Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki - Teh Deska Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki - Teh Deska
TERBARU

Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki

Mantra Bu Septi dan Pa Dodik : banyak main bareng, banyak aktivitas bareng dan banyak ngobrol bareng keluarga yg saya rasakan akan jadi bonding yg kuat jd gak ada perasaan malu atau gimana karena kebersamaannya yg senantiasa terjalin.
Mungkin ada tambahan atau tanggapan dari teman2 yg lain terutama yg sudah berpengalaman.

Kalau misalnya, anak lelaki meuni lembut n memang penyuka warna pink, apakah menyalahi fitrah?

Sebaliknya, jk perempuan lbh pemberani n galak apakah jg fitrah menyimpang?

Knp bs terjadi?
Harus bagaimana?

 kenapa bisa terjadi?
bisa jadi peran salahsatunya dominan. Misal yg laki-laki itu sifatnya lembut dan penyuka pink, disana stimulasi ibunya sangat kuat,jadi sosok feminin yang seringkali dia lihat dan masuklah ke alam bawah sadarnya,bisa jadi karena sosok Ayah yang sibuk bekerja jadi kurang ada interaksi dengan anak laki-lakinya sehingga sisi maskulin dari si anak kurang terasah. Maka dari sini peran Ayah dan Bunda menemani proses perkembangan di tahapan usia untuk menjaga fitrah seksualitasnya sangat penting agar terjaga dengan baik.
Lalu harus bagaimana?
Jika hal itu sudah terjadi akan lebih baik jika menguatkan kembali peran ayah dan ibu sesuai dengan gendernya.


Jika memang orangtua tidak bisa menemani dalam arti meninggal atau berlainan kota, sisi maskulin dan sisi feminin nya bisa didapat dari figur kakek neneknya. Jika selama ini tinggal bersama neneknya minimal harus ada figur laki2 dewasa,bisa jadi pamannya jika tdk ada kakek. dan semoga kakek neneknya juga berperan aktif dalam proses perkembangan fitrah seksualitas si anak
.
.
Di usia 8 tahun berada di fase anak didekatkan sesuai gender. Yaitu anak laki-laki didekatkan dengan sosok Ayah. Dan anak perempuan didekatkan dengan sosok Ibu. Sehingga nanti si anak tau apa yang dilakukan oleh seorang laki-laki (untuk anak laki-laki), misal dilibatkan dalam mengurus kendaraan, dilibatkan dalam proses pertukangan dan juga melindungi Ibu dan adik-adiknya,harus mulai dipupuk kepercayaan bahwa si anak disana adalah pelindung. Dari cara berpakaian juga harus mulai diperhatikan,batasan aurat untuk laki-laki dimana saja. Dan juga di usia itu anak sudah mulai diperintahkan untuk shalat dan pemisahan tempat tidur,misal pergi ke Masjid bersama Ayah. Jika memamg di usia tersebut masih kurang berempati pada saudaranya,dilihat dan diingat kembali apakah fase egosentrisnya dahulu belum terpenuhi?


 5⃣ Pertanyaan dari Teh Sherly

Bagaimana menerapkan fitrah seksualitas pada anak ketika keadaan orangtua sdh bercerai atau LDM?



Jika kondisi bercerai,tetap libatkan peran Ayah dalam kehidupan si anak. Misal si anak sedang Libur Sekolah, beri dia waktu untuk pergi berdua bersama Ayah. Atau misal tinggal bersama orangtua dan ada sosok Kakek,sosok Kakek lah yang mengisi jiwa maskulinitas nya
.
.

Didekati dan diberikan pemahaman bahwa yang dia lakukan itu tidak benar. Sering-sering diajak diskusi tentunya dengan suasana yang menyenangkan misal sambil pergi jalan-jalan ke pantai atau kemana saja. Semoga anak nantinya bisa cerita apa yang dia rasakan. Diawali dengan permohonan maaf dari Ayah karena selama ini Ayah sibuk sehingga jarang bisa berkomunikasi dengan dirinya. Jika si anak masih saja keep silent, mungkin bisa dibantu pihak ketiga misal oleh ustadz. Diajak pergi ke kajian. Atau bisa meminta bantuan psikolog


Untuk anak dibawah 5 tahun dimana masih banyak yg harus dieksplorasi, untuk mainan masak-masakan dan main boneka bisa untuk menstimulasi keterampilan berbahasa, meningkatkan rasa imajinasi nya dan pretend play jadi boleh-boleh saja dilakukan. Bermain bersama yg lingkungan perempuan juga boleh saja asal tau batasannya, misal jangan sampai jadinya malah ikut-ikutan memakai jepit rambut atau kuteks kuku

Ini bisa jadi memang pengasuhan Ibu nya sangat kuat disana sehingga sisi feminitas nya yang muncul lebih kuat. Tindakan yg harus dilakukan bisa dilihat Dr jawaban sebelumnya ya teh hampir sama dengan pertanyaan Dr teh Mutia...



mungkin tergantung juga kita menjaga kedekatan dengan anak sedari kecil, sehingga anak beranjak remaja kita sbg ibunya tidak 'dikalahkan' oleh temannya yang biasanya ngasih pengaruh lbh kuat pada anak. Dan yang tudak lbh penting lagi bagaimana kita memposisikan diri untuk anak ada saatnya jd ibu yg penuh oerhatian dan kadang juga jd teman yang sering bercanda& ngobrol dalam 'frekuensi&dunia'  yang sama dengan anak.


 Penyimpangan itu sendiri sebetulnya yg berpengaruh kuat dari lingkungan teh...gk menjadi jaminan kl Kakek neneknya tidak mengajarkan fitrah seksualitas maka akan terjadi penyimpangan selama lingkungan di sekitarnya tetap mendukung fitrah seksualitasnya inshaAlloh akan tetap terpenuhi fitrahnya


Tantangan ketidakhadiran orangtua sebagai subjek yg mensuplai maskulinitas dan feminimitas juga dirasakan Rasulullah ya.. Tapi beliau tetap menjadi lelaki, suami dan ayah terbaik di dunia.

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes