Archive For September 2018 September 2018 - Teh Deska
TERBARU

Mencegah Pelecehan dengan Menyempurnakan Fitrah Seksualitas

Ruh itu tak pernah salah bergaul'. Teh mutia yg saat itu masih kecil sudah bisa merasakan ada yg salah dengan perilaku orang2 di sekitarnya. Ini artinya sistem imunitas sudah bekerja => jika ini bisa kita rasakan, anak2 kitapun bisa moms.

Saat nilai2 keluarga sudah tertanam kuat dalam diri mereka, maka mereka akan sanggup berhadapan dengan dunia.

Kita hanya tinggal melakukan tugas kita sebagai penanam bibit baik, pupuk dengan baik dan serahkan semua pada sang Maha segalanya.

Tetap rileks dan optimis dalam membersamai putra putri kita.

#harike6
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Membingkai Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Aqil Baligh​

Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat


Dari yg pernah sy baca di FB seorang psikolog, Teh Anggia, baik anak yg dibully dan membully kedua memancarkan aura tertentu. Sebut saja aura bully, dan aura membully.

Nah gimana caranya supaya tidak memancarkan aura itu ?
Mulai dari rumah.

Anak yg kantong cintanya terpenuhi, akan lebih kuat mental, berani beda dan Insha Allah lebih tahan menghadapi tantangan.
*
Fungsikan peran ibu sebagai pendamping suami,mengajak suami untuk bersama2 mendidik anaknya,pastikan suami paham bahwa fungsi suami bukan hanya mencari nafkah tetapi ada kewajiban lain yaitu sebagai pendidik.
"
Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri & mau memperthatikan kepentingan orang lain.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat. Dan contoh lainnya si anak laki2 mulai tertatik dg teman wanita nya dan memberikan perhatian yg lebih kepada teman wanita yg dia sukai.
*
Bunda Rita di Grup HEbAT. Dan jawaban beliau, bahwa tidak terlibatnya ayah dalam pola pengasuhan jelas anak berdampak buruk bagi anak.
Maka memang harus terus disoundingkan pada para ayah, bahwa peran serta mereka amat diperlukan.
Selain diberikan fakta2 pendukung, seperti data2 kemarin, ajak juga untuk ikut acara parenting.
*
Sarah Risman perihal beliau yg 'mengurung' anaknya di rumah agar terhindar dari lingkungan yg negatif, kala itu.

Banyak pro dan kontra  dengan pilihan beliau, tapi pesan beliau adalah "anak saya adalah tanggung jawab saya, maka pola asuh ini yg saya pilih. Karena bagi saya lebih mudah mencegah daripada mengobati",
*
Saya bs tenang anak brda 'di luar' jika anak punya *selfdefence* yang kuat jd kita g takut anak qta dibully org lain. *Rasa percaya diri* itu juga penting anak jd bs bergaul dengan ttp menjadi dirinya. Dan rasa percaya diri ini berhubungan erat dengan keberanian anak... Dan semua hal ini sangat mudah di tanamkan jika yang menanam adalah ayahnya sendiri. Beda bgt ketika kita sbg ibu yg bcr k anak, anak byk membela dirinya dan pgnnya di maklumi tp bgtu ayahnya yg scr pribadi bcr pd anak,sangat cot rasa berani itu muncul dlm diri anak.
*
Jadi saya punya dua kaka,22nya suaminya sibuk pisan.nah yg 1 mah ibunya yang rajin masuk-masukin anaknya ke acara2 anak2 seperti memasak atau menggambar nah kaka yg satu lagi mah mendidik anaknya mengalir saja,tiba waktunya masuk tk ya masuk tanpa ikut acara2 game2 seperti itu.ternyata setelah besar anak2 ini memang berbeda.anak2 yang sering di pergaulkan di luar rumah memiliki kosa kata bahasa yang lantang,tidak malu,dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.berbeda dengan
anak yang hanya diem di rumah dengan didikan seadanya terlihat lebih malu2 dan semuanya bergantung ibunya.

Jadi menurut saya penting juga menyeleksi tempat bermain dan memilihkan anak-anak untuk bermain sebagai bagian dari  tumbuh kembangnya.


#harike7
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Tantangan Orangtua Menghadapi Maraknya LGBT


LGBT pada dasarnya tergolong dalam masalah kejiwaan. Berbeda dengan gangguan kejiwaan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan berinteraksi dengan normal.
Dalam lingkup masyarakat disebut sebagai Penyakit Masyarakat.

Kelainan seksual dan LGBT tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan disebabkan oleh bbrp faktor :
🔹 Faktor Keluarga:
Orangtua tidak berperan dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak, ada nya kekerasan dalam rumah tangga, ataupun efek dari perlakuan yg tidak menyenangkan dalam keluarga...yg berefek pada anak yang nanti nya akan condong pada satu jenis atau golongan gender
🔹 Faktor lingkungan:
sosial dan pergaulan yang kurang baik,
🔹 Faktor pergeseran moral atau degradasi akhlak
🔹 Faktor kurangnya pendalaman & pemahaman pengetahuan keagamaan.


Masalah seksual dapat dicegah dan diubah orientasi seksualnya, sehingga seorang yang semula homoseksual dapat hidup wajar lagi (heteroseksual).

Karena dampak LGBT sangat mengerikan, sebaiknya ada upaya untuk mencegah timbulnya LGBT. Caranya antara lain sebagai berikut ini:
1. Menjaga pergaulan.
2. Menutup segala celah pornografi misalnya dari gadget. Orang tua harus aktif dalam hal ini.
3. Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah.
4. Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah.
5. Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.

Dengan hal-hal tersebut, diharapkan LGBT dapat dicegah dan penyebarannya tidak semakin luas. LGBT merupakan suatu masalah kejiwaan yang perlu ditangani oleh semua pihak baik dari pelaku maupun lingkungan sekitar. Dengan adanya kerja sama yang baik, bukan tidak mungkin masalah LGBT yang menjadi kontroversi ini bisa diatasi dengan baik.

#harike5
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Memahamkan Fitrah Seksualitas pada Anak

Untuk memahamkan fitrah seksualitas pada anak, bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan bercerita atau mengajaknya berdiskusi.

Seperti hari ini, saya mengajaknya ngobrol tentang siapa dirinya.

"Ziyad itu Seorang laki-laki," kata saya.

"Kalau bunda laki-laki atau perempuan?" Tanya saya.

"Bunda perempuan," jawabnya.

Begitu seterusnya saya bermain tanya jawab tentang gendernya, ayah bunda, dan teman-temannya.

Karena di usia 3 tahun anak harus sudah mengenal gendernya sendiri.

#harike4
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak dalam Rumah Tangga LDM

Didiklah anak laki-laki ibu sesuai dengan fitrahnya yang maskulin
Contoh konkretnya seperti apa ya? Sehubungan dengan contoh konkret tersebut Bagaimana cara mendidik anak yg sudah berusia 7 tahun namun anaknya bisa dibilang cengeng kurang tangguh bila menghadapi tantangan dengan kondisi ayahnya LDM.

Contoh kongkrit nya kita sebagai ibunya bisa mendidik anak laki2 kita untuk menjadi imam sholat dan ibunya jadi makmumnya. Atau saat kita kerja didapur minta tolong bantuin angkat air di ember dengan kata2 yg menarik. Atau saat berantem dengan adik perempuannya kita bisa mengingat kan posisi laki2 terhadap wanita harus bagaimana. Sebenarnya ada nya pemahaman setiap saat, maka anak lama lama akan mengerti.
*
Kalau usia 4.5 th ada kemauan ingin nanya ke ayahnya tapi malah suruh ibunya yang nanya wajar nggak yah? Misal ingin nanya ke ayahnya mau di ajak ke sekolah atau nggak tapi malah suruh saya yang tanya.

 Inti masalahnya bukan wajar atau g sepertinya kalau untuk usia segitu...

Kalau menurut kami itu warning alias alrm bahwa anak perlu lebih dekat lagi dengan ayah nya.

Ayahnya sedikit galak kah?perlu dicari tahu alasan apa yang membuat anak 'g berani bcr' ma ayahnya. Pasti ada penyebabnya.

Masih usia balita mumpung masih byk waktu untuk 'bebenah' disesuaikan dengan yang seharusnya.
*
Untuk anak usia 4th hrs didekatkan dg ayah ibunya kan. Tapi anak sy (laki2) lbh cenderung ke sy, ke ayahnya tuh ga mau dekat malah suka jual mahal, diajak beraktifitas bareng kdg mau kdg ga. Tantangannya skrg lg LDM. Ayahnya jauh malah ditanyain dicariin spt benci tp rindu gitu...
Apa yg salah disini ya?

 Alhamdulillah anaknya rindu ke Ayahnya ketika berjauhan.. yang salah kalau anak merasa senang ketika jauhan ma ayahnya.
 tp kenapa kalau dekat ky yang jual mahal? Suport ayah untuk lebih mendekati anaknya. Dengan cara:
- ketika jauh tanyakan kabar anak pad anaknya lgsg bukan ke ibunya via tlp&VC,kalau anakny malu2 atau pura2 g peduli g pp. Untuk langkah awal *asal anak tau* aja kalau ayahnya bertanya lgsg pd dia (memberi kepedulian yang lebih)
-Ketika dekat : suport ayah untuk menggantikan yg biasa ibu lakukan u si anak di mulai dr hal kcl saja.misalnya mengambilkan anak makan&bertanya mau mkn sama apa aja walaupun yang nyuapin ttp ibunya. Atau ketika anak meminta sesuatu ayah yang sigap menjawab dengan lembut.

Intinya tunujukan pada anak kepedulian yang lbh dr biasanya dr ayah keanak mudah2n anak bisa melunak dan menganggap kalau ayah itu senyaman ibu.
*
Di slide disebutkan bahwa *ayah harus menjadi sosok yang dibutuhkan oleh anak laki-laki usia 7-10 tahun, dan anak perempuan usia 10-14 tahun.*
Nah bagaimana peran ayah untuk anak usia 3-6 tahun dengan kondisi LDM?


Usia 3-6 tahun – menguatkan konsep diri berupa identitas gender

Anak lelaki dan anak perempuan di dekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersama.
Usia 3 tahun, anak harus dengan jelas mengatakan identitas gendernya. Misalnya anak perempuan harus berkata “bunda, aku perempuan”, sebaliknya juga anak lelaki.

Bagi yang LDM peran ayah sama saja sbg role model sebagai sosok ayah itu laki2 seperti aku maka aku berpakaian pun seperti ayah memakai celana panjang dan sholat jadi imam memakai sarung dan peci...  Sedangkan ibu itu perempuan memakai jilbab dan kalau sholat memakai mukena dan berdiri dibelakang ayah.  misalnya.

Jd kesimpulannya ayah di usia 3-6th itinya sebagai role model laki laki itu seperti apa yang membedakan dengan perempuan.
*
Interaksi seperti apa yg seharusnya dilakukan bersama sosok pengganti seorang ayah?

Sosok pengganti tersebut sebisa mungkin dapat menyuplai fitrah kelelakian yang mungkin 'kurang' didapat dari ayahnya; yaitu bagaimana seorang lelaki berpikir, bertindak, bersikap, berpakaian, dll sebagai seorang lelaki.
Misal sosok pengganti itu adalah pamannya. Sang paman mengajak anak untuk pergi ke mesjid bersama, memperlihatkan bagaimana cara lelaki berpakaian sesuai fitrahnya, serta melihat bagaimana bersikap sebagai seorang lelaki.
Ada lagi yang mau menambahkan?

 Sepertinya tdk akan ada istri yang senang untuk jd single fighter mengurus keluarganya... Namun tidaklah semua kondisi rumah tangga sama dan InsyaAlloh semua sama berbuah jalan tol menuju surga asal masing masing ikhlas dalam menjalani perannya.

 Saya pernah ngobrol masalah ini sama ust harry dan ust aad.. Dan jawaban beliau kompak " manfaatkan teknologi"

#harike3
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Kasus Fitrah Seksualitas

Pola asuh orang tua terhadap anak jelas sangat berpengaruh pada karakter anak.

anak yang terlalu dimanja, dalam artian semua kebutuhan selalu dipenuhi oleh orang tuanya akan berpengaruh pada saat dewasa nantinya.

anak menjadi tidak respect pada lingkungan, kurang bertanggung jawab, dan ketika ada masalah menjadi mudah menyerah. karna tidak pernah diajarkan survive sejak kecil.

masalah selalu dituntaskan ortunya. karna terlalu dimanja..

 Membentuk  anak yg BLAST
 Bored, lonely, anggry, stess, tyred

 Teman wanitanya diterima dengan hangat. Sepulangnya Hasan diajak ngobrol serius tapi santai dari hati ke hati tentang fitrah cinta dan pengelolaannya. Agar jangan sampai fitrah itu rusak karena rasa penasaran, serta tetap berada dalam koridornya.

 "Anda tidak bis dikatakan sebagai pemain bola hanya karena sudah punya bola"

Quotes itu yg membuat saya sadar bahwa mempunyai anak itu tidak otomatis menjadikan saya sbg "orangtua"
 Sumber masalah:
🕯 Pola asuh
🕯 Kurang nya peran ayah (vitamin A)
🕯 Suplai feminitas ibu yang kurang
🕯 Orangtua yang kurang ilmu

 Anak yang tidak dekat ortu n kurang egosentris nya mudah terbawa lingkungan....

Tapiii, coba qt fikirkan baik-baik, dengan siapa pertama kali anak berinteraksi? Ortu atau lingkungan?

Dengan siapa anak lebih sering bersama, ortu atau lingkungan?

Jadi, supaya yg harusnya lbh bs mempengaruhi anak, ortu atau lingkungan?


Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki

Mantra Bu Septi dan Pa Dodik : banyak main bareng, banyak aktivitas bareng dan banyak ngobrol bareng keluarga yg saya rasakan akan jadi bonding yg kuat jd gak ada perasaan malu atau gimana karena kebersamaannya yg senantiasa terjalin.
Mungkin ada tambahan atau tanggapan dari teman2 yg lain terutama yg sudah berpengalaman.

Kalau misalnya, anak lelaki meuni lembut n memang penyuka warna pink, apakah menyalahi fitrah?

Sebaliknya, jk perempuan lbh pemberani n galak apakah jg fitrah menyimpang?

Knp bs terjadi?
Harus bagaimana?

 kenapa bisa terjadi?
bisa jadi peran salahsatunya dominan. Misal yg laki-laki itu sifatnya lembut dan penyuka pink, disana stimulasi ibunya sangat kuat,jadi sosok feminin yang seringkali dia lihat dan masuklah ke alam bawah sadarnya,bisa jadi karena sosok Ayah yang sibuk bekerja jadi kurang ada interaksi dengan anak laki-lakinya sehingga sisi maskulin dari si anak kurang terasah. Maka dari sini peran Ayah dan Bunda menemani proses perkembangan di tahapan usia untuk menjaga fitrah seksualitasnya sangat penting agar terjaga dengan baik.
Lalu harus bagaimana?
Jika hal itu sudah terjadi akan lebih baik jika menguatkan kembali peran ayah dan ibu sesuai dengan gendernya.


Jika memang orangtua tidak bisa menemani dalam arti meninggal atau berlainan kota, sisi maskulin dan sisi feminin nya bisa didapat dari figur kakek neneknya. Jika selama ini tinggal bersama neneknya minimal harus ada figur laki2 dewasa,bisa jadi pamannya jika tdk ada kakek. dan semoga kakek neneknya juga berperan aktif dalam proses perkembangan fitrah seksualitas si anak
.
.
Di usia 8 tahun berada di fase anak didekatkan sesuai gender. Yaitu anak laki-laki didekatkan dengan sosok Ayah. Dan anak perempuan didekatkan dengan sosok Ibu. Sehingga nanti si anak tau apa yang dilakukan oleh seorang laki-laki (untuk anak laki-laki), misal dilibatkan dalam mengurus kendaraan, dilibatkan dalam proses pertukangan dan juga melindungi Ibu dan adik-adiknya,harus mulai dipupuk kepercayaan bahwa si anak disana adalah pelindung. Dari cara berpakaian juga harus mulai diperhatikan,batasan aurat untuk laki-laki dimana saja. Dan juga di usia itu anak sudah mulai diperintahkan untuk shalat dan pemisahan tempat tidur,misal pergi ke Masjid bersama Ayah. Jika memamg di usia tersebut masih kurang berempati pada saudaranya,dilihat dan diingat kembali apakah fase egosentrisnya dahulu belum terpenuhi?


 5⃣ Pertanyaan dari Teh Sherly

Bagaimana menerapkan fitrah seksualitas pada anak ketika keadaan orangtua sdh bercerai atau LDM?



Jika kondisi bercerai,tetap libatkan peran Ayah dalam kehidupan si anak. Misal si anak sedang Libur Sekolah, beri dia waktu untuk pergi berdua bersama Ayah. Atau misal tinggal bersama orangtua dan ada sosok Kakek,sosok Kakek lah yang mengisi jiwa maskulinitas nya
.
.

Didekati dan diberikan pemahaman bahwa yang dia lakukan itu tidak benar. Sering-sering diajak diskusi tentunya dengan suasana yang menyenangkan misal sambil pergi jalan-jalan ke pantai atau kemana saja. Semoga anak nantinya bisa cerita apa yang dia rasakan. Diawali dengan permohonan maaf dari Ayah karena selama ini Ayah sibuk sehingga jarang bisa berkomunikasi dengan dirinya. Jika si anak masih saja keep silent, mungkin bisa dibantu pihak ketiga misal oleh ustadz. Diajak pergi ke kajian. Atau bisa meminta bantuan psikolog


Untuk anak dibawah 5 tahun dimana masih banyak yg harus dieksplorasi, untuk mainan masak-masakan dan main boneka bisa untuk menstimulasi keterampilan berbahasa, meningkatkan rasa imajinasi nya dan pretend play jadi boleh-boleh saja dilakukan. Bermain bersama yg lingkungan perempuan juga boleh saja asal tau batasannya, misal jangan sampai jadinya malah ikut-ikutan memakai jepit rambut atau kuteks kuku

Ini bisa jadi memang pengasuhan Ibu nya sangat kuat disana sehingga sisi feminitas nya yang muncul lebih kuat. Tindakan yg harus dilakukan bisa dilihat Dr jawaban sebelumnya ya teh hampir sama dengan pertanyaan Dr teh Mutia...



mungkin tergantung juga kita menjaga kedekatan dengan anak sedari kecil, sehingga anak beranjak remaja kita sbg ibunya tidak 'dikalahkan' oleh temannya yang biasanya ngasih pengaruh lbh kuat pada anak. Dan yang tudak lbh penting lagi bagaimana kita memposisikan diri untuk anak ada saatnya jd ibu yg penuh oerhatian dan kadang juga jd teman yang sering bercanda& ngobrol dalam 'frekuensi&dunia'  yang sama dengan anak.


 Penyimpangan itu sendiri sebetulnya yg berpengaruh kuat dari lingkungan teh...gk menjadi jaminan kl Kakek neneknya tidak mengajarkan fitrah seksualitas maka akan terjadi penyimpangan selama lingkungan di sekitarnya tetap mendukung fitrah seksualitasnya inshaAlloh akan tetap terpenuhi fitrahnya


Tantangan ketidakhadiran orangtua sebagai subjek yg mensuplai maskulinitas dan feminimitas juga dirasakan Rasulullah ya.. Tapi beliau tetap menjadi lelaki, suami dan ayah terbaik di dunia.

Dongeng Sebelum Tidur.

Ziyad sebelum tidur selalu minta dibacakan buku atau diceritakan sebuah dongeng.

Jadi, ketika dia mau tidur saya harus menyiapkan sebuah cerita untuk didongengkan.

Cerita favorit Ziyad adalah tentang kisah nabi-nabi. Mulai dari nabi Adam hingga nabi Muhammad.

Ketika bercerita, saya pun selalu menyisipkan pemahaman akidah padanya. Karena itu, dongeng adalah pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan berbagai ilmu termasuk tentang akidah dan akhlak.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Cerita Mobil Balap Ziyad

Ketika libur Idul Adha kemarin, Ziyad meminta dibelikan buku untuk mewarnai.

Saat sedang asyik mewarnai gambar mobil, tiba-tiba dia berhenti dan mengambil legonya. Lalu membuat sebuah bentuk.

"Ziyad lagi bikin apa?" tanya saya.

"Aku lagi bikin mobil balap kayak itu," jawabnya sambil.menunjuk gambar mobil yang tadi sedang ia warnai.

Sambil membuat mobil dari Lego, dia pun menceritakan setiap detail mobil balapnya.

#Harike9
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Mengenal Nabi Muhammad saw.

Dongeng kali ini saya mengambil dari boardbook kiriman dari salah satu guru ngaji saya.

Buku ini bercerita tentang kisah keteladanan nabi Muhammad saw. yang menyayangi anak-anak.

Meskipun di dalamnya hanya terdapat sedikit penjelasan, tapi dari gambar-gambarnya saya bisa menceritakan banyak kisah untuk Ziyad.

#Harike8
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Para Domba

Selalu ada ide untuk bermain bersama anak-anak. Meskipun dari permainan sederhana, tapi mereka akan benar-benar menikmatinya.

Seperti hari ini, saya membuat gambar domba, sementara anak-anak menempelkan bulu dombanya yang terbuat dari kapas.

Usai menempelkan bulu domba, masing-masing mereka bisa mendongeng singkat cerita tentang dombanya.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng dengan Origami

Hari ini Ziyad dan teman-temannya bermain kertas origami. Awalnya saya au mengajarkan mereka tentang lipat-melipat.

Tapi ternyata mereka lebih kreatif dari yang dipikirkan. Ketika saya mencontohkan​ melipat bentuk segitiga, mereka pun mengikuti meskipun tidak sempurna.

Namun, dari bentuk sederhana itu mereka punya imajinasi yang luar biasa.

Ziyad bercerita bahwa dia membuat sebuah gunung dan bisa mendeskripsikannya dengan media kertas origami tersebut.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Ekor Serigala

Hari ini Ziyad sedih, karena salah satu hewan mainannya rusak.

"Bunda, ekor serigalanya copot." ucapnya sedih.

"Oh iya, kasian ya serigalanya jadi ngga punya ekor," jawab saya.

"Tempelin lagi ekornya bunda," pintanya.

Namun, karena kami tidak punya lem untuk menempelkannya, akhirnya saya bercerita tentang serigala yang merasa baik-baik saja meski tidak memiliki ekor.
Akhirnya Ziyad bisa tersenyum dan memainkan serigalanya kembali.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Hewan Ziyad

Kali ini masih dengan mainan hewan kesayangan Ziyad.

Setelah saya mendongengkan kisah tentang hewan, ternyata ceritanya nempel di kepala Ziyad.

Kali ini dia yang mengarang cerita tentang hewan-hewan tersebut.

#Harike4
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Fabel

Ziyad memang sangat tertarik dengan berbagai binatang. Karena itu, kami membelikan mainan berbentuk binatang.

Untuk pengenalan berbagai binatang tersebut, saya mendongengkan cerita fabel dari mainan tersebut.

Mulai dari mengenalkan nama-nama binatang hingga menirukan suaranya.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Kisah Binatang dalam Alquran

Jika sebelumnya mendongeng tentang kebiasaan menabung dari buku Hallo Balita, kali ini saya mendongeng kisah Nabi-nabi dari buku 80 Kisah Binatang dalam Alquran dan Sunnah.

Dulu waktu membeli ini Ziyad sangat tertarik karena ada gambar hewan-hewan di cover bukunya.

Kisah yang paling disukai Ziyad adalah tentang hewan-hewan yang ada di perahu Nabi Nuh.

#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Celengan dan Buku Aku Suka Menabung


Bismillah...
Hari ini, seperti biasa anak-anak Mutiara Play School bermain di rumah kami.

Namun yang berbeda yaitu kali ini saya akan bermain sambil berdongeng pada mereka. Sesuai dengan tantangan di kelas Bunda Sayang.

Karena tidak punya bahan untuk mendongeng, akhirnya saya mendongengkan cerita yang ada dalam buku Hallo Blitar berjudul Aku Senang Menabung.

Karena ada anak didik kami yang datang membawa celengannya, akhirnya Ziyad pun jadi tertarik untuk menabung.

#Harike1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes