Archive For January 2018 January 2018 - Teh Deska
TERBARU

Membuat Bangunan bersama Teman


Membuat berbagai bentuk dari Lego merupakan permainan favorit Ziyad.

Kadang ia ajak semua teman-temannya bermain Lego di rumah. Atau sesekali menggotong legonya ke luar agar bisa dimainkan bersama.

Meskipun sesekali terkadang mereka berebut mainan. Namun sebelum saya melerai mereka, saya perhatikan dulu apakah mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Barulah di akhir saya pun menjelaskan pada mereka tentang arti berbagi dan kepemilikan.

#tantangan_hari_ke10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Beginilah Kami Belajar


Setiap kali mengisi seminar di kampus ataupun acara-acara lainnya saya selalu mengajak Ziyad untuk ikut bersama saya.

Selain karena memang tak ada yang bisa menjaganya di rumah. Hal yang paling penting karena dengan mengajaknya ikut dalam setiap aktivitas akan menambah wawasannya tentang berbagai hal.

Saya kenalkan padanya tentang cara belajar kami, kedua orangtuanya. Bertemu dengan banyak orang. Serta mengenal lingkungan di sekitarnya. Sehingga dari sini ia belajar bersosialisasi dan mengasah kecerdasan berpikirnya.

#tantangan_hari_ke9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Membuat Berbagai Bentuk dari Pasir


Salah satu tempat bermain yang disukai oleh Ziyad adalah alun-alun.

Setiap weekend jika tak ada agenda lain kami mengajaknya bermain di sana.

Jika setiap hari Ziyad asyik bermain di rumah bersama teman-temannya. Maka tak apa sekali-kali ia pun bermain di luar untuk mengenal berbagai hal di sana.

Weekend kemarin Ziyad bermain sambil belajar mengenal bentuk-bentuk dari pasir.

Dia terlihat sangat menikmati permainannya.

#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Bermain Warna dengan Cat

Rasa ingin tahu dan mencoba anak usia dini itu memang sangat besar. Apa yang dilakukan orang dewasa selalu ingin dia coba. Karena itulah kita sebagai orangtua harus bisa menjadi teladan yang baik untuk anak.
Sebab, anak itu selalu melihat dan mencontoh orangtua ataupun orang-orang​ di sekelilingnya.

Seperti Ziyad yang selalu penasaran dengan semua hal di lingkungannya. Saat ayahnya sedang mengecat tembok, dia pun ingin mencobanya.

Saya pun tak melarangnya karena dengan ikut terlibat dalam kegiatan keseharian bisa melatih kecerdasannya. Asalkan tetap dalam pengawasan orangtua dan tidak berbahaya untuknya.

Akhirnya, Ziyad pun ikut 'membantu' ayahnya mengecat tembok rumah. Dia bisa belajar banyak hal dari kegiatannya ini salah satunya belajar mengenal warna juga belajar tentang rasa percaya diri. Karena dengan kita memberikan kepercayaan pada anak, maka akan tumbuh rasa percaya diri padanya.

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Belajar Origami Bersama

Selalu ada cara untuk menemani tumbuh kembang si kecil. Meskipun ayah bundanya ada agenda seminar, tapi kami selalu mengajaknya untuk pergi bersama.

Seperti agenda seminar Parenting kemarin. Alhamdulillah kami bisa belajar bersama-sama tentang pendidikan anak. Ziyad yang memang selalu ikut pun bisa asyik bermain bersama para panitia yang luar biasa.

Di awal ada acara kami disuguhi kegiatan origami. Meskipun kegiatan ini pembekalan untuk orangtuanya, tapi saya melibatkan Ziyad untuk ikut bersama.

Ziyad yang memang sudah biasa bermain lipat-melipat kertas di rumah terlihat semangat.
Bentuk yang paling dia sukai adalah bentuk pesawat. Tapi kali ini kita belajar membuat kupu-kupu dari kertas lipat.

Satu lagi ilmu yang sangat berharga. Bahwa ketika kita mengajarkan lipat-melipat pada anak harus dengan kata-kata yang mudah dimengerti oleh anak. Karena ini juga termasuk salah satu melatih kecerdasan motoriknya.

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Semangat Dari Bunda

Melihat perkembangan Ziyad setiap hari semakin membuat saya harus berpikir ekstra membuat aktivitas yang bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasannya.

Salah satunya​ yang memang sering terasah adalah kecerdasan emosional dan fisiknya. Di usia Ziyad saat ini ya g senang bermain saya bersyukur Ziyad adalah anak yang mudah akrab dengan siapapun termasuk dengan anak yang usianya di atas Ziyad.

Seperti dalam foto ini, Ziyad sedang asyik ikut bermain bola dengan anak-anak usia SD. Walaupun hanya ikut-ikutan tapi dia terlihat senang dan menikmati permainannya.

Walaupun sempat dia berhenti bermain dengan wajah sedih. Di bilang, "Bunda, Ziyadnya mau nendang bola. Bolanya dimainin sama aa terus."

Saya mengerti maksudnya, kalau dia juga ingin ikut menendang bola. Tapi kalau lawan mainnya anak-anak yang sudah memang agak sulit.

Saya katakan padanya, "Iya sayang, ikutan aja main sama Aa ya. Kalau Ziyad berusaha pasti bisa nendang bolanya."

Akhirnya semangatnya pun kembali. Ia pun bermain bola kembali bersama kakak-kakaknya.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Menjadi Orang Tua Tangguh di Zaman Now


Hari ini kami (saya dan suami) belajar bersama dalam satu majelis ilmu Parenting.

Entah mengapa sejak memiliki anak, kami merasa sangat haus akan ilmu pendidikan anak. Meskipun sebenarnya kami merasa terlambat mendapatkan ilmu ini. Tapi hal itu tak menurunkan semangat kami untuk belajar menjadi orang tua yang baik.

Tema kajian Parenting kali ini yaitu "Menjadi Orang Tua Tangguh di Zaman Now" bersama Ust. Adriano Rusfi, S.Psi." Persembahan dari komunitas Home Education based on Akhlak and Talent (HEBAT Community) 😊

Ustad Aad menyampaikan bahwa mendidik anak di Zaman Now harus berbasis kepada fitrah. Karena tugas kita sebagai orang tua muslim adalah menjaga dan merawat fitrahnya yang sudah ada sejak ia diciptakan.

Kita tak bisa berharap anak kita bisa menjadi seperti Muhammad Al-Fatih yang menaklukan konstantinopel di usia 16 tahun, atau menjadi Imam Syafi'i yang menjadi ulama di usia muda, atau menjadi pahlawan-pahlawan Islam di zaman dahulu.

Mengapa?

Sebab anak-anak kita lahir di zaman now dengan tantangan yang berbeda.

Maka, tugas kita adalah mendidiknya menjadi yang terbaik pada zamannya.
Pendidikan berbasis fitrah itu, kita menghargai dan menyadari tentang naluri, kepribadian, dan bakat anak.

Didik mereka mencintai Allah melebihi kecintaan mereka kepada apapun.
Karena hanya cintalah yang bisa mengalahkan cinta... -Bersambung-

Membuat Pesawat Terbang

Salah satu hobi Ziyad adalah bermain. Ya, setiap anak tentunya senang bermain dan permainan yang paling disukai Ziyad adalah membuat bangunan/bentuk dari Lego.

Sejak mulai bisa memasang dan melepas benda, kami memang merangsang kemampuan motoriknya dengan mainan Lego.

Ketika diberikan mainanan tersebut Ziyad sangat menyukainya. Bahkan waktunya bermain lebih banyak dihabiskan untuk membuat sesuatu dari Lego.

Untuk seusianya saat ini memang mainan bongkar pasang sangat cocok dimainkan. Selain melatih motoriknya juga membangun kreativitas dan kecerdasan intelektualnya.

Karena itu, kami pun mendukung hobinya ini. Kali ini setiap bermain Lego, kami selalu bertanya akan membuat project apa hari ini.

Ziyad sangat menyukai project membuat pesawat terbang dari Lego. Dari sinilah imajinasinya mulai berkembang.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Belajar Sambil Bermain

Hari Minggu jadwal Family Time bersama orang-orang tersayang. Sejak kemarin kami memang sudah merencanakan untuk agenda Minggu ini diisi dengan sport di Dadaha.

Niat dari rumah memang ingin olahraga, tapi saat di lokasi jadinya hanya jalan-jalan saja. Bagi kami, ada waktu untuk berjalan bersama itu pun sudah cukup untuk quality Time kami.

Terlebih kali ini kami memang memiliki project Family untuk melatih kecerdasan anak. Maka, saat jalan-jalan seperti inilah kami bisa melihat kecerdasan emosionalnya.

Seperti saat tadi Ziyad bermain di taman bermain bersama teman-temannya. Saat akan menaiki perosotan dan banyak anak lainnya yang juga akan naik, Ziyad belajar mengantri. Meskipun di awal dia meminta ingin naik lebih dulu. Tapi, lama-kelamaan dia pun akhirnya mengerti untuk bisa mengantri.

Belajar itu memang bisa dimana saja termasuk saat bermain.

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Cinta Buku untuk Cinta Baca

Setelah Project pertama dalam ranah spiritual bisa berjalan, kini kami memasuki ranah intelektual.

Jika sebelumnya kami mengajarkan anak untuk cinta Quran, maka dalam bab ini kami mengenalkan anak untuk cinta buku.

Ya, bukan mengajarkannya mau membaca tapi terlebih dulu kami mengajaknya untuk mencintai buku.
Sebab, jika anak sudah cina buku maka mudah baginya untuk senang membaca dan mempelajari isi bukunya.

Kali ini Ziyad membaca bersama kakak sepupunya. Meskipun beberapa kali mereka sering berebut buku tapi saya pikir ini bisa melatih kecerdasan emosinya juga.


Saat anak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan teman bermainnya tanpa ada yang menangis berarti ia sudah bisa mengatur emosinya.

Karena itu, untuk melatih kecerdasan ini ternyata bisa dalam berbagai hal. Termasuk saat bermain bersama teman-temannya juga.

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Mengembangkan Fitrah Anak

Hari kedua masih dengan kecerdasan spiritual yang dilatih. Alhamdulillah dengan sering mendengarkan bacaan Alquran, perlahan Ziyad pun mulai mengikuti.

Biasanya sebelum tidur saya mengajak Ziyad untuk membacakan hafalannya. Terkadang dia selalu minta diulang-ulang ayat yang sedang dihafalnya.

Meskipun saya tidak pernah menuntutnya untuk bisa menghafal, namun fitrahnya sendiri yang terlah mengarahkan.

Setiap anak memiliki kemampuan yang luar biasa. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing dan mengarahkannya agar ia bisa menemukan bakatnya.

#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Menjadi Keluarga Pecinta Quran

Bismillah.
Memulai tantangan di Kelas Bunda Sayang level 3 dengan memilih kecerdasan spiritual.

Family Projects perdana kami tentang kecerdasan spiritual sebab kami merasa ini sangat penting untuk didahulukan.

Dimulai dengan menanamkan cinta Al-Quran di rumah. Karena sasaran projek kali ini kepada putra kami yang berusia tiga tahun, maka kami tidak menuntutnya untuk mampu membaca Alquran, tetapi cinta quran.

Dengan mendekatkannya pada bacaan Alquran. Sebab, yang kami ketahui jika sering mendengar bacaan Qur'an maka akan dapat melembutkan hati.

Karena itu, setiap hari kami berusaha untuk selalu memperdengarkannya bacaan Qur'an. Baik langsung bacaan Qur'an dari kami selaku orang tua. Ataupun dari mp3 yg terus diputar setiap hari di rumah.

Sebenarnya projek ini sudah mulai kami laksanakan sejak awal tahun ini. Ketika ada tantangan di kelas bunda sayang, maka kami pun semakin semangat mengamalkannya.

Meskipun sasaran dari projek ini untuk putra kami, tapi nuansa spiritual juga bisa dirasakan oleh semua penghuni rumah termasuk karyawan Salova.

Alhamdulillah, sepanjang bekerja di rumah bukan musik yang mengiringi tetapi bacaan Qur'an.

Harapannya, semoga keluarga kami menjadi Keluarga penghapal Quran. Aamiin.

#tantangan_hari_ke1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes