Archive For July 2017 July 2017 - Teh Deska
TERBARU

Ibu sebagai Agen Perubahan

Permasalahan Diri:

Pemahaman Piqh Wanita

1.      Tentang bagaimana seharusnya ibadah seorang muslimah,

2.      Meneladani akhlak muslimah (muslimah penghulu surga, shohabiyah, istri para Rasul, ibunda para ulama)

3.      Kewajiban-kewajiban seorang muslimah (terhadap diri, suami, anak, keluarga, dan lingkungan masyarakat)

SOLUSI :

1.      Belajar memahami Piqh Wanita,

2.      Banyak membaca kisah-kisah para muslimah teladan,

3.      Bersungguh-sungguh menjalani peran yang saat ini sedang dijalankan.



PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE



Ø  MINAT HOBI KETERTARIKAN

Menulis dan Public Speaking

Ø  SKILL, HARD, SOFT

Menulis Buku, Menjadi Trainer, dan Motivator

Ø  ISU SOSIAL

Degradasi Moral Remaja khususnya Remaja Muslimah

Ø  MASYARAKAT

Pelajar, Mahasiswa, dan Muslimah pada umumnya

Ø  IDE SOSIAL

Menulis Buku tentang Muslimah, Mengadakan Training Kemuslimahan, Membuat dan Menjalankan Komunitas Muslimah (Girls On The Track/ GOTT)


Cerita Bersama Ibu

Mah... Teteh sekarang sudah jadi ibu seperti mamah...

Lihat mah... cucu Mamah sekarang sudah besar, sudah pinter bisa baca doa untuk kedua orangtua.

Meskipun tiga tahun lalu saat teteh akan melahirkan, Mamah tidak ada di samping teteh, tapi yang terbayang kala itu justru wajah mamah.

Teteh membayangkan dan merasakan apa yang mamah rasakan saat melahirkan teteh dulu. Meski perjuangan mamah lebih berat sebab mamah melahirkan Teteh dan Dede dalam waktu yang hampir bersamaan.

Mamah, dulu teteh ingin sekali mamah bisa menggendong Ziyad walau sebentar.

Teteh juga ingin belajar jadi ibu yang baik dari mamah.

Berat rasanya menjalani hari-hari awal setelah lahiran tanpa kehadiran mamah. Apalagi sekarang saat harus mengasuh, membesarkan, dan mendidik Ziyad.

Terbayang bagaimana dulu mamah repot mengurus dua anak kembar sekaligus seperti Teteh dan Dede yang sering merepotkan mamah...

Mah... Teteh belum sempat membahagiakan mamah, belum sempat mewujudkan impian mamah, belum sempat mengabdi pada mamah...

Maafkan teteh ya Mah...

Meskipun mamah kini telah tiada, tapi bagi teteh mamah selalu ada.
Ya, mamah selalu ada di dalam doa-doa teteh.

Satu yang selalu teteh harapkan...Semoga kelak kita bisa dipertemukan kembali di Surganya Allah.

Berkumpul bersama Bapak, dan semua keluarga kita tercinta. Aamiin...

Dalam rindu yang mendalam...


#CeritaBersamaIbu
#KelasMenulisKisahInspiratif
#AntologiKisahInspiratifBersamaIbu

Misi Hidup dan Produktivitas

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

Aktivitas di kuadran SUKA dan BISA :
Nulis dan Bisnis
(BE) Pengusaha dan Penulis
(DO) Menjadikan bisnis Auto Pilot dan Menulis banyak buku
(HAVE) Free Financial dan Free Time bersama keluarga

Life Mapping :

GOAL

Free Financial
Passive Income
Fokus Homeschooling Ziyad
Freedom Financial

TARGET

2017 : Income minimal Rp 10.000.000
2018 : Januari - Beres Rumah
2018 : Juni - Umroh
2019 : Januari - Have a Cara
2020 : Lunas Rumah
2020 : Naik Haji

SWOT

S : Link, Skill
W : Time, Team
O : Banyak Seller, Melek Media
T : Cicilan Rumah, Hutang

ACTION

Bangun sistem
Jalankan sistem
Istiqomah
Perbanyak Link
Perbanyak ibadah
Hemat
Realisasikan Agenda harian, mingguan, bulanan
Rajin belajar

Menjadi Bunda Produktif

Tahapan Menuju Bunda Produktif

Berdasarkan hasil temu bakat, saya telah mengetahui tipe kekuatan diri (strenght typology), berikut hasilnya:



DESKA PRATIWI, Anda adalah orang yang senang bersahabat, senang melayani dan bertanggung-jawab, banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya, selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang, senang mengkomunikasi ideanya, suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur, pekerja keras, fokus, perfeksionis dalam hal hasil, teliti, suka berhubungan dengan orang, baik utk mempengaruhi, bekerjasama atau melayani, dan bertanggung jawab, senang menghayal tentang apa yang mungkin terjadi jauh ke masa depan.

Potensi Kekuatan saya ialah :
1. AMB - AMBASSADOR
2. CRE - CREATOR
3. EDU - EDUCATOR
4. JOU - JOURNALIST
5. QCA - QUALITY CONTROLLER
6. SEL - SELLER
7. VIS – VISIONARY

Potensi Kelemahan saya ialah :
1. CMD - COMMANDER
2. EVA - EVALUATOR
3. MED - MEDIATOR
4. OPE - OPERATOR
5. TRE – TREASURY

Strength Cluster (%) :
1. Networking 29%
2. Generating Idea 29%
3. Elementary 14%
4. Technical 14%
5. Headman 14%

Tes kemampuan dan temu bakat tersebut sesuai dengan kepribadiaan dan hobi yang saya miliki saat ini. Dalam tahapan bunda produktif ini, saya mulai benar-benar bisa menemukan potensi kekuatan diri. Berdasarkan hasil tes, saya sebenarnya mememiliki kemampuan dalam bidang-bidang yang telah disebutkan. Seperti menjadi AMBASSADOR, CREATOR, EDUCATOR, JOURNALIST, QUALITY CONTROLLER, SELLER, dan VISIONARY.

Mengenai potensi kelemahan diri, saya akan berusaha untuk memperbaikinya. Namun, saya akan lebih memfokuskan diri pada potensi kekuatan daripada memikirkan kelemahan.

Sekarang tugas saya adalah mbagaimana mengoptimalkan setiap potensi agar saya bisa menjadikan diri saya sebagai bunda yang produktif. Untuk mengasah potensi tersebut memang dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan konsistensi saya dalam menjalankannya. Saya akan berusaha selalu belajar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Berikut ini adalah kuadran aktivitas saya

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan saya BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA
Kuadran 4 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan saya TIDAK BISA



Suka
Tidak Suka
Bisa
Menulis
Bisnis
Membaca
Silaturahim
Mengisi Training
Membuat Plan & Dream
Jalan-jalan mencari inspirasi
Mengajar/ Mendidik Anak
Nongkrong/ Ngobrol-ngobrol dengan tetangga
Menghafal

Tidak Bisa
Berkebun
Pencatatan Keuangan
Membuat Kerajinan Tangan
Traveling
Merealisasikan Manajemen Waktu
Tawar Menawar Harga
Mengikuti agenda dadakan


Surat Cinta "Menjadi yang Teristimewa"

Teruntuk Suamiku Tercinta


Suamiku,
Tahukah kau, jauh sebelum kita dipertemukan
Aku pernah memohon pada Sang Penggenggam Hati
Agar kelak Dia mempersatukan hatiku
dengan seseorang yang hatinya terpaut juga pada-Nya

Sebisa mungkin aku pun berusaha untuk menjaga
Meski dalam perjalanan, aku sempat tersilap
Tersandung kerikil, 
Bahkan mungkin hampir terjatuh dalam sebuah jurang

Namun, satu yang selalu kuyakini
Bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya
Tak ada sedetik pun Ia menjauh, meski kita sering berpaling

Bahkan, ketika selangkah aku mulai mendekat
Ribuan kasih sayang-Nya telah lebih dulu mendekapku
Ia pertemukan aku denganmu, suamiku
Dalam istikharah yang syahdu
Allah telah pilihkan engkau untuk menjadi pendamping hidupku

Suamiku,
Sesekali saat engkau tidur
Diam-diam aku selalu memandang wajahmu
Wajah yang penuh guratan kasih sayang dan tanggung jawab
Aku bersyukur menjadi istrimu
Sebab, Allah Ar-Rahmaan telah meniupkan ruh kasih sayang-Nya padamu

Sehingga aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan
Mengapa ada seorang lelaki yang rela mengorbankan harta, tenaga, dan waktunya
Demi seorang wanita yang belum lama ia kenal
yang kini hadir di hidupnya
Mengapa ada seorang lelaki yang begitu pengertian
Mau mendidik istri dan anaknya dengan penuh cinta
Demi bisa membangun istana surga bersama

Suamiku,
Seandainya  aku boleh memintamu menjadikanku sebagai Khadijahmu
Maka, ada satu pinta yang lahir dari perasaanku sebagai seorang hawa
Aku ingin tak ada selainku sebelum Allah memanggilku
Seperti bunda Khadijah menjadi yang teristimewa di hati Rasulullah Saw.
Namun, aku pun ingin meneladani indahnya akhlak bunda Khadijah
Yang setia mendampingi suaminya dalam suka dan duka

Suamiku,,
Terimakasih untuk segalanya
Rasanya tak sanggup  tangan ini menuliskan segala yang telah engkau perjuangkan 
Untuk keluarga kecil kita
Namun, lisanku tak pernah berhenti memanjatkan doa
Setulus hati, sedalam cinta
Padamu, kekasihku
Agar Allah selalu menjagamu dan mempersatukan hati kita untuk selalu terpaut pada-Nya
Hinga kelak kita bisa bersatu kembali di surga-Nya yang abadi
Suamiku,
Aku mencintaimu karena Allah
Sungguh...

Dalam dekapan cinta-Nya

Dari Istrimu, bidadari surgamu
(130717/ 09.00)

Ketika Suami Enggan Terlibat

Adakah bunda di sini yang merasa terbebani dengan pendidikan anak? Merasa lelah sendiri dalam mengurus anak? Atau sang ayah yang menyerahkan seluruh tanggung jawab mengurus anak pada ibu saja?

Padahal, sejatinya pendidikan seorang anak bukan hanya tugas bagi seorang Ibu, melainkan kedua orangtua memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik putra-putrinya.

Bagi bunda yang memiliki kegalauan seperti di atas, pertanyaan serupa pernah ditanyakan oleh seorang peserta saat perkuliahan di Institut Ibu Profesional yang saat itu diisi oleh Pak Dodik Mariyanto (Suami dari Ibu Septi Peni Wulandani - Founder IIP).

"Bagaimana agar suami semangat juga ikut pembelajaran, karena yang sering itu bundanya yang disuruh belajar dan dituntut mempraktikkannya?"

Pertanyaan tersebut terjawab dengan sangat tepat dan menggugah oleh Pak Dodik.

"Bunda senang berkativitas bersama anak-anak?
Bahagia?
Sebenar-benar bahagia?
Atau 'pura-pura' bahagia?
Jika memang sungguh-sungguh bahagia beraktivitas bersama anak, cukupkan dengan itu. Tidak perlu menuntut pasangan untuk ini-itu.
Nikmati saja.
Bergembiralah bersama.
Jika suami melihat kegembiraan anak dan istrinya, masa ngga mau gabung?
Dan andaipun tidak juga mau ikut barengan bahagia, ya sudah, tak perlu banyak diminta yang ia memang tidak mau.
Bergembira saja sendiri bersama anak-anak."

Maka, saya sendiri pun bersyukur memiliki suami yang penuh pengertian, mau terlibat aktif dalam pendidikan anak, bahkan turut bermain bersama anak.

"Jika saat ini suami enggan terlibat, barangkali karena bunda berkeinginan berbagi beban, bukan berbagi kegembiraan"

Karena itu bunda, mari berbagi kebahagiaan bersama pasangan.
Bahagia  dalam mendidik anak.
Bahagia mengurus rumah tangga.
Bahagia dengan segala kesederhanaan.
Bahagia atas setiap rezeki-Nya.
Bahagia dengan segala kelebihan dan kekurangan.
Bahagia menjalani kehidupan.
Bahagia hingga ke surga...
Aamiin...

Ibu Manajer Handal Keluarga

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Peran seorang ibu sejatinya adalah sebagai Manajer Keluarga. Tugas mulia ini harus berangkat dari Panggilan Hati agar kita dapat menjalankan peran ini dengan kesungguhan hati.

Maka, saya telah memutuskan untuk tidak hanya menjadi Ibu yang biasa-biasa saja. Namun, menjadi seorang Ibu Profesional.

Karena itu, ibu Profesional harus mampu menjadi manajer keluarga sebab manajemen keluarga adalah tugas kita.

Saya memulai dari menentukan tiga aktivitas yang paling penting dan tiga aktivitas yang paling tidak penting.

Sesuai dengan Ceklis indikator profesionalisme peran saya, maka aktivitas yang paling penting terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Aktivitas sebagai seorang individu,
2. Aktivitas sebagai seorang istri,
3. Aktivitas sebagai seorang ibu.

Seluruh aktivitas tersebut sudah tertuang dalam Nice Homework #1.

Kemudian, tiga aktivitas yang paling tidak penting yaitu:

1. Online (Stalking FB, IG, dll.) yang kurang bermanfaat,
2. Nonton film,
3. Jalan-jalan

Saya telah membuat jadwal harian yang menjadi acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk list jadwal harian saya share dalam bentuk pict ya.

Saya membagi jadwal harian menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Jadwal sebelum subuh untuk menjadi time (shalat tahajud, mengaji, dan menulis)
 2. Jadwal bada subuh untuk aktivitas keseharian sebagai seorang istri dan ibu
3. Jadwal bada isya untuk aktivitas bisnis dan belajar (online)

Semoga saya bisa konsisten menjalankan seluruh planning yang telah saya tuliskan agar saya bisa menjadi seorang ibu Profesional. Aamiin.

Diskusi Review NHW #5 "Belajar Cara Belajar"

PERTANYAAN:

Anak saya laki-laki usia 10th. saya mulai menggali bakat dan minatnya. Dia suka menggambar detail pesawat, selalu menggunakan logika dalam menyelesaikan masalah, dab masih banyak hal-hal yg mengagumkan dari dalam dirinya.
Akan tetapi, setiap orang pasti memiliki kekurangan. Salahsatunya, dia lebih senang menyelesaikan 'permasalahan' sendiri. Jadi, saat di sekolah diminta untuk berdiskusi, dia tidak terlalu antusias, atau jika diminta mewawancarai narasumber dalam rangka tugas sekolah, dia juga cenderung tidak terlalu antusias.
Bagaimana ya cara saya agar saya selalu 'meninggikan gunung bukan meratakan lembah'?


JAWABAN:

1. Dibantu dgn stimulasi sering di ajak ngobrol, berdiskusi dg cara orang tua sering melontarkan pertanyaan kpd anak dalam kegiatan sehari-hari.

2. Kalo menurut saya disini lah mulai nya meninggikan gunung, Teh Ungky. Mungkin memang hal tsb tidak menarik buat anak, jadi biarlah jgn dipaksa. Lebih baik menggali hal-hal yg dia suka

3. Luar biasa putranya teh ungky👍
Sekarang tinggal meninggikan gunungnya yaa.
Coba dimulai bersama bundanya dulu. Ajak diskusi bersama dgn bunda dan mulai dilatih utk Belajar cara belajar yg berbeda.😊

4. Orang yg selalu bermain logika cenderung otak kiri yg digunakan. Jadi yg hubungan nya sosial seperti wawancara emang kurang antusias. Nah sebenernya itu bisa dilatih sedikit demi sedikit lho bu. Perlu kesabaran untuk bisa meninggikan gunung. Seperti istilah org seni ga perlu pintar matematika. Semangat bu untuk terus mengembangkan bakat kaka...

5. Sepertinya kakak termasuk kecenderungan bahkan bisa jadi dominan otak kiri, senang menggambar berarti kecerdasan imagenya tinggi, logika tinggi, cocok jadi arsitek/insinyur teknik sipil.
Gaya belajar otak kiri memang lebih senang menyendiri, cenderung anti sosial, kurang suka bergaul. Berkebalikan dengan gaya belajar otak kanan.

6. Klo menurt saya, jgn dipaksakan.
Lebih baik diasah kemampuan dibidang yg dia minati nya.

Tp mgkn bs dilatih jiwa sosialisasi nya, dgn dpertemukan dgn teman2 yg kocak atw seru. Kan lama2 scra tdk lgsg dia jg ikut berdiskusi/ngobrol scra plahan dgn teman2 atw komunitasnya.
Tp jgn dipaksakan.

Biarlah dia bkembang dgn kelebihannya.
Bunda ckup memantau dan ksh sdkit stimulasi2 kecil untk merangsang dia senang bercerita dirumah, berpendapat, dgn kakak adik, ayah bundanya..

7. Meninggikan gunung, mengembangkan kemampuan menggambarnya. Sediakan kertas kanvas, A3, cat air, atau pensil warna. Minta ia menggambar sesuka hatinya.

Atau bisa ngasih tembok rumah buat dibikin lukisan mural. Seperti di film Upin & Ipin, melukis tembok dengan telapak tangan sebagai hadiah dari kepala sekolah karena menang lomba menghias taman.

Jika berhubungan dengan sosial, bisa jadi kecerdasan interpersonalnya kurang. Mungkin yanv menonjol justru kecerdasan intrapersonalnya. Jadi kakak anak yang PD. Tinggal dimunculkan lagi PDnya. Untuk hubungan sosial, bisa sedikit demi sedikit dilatih mulai dari rumah, bagaimana membangun hubungan dengan saudara sekandung, ayah ibu, sepupu, dll. Nanti lama kelamaan jika terbiasa insyaAllah akan mudah bergaul.

8. Bahkan orang yang punya test bakatnya bilang gini, "kalau dominan otak kiri, artinya kiri >=60% akan ada kecenderungan anti sosial, apatis, bahkan yang lebih ekstrem berpotensi menjadi psikopat.
Nah pernah suatu waktu saya nonton on the spot, ada anak2 pintar secara kognitif tapi hati mereka mati, karena mereka tega membunuh ortu sendiri 😭 Jadi bener yang dibilang pemilik test bakat itu teh.
Tapi kalau kakak mah mungkin seneng main aja, kurang suka kerja kelompoknya. Biasanya kalau sepemikiran, nyambung, baru kakak bisa seneng diskusi. Jadi harus nyari yang seimbang atau mengimbangi. 😊
Selama mau bergaul dengan yang lain, kekhawatiran psikopat bisa diminimalisir teh. Bahkan diabaikan. InsyaAllah kakak mah soleh, dididik sama ortu soleh 😊


PERTANYAAN:

Anak sy 7th, kesukaan lainnya adalah ngomooong terus, tapi yang menurut saya kurang baik karena dia ngomongin orang atau nyinyir terus 🤦🏼‍♀

Liat org ini "ihh liat itu preman, liat si itu mah nilainya selalu jelek"

Berani sumpah, saya dan papahnya tidak begitu 😭😭
Sudah saya nasehatin, tapi qo gitu lagi gitu lagi yaa 😭😭
Gimana yaa kira2 ?


JAWABAN:

1. Setiap orang punya 8 kecerdasan, tetapi beda kadarnya. 4 menonjol, ditandai nilai + kalau di finger print, 4 lagi (-) artinya kurang menonjol. Meninggikan gunung berarti mengabaikan yang (-) dan menggali yang (+).
Kakak berarti logika (+), image (+), intrapersonal (+). Karena kurang suka bersosial berarti interpersonal (-). Tinggal dicari 1 lagi diantara kecerdasan linguistik, kinestetik, atau musik. Mana diantara 3 itu yang terlihat menonjol.

2. Diarahin aja teh, dengan mendoakan. Kalau bilang ini itu, saya teteh diingetin "eh mending kita doain yuk, semoga anaknya jadi pinter kayak kakak", atau hal yang baik2 lainnya.

3. Bagus jadi penyiar radio tuh, teh 😄
Coba sering direkam suaranya, terus minta dengerin lagi. Biasanya anak audio cara belajarnya begitu. Terutama untuk hapalan, suruh ngulang hapalan sambil direkam jadi nanti bisa diputar ulang, ngecek tajwid dan makhrajnya dsb.

Atau bisa dilatih pura2 jadi wartawan, merekam wawancara atau bacain berita koran. Pokoknya energinya dialihkan ke hal2 positif. Daripada cape ngomongin orang mending latihan jadi penyiar radio yuk!, misalnya.

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes