Membingkai Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Aqil Baligh​ - Teh Deska Membingkai Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Aqil Baligh​ - Teh Deska
TERBARU

Membingkai Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Aqil Baligh​

Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat


Dari yg pernah sy baca di FB seorang psikolog, Teh Anggia, baik anak yg dibully dan membully kedua memancarkan aura tertentu. Sebut saja aura bully, dan aura membully.

Nah gimana caranya supaya tidak memancarkan aura itu ?
Mulai dari rumah.

Anak yg kantong cintanya terpenuhi, akan lebih kuat mental, berani beda dan Insha Allah lebih tahan menghadapi tantangan.
*
Fungsikan peran ibu sebagai pendamping suami,mengajak suami untuk bersama2 mendidik anaknya,pastikan suami paham bahwa fungsi suami bukan hanya mencari nafkah tetapi ada kewajiban lain yaitu sebagai pendidik.
"
Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri & mau memperthatikan kepentingan orang lain.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat. Dan contoh lainnya si anak laki2 mulai tertatik dg teman wanita nya dan memberikan perhatian yg lebih kepada teman wanita yg dia sukai.
*
Bunda Rita di Grup HEbAT. Dan jawaban beliau, bahwa tidak terlibatnya ayah dalam pola pengasuhan jelas anak berdampak buruk bagi anak.
Maka memang harus terus disoundingkan pada para ayah, bahwa peran serta mereka amat diperlukan.
Selain diberikan fakta2 pendukung, seperti data2 kemarin, ajak juga untuk ikut acara parenting.
*
Sarah Risman perihal beliau yg 'mengurung' anaknya di rumah agar terhindar dari lingkungan yg negatif, kala itu.

Banyak pro dan kontra  dengan pilihan beliau, tapi pesan beliau adalah "anak saya adalah tanggung jawab saya, maka pola asuh ini yg saya pilih. Karena bagi saya lebih mudah mencegah daripada mengobati",
*
Saya bs tenang anak brda 'di luar' jika anak punya *selfdefence* yang kuat jd kita g takut anak qta dibully org lain. *Rasa percaya diri* itu juga penting anak jd bs bergaul dengan ttp menjadi dirinya. Dan rasa percaya diri ini berhubungan erat dengan keberanian anak... Dan semua hal ini sangat mudah di tanamkan jika yang menanam adalah ayahnya sendiri. Beda bgt ketika kita sbg ibu yg bcr k anak, anak byk membela dirinya dan pgnnya di maklumi tp bgtu ayahnya yg scr pribadi bcr pd anak,sangat cot rasa berani itu muncul dlm diri anak.
*
Jadi saya punya dua kaka,22nya suaminya sibuk pisan.nah yg 1 mah ibunya yang rajin masuk-masukin anaknya ke acara2 anak2 seperti memasak atau menggambar nah kaka yg satu lagi mah mendidik anaknya mengalir saja,tiba waktunya masuk tk ya masuk tanpa ikut acara2 game2 seperti itu.ternyata setelah besar anak2 ini memang berbeda.anak2 yang sering di pergaulkan di luar rumah memiliki kosa kata bahasa yang lantang,tidak malu,dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.berbeda dengan
anak yang hanya diem di rumah dengan didikan seadanya terlihat lebih malu2 dan semuanya bergantung ibunya.

Jadi menurut saya penting juga menyeleksi tempat bermain dan memilihkan anak-anak untuk bermain sebagai bagian dari  tumbuh kembangnya.


#harike7
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes