Bukan Hanya Mendidik Anak Sendiri - Teh Deska Bukan Hanya Mendidik Anak Sendiri - Teh Deska
TERBARU

Bukan Hanya Mendidik Anak Sendiri

Beberapa hari lalu saya telah mengajarkan arti berbagi dan kepemilikan pada anak saya. Alhamdulillah dia bisa mulai mempraktikannya saat bermain dengan saudara dan teman-temannya. Tapi ternyata tidak semua anak belajar dan diberi pengertian oleh orangtuanya tentang hal ini. Akhirnya kemarin terjadi sedikit 'kerusuhan' di rumah. Saat ada temannya yang mau bermain, Ziyad mengajaknya untuk main di rumah. Seperti biasa, mainan Ziyad sudah ke luar semua dari tempat penyimpanannya. Saat ziyad memainkan mobil-mobilan kesayangannya, tiba-tiba temannya langsung merebut mainannya. Akhirnya mereka jadi berebut mainan tersebut karena sama-sama ingin memainkannya. "Aa mau main mobil-mobilan juga?" tanya saya pada temannya. "Iya," jawabnya sambil masih berebut mainan. "Bilang dulu sama Ziyad ya. Boleh ngga Aa pinjem mainannya?" tanya saya pada Ziyad. "Ngga boleh. Ziyad lagi main," ucap Ziyad sambil berkaca. "Oh iya Aa, sekarang mainannya masih dimainin sama Ziyad. Nanti kalau Ziyad udah selesai, gantian ya," ucap saya memberi pengertian. Mereka pun mengangguk bersamaan. Akhirnya keributan pun selesai. Tapi ngga lama, terulang lagi. Temannya yang tidak sabar ingin main mobil-mobilan yang dimainkan Ziyad merebut paksa mainannya. Entahlah namanya anak-anak selalu ingin mencoba mainan yang dimainkan temannya, padahal di sana banyak mobil-mobilan lainnya. Ziyad pun mulai merengek. Saya yang bingung langsung memberi pengertian pada Ziyad untuk berbagi. Namun tidak berhasil. Memberi pengertian pada temannya pun sama. "Ziyad, ngga apa-apa ya Aa mau pinjem mainannya. Kan Ziyad punya mainan yang lain," "Ziyad mau yang itu," sambil nunjuk mainan yang direbut temannya "Oke, sekarang kita hitung sampai sepuluh Yuk. Nanti bisa gantian mainannya," saya mengajak mereka berhitung. Tapi saat hitungan kesepuluh, temannya masih tidak ingin memberikan mainannya. Sampai tangisan Ziyad semakin kencang, akhirnya temannya memberikan mainannya sambil dilempar. Setelah itu Ziyad pun kembali langsung memainkan mobil-mobilannya. Kerusuhan yang sempat membuat saya bingung pun akhirnya selesai. Ya, terkadang kita sebagai ibu pun tidak hanya harus memberikan pengertian & pemahaman kepada anak kita saja, tetapi pada teman-temannya juga. Saya pun menyadari ternyata PR saya masih banyak. Semoga Allah membimbing saya untuk mampu mendidik anak-anak, generasi masa depan. Aamiin. #hari9 #gameslevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip #InstitutIbuProfesional

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes