Archive For February 2018 February 2018 - Teh Deska
TERBARU

Bisa Karena Biasa

Suatu hari saat berjalan-jalan di pinggir pertokoan usai belanja kebutuhan @salovahijab, tiba-tiba Ziyad berhenti di tempat penjual mainan. Ziyad yang biasanya selalu ingin membeli mainan seperti mobil-mobilan, pesawat, dan mainan lainnya kali ini berbeda.

Ia menarik tangan saya sambil menunjuk sebuah mainan. "Bunda, Ziyad mau beli mainan ini," pintanya.

"Oh, Ziyad mau main puzzle ya?" tanya saya mulai mengerti keinginannya.

"Iya bunda, Ziyad mau pazel yang ada gambar mobil polisinya," ucapnya sambil menunjuk salah satu puzzle.

Akhirnya, saya pun membelikan puzzle pertama untuknya. Setibanya di rumah, yang ia cari pertama kali adalah puzzle. Meskipun ia hanya tertarik pada gambarnya saja, tapi saat mulai menyusunnya kembali ia terlihat sangat antusias.

Ketika pertama kali memainkannya, sayalah yang sangat asyik dengan puzzle ini. Saya suka dengan tantangannya. Tapi ternyata tidak dengan Ziyad. Di awal ia terlihat tidak sabar saat memasang potongan puzzlenya. Bahkan suami saya pun ikut menasihati kalau saya salah memilih puzzle.

"Untuk anak seusia Ziyad, seharusnya dibelikan puzzle yang potongannya besar," ucap suami saya.

Tapi, saya yakin Ziyad juga bisa memainkannya. Ya, karena terlanjur sudah dibeli sayang kalau tidak dimainkan.

Akhirnya Ziyad menunjukkan kemampuannya kembali. Setelah beberapa kali dia melihat saya bermain puzzle, akhirnya ia pun bisa memainkannya sendiri. Bahkan bisa menyusunnya sampai akhir tanpa dibantu oleh saya.

Ternyata istilah "Bisa karena biasa" itu benar adanya! 😁

#harike7,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Hafal Tanpa Menghafal


Untuk usia saat ini, Ziyad sangat kuat pada hafalan. Dia bisa hafal sesuatu tanpa menghafalnya. Bagaimana caranya?

Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, bahwa Ziyad memiliki tipe belajar auditori. Cukup dengan mendengarkan ia bisa menghafal beberapa surat dalam Alquran.

Kemampuan ini tentu harus selalu diasah agar ia bisa berkembang sesuai dengan fitrahnya. Saya pun mulai menyadari bahwa fitrah anak itu adalah belajar. Karena itu, saya tak pernah menuntutnya untuk belajar sebab pada usia Ziyad saat ini memang ia lebih suka bermain. Namun fitrah belajar itu akan muncul saat ia sedang bermain.

Kembali tentang Hafalan tadi, alhamdulillah Ziyad sudah hafal beberapa surat dalam Alquran, nama-nama 25 Nabi, huruf hijaiyah, huruf alfabet, angka, sifat-sifat Allah, dan semuanya itu bisa dia hafal tanpa menghafal!

Jadi bingung ya? Hehe.
Karena sejatinya jika anak sudah senang belajar maka ia akan mudah mempelajari sesuatu.

Lalu, bagaimana membuatnya senang belajar? Buatlah agar ia bahagia. Ketika bahagia, hati merasa senang, maka pikiran pun akan terbuka.

Sama halnya seperti kita orang dewasa. Kalau sedang bahagia, pikiran dan hati pun menjadi lebih tentram, maka akan mudah menerima banyak hal. Tetapi sebaliknya, jika kita sedang bersedih, galau, marah, dan perasaan negatif lainnya maka sekeras apapun belajar akan sulit memahaminya.

Jadi, jangan lupa bahagia dan membahagiakan ya. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin. 😊

#harike6,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Menjadi Keluarga Pembelajar

Sepulang dari toko kain untuk membeli keperluan produksi @salovahijab, saya dan Ziyad mampir dulu ke Gramedia sambil menunggu jemputan, sang ayah.

Seperti biasa, tempat ini selalu menjadi tempat favorit saya sejak kuliah dulu. Di sini seolah menjadi perpustakaan pribadi terbesar saya. Hehe.

Saya bisa memilih dan membaca buku yang saya sukai. Atau sekedar mencari inspirasi untuk bahan tulisan. Tetapi kali ini ada yang berbeda. Saya mengunjungi tempat ini bersama buah hati tercinta.

Anak yang selalu ingin tahu dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Meskipun sekarang saya tidak mudah berkonsentrasi dan menikmati setiap buku. Sebab, mata saya harus selalu awas pada setiap gerak lincahnya.

Ternyata, Ziyad mewarisi hobi saya ini. Ia berjalan bahkan berlari, berkeliling melihat-lihat buku yang berjajar rapi di rak. Saat saya ajak ke rak buku anak, ia terlihat sangat antusias. Meskipun ia baru tertarik melihat gambar-gambarnya saja, tapi saya yakin saat bisa membaca nanti ia pun akan gila baca seperti bunda dan ayahnya. Aamiin.

Tugas saya sekarang adalah harus rajin membacakannya buku, cerita, dan dongeng yang berhikmah. Setidaknya saat ini saya sedang menanamkannya cinta buku untuk kemudian ia akan cinta membaca.

Ini salah satu misi keluarga kami untuk menjadi keluarga pembelajar yang senang membaca dan menulis. Sebab, dengan membaca akan membuka jendela ilmu bagi kami. Dan dengan menulis, kami akan membangun peradaban. Insya Allah.

#harike5,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Ziyad Bisa Shalat


Terharu!

Ketika suami dan anak saya pulang dari mesjid usai shalat magrib, ada hal yang membuat saya benar-benar terharu.

Bagaimana tidak, Ziyad yang biasanya setiap shalat di mesjid tidak pernah bisa diam, kali ini berbeda.

Kata suami saya, Ziyad hari ini pintar sekali bisa ikut shalat berjamaah dengan tertib dan mengikuti gerakan imam sampai selesai.

Bahkan, saat imam membacakan surat al-fatihah, Ziyad juga  ikut membaca surat favoritnya (Surat Al-Kahfi) dengan keras. 😁

Meski begitu, saya senang sebab Ziyad yang biasanya hanya ikut shalat rakaat pertama atau kedua saja kali ini bisa shalat sampai akhir.

Ternyata saya ingat kalau siangnya saya sudah membacakannya buku yang berjudul "Aku Bisa Wudhu dan Shalat."

Saya pun mulai memahami salah satu gaya belajarnya. Sebab, biasanya saya hanya mengingatkannya secara lisan agar Ziyad bisa tertib kalau ikut shalat di mesjid. Ternyata cara seperti itu tak pernah berhasil.

Tapi kali ini, dengan membacakan sebuah cerita dari buku, ia mudah memahami dan mempraktikannya langsung.

Semoga Allah membimbingnya. Menjadikannya anak shalih yang senantiasa menjaga shalatnya ketika sudah akil baligh nanti. Aamiin.

#harike4,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Mengenal Anggota Tubuh

Hari ini Ziyad belajar mengenal anggota tubuhnya.

Usai mandi pagi, Ziyad yang sudah belajar memakai baju sendiri tiba-tiba teriak. "Bunda... Perut Ziyad ada bolongnya!"

Saya pun langsung menghampirinya. "Bolong apa sayang?" tanya saya yang penasaran dengan teriakannya tadi.

Lalu, Ziyad menunjukkan 'bolong' di perutnya. "Ini bunda, perut Ziyad kenapa bolong?"

Ternyata maksudnya ada pusar di perutnya. Saya pun tertawa sambil menjelaskan kepadanya.

"Nak, ini namanya pusar. Letaknya ada di permukaan kulit perut kita." Ziyad pun mengangguk-angguk sambil memerhatikan pusarnya.

"Ayo, sekarang pakai bajunya ya. Kasian itu perutnya kedinginan."

Usai pakai baju, Ziyad pun kembali bermain. Namun, tiba-tiba ia berteriak lagi.

"Bunda, liat perut robotnya bolong!" ucapnya sambil menunjukkan robot yang ia buat dari lego.
Ternyata ia mulai memahami dan langsung membuat robot yang ada pusarnya.

Ini salah satu gaya belajarnya juga yaitu kinestetik. Ia senang praktik juga membuat sesuatu. Dan lego adalah mainan yang tak pernah bosan ia mainkan.

#harike3,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Rumah Baca Salova


Beginilah salah satu aktifitas anak-anak di Rumah Baca kami😊
Mereka terlihat sangat senang membolak-balik bukunya. Apalagi kalau saya yang membacakannya. 😁

Saat pertama kali paket bukunya datang, Ziyad sangat antusias membuka paketnya sendiri. Lalu esoknya ia ajak teman-temannya main ke rumah.

Alhamdulillah sesuai fitrahnya, mereka memang anak-anak pembelajar. Senang belajar dan tertarik untuk mempelajari hal-hal baru.

Jadi sebenarnya tidak ada anak yang tidak suka belajar. Sejak lahir mereka senang belajar mulai dari belajar berbicara, berjalan, dan kemampuan lainnya.

Kita sebagai orangtua harus menjaga fitrah ini. Menjadikan ia tetap senang dan semangat belajar.

#RumahBacaSalova
#harike2,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP

Dekatkan Ia dengan Alquran

Alhamdulillah bisa bergabung menjadi bagian dari Keluarga besar Institut Ibu Profesional.

Semakin hari materi yang disampaikan tim fasilitator semakin menarik dan gamesnya semakin menantang.

Seperti kali ini saya belajar tentang memahami gaya belajar anak (Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik ( Teaching Styles) karena kedua hal tersebut akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak ( Working Styles).

Hari ini saya mengamati gaya belajar Ziyad. Meskipun untuk mengetahui gaya belajar membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Namun, sedikit demi sedikit mulai terlihat gaya belajarnya. Seperti waktu itu tiba-tiba Ziyad membacakan surat Al-Kahfi. Padahal sebelumnya dia belum pernah menghafalnya.

Di rumah,kami memang terbiasa memutar MP3 murotal sepanjang hari. Meski begitu saya tetap mengajak Ziyad untuk menghafal salah satu surat yang sudah saya targetkan. Tapi ternyata gaya belajar Ziyad tidak seperti itu.

Dia lebih suka memilih surat yang ia sukai untuk dihafalnya. Ketertarikannya dapat dilihat saat ia mulai membacakan surat yang disuka padahal belum pernah saya ajarkan sebelumnya.

Saat itulah ia pun menunjukkan ekspresi tertarik untuk menghafal surat yang dipilihnya. Saya hanya tinggal memperbaiki bacaannya.

Begitulah salah satu cara belajarnya. Dimulai dari sering mendengar bacaan Alquran. Kemudian jika ada surat yang ia sukai maka dengan senang hati akan ia hafalakan dan baca berulang-ulang.

Semoga saya diberi kemudahan dalam mendidik anak dan sama-sama menghafal Alquran. Aamiin

#harike1,
#Tantangan10hari,
#GameLevel4,
#GayaBelajarAnak,
#kuliahBunSayIIP
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes