Diskusi Review NHW #5 "Belajar Cara Belajar" - Teh Deska Diskusi Review NHW #5 "Belajar Cara Belajar" - Teh Deska
TERBARU

Diskusi Review NHW #5 "Belajar Cara Belajar"

PERTANYAAN:

Anak saya laki-laki usia 10th. saya mulai menggali bakat dan minatnya. Dia suka menggambar detail pesawat, selalu menggunakan logika dalam menyelesaikan masalah, dab masih banyak hal-hal yg mengagumkan dari dalam dirinya.
Akan tetapi, setiap orang pasti memiliki kekurangan. Salahsatunya, dia lebih senang menyelesaikan 'permasalahan' sendiri. Jadi, saat di sekolah diminta untuk berdiskusi, dia tidak terlalu antusias, atau jika diminta mewawancarai narasumber dalam rangka tugas sekolah, dia juga cenderung tidak terlalu antusias.
Bagaimana ya cara saya agar saya selalu 'meninggikan gunung bukan meratakan lembah'?


JAWABAN:

1. Dibantu dgn stimulasi sering di ajak ngobrol, berdiskusi dg cara orang tua sering melontarkan pertanyaan kpd anak dalam kegiatan sehari-hari.

2. Kalo menurut saya disini lah mulai nya meninggikan gunung, Teh Ungky. Mungkin memang hal tsb tidak menarik buat anak, jadi biarlah jgn dipaksa. Lebih baik menggali hal-hal yg dia suka

3. Luar biasa putranya teh ungky👍
Sekarang tinggal meninggikan gunungnya yaa.
Coba dimulai bersama bundanya dulu. Ajak diskusi bersama dgn bunda dan mulai dilatih utk Belajar cara belajar yg berbeda.😊

4. Orang yg selalu bermain logika cenderung otak kiri yg digunakan. Jadi yg hubungan nya sosial seperti wawancara emang kurang antusias. Nah sebenernya itu bisa dilatih sedikit demi sedikit lho bu. Perlu kesabaran untuk bisa meninggikan gunung. Seperti istilah org seni ga perlu pintar matematika. Semangat bu untuk terus mengembangkan bakat kaka...

5. Sepertinya kakak termasuk kecenderungan bahkan bisa jadi dominan otak kiri, senang menggambar berarti kecerdasan imagenya tinggi, logika tinggi, cocok jadi arsitek/insinyur teknik sipil.
Gaya belajar otak kiri memang lebih senang menyendiri, cenderung anti sosial, kurang suka bergaul. Berkebalikan dengan gaya belajar otak kanan.

6. Klo menurt saya, jgn dipaksakan.
Lebih baik diasah kemampuan dibidang yg dia minati nya.

Tp mgkn bs dilatih jiwa sosialisasi nya, dgn dpertemukan dgn teman2 yg kocak atw seru. Kan lama2 scra tdk lgsg dia jg ikut berdiskusi/ngobrol scra plahan dgn teman2 atw komunitasnya.
Tp jgn dipaksakan.

Biarlah dia bkembang dgn kelebihannya.
Bunda ckup memantau dan ksh sdkit stimulasi2 kecil untk merangsang dia senang bercerita dirumah, berpendapat, dgn kakak adik, ayah bundanya..

7. Meninggikan gunung, mengembangkan kemampuan menggambarnya. Sediakan kertas kanvas, A3, cat air, atau pensil warna. Minta ia menggambar sesuka hatinya.

Atau bisa ngasih tembok rumah buat dibikin lukisan mural. Seperti di film Upin & Ipin, melukis tembok dengan telapak tangan sebagai hadiah dari kepala sekolah karena menang lomba menghias taman.

Jika berhubungan dengan sosial, bisa jadi kecerdasan interpersonalnya kurang. Mungkin yanv menonjol justru kecerdasan intrapersonalnya. Jadi kakak anak yang PD. Tinggal dimunculkan lagi PDnya. Untuk hubungan sosial, bisa sedikit demi sedikit dilatih mulai dari rumah, bagaimana membangun hubungan dengan saudara sekandung, ayah ibu, sepupu, dll. Nanti lama kelamaan jika terbiasa insyaAllah akan mudah bergaul.

8. Bahkan orang yang punya test bakatnya bilang gini, "kalau dominan otak kiri, artinya kiri >=60% akan ada kecenderungan anti sosial, apatis, bahkan yang lebih ekstrem berpotensi menjadi psikopat.
Nah pernah suatu waktu saya nonton on the spot, ada anak2 pintar secara kognitif tapi hati mereka mati, karena mereka tega membunuh ortu sendiri 😭 Jadi bener yang dibilang pemilik test bakat itu teh.
Tapi kalau kakak mah mungkin seneng main aja, kurang suka kerja kelompoknya. Biasanya kalau sepemikiran, nyambung, baru kakak bisa seneng diskusi. Jadi harus nyari yang seimbang atau mengimbangi. 😊
Selama mau bergaul dengan yang lain, kekhawatiran psikopat bisa diminimalisir teh. Bahkan diabaikan. InsyaAllah kakak mah soleh, dididik sama ortu soleh 😊


PERTANYAAN:

Anak sy 7th, kesukaan lainnya adalah ngomooong terus, tapi yang menurut saya kurang baik karena dia ngomongin orang atau nyinyir terus 🤦🏼‍♀

Liat org ini "ihh liat itu preman, liat si itu mah nilainya selalu jelek"

Berani sumpah, saya dan papahnya tidak begitu 😭😭
Sudah saya nasehatin, tapi qo gitu lagi gitu lagi yaa 😭😭
Gimana yaa kira2 ?


JAWABAN:

1. Setiap orang punya 8 kecerdasan, tetapi beda kadarnya. 4 menonjol, ditandai nilai + kalau di finger print, 4 lagi (-) artinya kurang menonjol. Meninggikan gunung berarti mengabaikan yang (-) dan menggali yang (+).
Kakak berarti logika (+), image (+), intrapersonal (+). Karena kurang suka bersosial berarti interpersonal (-). Tinggal dicari 1 lagi diantara kecerdasan linguistik, kinestetik, atau musik. Mana diantara 3 itu yang terlihat menonjol.

2. Diarahin aja teh, dengan mendoakan. Kalau bilang ini itu, saya teteh diingetin "eh mending kita doain yuk, semoga anaknya jadi pinter kayak kakak", atau hal yang baik2 lainnya.

3. Bagus jadi penyiar radio tuh, teh 😄
Coba sering direkam suaranya, terus minta dengerin lagi. Biasanya anak audio cara belajarnya begitu. Terutama untuk hapalan, suruh ngulang hapalan sambil direkam jadi nanti bisa diputar ulang, ngecek tajwid dan makhrajnya dsb.

Atau bisa dilatih pura2 jadi wartawan, merekam wawancara atau bacain berita koran. Pokoknya energinya dialihkan ke hal2 positif. Daripada cape ngomongin orang mending latihan jadi penyiar radio yuk!, misalnya.

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes