Archive For July 2018 July 2018 - Teh Deska
TERBARU

Labirin Kelereng

Melihat Ziyad selalu antusias dengan setiap mainan barunya, membuat saya harus berpikir lebih kreatif. Sebab, jika tidak begitu mungkin saya hanya akan membelikannya mainan yang sudah tersedia.

Tapi, bukan bunda yang kreatif jika hanya bisa membelikan mainan tanpa membuat mainan bersama putra tersayangnya.

Akhirnya, saya berinisiatif membuat mainan bersama Ziyad. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti dus bekas susu.

Kami membuat permainan sederhana yang diberi nama "Labirin Kelereng".

Ziyad pun terlihat sangat senang dengan mainan narunya. Bahkan mengajak teman-temannya ​untuk memainkannya bersama-sama.

#harike2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Slime Time

Hari ini menjalani tantangan "Be Creative" di games level 9. Kami mulai dengan praktik membuat slime yang sebelumnya pernah dipelajari saat Play Date di Kelas Berbagi IIP Tasik.

Setelah dipraktikkan di rumah ternyata lebih seru dan menyenangkan. Dimulai dengan membeli perlengkapan bersama si kecil. Seperti membeli lem kayu di toko bangunan, pewarna makanan di toko bahan kue, dll. Anak juga jadi belajar langsung saat berbelanja di toko berbeda.

Saat sampai di rumah, tak sabar ia ingin langsung praktik. Akhirnya, jadilah aktivitas kami hari ini adalah "Slime Time".

Dari satu slime yang dibuat, ternyata kreativitas dan imajinasi Ziyad bisa terasah. Dia membuat berbagai macam bentuk yang unik seperti membuat donat, baso, payung, dll.

Menjadi kreatif itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Selamat menjadi bunda kreatif. Karena anak-anak kita memang terlahir kreatif.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Mengenal Nominal Uang

Hari ini masih dengan celengan kesayangan Ziyad. Ia mulai belajar menghitung jumlah uang setiap kali akan dimasukkan ke dalam celengan.

Meskipun hanya uang recent saja yang dimasukkan, tapi ia terlihat senang.

Ia pun bisa belajar mengenal nominal uang koin. Seperti koin pecahan Rp 100, Rp 500, dan Rp 1.000

#HariKesepuluh
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Ziyad Belanja Sayuran

Alhamdulillah di tempat tinggal kami selalu mudah memperoleh bahan untuk memasak. Karena setiap beberapa jam sekali tukang sayur selalu lewat di depan rumah.

Seperti hari itu saya belanja sayur di tukang sayur yang lewat. Karena memang bisa menghemat ongkos pergi ke pasar.

Tiap kali bunda belanja sayur, Ziyad selalu ikut nimbrung. Kadang ia bertanya tentang jenis sayuran yang ia lihat atau sekedar membeli jajanan kue yang dibawa tukang sayur.

Dari sini ia pun belajar tentang bagaimana tawar menawar saat bertransaksi. Meskipun saya jarang menawar harga. Tapi ia melihat Ibu-ibu lain yang asyik berbelanja.

#HariKesembilan
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Tentang Menjemput Rezeki

Hari ini seperti biasa salah satu aktivitas harian saya adalah jualan. Tapi jualannya di rumah saja sambil mengurus anak dan rumah.

Usai packing dan menyiapkan pesanan konsumen, saya bersiap untuk mengantarkannya ke kantor ekspedisi pengiriman.

Ziyad pun selalu ikut mengantar paketnya. Di tempat kurir, ia dengan sabar menunggu antrian. Ia selalu hafal, jika bunda datang ke tempat ini pasti mau mengirimkan paket.

Di sini saya mengajarkan padanya bagaimana berikhtiar menjemput rezeki dengan berdagang. Karena sudah biasa ikut mengantar paket, ia pun sudah terbiasa dengan aktivitas bunda yang satu ini.

#HariKedelapan
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Menjadi Pengusaha Cilik

Sebelum Ziyad lahir, saya memang sudah memutuskan untuk mendidiknya sendiri di rumah. Karena itu, keputusan resign dari pekerjaan adalah hal yang sudah saya pikirkan matang-matang.

Meskipun tidak bisa bekerja lagi, namun saya tetap bisa produktif di rumah. Salah satunya dengan berbisnis online yang bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja.

Dengan berbisnis di rumah, alhamdulillah saya tetap bisa mendidik Ziyad dan menemaninya bermain setiap hari.

Sesekali saya mengenalkannya tentang berjualan. Saya katakan bahwa bunda sedang berusaha mencari rezeki. Karena Rasulullah saw. juga seorang pengusaha. Dari kecil beliau bahkan sudah ikut berdagang ke negeri Syam.

Jadi, saya pun terkadang ikut melibatkan Ziyad dalam aktivitas berjualan di rumah ini. Karena ia memang selalu penasaran dengan apa yang dilakukan bundanya.

"Bunda, Ziyad mau bantu bunda jualan ya," ucapnya sambil membantu saya yang sedang merapikan barang-barang jualan.

"Iya boleh sayang, semoga nanti Ziyad bisa jadi pengusaha sukses seperti Nabi Muhammad ya," jawab saya yang diikuti anggukan kecilnya.

#HariKetujuh
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Nabung untuk Beli Sepeda

Sudah lama sebenarnya Ziyad menginginkan sepeda. Namun, kami belum bisa membelikannya. Tadinya kami pikir akan sekalian membelikannya yang agak besar agar bisa dimainkan dalam jangka waktu lama.

Ini juga salah satu alasan kami mengajak Ziyad untuk menabung. Ia jadi punya motivasi tersendiri untuk menabung.

"Bunda, uang di celengan kalau sudah banyak buat beli sepeda ya." ucapnya suatu hari.

Akhirnya, sambil mengajaknya olahraga di alun-alun, Ziyad berlatih mengayuh sepeda yang bisa disewa di sana.

#HariKeenam
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Happy Saving

Dalam rangka mengajarkannya untuk menabung, kami memang sengaja membeli celengan bersama ke pasar.

Kami biarkan Ziyad memilih sendiri celengan yang ia sukai. Setelah jalan-jalan keliling pasar, akhirnya terpilihlah celengan berbentuk mobil itu.

Jadi, selain untuk menabung bisa digunakan pula sebagai mainan mobil-mobilan. Lumayan bisa menghemat membeli mainannya.

#HariKelima
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No Jajan

Ziyad yang selalu senang ngemil, makanya ia kadang suka memanggil penjual makanan yang lewat depan rumah kami.

Untuk menyiasati agar ia tidak jajan, saya harus selalu menyediakan cemilan di rumah. Karena itu, sedikit demi sedikit saya mencoba membuat cemilan untuknya.

Alhamdulillah dengan begitu bisa menghemat biaya jajannya. Sekaligus mengajarkannya untuk cerdas finansial dengan menabung uang jatah jajannya.

#HariKeempat
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Membuat Mainan dengan Origami

Pagi itu, seperti biasa kami selalu kedatangan tamu spesial setiap hari. Ya, anak-anak ini adalah tamu istimewa yang setiap hari selalu bermain di rumah kami.

Meskipun usia mereka berbeda tetapi semuanya adalah teman-teman Ziyad. Saya sengaja menyimpan mainan di terasa rumah agar mudah untuk mereka bermain.

Tapi, kemarin salah satu teman Ziyad yang merupakan sepupu tak sendiri datang ke rumah sambil membawa mainan yang ia sebut "Jam Tangan Bima X".
Tahu kan tokoh Hero Indonesia yang disenangi anak-anak itu.

Meskipun anak saya tidak suka menontonnya, tapi karena teman-temannya sering memainkan peran sebagai Bima-X bahkan memiliki aksesorinya, akhirnya ia pun ikut ingin memilikinya.

Namun, orangtua harus selalu punya banyak cara untuk mengajarkannya untuk bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan.

Akhirnya, ayah berinisiatif untuk membuat mainan aksesori Bima-X. Jadilah anak-anak belajar origami bareng dengan membuatnya.

#HariKetiga
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Pentingnya Mengajarkan Menabung Pada Anak

Tantangan baru bagi saya untuk melatih kecerdasan anak usia Ziyad ini. Sebab, ia anak yang aktif dan mudah bergaul dengan siapa saja. Termasuk dengan penjual keliling makanan kesukaannya.

Setiap ada penjual yang lewat depan rumah, dengan mudah ia panggil. Bahkan para penjual itu sudah hafal dengan nada suara Ziyad yang khas saat memanggilnya.

Namun itu dulu saat saya belum memahamkan tentang pentingnya menabung.

Saya katakan, "De, uangnya kan harus ditabung biar bisa beli sepeda".

Ya, Ziyad memang sangat ingin membeli sepeda seperti teman-teman yang lainnya. Tapi saya belum bisa memberikannya untuk saat ini. Karena itu, saya ajak ia untuk menabung di celengan kesayangannya.

#HariKedua
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

Semseter baru di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, saya belajar tentang mendidik anak cerdas finansial sejak dini.

Seperti yang dipelajari dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rezeki yaitu, "Rezeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari"

Maka, ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar, "Kemuliaan Anak Meningkat"

Sebelumnya anak-anak perlu dipahamkan terlebih dulu bahwa rezeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki.

Dalam menstimulus Ziyad tentang cerdas finansial ini memang dibutuhkan kesabaran ekstra. Karena diusianya saat ini banyak sekali keinginannya yang selalu ia tuntut agar dipenuhi.

Namun, untuk memahamkan konsep rezeki ini saya gunakan bahasa yang mudah ia cerna.

Contohnya saat sedang jalan-jalan naik motor tiba-tiba Ziyad melihat sebuah mobil bagus berwarna merah, lalu ia menunjuknya sambil berkata, "Bunda, Ziyad pengen punya mobil merah kayak itu!"

Maka, saya pun berkata padanya, "Ziyad kalau mau punya mobil, minta sama Allah ya. Kan Allah yang ngasih kita rezeki."

Akhirnya, dengan polos ia mengangkat kedua tangan dengan posisi berdoa. "Ya Allah, aku mau punya mobil merah Ya Allah...Aamiin."

Hal itu ia lakukan seketika saat masih di atas motor.

Meskipun dia belum terlalu paham, namun dalam hal ini ia mulai mengerti bahwa kalau akan meminta sesuatu yang ia inginkan dan butuhkan, maka mintanya sama Allah Yang Maha Kaya dengan cara berdoa.

#hari1
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes