Archive For November 2017 November 2017 - Teh Deska
TERBARU

Melatih Kemandirian Anak

Pada tantangan bunda sayang level dua ini benar-benar harus ekstra sabar.
Sebab, untuk membiasakan sebuah kemandirian ini perlu dilatih terus-menerus.

Kemandirian yang pertama untuk Ziyad adalah memakai pakaian sendiri. Kali ini dimulai dengan memakai celana sendiri.

Sejak dilatih toilet training, Ziyad memang sudah dibiasakan melepas celananya sendiri dan pipis sambil jongkok.

Alhamdulillah sekarang Ziyad sudah lolos toilet training. Tapi, untuk memakai celananya sendiri ia merasa kesulitan. Karena itu, Ziyad selalu meminta tolong pada ayah atau bundanya.

Namun, yang namanya kemandirian memang tidak bisa instan, butuh proses dan konsisten.

Akhirnya, hari ini kita mulai kembali latihan memakai celana sendiri. Meskipun tidak mudah memakaikan celana pada anak yang super aktif seperti Ziyad.

Awalnya dia masih belum mau, karena kesulitan memakai celana sambil berdiri. Akhirnya saya ajak dia memakainya sambil duduk.

Untuk hari ini Ziyad memang tidak begitu lancar memakai celana sendiri. Namun, masih ada hari esok untuk kita berlatih lagi ya sholih.



#Harikesatu
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Aliran Rasa Games Komunikasi Produktif

Alhamdulillah...
Tantangan di Kelas Bunda Sayang telah terselesaikan.

Game level 1 tentang Komunikasi Produktif ini benar-benar menyenangkan dan menguji adrenalin. Hehe

Ya, sebab menjadi tantangan tersendiri untuk saya saat harus memilih kata yang tepat saat berkomunikasi dengan si kecil yang super-super 😁

Apalagi di usianya kini yang serba ingin tahu, bikin bundanya jadi harus belajar banyak hal juga.

Selain itu, yang saya rasakan setelah mengikuti games komunikasi produktif ini jadi lebih sabar menghadapi si kecil.

Terimakasih untuk kebersamaan kita, sayang. Doakan bunda yang sedang belajar untuk menjadi lebih baik ya.

Siap-siap dengan tantangan selanjutnya 😍

#InstitutIbuProfesional
#komunikasiproduktif
#KelasBundaSayang

Rumah Belajar IIP "Workshop Membuat Web"

Keseruan belajar ala Emak-emak zaman now.



Mak, yg namanya belajar itu sepanjang masa ya.
Meskipun sekarang udah jadi Mahmud Abas (alias: Mamah Muda Anak baru satu, atau lebih) tetep harus belajar.

Dan... Inilah kita emak-emak pembelajar dari Institut Ibu Profesional, yang selalu semangat mencari ilmu.

Meski saat belajar ditemani anak-anak yang super aktif dan iringan suara yang merdu dari mereka. Tapi, suasana belajar tetap kondusif kok. Soalnya dibantu jg sama para suami siaga.

Kali ini di Rumah Belajar IIP tim Tasik, kita belajar membuat web dan bagaimana cara mengahasilkan uang dari web.

Dengan pemateri yang super sabar Kang Asep Solikhin (my husband) yang semangatnya ngga kalah dengan suara anak-anak dan emak-emak. Hehe.

Acara kemarin juga dalam rangka play date anak-anak bersama para ayah. Pokoknya seru dan berkesan banget acara Rumbel perdana ini.

Terimakasih mamak-mamak kece. Sampai  ketemu lagi di Rumah Belajar bulan depan edisi masak bareng.

www.tehdeska.com
#InstitutIbuProfesional
#RumahBelajarTasik

Ketika Ia Bilang Sayang

Sesekali terkadang ada hal yang membuat saya ingin menangis bahkan meski tanpa alasan.

Saya sedang belajar untuk bisa memanajemen diri, khususnya saat bersama dengan anak. Sebisa mungkin saya mencoba untuk tetap tenang mengahadapi anak yang super aktif.

Tapi saya tetap hanya seorang wanita biasa yang berusaha untuk bersabar. Maka, ketika mulut ini saya arahkan untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang sia-sia dan berusaha sebijak mungkin, terkadang hanya air mata yang mampu berbicara.

Siang ini entah mungkin karena hati saya yang belum bisa terkondisikan, dengan berbagai hal rasanya saya ingin menangis.

Akhirnya usai shalat Dzuhur, tak terbendung air mata ini mengalir di pipi. Sebenarnya ingin menyembunyikannya dari pandangan Ziyad, tapi tak bisa. Ia yang selalu ada di dekat saya akhirnya bertanya.

"Bunda kenapa?" tanyanya dengan wajah simpati. Saya hanya menggeleng tanpa kata-kata.

"Bunda sedih ya?" tanyanya lagi menirukan saya kalau melihatnya menangis.

Tidak mendengar jawaban saya, akhirnya dia pun mendekat dan memeluk saya sambil menepuk-nepuk​ lembut pundak saya.

"Bunda sayang Ziyad," ucap saya lembut padanya.

Ia pun membalasnya dengan kata yang mampu meluluhkan hati saya. "Ziyad juga sayang bunda," ucapnya sepenuh hati sambil mengecup pipi saya.

Ya Allah, nikmat mana lagi yang hamba dustakan. Ketika di hadapan hamba ada malaikat kecil yang mengungkapkan cinta pada ibunya.

Maafkan atas segala khilaf dan kelalaian hamba pada-Mu dan padanya yang menjadi amanah dari-Mu.

#hari12
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Derai Rinai


Hari ini ada air mata
Yang tak dapat kuuraikan
Mengapa ia membasahi hati

Mungkin sesak dalam dada
Bertabuh bersama gemuruh

Seperti derai rinai
syahdu melawan rindu
Pada bumi yang selalu menelan ego

Tapi aku tak ingin seperti awan
Yang pergi tanpa meninggalkan pelangi

Kuharap ada jawabnya di atas langit sana
Agar redam semua tanyaku

-141117-

Indahnya Saling Berbagi

Hari ini perkembangan emosional dan sosial ziyad sudah mulai terlihat banyak kemajuan.

Ziyad yang biasanya tidak suka dengan anak kecil atau anak yang usianya di bawahnya kini sudah mulai berubah.

Entah mengapa sejak beberapa bulan belakangan ini setiap bertemu dengan anak yg usianya di bawah Ziyad, dia seolah cemburu dan tidak mau bermain dengan anak tersebut.

Tapi alhamdulillah hari ini Ziyad sudah mulai bisa bersahabat. Saat ada partner bisnis saya yang berkunjung ke rumah dengan membawa putrinya yang masih berumur 2 tahun, Ziyad mau mengajaknya bermain. Meskipun di awal Ziyad tidak mau meminjamkan mainan kesayangannya.

"Ziyad, itu dede nya pengen pinjam mainan boleh?" tanya saya dengan lembut.

"Ngga boleh, ini mau dimainin sama Ziyad," ucapnya sambil mendekap mainannya.

"Terus mainan apa yang boleh dimainin  sama Dede? Itu kasian pengen main juga Dede nya,"

Akhirnya Ziyad pergi ke kamar tempat menyimpan mainannya dan mengambil kotak mainan lalu Mengeluarkan semua Isinya.

"Ini boleh dimainin ya," ucapnya pada teman kecilnya.

"Makasih ya," ucap partner saya mewakili putrinya yang belum lancar berbicara.

Setelah diperbolehkan memainkan mainan Ziyad, teman kecilnya pun memberikan sebagian makanan cemilannya.

Indahnya saling berbagi. Terima kasih anak-anak shalih dan shalihah.

#hari11
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Full Energik

Hari ini Ziyad senang sekali karena mau berangkat ke Salopa, kampung halaman bundanya.

Tapi beberapa saat sebelum berangkat temannya datang dan mengajak bermain. Akhirnya Ziyad yang udah siap mulai lari-larian lagi dan "motah" bareng temannya.

"Dede, sekarang kan kita mau berangkat ke Salopa," ucap saya agar jangan terlalu 'motah'.

"Ziyad mau maen," ucapnya masih sambil main kejar-kejaran dengan temannya sampai ke jalan.

"Yaudah, nanti kalau mau berangkat Dede harus udah ada di rumah ya," ucap saya yang masih bersiap-siap.

Akhirnya ketika ayahnya telah siap menyalakan motor, Ziyad yang sedari tadi bermain langsung datang menghampiri.

"Ayah ikut, ayah ikut," ucap Ziyad sambil berlarian. Semetara temannya hanya berdiri melihat.

"Dadah, dadah, Ziyad mau ke Salopa," ucapnya sambil melambaikan tangan pada temannya.

Temannya pun membalas sambil dadah juga. Sebelum berangkat saya usap keringatnya di dahi dan memberinya minum. Karena kecapaian akhirnya Ziyad pun tertidur sepanjang perjalanan.

Anak-anak selalu begitu, jika energinya masih Full, ia akan terus aktif bergerak. Meski begitu saya bersyukur Ziyad selalu terlihat aktif dan ceria.

#hari10
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Bukan Hanya Mendidik Anak Sendiri

Beberapa hari lalu saya telah mengajarkan arti berbagi dan kepemilikan pada anak saya. Alhamdulillah dia bisa mulai mempraktikannya saat bermain dengan saudara dan teman-temannya. Tapi ternyata tidak semua anak belajar dan diberi pengertian oleh orangtuanya tentang hal ini. Akhirnya kemarin terjadi sedikit 'kerusuhan' di rumah. Saat ada temannya yang mau bermain, Ziyad mengajaknya untuk main di rumah. Seperti biasa, mainan Ziyad sudah ke luar semua dari tempat penyimpanannya. Saat ziyad memainkan mobil-mobilan kesayangannya, tiba-tiba temannya langsung merebut mainannya. Akhirnya mereka jadi berebut mainan tersebut karena sama-sama ingin memainkannya. "Aa mau main mobil-mobilan juga?" tanya saya pada temannya. "Iya," jawabnya sambil masih berebut mainan. "Bilang dulu sama Ziyad ya. Boleh ngga Aa pinjem mainannya?" tanya saya pada Ziyad. "Ngga boleh. Ziyad lagi main," ucap Ziyad sambil berkaca. "Oh iya Aa, sekarang mainannya masih dimainin sama Ziyad. Nanti kalau Ziyad udah selesai, gantian ya," ucap saya memberi pengertian. Mereka pun mengangguk bersamaan. Akhirnya keributan pun selesai. Tapi ngga lama, terulang lagi. Temannya yang tidak sabar ingin main mobil-mobilan yang dimainkan Ziyad merebut paksa mainannya. Entahlah namanya anak-anak selalu ingin mencoba mainan yang dimainkan temannya, padahal di sana banyak mobil-mobilan lainnya. Ziyad pun mulai merengek. Saya yang bingung langsung memberi pengertian pada Ziyad untuk berbagi. Namun tidak berhasil. Memberi pengertian pada temannya pun sama. "Ziyad, ngga apa-apa ya Aa mau pinjem mainannya. Kan Ziyad punya mainan yang lain," "Ziyad mau yang itu," sambil nunjuk mainan yang direbut temannya "Oke, sekarang kita hitung sampai sepuluh Yuk. Nanti bisa gantian mainannya," saya mengajak mereka berhitung. Tapi saat hitungan kesepuluh, temannya masih tidak ingin memberikan mainannya. Sampai tangisan Ziyad semakin kencang, akhirnya temannya memberikan mainannya sambil dilempar. Setelah itu Ziyad pun kembali langsung memainkan mobil-mobilannya. Kerusuhan yang sempat membuat saya bingung pun akhirnya selesai. Ya, terkadang kita sebagai ibu pun tidak hanya harus memberikan pengertian & pemahaman kepada anak kita saja, tetapi pada teman-temannya juga. Saya pun menyadari ternyata PR saya masih banyak. Semoga Allah membimbing saya untuk mampu mendidik anak-anak, generasi masa depan. Aamiin. #hari9 #gameslevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip #InstitutIbuProfesional

Biarkan Ia Bereksplorasi

Setiap hari selalu ada hal baru yang dilakukan Ziyad yang terkadang membuat bundanya makin sering mengingat Asma Allah (beristighfar) 😊 Ketika dia melakukan hal yang sangat istimewa dan menguji kesabaran, sebisanya mungkin saya tetap tenang dan menghadapinya dengan senyuman. Seperti siang tadi, Ziyad bilang mau mewarnai. "Bunda, Ziyad mau mewarnai ya," ucapnya sambil mengambil crayonnya sendiri di lemari. "Iya boleh sayang, bisa ambil sendiri kan?" tanya saya yang sedang di dapur. "Iya bunda," jawabnya segera. Setelah saya menyelesaikan pekerjaan di dapur, saya pun kembali menemani Ziyad yang sedari tadi asyik mewarnai. Betapa kaget saat menemui Ziyad dan melihatnya sedang asyik menggambar di atas karpet. "Ziyad lagi bikin apa?" "Lagi bikin pager," ucapnya sambil terus mewarnai. "Menggambarnya di kertas aja yuk biar bagus," ucap saya sambil memberikannya selembar kertas. Tapi dia masih terus menggambar di karpet sampai berhenti ketika melihat saya menggambar sebuah bentuk hewan di kertas. "Bunda, Ziyad mau menggambar di sini," ucapnya yang kemudian mengikuti menggambar di atas kertas. Akhirnya saya beri dia pengertian bahwa karpet itu buat duduk, bukan baut menggambar. kalau mau menggambar harus di atas kertas. Seperti biasa Ziyad pun manggut-manggut sambil asyik menggambar. Ziyad sedang bereksplorasi dan saya tak mau menghentikan imajinasinya. Kita sebagai orang tua hanya perlu mengarahkan tanpa harus dengan teriakan. Semangat untuk para ibu yang selalu memberi inspirasi. 😊 #hari8 #gameslevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip #InstitutIbuProfesional

Ketika Anak Bermain Pisau

Anak-anak memang sangat suka bermain. Apalagi di usia Ziyad saat ini, ia sedang asyik mengeksplorasi berbagai hal.

Semua benda dimainkan dan dicobanya. Selagi bendanya aman dan tak berbahaya, saya tidak melarangnya. Tetapi ketika dia memainkan benda tajam, tentu saya mengawasinya.

Seperti siang tadi saat saya memasak di dapur, Ziyad yang memang selalu ikut terlibat dengan segala aktivitas saya pun ikut "membantu".

"Bunda, Ziyad mau bantuin bunda masak ya," ucapnya sambil berusaha meraih pisau.
Saya yang melihat tak langsung melarang, tetapi mencoba mengalihkannya.

"Iya, makasih sayang udah mau bantuin bunda. Tapi ini pisau punya bunda, mau dipakai sama bunda ya," ucap saya sambil mengambil pisaunya.

"Ziyad juga mau pakai pisau,"

"Oh, Ziyad mau bantuin bunda potongin wortelnya ya?"

"Iya, Ziyad mau potong wortel pakai pisau,"

"Boleh, tapi Ziyad pakai pisau yang ini aja ya,"

Saya akhirnya memberikan pisau utk memotong kue, tapi masih bisa dipakai utk momotong wortel. 😁

Kami pun mulai asyik memasak bersama. Sesekali Ziyad memakan wortel yang sudah dipotongnya sendiri. Sambil memasak saya pun mengajarkannya untuk menyukai makan sayur-sayuran dan memberitahu manfaatnya melalui cerita.

Begitulah anak-anak, selalu penasaran dan ingin mencoba. Karena itu, kita sebagai ibu harus bisa membimbing dan mengarahkannya.

*dari ibu yang masih harus banyak belajar

#hari7
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Belajar Berbagi

Untuk usia Ziyad saat ini yang baru 3 tahun, belum bisa dipaksakan untuk belajar tentang berbagi. Karena menurut beberapa buku yang saya baca pun, usia segini anak masih memiliki ego sendiri.

Namun, tidak ada salahnya juga kita mulai mengajarkan tentang arti "Kepemilikan" dan "Berbagi".

Ziyad sendiri alhamdulillah sudah bisa berbagi dengan teman seusianya baik berbagi mainan saat bermain atau berbagi makanan.

Tapi kepada anak yang usianya di bawah Ziyad, entah mengapa dia kurang suka berbagi. Mungkin masih ada cemburu saat orang dewasa lebih memperhatikan anak balita yang masih kecil. Malah ada yang bilang, Ziyad harus segera punya adik. Hehe.

Tapi saya tidak memaksanya untuk berbagi. Ketika ada anak yang mau meminjam mainannya, saya pun bertanya dulu pada Ziyad.

"Ziyad, mainannya boleh dipinjam sama Dede?"

Kalau dia bilang tidak boleh, saya pun menghargai karena ada mainan kesayangannya yang masih belum boleh dipinjamkan.

Atau terkadang saya beli dia pilihan.
"Ziyad, mainan mana yang boleh dipinjamkan sama Dede nya?"

Ziyad pun bisa memutuskan sendiri mau meminjam mainan yang mana untuk bermain bersama.

Begitu pula saat berbagi makanan. Seperti saat sepupunya main ke rumah dan Ziyad lagi makan cemilan. Saya bilang, "Ini makanannya berdua buat Abang juga ya,"

"Iya boleh, ini buat Ziyad, ini buat Abang," ucapnya sambil mengambil makanannya dan memberikannya pada Abang.

Belajar tentang arti Kepemilikan pun harus kita ajarkan sejak dini, agar dia bisa menghargai barang milik dirinya sendiri dan orang lain.

Contohnya saat Ziyad mau mainin HP, saya katakan bahwa HP ini punya bunda dan mau dipakai dulu sama bunda.

Meskipun terkadang saat saya sedang pegang HP Ziyad suka ingin ikutan juga. Saya pun tahu ketika itu sebenarnya Ziyad sedang ingin diperhatikan. Makanya saya ngga bisa lama-lama pegang HP.

Saya memang harus banyak belajar lagi, untuk bisa total bermain bersamanya, mendidiknya, dan tentunya belajar bersamanya.

#hari6
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Ayoo Merapikan Mainan

Bun mau tanya dong,, berapa kali dalam sehari bunda beresin mainan anak?😁

Salah satu tantangan yg belum berhasil saya taklukan adalah mengajak Ziyad untuk mau membereskan mainannya sendiri.

Makanya, setelah dapat materi tentang Komunikasi Produktif di Kelas Bunda Sayang IIP, saya langsung coba mempraktikkan pada Ziyad.

Biasanya Ziyad kalau disuruh beresin mainan dia suka nolak. Soalnya dia paling senang kalau mainannya berserakan, jadi bisa ngambil maianan sesuka hati 😁

Kali ini saya coba komprod untuk mengajaknya membereskan mainan

"De, yuk kita bermain masuk-masukin Lego ke wadahnya," ucap saya sambil mencontohkan terlebih dulu.

Ziyad yang awalnya ngga mau, melihat saya asyik memasuk-masukkan Lego mulai ikut terlibat. Saya ajak dia sambil berhitung.

"Yuk kita sambil hitung legonya," ajak saya.

"Hayu...Satu, dua, tiga," ucapnya semangat.

Tapi Ziyad tidak melakukannya sampai beres. Mungkin karena terlalu banyak mainannya yang berserakan.

"Dede, nanti kalau mau main, ambil mainan yg mau dimainin aja ya. Biar gampang beresinnya,"

"Ziyad mau mainin semuanya,"

Kalau sudah gitu kadang saya tidak memaksa. Setidaknya tadi sudah ada usaha Ziyad untuk membereskan mainannya walau sedikit.

Saya yakin, meskipun sekarang Ziyad belum bisa membereskan mainannya, tapi jika diajak dan dicontohkan oleh bundanya terlebih dulu, lama-kelamaan dia akan paham untuk selalu bertanggungjawab membereskan mainannya usai bermain.

Untuk bunda yang masih punya PR sama seperti saya, tetap semangat yaa.😊😘

#hari5
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Yuk, Kita Ngobrol Tentang Islam

Minggu adalah harinya "Family Time" untuk kami. Setelah hari-hari sebelumnya disibukkan dgn aktivitas pekerjaan & bisnis, maka di hari ini kami berusaha untuk mengisi waktu bersama-sama.

Namun, adakalanya di saat weekend ini saya dan suami jg lebih asyik berdiskusi ttg bisnis yg sedang kami jalankan di Salova dan Halal Mart.
Di tengah asyiknya saya ngobrol dengan suami, tiba2 Ziyad yang sedari tadi bermain datang lalu guling-guling di depan kami. Tidak merengek, hanya dia sedang mencari perhatian kami.

Saya pun mencoba mengajaknya bicara untuk mengetahui apa keinginannya.

"Ziyad pengen apa, sayang?" tanya saya lembut.

"Ziyad pengen ngobrol sama bunda," ucapnya sambil masih guling2.

Oke, akhirnya saya tahu kalau ziyad ingin diperhatikan.

"Oh, anak bunda pengen ngobrol sama bunda ya. Pengen ngobrol apa sayang?" tanya saya sambil memangkunya.

"Mm...Ngobrol Islam," ucapnya sambil mikir. Entahlah apa yg dipikirkannya tiba2 bilang begitu.

Tapi saya ingat pernah bermain tanya jawab sama Ziyad. Salah satunya pertanyaan "Ziyad agamanya apa?"
Maka ia pun menjawab dengan mantap, "Islam". Ya, itu pun setelah beberapa kali saya beritahu. Hehe.

Akhirnya, kali ini pun saya mengajaknya mengenal rukun Islam. Mulai dari rukun Islam pertama yaitu syahadat. Kami pun membaca syahadat bersama-sama.   Hingga menyebutkan rukun Islam yang kelima.

Meskipun Ziyad masih sangat kecil, tapi saya berusaha menanamkan nilai-nilai Islam dan pemahamannya sedari dini.

Semoga kelak Ziyad menjadi anak Sholeh, pembela Islam, dan berguna bagi Nusa, bangsa, dan agama. Aamiin.

#hari4
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfesional

Bunda, Insya Allah ya

Saya selalu berharap setiap hari memiliki momen istimewa bersama orang-orang tersayang, termasuk kebersamaan dengan anak.

Hal kecil sekalipun akan terasa istimewa jika kita mampu menerimanya dengan hati.

Seperti hari ini, ada yang spesial dari pangeran kecilku.

Sore ini, Ziyad dan suami saya menemani belanja kain untuk produksi manset Salova. Setelah itu kami ke Mesjid Agung karena ada agenda halaqoh dgn adik2 mahasiswa.

Ziyad sangat senang diajak ke Mesjid Agung karena dia bisa bermain di Taman Kota. Tapi karena bundanya ada agenda, jadi Ziyad harus bersabar dulu.

"Bunda, Ziyad mau maen ke Alun-alun," sambil nunjuk ke arah taman kota.

"Iya boleh ya, tapi nanti setelah bunda selesai ngaji ya," ucap saya.

"Iya Insya Allah ya," ucapnya begitu polos yang bikin hati saya mendesir.

Masya Allah...anak seusia ini mengingatkan saya untuk mengucapkan "Insya Allah" dan saya pun bahagia mendengarnya.

"Iya, Insya Allah ya sayang," ucap saya kemudian sambil mengecup keningnya.

Benar saja, usai halaqah selesai ternyata hujan turun dan mengharuskan kami menunggu sebentar di mesjid agung.

Alhamdulillah keinginan Ziyad tertunaikan meski tidak lama di sana.

Maafkan bunda yang masih harus banyak belajar. Terimakasih untuk kebersamaan kita hari ini ya. 😊

#hari3
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#institutibuprofesional

Beri Dia Pilihan

Hari ini masih dengan aktivitas menjadi juri lomba cipta & baca puisi.
Seperti biasa, ziyad selalu setia ikut menemani bundanya.

Kali ini saya memberi pilihan untuk Ziyad.

B: Dede, nanti mau ikut di depan nemenin bunda jadi juri atau main sama teteh?
Z: Ziyad mau jadi juri juga
B: Oke, Ziyad boleh nemenin bunda di depan tapi main sendiri dulu ya
Z: Iya
B: Insya Allah nanti kalau sudah selesai, kita main bareng lagi ya
Z: Iya iya (jawabnya sambil manggut2)

Alhamdulillah Ziyad bisa menepati kesepakatan kami dan asyik bermain dengan mainan kesayangannya.

Saya pun bisa semakin fokus menjadi juri karena hari ini dia punya teman bermain seusianya.

Ziyad bisa berbagi mainan dengan teman barunya. Meskipun kalau pada anak di bawahnya dia masih enggan berbagi.

Tapi saya tidak memaksanya, saya beri dia keputusan sendiri untuk memilih meminjamkan mainannya atau tidak. Saya pun tetap mengajarkannya tentang kepemilikan dan berbagi.

#hari2
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#InstitutIbuProfessional

Ziyad dan Lomba Baca Puisi

Salah satu kebiasaan yang selalu saya lakukan adalah mengajak Ziyad dalam setiap aktivitas harian.

Termasuk salah satunya saat saya mengisi seminar atau kajian, Ziyad selalu ikut dan menemani saya berbicara di depan.

Kali ini Ziyad ikut menjadi juri lomba baca puisi. 😁

Sebelum mengajak anak beraktivitas, kita sebagai orang tua harus bisa berbicara dengan anak agar ketika dalam acara dia bisa diajak bekerjasama dan tidak terjadi "tantrum".

Berikut pengalaman hari ini bersama Ziyad dan komunikasi yang saya lakukan dengannya.

Z = Ziyad
B = Bunda

B: Dede, hari ini ikut bunda ke sekolah ya
Z: Ada apa ke sekolah, Nda?
B: Bunda mau jadi juri lomba baca puisi
Z: Oh (ucapnya dengan mulut membulat yang menggemaskan seolah mengerti arti 'juri' 😄)
B: Dede di sana main sama teteh ya
Z: Ziyad mau mewarnai
B: Oke, nanti kita bawa krayon sama buku gambarnya ya. Terus mau bawa apa lagi?
Z: Bawa kereta api, mobil, helikopter, bawa sapinya juga (Ziyad menyebutkan semua mainannya satu persatu dengan huruf "r" yg belum jelas.)
B: Baiklah, sekarang ayo kita siapin mainan yg mau dibawa, oke?

Alhamdulillah ketika di sekolah, Ziyad masih ingat perkataan saya untuk bermain bersama teteh-teteh panitia dan saya pun bisa fokus menjadi juri lomba baca puisi.

Meskipun di tengah-tengah acara Ziyad ingin main bareng saya. Akhirnya saya membolehkan Ziyad bermain di dekat saya. Dengan terlebih dulu menyampaikan bahwa bunda sedang menjadi juri dan Ziyad harus bisa bermain tanpa mengganggu bunda.

Jadilah di meja juri, Ziyad bermain-main dengan mainannya dan saya pun tetap bisa fokus.

Walaupun kadang Ziyad yang selalu ingin tahu bertanya-tanya terus. "Bunda, itu tetehnya lagi apa?" (sambil nunjuk peserta di panggung)
"Itu tetehnya lagi baca puisi"
"Ziyad juga mau naik ke sana"
"Iya boleh, tapi nanti kalau udah selesai acara ya,"
"Iya bunda" (sambil kembali bermain)

Terima kasih untuk kerjasama hari ini ya, Nak. Bunda senang mengajak Ziyad dalam aktivitas bunda, karena dengan itu kita bisa belajar banyak hal.😘

#hari1
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes