Archive For 2018 2018 - Teh Deska
TERBARU

Flip


Salah satu aplikasi terbaik karya anak negeri adalah aplikasi flip. Ini merupakan terobosan terbaru untuk mengirim uang ke rekening berbeda tanpa biaya admin.

Dengan aplikasi ini, kita bisa mengirimkan uang ke berbagai bank dengan mudah. Tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Bahkan kita bisa menghemat pengeluaran untuk biaya admin bank.

Aplikasi ini menyediakan berbagai rekening bank yang kita butuhkan. Dilengkapi dengan resi pengiriman sebagai bukti transaksi. Sehingga aman dan mudah digunakan.

#harike10
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

BNI Mobile

Di dalam gadget kita bisa mengirim uang dengan mudah dan hemat. Tanpa perlu mengantri di bank ataupun ATM.

Tinggal klik maka aplikasi m-banking ini akan mengirimkan uang dengan cepat. Dilengkapi juga dengan resi pengiriman yang lengkap.

Saya memilih rekening BNI Syariah karena lebih hemat. Dengan minimum uang yang ada di rekening Rp 0 dan tanpa potongan setiap bulannya. Selain itu, saya lebih memilih bank syariah agar lebih berkah.

#harike9
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Raja Ongkir

Bagi pelaku online shop, pasti membutuhkan aplikasi untuk mengecek ongkos kirim dan melacak paket yang dikirim.

Kali ini dengan aplikasi raja ongkir semakin memudahkan kita untuk cek ongkir ke berbagai kota di Indonesia.

Dilengkapi juga dengan pilihan ekspedisi dan total ongkir sesuai ekspedisi dan berat barang.

Sekali klik maka aplikasi ini akan memunculkan jumlah ongkir dengan cepat. Kita pun bisa mengecek resi pengiriman barang.

#harike8
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Gojek

Di era multimedia ini semua serba cepat dan canggih. Salah satunya aplikasi gojek ini. Jika dulu kita hanya mengenal ojek untuk alat transportasi, kini beralih dengan aplikasi transportasi online.

Bagi saya, adanya gojek ini sangat membantu dan memudahkan. Salah satunya dengan fitur go-send membantu saya saat harus mengirim paket untuk konsumen.

Tanpa perlu keluar rumah, aplikasi ini bisa mengantarkan paket dengan selamat sampai tujuan. Selain itu, bisa mengantar kemana pun tujuan kita, dan bisa memesan makanan lewat aplikasi ini.


#harike7
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Bersosial Mudah dengan Telegram

Jika sebelumnya kita Chatting dan bersosial dengan Whatsapp, kini ada aplikasi yang mulai banyak digemari.

Aplikasi ini bernama Telegram. Chatting lebih seru dengan Telegram. Sebab banyak fitur yang memudahkan kita dalam berkomunikasi.

Salah satunya terdapat pilihan untuk membuat channel pribadi atau grup yang bisa dimasuki ribuan member.

#harike6
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Aplikasi Quran

Kini membaca Alquran bisa dimana pun dan kapan pun (sesuai syariat) karena dipermudah dengan adanya aplikasi Quran di dalam gadget.

Apalagi bagi yang suka bepergian, aplikasi ini memudahkan kita untuk selalu ingat membaca Alquran.

Di dalamnya juga terdapat fitur Quran berdasarkan ayat, halaman, surat, juz, dll. Memudahkan kita untuk memilih ayat sesuai dengan yang kita perlukan. Terutama bagi yang sedang menghafal ayat.

Dilengkapi juga dengan pilihan qori yang bisa membantu kita membaca dengan baik.

#harike5
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Edit Foto dengan Canva


Aplikasi edit foto yang satu ini lebih praktis dan mudah digunakan. Sebab, di dalamnya terdapat banyak sekali desain template yang sudah jadi dan bisa langsung kita gunakan.

Tinggal pilih desain yang sesuai dengan kebutuhan, lalu mulai edit tulisan, dan tambahkan foto yang diperlukan.

Untuk ukurannya juga bisa menyelesaikan. Misalnya saat membuat pamflet maka kita bisa pakai desain dengan ukuran pamflet. Begitu pula untuk keperluan desain lainnya.

#harike4
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Edit Foto dengan PicsArt

Aplikasi ini digunakan untuk mengedit sebuah foto, baik untuk foto pribadi ataupun foto produk.

Fiturnya lengkap dan mudah digunakan.

Meskipun kekurangannya setiap membuka aplikasi ini banyak iklan berseliweran. Sehingga memakan waktu saat akan menggunakannya.

Terlepas dari itu, aplikasi ini membantu kita lebih mudah saat harus mengedit foto.

#harike3
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Edit Foto dengan Snapseed

Ini dia salah satu aplikasi edit foto yang banyak digunakan oleh olshopers.

Selain pemakaiannya yang mudah, aplikasi ini juga bisa menghasilkan hasil editan foto yang bagus.

Saya juga suka menggunakan aplikasi ini untuk mengedit foto produk dengan penambahan tulisan, desain, pencerahan, dll.

#harike2
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Resep Herba HNI

Kelas Bunda Sayang IIP sudah memasuki tantangan ke 12, itu artinya ini games terakhir di kelas Bunsay.

Kali ini kita akan belajar menjadi keluarga multimedia. Sebab, seorang ibu profesional pada zaman serba canggih ini harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Untuk hari pertama saya memilih aplikasi Resep Herba HNI untuk saya review. Sebab manfaatnya sangat banyak khususnya untuk menjaga kesehatan keluarga.

Sesuai namanya, aplikasi ini hadir agar kita bisa menjadi dokter pertama di keluarga dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal atau alami.

Di dalamnya terdapat:
1. Diagnosa kesehatan dengan telapak tangan
2. Resep Herba, berisi berbagai jenis penyakit, penjelasannya, dan herbalnya.
3. Kategori kesehatan berdasarkan usia dan organ tubuh
4. Produk lengkap dari HPAI yang​ terdiri dari produk kesehatan, kecantikan, kebutuhan rumah tangga, fashion, dll.
5. Testimoni.
6. Games Memori dan Uji Taktik.
dll.

Alhamdulillah dengan bantuan aplikasi ini saya mendapat manfaat yang banyak. Selain bisa menjadi dokter pertama keluarga, saya pun bisa mendapat penghasilan dengan menjadi agen HNI. 😊

#harike1
#tantangan10hari
#level12
#kuliahbunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Penyimpangan Fitrah Seksualitas Generasi Milenial



Pedofilia itu dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:
1. *_exclusive type_* yang fokus mencintai anak-anak
2. *_nonexclusive type_* yang bisa menyembunyikan perasaannya dengan berperilaku selayaknya orang normal. Dia mencintai anak-anak juga orang dewasa. Efeknya ada konflik internal dalam dirinya.

Nah jika merujuk ke pembagian typenya, untuk pedofil tipe eksklusif akan terlihat kentara penyimpangannya sementara yang tipe noneksklusif terlihat samar, jadi hanya bisa didiagnosis oleh psikolog atau psikiater.

Perlu diketahui juga bahwa pedofil tidak selalu identik dengan penjahat seksual. Pedofil dikatakan penjahat seksual jika sudah melakukan kontak seksual kepada anak.

Kalau kata psikolog Hira Yuki Molira, S.Psi., M.Psi tidak ada yang salah dengan cowok kemayu. Orientasi seksualnya tetap heteroseksual, lelaki tulen dengan tampilan yang lebih luwes, sensitif, cerewet, senang memasak, bermain boneka, senang bersih-bersih, dan sifat-sifat lain yang identik dengan sifat wanita.

Kata beliau, juga kata bu Elly Risman, dengan pola pengasuhan yang tepat lelaki kemayu tetap bisa mempertahankan fitrahnya sebagai lelaki tulen dengan keunikannya. Namun karena pengaruh hormon jadi lelaki kemayu menjelankan perannya dengan lebih feminin.

Untuk membedakan faktor genetik dengan lingkungan, bisa dilihat dari pola asuh dan lingkungan bergaulnya. Apakah anak tersebut lahir di antara sodara perempuan dan diperlakukan seperti perempuan. Apakah ketika memakai pakaian perempuan orangtuanya tidak melarang, dsb.

Jadi kalau saya bandingkan dua sumber di atas (dari buku Fitrah Based Education dan internet), ada perbedaan antara lelaki kemayu dengan homoseksual.

Kalau lelaki kemayu, dia dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron (karena dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus). Sedangkan homoseksual murni karena pengaruh lingkungan. Kalau kata Ust. Aad LBGT itu penyakit menular.

Kata dosen dlu oedipus complex itu ada taraf wajar dan tdk wajar. Kalo wajarnya hanya sebatas mencari pasangan yg 'mirip' (secara prilaku, misal kebiasaan) ibu/ayah. Dalam tahap yg tidak wajar muncul ketika mencari pasangan yg selalu lebih tua karena ingin org tsb bs 'melayani' layaknya orgtua. Bahkan ada yg tahap 'mengerikan' yaitu ingin menikah dg orgtua sendiri.

Oedipus complex yg berujung incest itu memang karena si ibu memperlakukan anak bukan sbg 'anak' melainkan sbg lawan jenis. Dlm beberapa kasus ini terjadi pada, ibu single parent atau korban kdrt. Sehingga mereka mencari 'pasangan' di usia yg tdk akan 'melukai'.

#harike11
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Menerapkan Fitrah Seksualitas dengan Memahamkan Aurat dan Mahrom


Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Dahulu turun ayat yang menetapkan, bahwa sepuluh kali persusuan menyebabkan (seorang anak yang disusui) sudah menjadi haram bagi kami. Kemudian (syariat tersebut) dihapus menjadi lima kali persusuan yang telah dimaklumi. Maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, ketetapan ini tetap berlaku.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut jelas yang Mahrom hanya yang sepersusuan aja, saudaranya yang bukan sepersusuan boleh menikah.

Ini fatwa Syaikh Ibnu Baz

"Apabila seorang wanita telah menyusui seorang anak sebanyak lima kali susuan (yang menjadikan anak tersebut kenyang, red) yang telah diketahui bersama atau mungkin lebih dari itu, maka selama anak tersebut masih belum berumur dua tahun, anak yang disusui tersebut sudah menjadi anak ibu yang menyusuinya beserta suaminya, dan semua anaknya dari suaminya dan selainnya telah menjadi saudara anak yang disusui, dan semua anak suaminya menjadi saudaranya pula.''

#harike10
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Menjaga Fitrah Seksualitas dengan Merawat Kesehatan Reproduksi

“Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya. Bagi anak perempuan, akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati. Bagi anak lelaki, menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.” (Harry Santosa)

Berdasarkan hal tersebut, merawat kesehatan alat kelamin (reproduksi) sejak dini menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga fitrah seksualitas anak hingga kelak ia bisa menjalankan perannya dengan baik.

Kesehatan Reproduksi dalam Islam
Islam mengatur kesehatan reproduksi manusia ditujukan untuk memuliakan dan menjunjung tinggi derajat manusia.
Sejak belasan abad yang lalu—jauh sebelum kemajuan ilmu kesehatan dan kedokteran— Islam telah mengaturnya sesuai dengan Quran, hadits, dan ijma para ulama, yang mencakup seksualitas, kehamilan, menyusui, kontrasepsi dan KB, aborsi, dll.

Sebagai umat muslim kita wajib mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan Islam dalam rangka mencapai kesejahteraan sebagai umat manusia.

Menjaga Kesehatan Reproduksi
Anak Lelaki dengan Sunat atau Khitan
Menjaga Kesehat Reproduksi Anak Perempuan dengan menjaga kebersihan.


#Harike9
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Fitrah Seksualitas Anak Usia Dini



Ingatkan anak mana yang boleh dan tidak boleh disentuh dan bermain ada batasannya.

Gelitikan kalau anak-anaknya masih usia dini menurut kami gak masalah. karna katanya gelitikan itu tanda kasih sayang, seperti ibu kepada bayinya.
Tapi kalau anak sudah masuk usia sekolah apalagi puber, harus waspada juga. Karena ternyata gelitikan bisa membantu membangun sebuah hubungan atau keterikatan. Jadi menurut kelompok kami tetep kasih tau anak-anak batasan bermain gelitikan.

*Lalu satu lagi..semua anak tuh sangat dekat dg oom nya bahkan di gendong dipeluk, dsb.. Untuk yg satu apa saya hrs memaklumi ato tetap memberikan batasan2?*

kalo masih batita digendong gpp. tp kalau sudah balita dan anak sudah bisa diajak komunikasi 2 arah jangan lupa ajarkan dan tanamkan 5 hal ini *PANTS*

*Private*

Tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah area privat.
Ajari anak membedakan sentuhan baik dan sentuhan buruk. Sentuhan baik adalah penunjuk kasih sayang, contohnya belaian. Namun, belaian tak boleh dilakukan di area privat tubuh. Anak harus tahu siapa saja orang dewasa yang diizinkan menyentuh bagian pribadinya, misalnya saat mengganti baju.

*Always remember your body belongs to you*

Ajarkan konsep “Tubuhmu, Milikmu” dan jangan berikan istilah samaran untuk menyebut organ intim. Tujuannya supaya anak memahami fungsi dan reaksi yang terjadi ketika bagian tersebut disentuh secara paksa.

Jelaskan anggota tubuh yang merupakan bagian intim bersifat pribadi dan tidak boleh dilihat atau dipegang orang lain, kecuali untuk alasan medis.

*No Means No!*

Anak harus berani bilang “Tidak!”, jika terdapat kontak fisik yang tidak layak dari orang lain.
Ajarkan anak untuk menolak sampai ada orang yang mereka percaya datang.

*Talk about secret that upset you*

Ajak anak membedakan rahasia yang baik dan buruk. Pasalnya, salah satu strategi yang sering dilakukan para pelaku pelecehan seksual adalah mengajak anak bermain rahasia-rahasiaan.
Menyimpan rahasia orang, faktanya membuat anak bersemangat dan merasa lebih istimewa. Maka, beri pemahaman bahwa tidak semua rahasia pantas disimpan, terutama yang membuat tidak nyaman.

*Speak up! Someone can help*

Jadikan komunikasi terbuka sebagai tradisi keluarga, sehingga anak tidak pernah merasa sungkan membicarakan dan membahas apa pun kepada orangtua.Anak pun tak lagi sungkan menyampaikan apa yang mengganggunya.

Sampaikan pula pemahaman bahwa keselamatan dan kebahagiaan anak adalah tanggung jawab orangtua.

Tetap waspada pada orang-orang disekitar kita, sekalipun saudara.

#harike8
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Mencegah Pelecehan dengan Menyempurnakan Fitrah Seksualitas

Ruh itu tak pernah salah bergaul'. Teh mutia yg saat itu masih kecil sudah bisa merasakan ada yg salah dengan perilaku orang2 di sekitarnya. Ini artinya sistem imunitas sudah bekerja => jika ini bisa kita rasakan, anak2 kitapun bisa moms.

Saat nilai2 keluarga sudah tertanam kuat dalam diri mereka, maka mereka akan sanggup berhadapan dengan dunia.

Kita hanya tinggal melakukan tugas kita sebagai penanam bibit baik, pupuk dengan baik dan serahkan semua pada sang Maha segalanya.

Tetap rileks dan optimis dalam membersamai putra putri kita.

#harike6
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Membingkai Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Aqil Baligh​

Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat


Dari yg pernah sy baca di FB seorang psikolog, Teh Anggia, baik anak yg dibully dan membully kedua memancarkan aura tertentu. Sebut saja aura bully, dan aura membully.

Nah gimana caranya supaya tidak memancarkan aura itu ?
Mulai dari rumah.

Anak yg kantong cintanya terpenuhi, akan lebih kuat mental, berani beda dan Insha Allah lebih tahan menghadapi tantangan.
*
Fungsikan peran ibu sebagai pendamping suami,mengajak suami untuk bersama2 mendidik anaknya,pastikan suami paham bahwa fungsi suami bukan hanya mencari nafkah tetapi ada kewajiban lain yaitu sebagai pendidik.
"
Setelah fase egosentris, ada tahap lanjutan yaitu fase sosiosentris.
Fase ini adalah fase dimana anak sudah mulai memperhatikan hal lain di luar dirinya sendiri & mau memperthatikan kepentingan orang lain.

Dalam fase ini, dimulai dg munculnya fase keimanan atau perintah solat yang pertama. Anak juga mulai mengenal nilai sosial yg berkaitan dg hukum2 agama. Di fase ini juga mulai tumbuh fitrah belajar dan fitrah bakat. Dan contoh lainnya si anak laki2 mulai tertatik dg teman wanita nya dan memberikan perhatian yg lebih kepada teman wanita yg dia sukai.
*
Bunda Rita di Grup HEbAT. Dan jawaban beliau, bahwa tidak terlibatnya ayah dalam pola pengasuhan jelas anak berdampak buruk bagi anak.
Maka memang harus terus disoundingkan pada para ayah, bahwa peran serta mereka amat diperlukan.
Selain diberikan fakta2 pendukung, seperti data2 kemarin, ajak juga untuk ikut acara parenting.
*
Sarah Risman perihal beliau yg 'mengurung' anaknya di rumah agar terhindar dari lingkungan yg negatif, kala itu.

Banyak pro dan kontra  dengan pilihan beliau, tapi pesan beliau adalah "anak saya adalah tanggung jawab saya, maka pola asuh ini yg saya pilih. Karena bagi saya lebih mudah mencegah daripada mengobati",
*
Saya bs tenang anak brda 'di luar' jika anak punya *selfdefence* yang kuat jd kita g takut anak qta dibully org lain. *Rasa percaya diri* itu juga penting anak jd bs bergaul dengan ttp menjadi dirinya. Dan rasa percaya diri ini berhubungan erat dengan keberanian anak... Dan semua hal ini sangat mudah di tanamkan jika yang menanam adalah ayahnya sendiri. Beda bgt ketika kita sbg ibu yg bcr k anak, anak byk membela dirinya dan pgnnya di maklumi tp bgtu ayahnya yg scr pribadi bcr pd anak,sangat cot rasa berani itu muncul dlm diri anak.
*
Jadi saya punya dua kaka,22nya suaminya sibuk pisan.nah yg 1 mah ibunya yang rajin masuk-masukin anaknya ke acara2 anak2 seperti memasak atau menggambar nah kaka yg satu lagi mah mendidik anaknya mengalir saja,tiba waktunya masuk tk ya masuk tanpa ikut acara2 game2 seperti itu.ternyata setelah besar anak2 ini memang berbeda.anak2 yang sering di pergaulkan di luar rumah memiliki kosa kata bahasa yang lantang,tidak malu,dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.berbeda dengan
anak yang hanya diem di rumah dengan didikan seadanya terlihat lebih malu2 dan semuanya bergantung ibunya.

Jadi menurut saya penting juga menyeleksi tempat bermain dan memilihkan anak-anak untuk bermain sebagai bagian dari  tumbuh kembangnya.


#harike7
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Tantangan Orangtua Menghadapi Maraknya LGBT


LGBT pada dasarnya tergolong dalam masalah kejiwaan. Berbeda dengan gangguan kejiwaan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan berinteraksi dengan normal.
Dalam lingkup masyarakat disebut sebagai Penyakit Masyarakat.

Kelainan seksual dan LGBT tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan disebabkan oleh bbrp faktor :
🔹 Faktor Keluarga:
Orangtua tidak berperan dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak, ada nya kekerasan dalam rumah tangga, ataupun efek dari perlakuan yg tidak menyenangkan dalam keluarga...yg berefek pada anak yang nanti nya akan condong pada satu jenis atau golongan gender
🔹 Faktor lingkungan:
sosial dan pergaulan yang kurang baik,
🔹 Faktor pergeseran moral atau degradasi akhlak
🔹 Faktor kurangnya pendalaman & pemahaman pengetahuan keagamaan.


Masalah seksual dapat dicegah dan diubah orientasi seksualnya, sehingga seorang yang semula homoseksual dapat hidup wajar lagi (heteroseksual).

Karena dampak LGBT sangat mengerikan, sebaiknya ada upaya untuk mencegah timbulnya LGBT. Caranya antara lain sebagai berikut ini:
1. Menjaga pergaulan.
2. Menutup segala celah pornografi misalnya dari gadget. Orang tua harus aktif dalam hal ini.
3. Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah.
4. Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah.
5. Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.

Dengan hal-hal tersebut, diharapkan LGBT dapat dicegah dan penyebarannya tidak semakin luas. LGBT merupakan suatu masalah kejiwaan yang perlu ditangani oleh semua pihak baik dari pelaku maupun lingkungan sekitar. Dengan adanya kerja sama yang baik, bukan tidak mungkin masalah LGBT yang menjadi kontroversi ini bisa diatasi dengan baik.

#harike5
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Memahamkan Fitrah Seksualitas pada Anak

Untuk memahamkan fitrah seksualitas pada anak, bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan bercerita atau mengajaknya berdiskusi.

Seperti hari ini, saya mengajaknya ngobrol tentang siapa dirinya.

"Ziyad itu Seorang laki-laki," kata saya.

"Kalau bunda laki-laki atau perempuan?" Tanya saya.

"Bunda perempuan," jawabnya.

Begitu seterusnya saya bermain tanya jawab tentang gendernya, ayah bunda, dan teman-temannya.

Karena di usia 3 tahun anak harus sudah mengenal gendernya sendiri.

#harike4
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak dalam Rumah Tangga LDM

Didiklah anak laki-laki ibu sesuai dengan fitrahnya yang maskulin
Contoh konkretnya seperti apa ya? Sehubungan dengan contoh konkret tersebut Bagaimana cara mendidik anak yg sudah berusia 7 tahun namun anaknya bisa dibilang cengeng kurang tangguh bila menghadapi tantangan dengan kondisi ayahnya LDM.

Contoh kongkrit nya kita sebagai ibunya bisa mendidik anak laki2 kita untuk menjadi imam sholat dan ibunya jadi makmumnya. Atau saat kita kerja didapur minta tolong bantuin angkat air di ember dengan kata2 yg menarik. Atau saat berantem dengan adik perempuannya kita bisa mengingat kan posisi laki2 terhadap wanita harus bagaimana. Sebenarnya ada nya pemahaman setiap saat, maka anak lama lama akan mengerti.
*
Kalau usia 4.5 th ada kemauan ingin nanya ke ayahnya tapi malah suruh ibunya yang nanya wajar nggak yah? Misal ingin nanya ke ayahnya mau di ajak ke sekolah atau nggak tapi malah suruh saya yang tanya.

 Inti masalahnya bukan wajar atau g sepertinya kalau untuk usia segitu...

Kalau menurut kami itu warning alias alrm bahwa anak perlu lebih dekat lagi dengan ayah nya.

Ayahnya sedikit galak kah?perlu dicari tahu alasan apa yang membuat anak 'g berani bcr' ma ayahnya. Pasti ada penyebabnya.

Masih usia balita mumpung masih byk waktu untuk 'bebenah' disesuaikan dengan yang seharusnya.
*
Untuk anak usia 4th hrs didekatkan dg ayah ibunya kan. Tapi anak sy (laki2) lbh cenderung ke sy, ke ayahnya tuh ga mau dekat malah suka jual mahal, diajak beraktifitas bareng kdg mau kdg ga. Tantangannya skrg lg LDM. Ayahnya jauh malah ditanyain dicariin spt benci tp rindu gitu...
Apa yg salah disini ya?

 Alhamdulillah anaknya rindu ke Ayahnya ketika berjauhan.. yang salah kalau anak merasa senang ketika jauhan ma ayahnya.
 tp kenapa kalau dekat ky yang jual mahal? Suport ayah untuk lebih mendekati anaknya. Dengan cara:
- ketika jauh tanyakan kabar anak pad anaknya lgsg bukan ke ibunya via tlp&VC,kalau anakny malu2 atau pura2 g peduli g pp. Untuk langkah awal *asal anak tau* aja kalau ayahnya bertanya lgsg pd dia (memberi kepedulian yang lebih)
-Ketika dekat : suport ayah untuk menggantikan yg biasa ibu lakukan u si anak di mulai dr hal kcl saja.misalnya mengambilkan anak makan&bertanya mau mkn sama apa aja walaupun yang nyuapin ttp ibunya. Atau ketika anak meminta sesuatu ayah yang sigap menjawab dengan lembut.

Intinya tunujukan pada anak kepedulian yang lbh dr biasanya dr ayah keanak mudah2n anak bisa melunak dan menganggap kalau ayah itu senyaman ibu.
*
Di slide disebutkan bahwa *ayah harus menjadi sosok yang dibutuhkan oleh anak laki-laki usia 7-10 tahun, dan anak perempuan usia 10-14 tahun.*
Nah bagaimana peran ayah untuk anak usia 3-6 tahun dengan kondisi LDM?


Usia 3-6 tahun – menguatkan konsep diri berupa identitas gender

Anak lelaki dan anak perempuan di dekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersama.
Usia 3 tahun, anak harus dengan jelas mengatakan identitas gendernya. Misalnya anak perempuan harus berkata “bunda, aku perempuan”, sebaliknya juga anak lelaki.

Bagi yang LDM peran ayah sama saja sbg role model sebagai sosok ayah itu laki2 seperti aku maka aku berpakaian pun seperti ayah memakai celana panjang dan sholat jadi imam memakai sarung dan peci...  Sedangkan ibu itu perempuan memakai jilbab dan kalau sholat memakai mukena dan berdiri dibelakang ayah.  misalnya.

Jd kesimpulannya ayah di usia 3-6th itinya sebagai role model laki laki itu seperti apa yang membedakan dengan perempuan.
*
Interaksi seperti apa yg seharusnya dilakukan bersama sosok pengganti seorang ayah?

Sosok pengganti tersebut sebisa mungkin dapat menyuplai fitrah kelelakian yang mungkin 'kurang' didapat dari ayahnya; yaitu bagaimana seorang lelaki berpikir, bertindak, bersikap, berpakaian, dll sebagai seorang lelaki.
Misal sosok pengganti itu adalah pamannya. Sang paman mengajak anak untuk pergi ke mesjid bersama, memperlihatkan bagaimana cara lelaki berpakaian sesuai fitrahnya, serta melihat bagaimana bersikap sebagai seorang lelaki.
Ada lagi yang mau menambahkan?

 Sepertinya tdk akan ada istri yang senang untuk jd single fighter mengurus keluarganya... Namun tidaklah semua kondisi rumah tangga sama dan InsyaAlloh semua sama berbuah jalan tol menuju surga asal masing masing ikhlas dalam menjalani perannya.

 Saya pernah ngobrol masalah ini sama ust harry dan ust aad.. Dan jawaban beliau kompak " manfaatkan teknologi"

#harike3
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Kasus Fitrah Seksualitas

Pola asuh orang tua terhadap anak jelas sangat berpengaruh pada karakter anak.

anak yang terlalu dimanja, dalam artian semua kebutuhan selalu dipenuhi oleh orang tuanya akan berpengaruh pada saat dewasa nantinya.

anak menjadi tidak respect pada lingkungan, kurang bertanggung jawab, dan ketika ada masalah menjadi mudah menyerah. karna tidak pernah diajarkan survive sejak kecil.

masalah selalu dituntaskan ortunya. karna terlalu dimanja..

 Membentuk  anak yg BLAST
 Bored, lonely, anggry, stess, tyred

 Teman wanitanya diterima dengan hangat. Sepulangnya Hasan diajak ngobrol serius tapi santai dari hati ke hati tentang fitrah cinta dan pengelolaannya. Agar jangan sampai fitrah itu rusak karena rasa penasaran, serta tetap berada dalam koridornya.

 "Anda tidak bis dikatakan sebagai pemain bola hanya karena sudah punya bola"

Quotes itu yg membuat saya sadar bahwa mempunyai anak itu tidak otomatis menjadikan saya sbg "orangtua"
 Sumber masalah:
🕯 Pola asuh
🕯 Kurang nya peran ayah (vitamin A)
🕯 Suplai feminitas ibu yang kurang
🕯 Orangtua yang kurang ilmu

 Anak yang tidak dekat ortu n kurang egosentris nya mudah terbawa lingkungan....

Tapiii, coba qt fikirkan baik-baik, dengan siapa pertama kali anak berinteraksi? Ortu atau lingkungan?

Dengan siapa anak lebih sering bersama, ortu atau lingkungan?

Jadi, supaya yg harusnya lbh bs mempengaruhi anak, ortu atau lingkungan?


Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki

Mantra Bu Septi dan Pa Dodik : banyak main bareng, banyak aktivitas bareng dan banyak ngobrol bareng keluarga yg saya rasakan akan jadi bonding yg kuat jd gak ada perasaan malu atau gimana karena kebersamaannya yg senantiasa terjalin.
Mungkin ada tambahan atau tanggapan dari teman2 yg lain terutama yg sudah berpengalaman.

Kalau misalnya, anak lelaki meuni lembut n memang penyuka warna pink, apakah menyalahi fitrah?

Sebaliknya, jk perempuan lbh pemberani n galak apakah jg fitrah menyimpang?

Knp bs terjadi?
Harus bagaimana?

 kenapa bisa terjadi?
bisa jadi peran salahsatunya dominan. Misal yg laki-laki itu sifatnya lembut dan penyuka pink, disana stimulasi ibunya sangat kuat,jadi sosok feminin yang seringkali dia lihat dan masuklah ke alam bawah sadarnya,bisa jadi karena sosok Ayah yang sibuk bekerja jadi kurang ada interaksi dengan anak laki-lakinya sehingga sisi maskulin dari si anak kurang terasah. Maka dari sini peran Ayah dan Bunda menemani proses perkembangan di tahapan usia untuk menjaga fitrah seksualitasnya sangat penting agar terjaga dengan baik.
Lalu harus bagaimana?
Jika hal itu sudah terjadi akan lebih baik jika menguatkan kembali peran ayah dan ibu sesuai dengan gendernya.


Jika memang orangtua tidak bisa menemani dalam arti meninggal atau berlainan kota, sisi maskulin dan sisi feminin nya bisa didapat dari figur kakek neneknya. Jika selama ini tinggal bersama neneknya minimal harus ada figur laki2 dewasa,bisa jadi pamannya jika tdk ada kakek. dan semoga kakek neneknya juga berperan aktif dalam proses perkembangan fitrah seksualitas si anak
.
.
Di usia 8 tahun berada di fase anak didekatkan sesuai gender. Yaitu anak laki-laki didekatkan dengan sosok Ayah. Dan anak perempuan didekatkan dengan sosok Ibu. Sehingga nanti si anak tau apa yang dilakukan oleh seorang laki-laki (untuk anak laki-laki), misal dilibatkan dalam mengurus kendaraan, dilibatkan dalam proses pertukangan dan juga melindungi Ibu dan adik-adiknya,harus mulai dipupuk kepercayaan bahwa si anak disana adalah pelindung. Dari cara berpakaian juga harus mulai diperhatikan,batasan aurat untuk laki-laki dimana saja. Dan juga di usia itu anak sudah mulai diperintahkan untuk shalat dan pemisahan tempat tidur,misal pergi ke Masjid bersama Ayah. Jika memamg di usia tersebut masih kurang berempati pada saudaranya,dilihat dan diingat kembali apakah fase egosentrisnya dahulu belum terpenuhi?


 5⃣ Pertanyaan dari Teh Sherly

Bagaimana menerapkan fitrah seksualitas pada anak ketika keadaan orangtua sdh bercerai atau LDM?



Jika kondisi bercerai,tetap libatkan peran Ayah dalam kehidupan si anak. Misal si anak sedang Libur Sekolah, beri dia waktu untuk pergi berdua bersama Ayah. Atau misal tinggal bersama orangtua dan ada sosok Kakek,sosok Kakek lah yang mengisi jiwa maskulinitas nya
.
.

Didekati dan diberikan pemahaman bahwa yang dia lakukan itu tidak benar. Sering-sering diajak diskusi tentunya dengan suasana yang menyenangkan misal sambil pergi jalan-jalan ke pantai atau kemana saja. Semoga anak nantinya bisa cerita apa yang dia rasakan. Diawali dengan permohonan maaf dari Ayah karena selama ini Ayah sibuk sehingga jarang bisa berkomunikasi dengan dirinya. Jika si anak masih saja keep silent, mungkin bisa dibantu pihak ketiga misal oleh ustadz. Diajak pergi ke kajian. Atau bisa meminta bantuan psikolog


Untuk anak dibawah 5 tahun dimana masih banyak yg harus dieksplorasi, untuk mainan masak-masakan dan main boneka bisa untuk menstimulasi keterampilan berbahasa, meningkatkan rasa imajinasi nya dan pretend play jadi boleh-boleh saja dilakukan. Bermain bersama yg lingkungan perempuan juga boleh saja asal tau batasannya, misal jangan sampai jadinya malah ikut-ikutan memakai jepit rambut atau kuteks kuku

Ini bisa jadi memang pengasuhan Ibu nya sangat kuat disana sehingga sisi feminitas nya yang muncul lebih kuat. Tindakan yg harus dilakukan bisa dilihat Dr jawaban sebelumnya ya teh hampir sama dengan pertanyaan Dr teh Mutia...



mungkin tergantung juga kita menjaga kedekatan dengan anak sedari kecil, sehingga anak beranjak remaja kita sbg ibunya tidak 'dikalahkan' oleh temannya yang biasanya ngasih pengaruh lbh kuat pada anak. Dan yang tudak lbh penting lagi bagaimana kita memposisikan diri untuk anak ada saatnya jd ibu yg penuh oerhatian dan kadang juga jd teman yang sering bercanda& ngobrol dalam 'frekuensi&dunia'  yang sama dengan anak.


 Penyimpangan itu sendiri sebetulnya yg berpengaruh kuat dari lingkungan teh...gk menjadi jaminan kl Kakek neneknya tidak mengajarkan fitrah seksualitas maka akan terjadi penyimpangan selama lingkungan di sekitarnya tetap mendukung fitrah seksualitasnya inshaAlloh akan tetap terpenuhi fitrahnya


Tantangan ketidakhadiran orangtua sebagai subjek yg mensuplai maskulinitas dan feminimitas juga dirasakan Rasulullah ya.. Tapi beliau tetap menjadi lelaki, suami dan ayah terbaik di dunia.

Dongeng Sebelum Tidur.

Ziyad sebelum tidur selalu minta dibacakan buku atau diceritakan sebuah dongeng.

Jadi, ketika dia mau tidur saya harus menyiapkan sebuah cerita untuk didongengkan.

Cerita favorit Ziyad adalah tentang kisah nabi-nabi. Mulai dari nabi Adam hingga nabi Muhammad.

Ketika bercerita, saya pun selalu menyisipkan pemahaman akidah padanya. Karena itu, dongeng adalah pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan berbagai ilmu termasuk tentang akidah dan akhlak.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Cerita Mobil Balap Ziyad

Ketika libur Idul Adha kemarin, Ziyad meminta dibelikan buku untuk mewarnai.

Saat sedang asyik mewarnai gambar mobil, tiba-tiba dia berhenti dan mengambil legonya. Lalu membuat sebuah bentuk.

"Ziyad lagi bikin apa?" tanya saya.

"Aku lagi bikin mobil balap kayak itu," jawabnya sambil.menunjuk gambar mobil yang tadi sedang ia warnai.

Sambil membuat mobil dari Lego, dia pun menceritakan setiap detail mobil balapnya.

#Harike9
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Mengenal Nabi Muhammad saw.

Dongeng kali ini saya mengambil dari boardbook kiriman dari salah satu guru ngaji saya.

Buku ini bercerita tentang kisah keteladanan nabi Muhammad saw. yang menyayangi anak-anak.

Meskipun di dalamnya hanya terdapat sedikit penjelasan, tapi dari gambar-gambarnya saya bisa menceritakan banyak kisah untuk Ziyad.

#Harike8
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Para Domba

Selalu ada ide untuk bermain bersama anak-anak. Meskipun dari permainan sederhana, tapi mereka akan benar-benar menikmatinya.

Seperti hari ini, saya membuat gambar domba, sementara anak-anak menempelkan bulu dombanya yang terbuat dari kapas.

Usai menempelkan bulu domba, masing-masing mereka bisa mendongeng singkat cerita tentang dombanya.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng dengan Origami

Hari ini Ziyad dan teman-temannya bermain kertas origami. Awalnya saya au mengajarkan mereka tentang lipat-melipat.

Tapi ternyata mereka lebih kreatif dari yang dipikirkan. Ketika saya mencontohkan​ melipat bentuk segitiga, mereka pun mengikuti meskipun tidak sempurna.

Namun, dari bentuk sederhana itu mereka punya imajinasi yang luar biasa.

Ziyad bercerita bahwa dia membuat sebuah gunung dan bisa mendeskripsikannya dengan media kertas origami tersebut.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Ekor Serigala

Hari ini Ziyad sedih, karena salah satu hewan mainannya rusak.

"Bunda, ekor serigalanya copot." ucapnya sedih.

"Oh iya, kasian ya serigalanya jadi ngga punya ekor," jawab saya.

"Tempelin lagi ekornya bunda," pintanya.

Namun, karena kami tidak punya lem untuk menempelkannya, akhirnya saya bercerita tentang serigala yang merasa baik-baik saja meski tidak memiliki ekor.
Akhirnya Ziyad bisa tersenyum dan memainkan serigalanya kembali.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Hewan Ziyad

Kali ini masih dengan mainan hewan kesayangan Ziyad.

Setelah saya mendongengkan kisah tentang hewan, ternyata ceritanya nempel di kepala Ziyad.

Kali ini dia yang mengarang cerita tentang hewan-hewan tersebut.

#Harike4
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Fabel

Ziyad memang sangat tertarik dengan berbagai binatang. Karena itu, kami membelikan mainan berbentuk binatang.

Untuk pengenalan berbagai binatang tersebut, saya mendongengkan cerita fabel dari mainan tersebut.

Mulai dari mengenalkan nama-nama binatang hingga menirukan suaranya.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Kisah Binatang dalam Alquran

Jika sebelumnya mendongeng tentang kebiasaan menabung dari buku Hallo Balita, kali ini saya mendongeng kisah Nabi-nabi dari buku 80 Kisah Binatang dalam Alquran dan Sunnah.

Dulu waktu membeli ini Ziyad sangat tertarik karena ada gambar hewan-hewan di cover bukunya.

Kisah yang paling disukai Ziyad adalah tentang hewan-hewan yang ada di perahu Nabi Nuh.

#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Celengan dan Buku Aku Suka Menabung


Bismillah...
Hari ini, seperti biasa anak-anak Mutiara Play School bermain di rumah kami.

Namun yang berbeda yaitu kali ini saya akan bermain sambil berdongeng pada mereka. Sesuai dengan tantangan di kelas Bunda Sayang.

Karena tidak punya bahan untuk mendongeng, akhirnya saya mendongengkan cerita yang ada dalam buku Hallo Blitar berjudul Aku Senang Menabung.

Karena ada anak didik kami yang datang membawa celengannya, akhirnya Ziyad pun jadi tertarik untuk menabung.

#Harike1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Membuat Mainan dari Kertas Bekas

Kali ini masih tentang membuat mainan sendiri. Sepertinya Ziyad mulai suka membuat sendiri mainannya daripada membelinya.

Setiap kali temannya main ke rumah dengan membawa mainan baru, Ziyad pasti minta ingin dibuatkan.

Akhirnya, ayah dan bundanyalah yang harus berpikir lebih kreatif untuk membuat mainan tersebut.

Seperti kali ini membuat mainan dari kertas bekas. Ternyata bukan hanya Ziyad saja yang menyukainya, tapi teman-temannya pun ingin dibuatkan mainan dari kertas juga. Maka, seperti inilah aktivitas di rumah kami bersama anak-anak.

#harike10
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Membuat Agar-agar dengan Cetakan Angka

Ziyad yang selalu ikut dengan segala aktivitas bunda, kali ini ikut juga memasak bareng di dapur.

Tetapi kali ini kami akan membuat cemilan sederhana dari agar-agar. Alhamdulillah di rak saya menemukan cetakan agar berbentuk angka-angka dari mulai angka 1 sampai 10.

Jadilah kami tak sekedar memasak, tapi sambil bermain dan belajar mengenal angka.


#harike9
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Membuat Robot Mobil dari Lego

Ziyad punya mainan yang tak pernah bosan dimainkan dan dimainkan bersama teman-temannya.

Ya, itulah mainan lego. Dia bisa kreatif membuat berbagai macam bentuk. Seperti bentuk robot ini yang dia dapatkan inspirasinya dari mainan mobil yang bisa berubah menjadi bentuk robot.

Ia pun berimajinasi bahwa robot legonya bisa menjadi mobil juga. Bahkan ia terlihat sangat asyik dengan mainan buatannya sendiri.

#harike8
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Membuat Pasir Kinetik

Setiap hari Ziyad selalu bermain dengan teman-temannya di sini. Namun, kali ini ada temannya yang tinggal di rumah depan mengajak bermain pasir.

Saya kira bermain pasir biasa, ternyata saat melihat ke rumahnya ia memiliki permainan pasir kinetik.

Usai bermain, ia pulang ke rumah dan minta dibelikan pasir juga. Namun, ternyata harganya tidak murah. Akhirnya saya mengajaknya untuk membuat sendiri pasir dari tepung kanji yang diberi pewarna makanan dan baby oil agar tidak lengket.

Jadilah pasir kinetik sederhana yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di dapur.

#harike7
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Mewarnai dengan Kuas Cotton Bud

Seusai membuat slime beberapa waktu lalu, kami masih memiliki bahan-bahan yang belum terpakai. Akhirnya, daripada terbuang saya mengajak Ziyad untuk membuat gambar dengan pewarna makanan yang masih tersisa.

Dengan memakai Cotton bud yang ada si rumah, kami mewarnai pohon.

Ternyata gambar yang dihasilkan terlihat sangat bagus. Meskipun Ziyad masih belum teratur mewarnainya tapi ia sangat menikmati permainan mewarnai ini.

#harike6
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Buku Multifungsi

Di Mutiara Play School kali ini, anak-anak terlihat sangat akrab dengan buku. Setelah saya selesai membacakan cerita, mereka ternyata masih mau bermain-main dengan buku.

Saya biarkan mereka membulak-balik bukunya dan melihat setiap gambarnya. Karena mereka belum bisa membaca, dengan dibiasakan mereka pun akan suka dengan buku.

Tak lama setelah itu, ternyata buku-buku tersebut beralih fungsi menjadi mainan. Saya tak melarangnya, tapi saya hanya memperhatikan.

Buku-buku tersebut dijejerkan di lantai lalu berubahlah menjadi jalan mobil yang panjang. Itulah kreativitas anak-anak yang bagi mereka sangat menyenangkan.

#harike5
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Membuat Banana Nugget

Ziyad sangat suka dengan buah pisang. Setiap kali ada tukang sayur lewat depan rumah, pasti dia akan mencari buah pisang.

"Bunda, Ziyad mau bannana," ucapnya setiap kali melihat saya belanja.

Kali ini, saya mencoba mengajaknya membuat bannana nuget. Dengan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan bersama. Lalu kami mulai memasak bersama.

Ia terlihat senang dan sangat antusias. Bahkan saking tidak sabar ingin makan, adonan yang baru selesai dikukus langsung dimakan.

Tapi setelah selesai memasak, ia pun bangga dengan hasil memasaknya. Karena itu, sesekali libatkan juga ia saat bunda memasak di dapur.

#harike4
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Mengenalkan Huruf Hijaiyah Pada Anak

Ziyad adalah tipe pembelajar cepat. Namun ia tak bisa belajar sambil duduk manis seperti yang lain. Karena itu, bunda harus kreatif dalam mendidiknya.

Maka itu, kali ini saya mengenalkan huruf hijaiyah padanya sambil bermain.

Sebelumnya, saya menggambar bentuk huruf hijaiyah yang tebal. Lalu Ziyad diajak untuk merobek kertas origami untuk ditempelkan pada huruf hijaiyah. Sambil diajak mengucapkannya.

Jadilah, ia belajar sambil bermain yang menyenangkan.


#harike3
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Labirin Kelereng

Melihat Ziyad selalu antusias dengan setiap mainan barunya, membuat saya harus berpikir lebih kreatif. Sebab, jika tidak begitu mungkin saya hanya akan membelikannya mainan yang sudah tersedia.

Tapi, bukan bunda yang kreatif jika hanya bisa membelikan mainan tanpa membuat mainan bersama putra tersayangnya.

Akhirnya, saya berinisiatif membuat mainan bersama Ziyad. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti dus bekas susu.

Kami membuat permainan sederhana yang diberi nama "Labirin Kelereng".

Ziyad pun terlihat sangat senang dengan mainan narunya. Bahkan mengajak teman-temannya ​untuk memainkannya bersama-sama.

#harike2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Slime Time

Hari ini menjalani tantangan "Be Creative" di games level 9. Kami mulai dengan praktik membuat slime yang sebelumnya pernah dipelajari saat Play Date di Kelas Berbagi IIP Tasik.

Setelah dipraktikkan di rumah ternyata lebih seru dan menyenangkan. Dimulai dengan membeli perlengkapan bersama si kecil. Seperti membeli lem kayu di toko bangunan, pewarna makanan di toko bahan kue, dll. Anak juga jadi belajar langsung saat berbelanja di toko berbeda.

Saat sampai di rumah, tak sabar ia ingin langsung praktik. Akhirnya, jadilah aktivitas kami hari ini adalah "Slime Time".

Dari satu slime yang dibuat, ternyata kreativitas dan imajinasi Ziyad bisa terasah. Dia membuat berbagai macam bentuk yang unik seperti membuat donat, baso, payung, dll.

Menjadi kreatif itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Selamat menjadi bunda kreatif. Karena anak-anak kita memang terlahir kreatif.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#mutiaraplayschool

Mengenal Nominal Uang

Hari ini masih dengan celengan kesayangan Ziyad. Ia mulai belajar menghitung jumlah uang setiap kali akan dimasukkan ke dalam celengan.

Meskipun hanya uang recent saja yang dimasukkan, tapi ia terlihat senang.

Ia pun bisa belajar mengenal nominal uang koin. Seperti koin pecahan Rp 100, Rp 500, dan Rp 1.000

#HariKesepuluh
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Ziyad Belanja Sayuran

Alhamdulillah di tempat tinggal kami selalu mudah memperoleh bahan untuk memasak. Karena setiap beberapa jam sekali tukang sayur selalu lewat di depan rumah.

Seperti hari itu saya belanja sayur di tukang sayur yang lewat. Karena memang bisa menghemat ongkos pergi ke pasar.

Tiap kali bunda belanja sayur, Ziyad selalu ikut nimbrung. Kadang ia bertanya tentang jenis sayuran yang ia lihat atau sekedar membeli jajanan kue yang dibawa tukang sayur.

Dari sini ia pun belajar tentang bagaimana tawar menawar saat bertransaksi. Meskipun saya jarang menawar harga. Tapi ia melihat Ibu-ibu lain yang asyik berbelanja.

#HariKesembilan
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Tentang Menjemput Rezeki

Hari ini seperti biasa salah satu aktivitas harian saya adalah jualan. Tapi jualannya di rumah saja sambil mengurus anak dan rumah.

Usai packing dan menyiapkan pesanan konsumen, saya bersiap untuk mengantarkannya ke kantor ekspedisi pengiriman.

Ziyad pun selalu ikut mengantar paketnya. Di tempat kurir, ia dengan sabar menunggu antrian. Ia selalu hafal, jika bunda datang ke tempat ini pasti mau mengirimkan paket.

Di sini saya mengajarkan padanya bagaimana berikhtiar menjemput rezeki dengan berdagang. Karena sudah biasa ikut mengantar paket, ia pun sudah terbiasa dengan aktivitas bunda yang satu ini.

#HariKedelapan
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Menjadi Pengusaha Cilik

Sebelum Ziyad lahir, saya memang sudah memutuskan untuk mendidiknya sendiri di rumah. Karena itu, keputusan resign dari pekerjaan adalah hal yang sudah saya pikirkan matang-matang.

Meskipun tidak bisa bekerja lagi, namun saya tetap bisa produktif di rumah. Salah satunya dengan berbisnis online yang bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja.

Dengan berbisnis di rumah, alhamdulillah saya tetap bisa mendidik Ziyad dan menemaninya bermain setiap hari.

Sesekali saya mengenalkannya tentang berjualan. Saya katakan bahwa bunda sedang berusaha mencari rezeki. Karena Rasulullah saw. juga seorang pengusaha. Dari kecil beliau bahkan sudah ikut berdagang ke negeri Syam.

Jadi, saya pun terkadang ikut melibatkan Ziyad dalam aktivitas berjualan di rumah ini. Karena ia memang selalu penasaran dengan apa yang dilakukan bundanya.

"Bunda, Ziyad mau bantu bunda jualan ya," ucapnya sambil membantu saya yang sedang merapikan barang-barang jualan.

"Iya boleh sayang, semoga nanti Ziyad bisa jadi pengusaha sukses seperti Nabi Muhammad ya," jawab saya yang diikuti anggukan kecilnya.

#HariKetujuh
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Nabung untuk Beli Sepeda

Sudah lama sebenarnya Ziyad menginginkan sepeda. Namun, kami belum bisa membelikannya. Tadinya kami pikir akan sekalian membelikannya yang agak besar agar bisa dimainkan dalam jangka waktu lama.

Ini juga salah satu alasan kami mengajak Ziyad untuk menabung. Ia jadi punya motivasi tersendiri untuk menabung.

"Bunda, uang di celengan kalau sudah banyak buat beli sepeda ya." ucapnya suatu hari.

Akhirnya, sambil mengajaknya olahraga di alun-alun, Ziyad berlatih mengayuh sepeda yang bisa disewa di sana.

#HariKeenam
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Happy Saving

Dalam rangka mengajarkannya untuk menabung, kami memang sengaja membeli celengan bersama ke pasar.

Kami biarkan Ziyad memilih sendiri celengan yang ia sukai. Setelah jalan-jalan keliling pasar, akhirnya terpilihlah celengan berbentuk mobil itu.

Jadi, selain untuk menabung bisa digunakan pula sebagai mainan mobil-mobilan. Lumayan bisa menghemat membeli mainannya.

#HariKelima
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No Jajan

Ziyad yang selalu senang ngemil, makanya ia kadang suka memanggil penjual makanan yang lewat depan rumah kami.

Untuk menyiasati agar ia tidak jajan, saya harus selalu menyediakan cemilan di rumah. Karena itu, sedikit demi sedikit saya mencoba membuat cemilan untuknya.

Alhamdulillah dengan begitu bisa menghemat biaya jajannya. Sekaligus mengajarkannya untuk cerdas finansial dengan menabung uang jatah jajannya.

#HariKeempat
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Membuat Mainan dengan Origami

Pagi itu, seperti biasa kami selalu kedatangan tamu spesial setiap hari. Ya, anak-anak ini adalah tamu istimewa yang setiap hari selalu bermain di rumah kami.

Meskipun usia mereka berbeda tetapi semuanya adalah teman-teman Ziyad. Saya sengaja menyimpan mainan di terasa rumah agar mudah untuk mereka bermain.

Tapi, kemarin salah satu teman Ziyad yang merupakan sepupu tak sendiri datang ke rumah sambil membawa mainan yang ia sebut "Jam Tangan Bima X".
Tahu kan tokoh Hero Indonesia yang disenangi anak-anak itu.

Meskipun anak saya tidak suka menontonnya, tapi karena teman-temannya sering memainkan peran sebagai Bima-X bahkan memiliki aksesorinya, akhirnya ia pun ikut ingin memilikinya.

Namun, orangtua harus selalu punya banyak cara untuk mengajarkannya untuk bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan.

Akhirnya, ayah berinisiatif untuk membuat mainan aksesori Bima-X. Jadilah anak-anak belajar origami bareng dengan membuatnya.

#HariKetiga
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Pentingnya Mengajarkan Menabung Pada Anak

Tantangan baru bagi saya untuk melatih kecerdasan anak usia Ziyad ini. Sebab, ia anak yang aktif dan mudah bergaul dengan siapa saja. Termasuk dengan penjual keliling makanan kesukaannya.

Setiap ada penjual yang lewat depan rumah, dengan mudah ia panggil. Bahkan para penjual itu sudah hafal dengan nada suara Ziyad yang khas saat memanggilnya.

Namun itu dulu saat saya belum memahamkan tentang pentingnya menabung.

Saya katakan, "De, uangnya kan harus ditabung biar bisa beli sepeda".

Ya, Ziyad memang sangat ingin membeli sepeda seperti teman-teman yang lainnya. Tapi saya belum bisa memberikannya untuk saat ini. Karena itu, saya ajak ia untuk menabung di celengan kesayangannya.

#HariKedua
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

Semseter baru di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, saya belajar tentang mendidik anak cerdas finansial sejak dini.

Seperti yang dipelajari dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rezeki yaitu, "Rezeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari"

Maka, ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar, "Kemuliaan Anak Meningkat"

Sebelumnya anak-anak perlu dipahamkan terlebih dulu bahwa rezeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki.

Dalam menstimulus Ziyad tentang cerdas finansial ini memang dibutuhkan kesabaran ekstra. Karena diusianya saat ini banyak sekali keinginannya yang selalu ia tuntut agar dipenuhi.

Namun, untuk memahamkan konsep rezeki ini saya gunakan bahasa yang mudah ia cerna.

Contohnya saat sedang jalan-jalan naik motor tiba-tiba Ziyad melihat sebuah mobil bagus berwarna merah, lalu ia menunjuknya sambil berkata, "Bunda, Ziyad pengen punya mobil merah kayak itu!"

Maka, saya pun berkata padanya, "Ziyad kalau mau punya mobil, minta sama Allah ya. Kan Allah yang ngasih kita rezeki."

Akhirnya, dengan polos ia mengangkat kedua tangan dengan posisi berdoa. "Ya Allah, aku mau punya mobil merah Ya Allah...Aamiin."

Hal itu ia lakukan seketika saat masih di atas motor.

Meskipun dia belum terlalu paham, namun dalam hal ini ia mulai mengerti bahwa kalau akan meminta sesuatu yang ia inginkan dan butuhkan, maka mintanya sama Allah Yang Maha Kaya dengan cara berdoa.

#hari1
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Membantu Bunda di Dapur

Selain tertarik dengan apa yang dikerjakan ayah, Ziyad juga sangat tertarik dengan apa yang bunda kerjakan.

Seperti saat bunda masak di dapur, ia selalu ikut nimbrung dan ingin mencoba.

Kemarin tanpa sepengetahuan saya ternyata dia membantu mencuci piring sendiri. Saat saat lihat ke dapur, ternyata dia menaiki tempat sampah untuk bisa sejajar dengan washtafel.

Begitulah Ziyad yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru dari apa yang dilihatnya.

Karena itu, kita sebagai orang tua harus menjadi role model yang terbaik untuk anak.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Calon Hafidz Qur'an

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa gaya belajar Ziyad salah satunya adalah auditori. Termasuk saat ia menghafal bacaan Alquran.

Suatu kali saya pernah membaca surat Al-Kahfi. Ziyad yang sedang bermain di ruang tengah tiba-tiba mengikuti bacaan saya.

Sampai di akhir surat, saya sengaja tidak meneruskannya tetapi dilanjutkan oleh Ziyad.

Alhamdulillah meskipun dia asyik bermain ternyata dia menyimak dengan baik setiap bacaan Alquran yang kami bacakan atau yang diputar di MP3 setiap hari. Semoga kelak Ziyad bisa menjadi seorang hafidz Qur'an. Aamiin.


#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Membuat Mainan Sendiri

Hari ini Ziyad membuat helikopter bersama ayah.

Meskipun tidak utuh membentuk helikopter, tapi ia senang bisa terlibat saat membuatnya.

Ayah memanfaatkan dinamo mobil-mobilan ziyad yang sudah tidak terpakai untuk memutarkan baling-balingnya.

Ketika sudah selesai, Ziyad pun asyik memainkannya.

#Harike8
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Dia yang Tak Pernah Diam

Usia Ziyad saat ini memang sedang masa eksplorasi. Ia sangat aktif dan tak pernah bisa diam.

Mulai dari berlarian di rumah, di komplek perum, sampai manjatin tembok.

Suatu saat saya ingin mengalihkan kegemarannya ini dengan mengajaknya ke taman kota. Di sana ada permainan yang bisa menyalurkan hobinya.

Ziyad meloncati satu per satu besi mainannya dan ia terlihat sangat senang.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Belajar Memecahkan Masalah dari Puzle

Sejak dibelikan mainan puzle, Ziyad sering memainkannya berulang-ulang. Setelah selesai memasang puzle, kembali diacak lagi, lalu dipasang lagi, begitu seterusnya.

Ia sangat senang dengan tantangan dan tertarik untuk menyelesaikan masalah.

Meskipun berawal dari memecahkan potongan puzle, tapi semoga ini bisa melatihnya memecahkan sebuah masalah di lain waktu dengan penuh kesabaran dan ketelitian.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Berekspresi dengan Warna

Anak laki-laki memang cenderung lebih suka meniru gaya dan aktivitas ayahnya.

Hari itu Ziyad 'keukeuh' ingin ikut mengecat rumah bersama ayah.

Akhirnya kami biarkan ia berekspresi dengan cat-nya. Meskipun tidak begitu rapi namun kami senang melihat Ziyad yang begitu antusias dan semangat melakukannya.

Karena usianya kini masih masa eksplorasi. Jadi, tak perlu khawatir dengan anak yang super aktif dan ingin mencoba segala sesuatu. Asalkan kita tetap mengawasi dan membimbingnya.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Find Your Passion

Ziyad selalu tertarik dengan apa yang dikerjakan ayah.

Seperti siang itu, saat ayah sedang asyik mendesain di laptop, Ziyad tiba-tiba datang dan ikut nimbrung.

Ia datang langsung duduk di atas pangkuan. Otomatis pekerjaan ayah terhenti. Digantikan oleh Ziyad yang meniru memainkan laptop.

Akhirnya dengan inisiatif ayah, diajarkanlah Ziyad bermain Corel dan membuat gambar. Ziyad tentu sangat senang bisa berekspresi sendiri.

Membuat bentuk-bentuk, memberinya warna, dan dasar-dasar menjalankan Corel diajarkan padanya.

Ternyata tak butuh waktu lama, Ziyad sudah lihai memainkan jarinya dan mempraktikkan sendiri apa yang ia pelajari.

Kelihatannya Ziyad ada bakat seperti ayah yang memang memiliki passion di bidang desain grafis ini.

Tak heran, ayah bisa sampai begadang di depan laptop untuk mendesain, baik itu desain tampilan Web ataupun desain untuk promosi jualan bunda.

Begitulah, kalau sudah menemukan passion, pasti akan enjoy dan menjadi hobi yang bermanfaat.

Semoga Ziyad pun bisa menemukan bintangnya sendiri seperti sang ayah.

#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Yang Melembutkan Hati

Hal yang Insya Allah tak pernah terlewatkan dari keseharian Ziyad adalah mendengarkan bacaan Alquran. Baik langsung dari ayah dan bundanya ataupun dari murotal MP3 yang selalu kami putar di rumah.

Kami percaya bahwa Alquran dapat melembutkan hati. Karena itu, salah satu visi kami adalah menjadi Keluarga penghafal Quranuran (Semoga Allah mudahkan)

Tapi, ada semangat yang membara ketika melihat putra kami diberi kemudahan dalam menghafal Alquran.

Saya melihat Ziyad adalah tipe anak auditori yang mudah menghafal dan mengingat apa yang dia dengar. Termasuk saat mendengar bacaan Quran.

Maka, saya berusaha meninggikan gunungnya saat ia berbinar ketika mendengar tilawah.

Ketika bundanya mengaji ia selalu ingin ikut memegang Alquran meskipun belum bisa membacanya. Ia turut melantunkan ayat yang ia hafal.

Semoga Allah senantiasa menjaga kami serta memudahkan lisan dan hati untuk meneranginya dengan Al-Quran. Aamiin.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Buku dan Binar di Matanya

Anak-anak terlahir hebat, kitalah yang harus selalu memantaskan diri agar selalu layak di mata Allah, memegang amanah anak-anak yang luar biasa.

Setiap anak memiliki bintangnya masing-masing. Kita sebagai orang tua memiliki peran besar untuk menjadikannya bersinar terang atau malah meredupkan cahayanya.

Seperti kehadiran teman-teman Ziyad hari ini. Awalnya mereka datang karena tertarik dengan mainan yang sedang dimainkannya.

Lalu saya pun memberikan buku-buku anak koleksi di Rumah Baca kami. Ternyata mereka sangat antusias seperti halnya Ziyad yang selalu berbinar saat diberikan buku.

Apalagi sekarang Ziyad bisa membaca bersama teman-temannya. Ia dengan senang hati mau berbagi meminjamkan bukunya.

Aktivitas mereka hari ini luar biasa. Mulai dari membaca bersama, sampai saling bergantian membacakan buku cerita di depan anak-anak lainnya.

Ziyad yang selalu penasaran dengan isi-isi bukunya kini semakin semangat karena bisa dibacakan oleh kakak-kakaknya yang sudah pandai membaca.

Ia pun asyik menyimak setiap cerita. Sesekali bunda juga ikut membacakan cerita untuknya.

Begitulah anak-anak yang selalu antusias dan penuh semangat. Karena itu, kita harus menyediakan fasilitas agar ia bisa belajar dan memperkaya wawasannya. Bukan hanya memberikan fasilitas berupa mainan. Tetapi alangkah bahagianya mereka ketika dihadiahi buku.

Karena secara fitrahnya setiap anak suka belajar. Jadi, jangan paksakan anak mau membaca, tapi ajarkanlah ia cinta membaca.



#Harike2
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Semua Anak adalah Bintang

Semua anak adalah bintang yang terlahir sebagai juara dan membawa bintangnya masing-masing.

Sebagai orangtua kita harus bisa memahaminya dengan tidak membandingkan anak kita dengan anak orang lain.

Artinya kita harus meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.

Inilah yang sekarang saya pelajari di Kelas Bunda Sayang. Belajar menjadi fasilitator dan Partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi fitrah bakat yang dimiliki Ziyad.

Seperti hari ini, saya melihat matanya berbinar saat membantu pekerjaan ayahnya.

Ziyad memiliki rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi. Setiap kami mengerjakan sesuatu pasti ingin dicoba.

Dalam aktivitasnya, Ziyad membantu ayah memasang baud untuk sambungan listrik. Tentunya masih dalam pengawasan kami.

Ia pun dengan semangat membawakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Seperti itulah anak lelaki kami yang super aktif dan selalu ingin mencoba hal-hal baru.

Untuk seusianya, kami memang masih memberikan ragam aktivitas dan wawasan hingga ia menemukan bakatnya sendiri.

#Harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SetiapAnakadalahBintang

Misi Spesifik Hidup


Saat mengisi materi Great Muslimah Training 2 @himatunnisakisi saya sempat membahas tentang "Misi Spesifik Hidup"

Sebelumnya saya mendapatkan materi ini di IIP dan sekarang ingin mencoba berbagi

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Allah menciptakan manusia dengan misi untuk beribadah dan menjadi Khalifah di muka bumi.

Nah, setiap diri kita di samping misi penciptaan tersebut memiliki misi spesifik hidup.

Untuk mengetahui misi Spesifik hidup, Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan.

Gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan, Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Sehingga kita bisa menjadi muslimah yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Jadi, apa misi spesifik hidupmu kawan?

Menggambar Garis dan Bentuk

Di rumah, saya memang memberikan lahan tembok khusus untuk Ziyad bereksplorasi membuat coretan imajinasinya.

Tapi sejak saya mulai memberikan alat tulis, ia pun terbiasa menulis dengan pensil dan bukunya. Juga menulis di papan tulis yang kami beli.

Pertama ia belajar membuat bentuk pagar atau garis lurus. Meskipun masih belum sempurna tapi semoga ini menjadi tahap awal perkembangan kemampuan matematisnya.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Belajar Bertransaksi

Sejak pindah rumah ke lingkungan perum, Ziyad sangat suka memanggil semua pedagang yang lewat depan rumah.

Karena memang di lingkungan perum ini sangat mudah dijumpai para pedagang khususnya yang berjualan makanan.

Meskipun tidak terlalu sering, Ziyad suka memanggil pedagang makanan yang ia sukai.

Sesekali saya coba memberinya uang untuk dibayarkan sendiri sesuai dengan harga makanan yang dibelinya.

Dari sini ia pun bisa belajar bertransaksi dengan mata uang.

#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jarimatika

Meskipun saya belum paham tentang Jarimatika, tapi kali ini Ziyad menunjukkan antusiasnya.

Ia mencoba menunjukkan angka dengan jarinya. Awalnya ia masih bingung, tetapi ketika dicontohkan ia pun mulai bisa berhitung dengan menunjukkan jarinya.

Bagi anak seusianya memang butuh keseimbangan untuk menggerakkan jari-jarinya.

#Harike8
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Mengenal Bentuk Angka


Hari ini adik saya akan berjualan di Mambo Kuliner Night. Seperti biasa ia membuat daftar nomor antrian untuk pelanggan.

Sebelum kertas nomor-nomor itu digunting sempat dimainkan oleh Ziyad.

Ia terlihat antusias menemukan deretan angka yang berjejer di hadapannya. Sambil menunjuk angka ia pun mulai berhitung meskipun belum mengenal bunyi dari setiap angka tersebut.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Menghitung Anak Tangga

Sejak mulai bisa merangkak Ziyad sangat senang naik turun tangga. Terlebih sekarang sudah bisa berjalan dan berlari-lari.

Setiap melihat tangga, ia akan langsung lari dan menaiki tangga tersebut.

Saya biarkan ia melakukannya tetapi sambil terus diawasi. Sesekali ia mencoba menghitung jumlah anak tangga yang sudah ia naiki.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Belajar Menakar Pasir


Awalnya saya sempat bertanya, mengapa anak kecil sangat senang dengan permainan yang membuat tangan dan seluruh bajunya kotor.

Tapi sekarang saya mulai paham bahwa berani kotor itu baik :)

Artinya anak kita memang anak yang aktif. Ia sebenarnya sedang mengeksplorasi alam.

Seperti Ziyad yang sangat senang bermain pasir. Jika dikaitkan dengan matematika logis, ia sedang belajar menakar pasir dengan sendok dan peralatan lainnya.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes