Archive For June 2017 June 2017 - Teh Deska
TERBARU

Learning How To Learn

DESAIN PEMBELAJARAN

Misi Hidup : Menjadi motivator dan inspirator khususnya bagi anak dan muslimah atau calon pendidik bangsa
Bidang : Parenting dan Pendidikan Kemuslimahan
Peran : Motivator dan inspirator

Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut di antaranya:

Untuk bisa menjadi ahli di bidang parenting dan pendidikan kemuslimahan, maka tahapan ilmu yang harus dikuasai sebagai berikut :
a.       Muslimah Perfect (Be a Great Muslimah) : Memahami Fiqh Wanita (ilmu-ilmu tentang kemuslimahan/ seputar wanita dalam Islam, memahami peran-peran hidupnya sebagai hamba Allah, anak, istri, ibu, dan sosial)
b.      Muslimah Smart (Be a Smart Muslimah) : Pengembangan diri seorang Muslimah dengan mengasah Keterampilan dan potensi diri muslimah
c.       Muslimah Love (Be a Good Mom) : Pemahaman wanita sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya dan memberikan segenap cintanya untuk keluarga  (Ilmu-ilmu tentang Parenting)

Desain Pembelajaran Sesuai dengan misi hidup, bidang, dan peran yang telah saya pilih:

Model Pembelajaran :

Model pembelajaran yang saya gunakan untuk mempelajari ilmu Parenting dan Pendidikan Kemuslimahan adalah Read, Praktice, and Action

1. Read and Study
Membaca banyak literatur baik dalam buku, internet, dll. sesuai dengan jurusan ilmu yang telah saya pilih. Selain itu belajar langsung pada ahlinya melalui seminar dan training baik secara online maupun offline

2. Praktice (Try and Success)
Mulai mempraktikan apa yang telah saya baca dan ilmu yang telah saya peroleh

3. Action
Merealisasikan semua ilmu dalam kehidupan sehari-hari

Time :
Saya akan memulai belajar awal Juli 2017 dengan memberikan delapan jam waktu saya setiap hari untuk belajar. Sehingga akan tercapai Milestone sesuai apa yang telah saya tetapkan.

Materi :

1. Menguasai ilmu Fiqh Wanita yang berisi penjelasan tentang wanita lengkap
Sumber bacaan : Buku Fiqh Wanita dan sumber dari media lain

2. Menguasai ilmu Parenting tentang Pendidikan anak
Sumber bacaan : Buku Pendidikan Anak dalam Islam dan sumber dari media lain

3. Menguasai ilmu pengembangan diri sesuai passion saya dalam bidang Enterpreneur dan Writer
Sumber bacaan : Buku Bisnis dan Kepenulisan, sumber dari media lain

Q&A Learning How to Learn

(Hasil Diskusi Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional pekan ke-5 tentang "Bagaimana Cara Belajar")

Pertanyaan:
1. Dari teh Maria

Boleh minta contoh konkret tentang peran orang tua sebagai pemandu?

Jawaban​:
✓Pemandu itu tugasnya menyiapkan bahan. Memberi petunjuk plus menemani. Ga lupa abadikan juga reaksi yg timbul dari apa yg kita beri ke anak. Jadi nanti bisa ketauan minat anak ke mana. Buat bahan portofolio 😁

✓Pemandu = memberi fasilitas baik secara moril atau materil

✓pemandu, menurut kamus besar bahasa Indonesia ,salah satu artinya adalah penunjuk jalan. Menemani yang dipandu.

✓Salah satu contoh pemandu, dalam bahasa IIP disebut fasilitator. Memfasilitasi,membersamai belajar hingga peserta menemukan jawaban atas Pertanyaan nya sendiri
Bukan menjadi orang yang serba bisa menjawab semua pertanyaan dari peserta
Pun sama dengan peran orangtua sebagai pemandu
Orangtua mendampingi proses belajar anak. Contoh ketika kita ajak anak bermain diluar, kita bersamai mereka ,diskusikan dengan anak apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan ,apa yang ingin mereka ceritakan. Pun ketika ada tantangan orangtua bukan menjadi problem solvernya, namun mengarahkan bagaimana anak untuk mendapatkan solusinya

Pertanyaan
2. Dari Teh Fanny

Dalam materi disebutkan bahwa anak perlu diajari untuk mengembangkan struktur berpikirnya. Idealnya dari sejak kapan kita bisa mengajarkan ini? Bagaimana caranya? Apakah anak umur 5thn sudah bisa diajak berpikir secara lebih terstruktur?

Jawaban​:
✓Jadi flashback dulu pas belajar ttg Haji, ada pemandu nya.. Si pemandu hadir berdasarkan pengalaman nya yg sudah terlebih dulu perjalanan haji.. Mungkin kita sbg orgtua brusaha jd pemandu yg baik krn sudah pernah hidup duluan ketimbang anak..

✓Sepertinya umur 5th belum terstruktur #imajinasi mereka masih loncat2

✓Setelah umur SD atau sekitar 7th, mereka mulai bisa diajak berdiskusi secara runut

✓Anak nisa diajak berpikir terstruktur saat fitrah belajarnya mulai berkembang. Yaitu saat umur 7tahun. Ksrna umur 0-6thn anak masih berpikir abstrak
Misal saat anak sakit. Kita ngobrol ko bisa sakit? Kenapa? Enak g sakit itu? Biar g sakit harus gimana?

✓0-7 belum digenjot utk bisa memahami ilmu.. 7-14 baru bisa dimulai dgn pemahaman yg berstruktur..

Tapi saya kok malah jd mikir lagi yaaa.. Bagi anak yg usia 5 tahun sudah hafal quran contoh nya Husen Thobathoba'i yg diberi gelar doktor cilik.. Di usia 7 tahun hafal berikut tafsirannya.. Itu cara belajarnya gimana yaaaa.. Pernah baca bukunya, orgtua menerapkan setiap hari dari awal hamil sampe anaknya lahir dan tumbuh diperdengarkan terus murotal oleh suara ibunya dan ayahnya.. Mungkin bisa jd referensi buat teh hanny kalo mau dicoba di usia balita..

✓Kalo kata suami mah, ketika anak sudah bisa ngomong, dan bisa diajak ngomong.. Maksudnya komunikasi 2 arah..

✓Sesuai dgn materi pekan ke5 di atas, Untuk mengembangkan struktur berfikir Anak, ajak anak utk tidak hanya sekedar menghafal & menerima pelajaran saja, tp diajak berdiskusi & aktif bertanya jg tentang hal2 yg telah dipelajarinya, informasi yg diperolehnya, dan ilmu2 baru yg diperolehnya di lingkungan.


Public Speaking Ala Ibu Profesional

(Program 30 Menit Lebih Dekat dengan TIM NASIONAL IIP)

Selasa (13/06/17), Kelas Matrikulasi IIP Batch 4 Wilayah Garut kedatangan tamu spesial dari Tim Nasional Institut Ibu Profesional.

Beliau adalah Mba Ike Pratiwi, alumnus Public Relation & Communication UGM, melanjutkan studi dengan jurusan yang sama di Universitas Indonesia.
Mba Ike adalah Founder dan aktif dalam komunitas homeschooling PANCAR.

Dalam diskusi kali ini Mba Ike berbagi pengalamannya tentang Public Speaking.
Beberapa dari peserta bercerita tentang kesulitan mereka untuk bisa percaya diri saat mengemukakan pendapat di depan umum.

Terkait hal ini, Mba Ike memberikan tips dan trik agar bisa lebih percaya diri.

Tips percaya diri :

1. Berdoa
2. Berpikir positif
3. Kenali kepribadian Anda
4. Gali kekuatan dan potensi diri, temukan keunikan Anda, siasati kelemahan
5. Banyak membaca
6. Tingkatkan kualitas diri
7. Latihan, latihan, latohan, dan perbanyak jam terbang

Ada juga yang mengungkapkan bahwa jika berbicara di depan umum suka grogi sampai bicara tak beraturan dan terkadang bibir kelu saat berbicara.

Untuk hal ini, Mba Ike memberikan TIPS MENGATASI DEMAM PANGGUNG, di antaranya:

✔ Persiapan yang matang.
✔ Rileks sejenak dengan mendengarkan musik atau membaca artikel yang ringan sebelum _manggung_.
✔ Tarik nafas dalam - dalam, minum air putih jangan yang dingin.
✔ Lakukanlah senam kecil untuk melemaskan otot - otot yang tegang.
✔ Jangan minum kopi, merokok atau minum obat - obatan yang keras.
✔ Jangan memegang microphone di awal pembicaraan.
✔ Gunakanlah Cue Card yang tebal.
✔ Pandanglah wajah yang kita kenal atau wajah audience yang simpatik.
✔ Berpikir positif bahwa Saya pasti *BISA*, _*YES, I CAN*_
✔ Berdoa, kepada DIA Sang Maha Pemberi Kekuatan. Semoga tantangan ini terlewati dan lancar dijalankan.

🍀 *TRIK* : _Kenalilah dengan baik materi yang dibawakan. Jika membawakan materi yang tidak akrab dengan kita, maka kita akan merasa tidak nyaman dan demam panggung akan terjadi._

Teh Hany, salah seorang peserta Matrikulasi juga mengungkapkan kesulitannya. "Saya senang mengajar dan paling senang ketika orang lain paham. Masalah yang saya hadapi adalah teknik olah vokal. Suara saya kurang jelas untuk kelas besar, sehingga lebih nyaman mengajar privat.  Di awal-awal bisa terdengar ke belakang, lama-kelamaan suara saya gampang serak.
Nah, bagaimana cara melatih teknik vokal agar tetap stabil meski harus menerangkan berjam-jam? Meskipun saat ini saya fokus jadi IRT, namun suatu saat nanti saya ingin membuat taman baca dan ingin mendongeng untuk anak2 di sekitar kompleks." 😊

Untuk masalah yang dihadapi teh Hany terkait vokal, Sekjen Fasilitator Nasional IIP ini mengatakan bahwa untuk latihan vokal ada tekniknya. Suara yang ke luar hendaknya memperhatikan intonasi, artikulasi, phrasing, volume, tempo.

⭐🌟 *SUARA* 🌟⭐

Tidak hanya penyanyi, tapi Public Speaker juga perlu latihan vokal untuk bisa mengontrol suara, tempo, intonasi, dan lain sebagainya.

Latihan pernafasan juga sangat disarankan. Akan lebih baik jika kita menggunakan pernafasan diafragma.

🍀 *TIPS & TRIK*
✔ Latihan vokal
✔ Latihan pernafasan

Selain ahli dalam bidang Public Speaking, ibu yang dikenal dengan nama Ikhe Fanani ini juga merupakan praktisi Homeschooling.

Beliau bercerita bahwa sudah memutuskan untuk mempraktikkan homeschooling sejak anak pertamanya lahir. Pertimbangannya agar anak bisa lebih baik pendidikannya daripada kedua orangtuanya.

Mba Ike yang mengaku mengenal IIP pertama kali dari social media ini juga mengungkapkan motivasinya, "Saya ingin memberikan kualitas yang terbaik untuk kehidupan suami dan anak dengan mengikuti Institut Ibu Profesional."

(Deska)



Mendidik dengan Kekuatan Fitrah



Bismillahirrahmaanirrahiim...
Saya telah  memilih jurusan ilmu Parenting di Universitas Kehidupan ini. Sebab, saya ingin bisa membangun perdaban dari dalam rumah. Saya sangat membutuhkan lmu parenting sebagai bekal dalam mendidik generasi emas, putra-putri saya yang akan menjadi penerus perjuangan dalam mengemban amanah di bumi ini.

Saya akan memulai untuk konsisten mengisi cheklist harian sebagai sarana untuk senantiasa memau “memantaskan diri” setiap saat, untuk melatih diri dengan keras agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri saya.

Membaca maksud Allah menciptakan diri saya di bumi ini sebagai Khalifah fil Ard. Membangun peradaban yang Islami dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, kemudian masyarakat sekitar. Agar hidup saya selama di dunia ini bermanfaat untuk banyak orang. Dengan segala potensi yang saya miliki saya ingin bisa menebar kebaikan untuk orang lain. Khususnya untuk anak saya di masa emasnya, kemudian untuk para remaja generasi penerus bangsa ini. Khususnya remaja muslimah calon ibu bagi generasi. Saya ingin bisa menginspirasi banyak orang.

Misi Hidup : Menjadi motivator dan inspirator khususnya bagi anak dan muslimah atau calon pendidik bangsa
Bidang : Parenting dan Pendidikan Kemuslimahan
Peran : Motivator dan inspirator

Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut di antaranya:

Untuk bisa menjadi ahli di bidang parenting dan pendidikan kemuslimahan, maka tahapan ilmu yang harus dikuasai sebagai berikut :
a.       Muslimah Perfect (Be a Great Muslimah) : Memahami Fiqh Wanita (ilmu-ilmu tentang kemuslimahan/ seputar wanita dalam Islam, memahami peran-peran hidupnya sebagai hamba Allah, anak, istri, ibu, dan sosial)
b.      Muslimah Smart (Be a Smart Muslimah) : Pengembangan diri seorang Muslimah dengan mengasah Keterampilan dan potensi diri muslimah
c.       Muslimah Love (Be a Good Mom) : Pemahaman wanita sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya dan memberikan segenap cintanya untuk keluarga  (Ilmu-ilmu tentang pengasuhan anak)

Penetapan Milestone untuk memandu setiap perjalanan saya dalam menjalankan misi hidup.
Saya menetapkan KM 0 pada usia 26 tahun, dan berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (Sepuluh ribu) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup.

Saya akan mendedikasikan 8 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktikkan, menuliskan bersama pasangan. Sehingga dalam jangka waktu satu tahun akan terlihat hasilnya:
KM 0 – KM 1 (Trimester 1/ 4 bulan) : Menguasai ilmu seputar Kemuslimahan (Piqh Wanita)
KM 1 – KM 2 (Trimester 2/ 4 bulan) : Menguasai ilmu seputar keterampilan dan potensi diri muslimah (Enterpreneur dan kepenulisan)
KM 2 – KM 3 (Trimester 3/ 4 bulan) : Menguasai ilmu seputar parenting dan kerumahtanggaan

The First Project : Menyelesaikan dan Menerbitkan Buku Juli 2017
The Second Priject : Mengadakan Training Kemuslimahan untuk pelajar dan mahasiswa
The Third Project : Mengadakan Pelatihan intensif atau Sekolah Perempuan
Project Utama bersama Suami : Membuat Kurikulum Homeschooling (Satu tahun)
Memulai Homeschooling tahun 2018 (Usia Ziyad 4 tahun)


Membangun Peradaban dari Dalam Rumah



Potensi Kekuatan Anak

Ziyad, saat ini berusia 2 tahun 9 bulan. Di usianya yang belum genap tiga tahun itu dia sudah mulai menunjukan potensinya yang luar biasa. Di antara potensi yang dimilikinya adalah sebagai berikut:           


1.      Saat ini dia sudah hafal huruf-huruf hijaiyah, mampu membacanya, dan mengenali bentuk hurufnya.
2.      Bisa berhitung dari angka 1 sampai 10.
3.      Suka membantu ketika diminta tolong dan mudah diarahkan
4.      Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
5.      Memiliki daya tahan tubuh tinggi sehingga tidak mudah sakit
6.      Aktif bergerak, berlari, dan tidak bisa diam
7.      Suka berceloteh
8.      Sudah terbiasa mengucapkan bismillah ketika akan makan dan minum
9.      Sudah terbiasa makan dan minum menggunakan tangan kanan
10.  Ketika akan meminta tolong selalu mengucapkan “Ayah/ bunda, minta tolong...”
11.  Mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu atau ketika dibantu
12.  Mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan
13.  Mampu menghafal surat-surat pendek (An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Fatihah)
14.  Mampu menghafal beberapa ayat di surat-surat panjang (An-Naba, Al-Kahfi)
15.  Sudah bisa mengucapkan namanya sendiri, nama ayah, nama bunda, alamat rumah
16.  Sudah mengenal dan menyebutkan nama Tuhan (Allah), nabi Muhammad, kitab Al-Quran
17.  Terbiasa jongkok ketika buang air kecil
18.  Mampu membongkar pasang mainan
19.  Sudah bisa memegang pensil dengan benar
20.  Suka menulis dan mencorat-coret dinding atau buku
21.  Mampu membuka dan menutup pintu pagar dengan benar dan menguncinya
22.  Memiliki nafsu makan yang tinggi/ tidak susah makan
23.  Sudah bisa membuka celana sendiri
24.  Sudah bisa makan sendiri menggunakan tangan atau sendok dengan benar
25.  Sudah bisa menggunakan dan menyisir rambut sendiri
26.  Sangat tertarik dengan mainan alat transportasi (Kereta api, mobil, pesawat, perahu, motor, dll.)
27.  Bisa melakukan gerakan solat dengan benar
28.  Bisa mengumandangkan adzan
29.  Selalu ingin ikut sholat di masjid bersama ayah
30.  Bisa berdizikir (Subhanal, walhamdulillah, walailahailallah, wallohu akbar)
31.  Bisa dan terbiasa membaca do’a keluar rumah ketika akan pergi berangkat ke luar
32.  Sangat suka bermain air dan pasir
33.  Suka bermain bola dan sudah bisa menendang bola dengan benar
34.  Suka dengan hewan (Kucing, burung, ikan)



Kekuatan Potensi Diri
Allah swt. menciptakn manusia dengan sempurna dan diberikan potensi dan kekuatan yang luar biasa. Setiap manusia memang memiliki potensi yang berbeda. Namun ketika potensi itu diasah, akan menjadi sebuah kekuatan dan hasil yang sangat baik. Begitu pula dengan diri saya sendiri yang mencoba menggali potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh saya sendiri. Berikut ini adalah beberapa potensi saya:

1.      Bisa menulis tulisan fiksi dan non fiksi
2.      Pernah menjadi wartawan surat kabar/ koran
3.      Bisa membuat reportase atau hasil wawancara
4.      Senang membaca buku tentang motivasi, parenting, bisnis, kisah, dll.
5.      Suka berbisnis dan jualan berbagai barang
6.      Bisa merekrut orang atau membuat jaringan untuk bisnis
7.      Senang membuat presentasi/ power point
8.      Bisa memberikan motivasi atau materi dalam training/ kajian
9.      Senang mendengarkan cerita/ curhat orang lain dan berusaha memberikan solusi
10.  Pernah mengajar di SD, SMP, dan SMA
11.  Bisa mengajar dan mendidik
12.  Memiliki banyak kenalan atau jaringan dengan mahasiswa
13.  Memiliki friendlist full di FB
14.  Bergabung dengan Komunitas Menulis Online

Membaca kehendak Allah mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang saya miliki:

Hal selalu saya yakini adalah bahwa rencana Allah itu selalu indah. Salah satunya mengapa saya dipertemukan dengan suami dan memiliki anak (Ziyad). Saya yakin Allah telah memberikan segala yang terbaik untuk saya dan keluarga. Dengan hadirnya suami dalam kehidupan saya, menjadi pelengkap bagi hidup saya. 

Suami memiliki kesamaan hobi dan potensi yang sama dengan saya yaitu senang menulis dan memiliki jiwa pebisnis. Bahkan kami pun memiliki mimpi menjadi seorang penulis dan dapat menerbitkan buku bersama. Kami bergabung dalam komunitas menulis online untuk mengasah kemampuan menulis. Dengan potensi ini kami berharap bisa berkarya bersama, menebarkan kebaikan melalui tulisan kami. Selain itu, suami saya memiliki potensi dalam mengelola blog. Sehingga saya pun bisa belajar dari beliau dan dapat menghasilkan dari blog tersebut.

Dalam hal berbisnis, kami memiliki pemikiran yang sama bahwa sesuai dengan sunah Rasul menjadi seorang pengusaha sukses. Karena itu, saat ini kami sedang membangun bisnis bersama. Saya pun setelah resign dari pekerjaan bisa manjalankan bisnis di rumah. Begitu pula dengan suami yang saat ini sudah mulai merintis usaha, membangun bisnis bersama. Sebab, kami memiliki mimpi yang besar dalam membangun peradaban. Khususnya fokus utama kami adalah anak, penerus generasi.

Dalam pendidikan anak, kami memiliki cita-cita sama yaitu ingin mendidik anak langsung, memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak, dan menjadikannya generasi emas yang bisa membanggakan keluarga, bangsa, dan agama.


Membaca Maksud Allah Tentang Lingkungan Tempat Tinggal

            Allah telah menciptakan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini dengan begitu sempurna. Termasuk ciptaan-Nya yang menghampar luas, bumi yang kita pijak saat ini. Allah pun telah memberikan amanah kepada setiap manusia untuk menjadi Khalifah Fil Ard/ pemimpin di muka bumi, karena itu, kita pun harus bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. 

            Lebih khusus lagi terhadap lingkungan tempat tinggal kami saat ini. Allah tentu mempunyai maksud khusus mengapa saat ini kami berada di lingkungan ini. Kami memang baru menempati tempat tinggal yang sekarang ditempati sekitar satu tahun. Meskipun begitu tapi saya sendiri khususnya belum begitu mengenal seluruh warga yang ada di lingkungan ini. Harapan saya bisa bersilaturahim dengan para tetangga khususnya dan lebih luas lagi bisa mengenal seluruh warga yang ada di perum ini. Agar silaturahim bisa lebih luas.

            Dari segi keamanan Insya Allah lingkungan tempat tinggal kami ini tergolong aman sebab sudah ada petugas khusus yang menjaga keamanan perum dan jalan pun nyaman digunakan untuk bermain anak-anak. Para tetangga pun sangat baik, namun memang saya sendiri yang harus lebih banyak bersosialisasi dengan para tetangga. Saya ingin bisa mengenal mereka dengan baik, menjadikan mereka adalah baik dari keluarga juga. Sebab ketika ada sesuatu yang terjadi pasti tetangga terdekatlah yang akan membantu pertama kali. Semoga Allah memudahkan saya untuk bisa menjalin silaturahim dengan semua warga.

            Saya mulai bisa memahami maksud mengapa kami berada di lingkungan ini. Agar kami bisa berdakwah, bersosialisasi, dan saling mengajak dalam kebaikan. Karena selama ini saya lebih fokus pada kondisi mahasiswa atau lingkungan kampus. Tapi, setelah berkeluarga maka dakwah saya pun harus lebih meluas pada masyarakat. Sebab masyarakat adalah lingkungan pertama yang akan dikenal oleh anak kami yang akan menentukan karakter dan tumbuh kembang generasi penerus kami. Ketika kondisi lingkungan sudah baik, maka kami pun akan lebih mudah dalam mendidik anak sesuai harapan kami.
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes