Archive For May 2017 May 2017 - Teh Deska
TERBARU

Menjadi Ibu Profesional

Selama 26 tahun perjalanan hidup saya, banyak hal telah saya pelajari.

Mulai dari pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi. Banyak ilmu yang telah saya peroleh di dunia pendidikan formal. Namun, saya benar-benar mulai menemukan passion saya ketika mulai masuk ke perguruan tinggi. Saya merasa passion saya ada dalam bidang kepenulisan. Sebab, sejak SMA saya sudah bergabung menjadi wartawan di media massa.

Selain itu, ketika kuliah saya memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya merasa itu pilihan tepat bagi saya sebab sesuai dengan hobi menulis saya.

Seiring waktu, saya mulai mencoba menekuni bidang lain yang tidak sejalan dengan pendidikan saya saat itu. Ya, saya mulai berwirausaha ketika masih kuliah. Alhamdulillah berbekal pengalaman saya dalam dunia usaha inilah yang kini mengantarkan saya menjadi seorang Mompreneur.

Namun, ketika ditanya satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di Universitas Kehidupan ini, bukan ilmu tentang kepenulisan atau ilmu bisnis yang saya pilih. Melainkan ilmu PARENTING. Mengapa?

Sebab saya ingin menjadi seorang ibu profesional, saya ingin belajar menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak. Saya ingin belajar menjadi sosok ibu yang selalu dirindukan. Saya ingin bisa mendidik anak-anak saya. Menjadikan mereka pemimpin bangsa yang jujur, adil, dan amanah. Membimbing mereka menjalani kehidupan ini. Menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah yang selalu berbakti kepada kedua orang tua. Anak-anak yang selalu mendoakan kami meski kelak kami telah tiada.

Baca juga :

Before die, I wanna be a Mother


Strategi dalam menuntut ilmu parenting ini yaitu,

1. Membuat visi misi keluarga bersama suami
2. Menyusun Grand Desain kehidupan rumah tangga kami dan pola pendidikan untuk anak-anak kami
3. Mengikuti pendidikan di Institut Ibu Profesional
4. Membaca buku-buku tentang parenting
5. Belajar lebih banyak pada ahli di bidang parenting

Salah satu ilmu yang pertama kali saya peroleh di Institut Ibu Profesional adalah tentang Adab Menuntut Ilmu. Saya berharap dapat memperbaiki diri saya dalam hal ini.

Salah satunya yaitu mencatat setiap ilmu yang diperoleh dan berusaha untuk selalu mengamalkannya. Sebab, ilmu itu harus diikat dengan mencatatnya. Maka, saya pun akan memulai untuk selalu mencatat setiap ilmu yang diperoleh minimalnya melalu website yang saya kelola.

Saya pun akan mencoba untuk memperbaiki segalanya mulai dari diri sendiri, mulai saat ini, dan mulai dari sini, di keluarga kecil kami.

Before die, I wanna be a Mother

Dulu sekali...zaman masih kuliah pernah bikin status di FB:
"Before die, I wanna be a Mother"

Mengapa?

Sebab, saya tak pernah tahu sampai kapan saya hidup di dunia ini, tak pernah ada yg tahu usia kita.

Namun, yang saya tahu bahwa ketika seseorang meninggal dunia, semua terputus kecuali 3 hal yg tidak akan terputus bahkan pahalanya akan terus mengalir meski kita telah tiada. Yaitu ilmu yg bermanfaat, shodaqoh jariyah, dan do'a anak yg shalih & shalihah.

Ya, saya ingin hidup saya di dunia ini tak sia2, bahkan ketika telah meninggal pun akan terus mengalir kebaikan2.

Salah satunya adalah do'a anak yg shalih & shalihah. Karena itu, anak2 kita merupakan aset yg sangat berharga.

Maka, saya ingin bisa fokus mendidik anak saya, menjadi calon pemimpin yg jujur, amanah, menjadi seorang hafidz, dan anak yg shalih shalihah yg bisa mendoakan kedua orangtuanya.

Sehingga kami bisa mewujudkan Visi keluarga kami yaitu Masuk Surga bersama-sama... Aamiin.

Alhamdulillah... Sekarang saya bisa merasakan bahagianya menjadi seorang Ibu.😊

Semoga Allah membimbing kami dalam menjalankan segala amanah-Nya.

#DeskaTheMompreneur
#SehidupSesurga
#BaitiJannati

Kami Anak Kembar

Ya, kami anak kembar yang sejak dalam kandungan tak pernah bisa terpisahkan. Dari kecil selalu bersama kemana-mana. Kadang ketawa bareng, nangis bareng, dan semua hal kita lakukan bersama-sama.

Kami anak kembar yang sejak lahir selalu memakai dan membeli barang yang sama. Baju yang sama, sandal sama, tas sama, dan semua mainan pun harus sama! Mulai dari bentuk, warna, jumlah barang, bahkan potongan rambut pun ya harus sama persis.
Kami anak kembar yang kata orang kembar identik. Banyak yang mengatakan susah membedakan mana kakak dan adiknya. Hanya orang-orang terdekat yang dapat langsung membedakan kami. Khususnya Mamah yang paling tahu perbedaan kami. Karena memang sebenarnya kami tak sama, hanya mirip.

Kami anak kembar yang tak selalu dengan karakter sama. Terkadang ada saja selisih atau perbedaan pendapat dan pandangan di antara kami. Tapi kami akan mudah akur jika terjadi silang pendapat. Meskipun banyak hal yang kami sepakat dan sepaham.

Kami anak kembar yang ternyata tak selamanya bisa melangkah di jalan yang sama. Meski kami sama-sama berusaha untuk selalu ada di jalan kebaikan. Mulai terpisahkan tempat belajar saat SMA, kuliah, bahkan hingga kini semakin terpisahkan jarak. Kami akui, tak selamanya dapat saling bergenggamam tangan. Adakalanya kita harus memilih jalan masing-masing dan menjalani takdir yang telah ditetapkan-Nya.

Kami anak kembar yang hingga detik ini masih satu hati. Sebab, sejauh apapun jarak, sejatinya kami selalu dekat. Ya, dekat dalam hati dan doa. Meski rindu selalu hadir untuk bisa berkumpul bersama sebagaimana kami telah bersama sejak dalam kandungan. Tapi kami yakin, ada Allah yang selalu menjaga dan mencurahkan kasih sayang kepada setiap hamba-Nya.

Kami anak kembar. Ya, kami anak kembar dan kami bersyukur terlahir sebagai anak kembar.😊

Tips Melatih Anak Toilet Training

Kali ini saya akan sharing tentang Toilet Training ya.
Kalau ziyad sebenarnya mulai diajarkan TT sebelum usia 2 th. Tp mulai konsisten di usia 2 th.

Awalnya pakai Training Pants tapi ternyata ngga berhasil, dia malah merasa aman-aman saja kalau pipis di training Pants.
Akhirnya saya lepas, dan mulai diajarkan untuk pipis di Kamar Mandi. Setiap 1 atau 2 jam sekali saya ajak ke kamar mandi.

Baca juga:

Nantikan Bunda di Surga ya, Nak


Meski di awal bunda harus sabar dengan anak yg kadang suka pipis dimana aja. Sabar untuk ngepel setiap saat. 😄
Tp saya selalu mengajarkan ziyad untuk ke kamar mandi. Jadi kalau ditanya: Dede pipisnya dimana? Maka otomatis dia jawab: Di kamar mandi.

Alhamdulillah sekarang kalau mau pipis suka bilang dan sudah bisa ke kamar mandi sendiri meski ujung-ujungnya main air...😄 Tp tetap saya pantau.

Intinya bunda, kita harus konsisten kalau mau TT. Pernah pas ziyad sakit terpaksa pakai clodi, akhirnya harus mulai dari​ awal lagi.

Insya Allah kalau kita telaten, sabar, dan konsisten akan mudah melatih anak untuk Toilet Training.

Semangat ya bunda...
😊
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes