semua anak tuh sangat dekat dg oom nya bahkan di gendong dipeluk, dsb.. Untuk yg satu apa saya hrs memaklumi ato tetap memberikan batasan2?*

kalo masih batita digendong gpp. tp kalau sudah balita dan anak sudah bisa diajak komunikasi 2 arah jangan lupa ajarkan dan tanamkan 5 hal ini *PANTS*

*Private*

Tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah area privat.
Ajari anak membedakan sentuhan baik dan sentuhan buruk. Sentuhan baik adalah penunjuk kasih sayang, contohnya belaian. Namun, belaian tak boleh dilakukan di area privat tubuh. Anak harus tahu siapa saja orang dewasa yang diizinkan menyentuh bagian pribadinya, misalnya saat mengganti baju.

*Always remember your body belongs to you*

Ajarkan konsep “Tubuhmu, Milikmu” dan jangan berikan istilah samaran untuk menyebut organ intim. Tujuannya supaya anak memahami fungsi dan reaksi yang terjadi ketika bagian tersebut disentuh secara paksa.

Jelaskan anggota tubuh yang merupakan bagian intim bersifat pribadi dan tidak boleh dilihat atau dipegang orang lain, kecuali untuk alasan medis.

*No Means No!*

Anak harus berani bilang “Tidak!”, jika terdapat kontak fisik yang tidak layak dari orang lain.
Ajarkan anak untuk menolak sampai ada orang yang mereka percaya datang.

*Talk about secret that upset you*

Ajak anak membedakan rahasia yang baik dan buruk. Pasalnya, salah satu strategi yang sering dilakukan para pelaku pelecehan seksual adalah mengajak anak bermain rahasia-rahasiaan.
Menyimpan rahasia orang, faktanya membuat anak bersemangat dan merasa lebih istimewa. Maka, beri pemahaman bahwa tidak semua rahasia pantas disimpan, terutama yang membuat tidak nyaman.

*Speak up! Someone can help*

Jadikan komunikasi terbuka sebagai tradisi keluarga, sehingga anak tidak pernah merasa sungkan membicarakan dan membahas apa pun kepada orangtua.Anak pun tak lagi sungkan menyampaikan apa yang mengganggunya.

Sampaikan pula pemahaman bahwa keselamatan dan kebahagiaan anak adalah tanggung jawab orangtua.

Tetap waspada pada orang-orang disekitar kita, sekalipun saudara.

#harike8
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes