Q&A Learning How to Learn - Teh Deska Q&A Learning How to Learn - Teh Deska
TERBARU

Q&A Learning How to Learn

(Hasil Diskusi Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional pekan ke-5 tentang "Bagaimana Cara Belajar")

Pertanyaan:
1. Dari teh Maria

Boleh minta contoh konkret tentang peran orang tua sebagai pemandu?

Jawaban​:
✓Pemandu itu tugasnya menyiapkan bahan. Memberi petunjuk plus menemani. Ga lupa abadikan juga reaksi yg timbul dari apa yg kita beri ke anak. Jadi nanti bisa ketauan minat anak ke mana. Buat bahan portofolio 😁

✓Pemandu = memberi fasilitas baik secara moril atau materil

✓pemandu, menurut kamus besar bahasa Indonesia ,salah satu artinya adalah penunjuk jalan. Menemani yang dipandu.

✓Salah satu contoh pemandu, dalam bahasa IIP disebut fasilitator. Memfasilitasi,membersamai belajar hingga peserta menemukan jawaban atas Pertanyaan nya sendiri
Bukan menjadi orang yang serba bisa menjawab semua pertanyaan dari peserta
Pun sama dengan peran orangtua sebagai pemandu
Orangtua mendampingi proses belajar anak. Contoh ketika kita ajak anak bermain diluar, kita bersamai mereka ,diskusikan dengan anak apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan ,apa yang ingin mereka ceritakan. Pun ketika ada tantangan orangtua bukan menjadi problem solvernya, namun mengarahkan bagaimana anak untuk mendapatkan solusinya

Pertanyaan
2. Dari Teh Fanny

Dalam materi disebutkan bahwa anak perlu diajari untuk mengembangkan struktur berpikirnya. Idealnya dari sejak kapan kita bisa mengajarkan ini? Bagaimana caranya? Apakah anak umur 5thn sudah bisa diajak berpikir secara lebih terstruktur?

Jawaban​:
✓Jadi flashback dulu pas belajar ttg Haji, ada pemandu nya.. Si pemandu hadir berdasarkan pengalaman nya yg sudah terlebih dulu perjalanan haji.. Mungkin kita sbg orgtua brusaha jd pemandu yg baik krn sudah pernah hidup duluan ketimbang anak..

✓Sepertinya umur 5th belum terstruktur #imajinasi mereka masih loncat2

✓Setelah umur SD atau sekitar 7th, mereka mulai bisa diajak berdiskusi secara runut

✓Anak nisa diajak berpikir terstruktur saat fitrah belajarnya mulai berkembang. Yaitu saat umur 7tahun. Ksrna umur 0-6thn anak masih berpikir abstrak
Misal saat anak sakit. Kita ngobrol ko bisa sakit? Kenapa? Enak g sakit itu? Biar g sakit harus gimana?

✓0-7 belum digenjot utk bisa memahami ilmu.. 7-14 baru bisa dimulai dgn pemahaman yg berstruktur..

Tapi saya kok malah jd mikir lagi yaaa.. Bagi anak yg usia 5 tahun sudah hafal quran contoh nya Husen Thobathoba'i yg diberi gelar doktor cilik.. Di usia 7 tahun hafal berikut tafsirannya.. Itu cara belajarnya gimana yaaaa.. Pernah baca bukunya, orgtua menerapkan setiap hari dari awal hamil sampe anaknya lahir dan tumbuh diperdengarkan terus murotal oleh suara ibunya dan ayahnya.. Mungkin bisa jd referensi buat teh hanny kalo mau dicoba di usia balita..

✓Kalo kata suami mah, ketika anak sudah bisa ngomong, dan bisa diajak ngomong.. Maksudnya komunikasi 2 arah..

✓Sesuai dgn materi pekan ke5 di atas, Untuk mengembangkan struktur berfikir Anak, ajak anak utk tidak hanya sekedar menghafal & menerima pelajaran saja, tp diajak berdiskusi & aktif bertanya jg tentang hal2 yg telah dipelajarinya, informasi yg diperolehnya, dan ilmu2 baru yg diperolehnya di lingkungan.


Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes