Archive For April 2017 April 2017 - Teh Deska
TERBARU

Muslimah Cerdas

Mengapa seorang wanita itu harus cerdas?
Sebab, dari rahimnyalah akan terlahir generasi-generasi baru dan ia bertanggung-jawab untuk mendidik mereka. Wanita pula yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seperti sebuah madrasah yang menjadi tempat belajar dan menimba ilmu, maka seperti itu pula seorang wanita.

Di tangannya ada amanat yang sangat besar, di pundaknya ada tanggung-jawab yang tak terkira, dan di dalam genggamannya ada harapan yang begitu besar.


Kita harus menjadi muslimah yang cerdas, sebab tantangan dunia ini semakin berat. Jika tak memiliki ilmu yang cukup, maka bisa jadi kita akan tergilas. Dengan ilmu itulah kita mampu menghadapi berbagai ujian dunia dan menaklukannya.

Wanitalah yang menjadi tiang Negara. Jika tiangnya saja roboh karena tak berilmu, bagaimana bisa ia menopang Negara ini.
Islam pun telah mengajarkan kita untuk terua mencari ilmu hingga ke berbagai penjuru dunia.

Meskipun kita sebagai seorang muslimah, tetap terbuka lebar kesempatan untuk menuntut ilmu, asal tidak keluar dari batasan syariat.

Ini beberapa hal yang harus kita perhatikan saat menuntut ilmu :
1. Niatkan mencari ilmu karena Allah
2. Saat belajar di luar rumah, gunakan pakaian yang sesuai syariat (menutup aurat, tidak transparan, dan tidak ketat)
3. Tetap menjaga pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan.
4. Menjaga interaksi dengan lawan jenis
Saat belajar di luar pasti akan berinteraksi dengan lawan jenis, karena itu jaga interaksi kita agar tidak berlebihan. Dengan tetap menjaga izzah kita sebagai seorang muslimah.
5. Persiapkan hati, pikiran, dan fisik yang kuat saat belajar

Muslimah itu tidak hanya sekedar cantik, anggun, lemah lembut, namun harus memiliki ilmu agar semakin sempurna kecantikan itu. Meski cantik iti tidak dilihat dari fisik, tapi dari kepandaian seorang muslimah saat berbicara, kepiawaiannya saat mengambil tindakan, dan keterampilannya saat menentukan keputusan.

Kecerdasan seorang mslimah akan terlihat dari caranya bertutuk kata dan bersikap. Maka, saya setuju dengan istilah 'Tong kosong nyaring bunyinya'. Seorang yang tak berilmu akan mudah berbicara namun tak bermakna. Semoga kita termasuk dari bagian orang yang selalu berpikir sebelum berucap dan bertindak.

Ilmu Allah itu begitu luas dan bisa kita peroleh di mana saja. Karena itu, bukalah mata hati dan pikiran kita agar mampu menerima setiap ilmu baru yang datang setiap saat di mana pun.




Muslimah Preneur

Seperti Khadijah ra. Beliau adalah seorang pengusaha muslimah yang kekayaan hampir 1/3 Kota Mekah saat itu. Bayangkan yang menjadi saudagar kaya di Mekah saat itu adalah seorang wanita. Bahkan Khadijah sudah berbisnis hingga ke luar negeri dengan banyak karyawan termasuk Muhammad saat itu.

Khadijah ra. juga seorang wanita yang sangat cerdas. Beliau begitu semangat mencari ilmu, bahkan sudah mengetahui tanda-tanda kenabian suaminya.

Selain itu, beliau juga seorang wanita sehat yang subur. Di usia empat puluh tahun saat menikah dengan Muhammad, beliau bisa melahirkan banyak anak.

Khadijah seorang wanita cantik yang sangat menjaga kehormatannya. Bahkan beliau dijuluki 'wanita suci' yang bisa menjaga kesuciannya.

Kali ini yang akan kita bahas adalah kemampuan beliau dalam berdagang. Meskipun beliau adalah seorang wanita, namun beliau bida menunjukkan bahwa wanita pun bisa berdagang, berkarya, dan berprestasi.

Khadijah telah mencontohkan bahwa jika kita ingin menjadi orang kaya, maka berdaganglah. Sebab Rasulullah saw. pun telah menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu dari berniaga atau berdagang.
Maka, apakah kita hanya mau mendapatkan rezeki dari satu pintu saja? Padahal pintu-pintu yang lain menambah besar rezekinya. Tinggal bagaimana kita mau membuka kesembilan pintu lainnya.

Jangan hanya puas dengan rezeki dari satu pintu yaitu pekerjaan yang saat ini ditekuni. Mulailah berbisnis. Sebab, Bob Sadino seorang pengusaha sukses pernah mengatakan bahwa setinggi-tingginya jabatanmu, kamu tetap seorang pegawai. Tapi, sekecil-kecilnya usahamu, kamu adalah BOS nya.

Berdagang pun bisa menjadikan kita kaya. Banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita kaya. Seperti halnya Khadijah ra, dengan kekayaannya beliau bisa membantu dakwah suaminya, mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah.

Begitu pula dengan diri kita, semoga bisa berdakwah dengan Harta agar menjadikannya penuh keberkahan. Bisa saling membantu dengan sesama, bersedekah, membahagiakan keluarga, dan teteap ingat tujuan utama kita yaitu mencari Ridho Allah swt.

Ajari Aku Cinta

Jika ada yang bertanya apa arti Cinta menurutmu?

Maka kujawab, tak pernah ada kata yang paling indah yang bisa mendeskripsikan arti Cinta selain kata "Cinta" itu sendiri.


Sebab ia hanya bisa dirasa oleh hati, tanpa bisa diterjemah oleh akal. Hanya Cinta sejati yang bisa menyelaraskan antara hati, akal, dan langkah orang yang sedang dilanda Cinta. Sementara Cinta yang semu hanya dikuasai oleh nafsu. Apa yang dirasa, dipikirkan, dan tindakan orang yang didera Cinta semu tak pernah bisa selaras. Hadirnya hanya membuat galau.

Memang benar adanya Cinta buta yang sering membuat orang lupa akan hakikat Cinta itu sendiri. Cinta yang tak dapat melihat hati siapa yang sedang dituju. Karena itu, hanya hati yang kuat yang dapat menuntun cinta buta ini. Padahal sejatinya cinta itu begitu sempurna, sebab ia hadir dari Yang Maha Sempurna. Hanya saja manusia yang menjadikannya buta.

Baca juga: Karena Cinta Aku Memilihmu

Allah Sang Maha Cinta telah menganugerahkan cinta pada setiap makhluknya. Dengan cinta pula Ia hadirkan kita ke dunia. Ya, melalui cinta kedua orang tua kita. Bahkan Allah telah meniupkan ruh Kasih sayangnya yang begitu besar pada seorang wanita bernama ibu. Karena itu, jika kita mencintai ibu kita, menghormati, dan menyayanginya, itu menjadi salah satu bentuk rasa cinta kita kepada Allah Ar-Rahman.

Meskipun cinta itu tak berbentuk dan tak berwujud, namun kita dapat merasakannya melalui orang-orang yang memiliki sifat penyayang. Orang yang memiliki cinta tak akan pernah menyakiti orang yang dicintanya. Ia justru menjaga agar cintanya tetap suci tak ternoda. Beda halnya dengan kebanyakan orang saat ini yang mengaku cinta tetapi ia menodai kesucian cinta itu sendiri.

Sebab Cinta itu menjaga bukan menodai, memahami bukan mendebat, mengasihi bukan menyakiti.

Setiap orang yang memiliki hati tentu dapat merasakan cinta suci itu. Namun tidak semua hati dapat menjaganya. Hanya hati yang bersih yang dapat menjaga kesucian cinta.

Ketika ia merasakan cinta, pasti akan dijaga sebaik-baiknya hingga syaitan tak mampu hinggap. Hingga tak ada sedikitpun celah bagi nafsu untuk masuk dan merusak kemurnian cinta.

Sebab cinta yang sudah terisi oleh nafsu hanya akan mencari kesenangannya sendiri. Mengubah hati yang awalnya bening menjadi keruh, lisan yang awalnya berkata manis menjadi kasar, dan langkah yang awalnya lurus menjadi berbalik arah menuju kesia-siaan.

Karena itu, saat cinta datang hiasi ia dengan ketakwaan dan iman yang kuat. Agar tak akan ada yang bisa mengotorinya. Jika kau belum mampu untuk menjaganya dengan sebuah ikatan suci, maka cukup kau serahkan cinta pada Sang Penggengam hati agar ia bisa kembali di saat yang tepat. Yaitu saat dua hati telah bersatu, saat ijab qabul telah terucap, dan saat kau telah siap menerima hadirnya.

Hingga cinta itu sendiri yang dapat membimbingmu melangkah menuju surga-Nya.

Mau Jadi Kerang Rebus atau Kerang Mutiara?

Sahabat muslimah, ada yang tahu dari mana asalnya mutiara? Ya, berasal dari seekor kerang yang berada jauh di dasar lautan. Tidak mudah orang untuk mendapatkannya. Butuh perjuangan dan kesabaran. Namun, tidak semua kerang dapat menghasilkan mutiara. Ada juga kerang-kerang biasa yang dijual di pasar. Semua orang bisa memilikinya dan bebas menikmatinya. Harganya pun sangat murah jika dibandingkan dengan kerang penghasil mutiara.

Mutiara itu tak ternilai harganya dan tak sembarang orang bisa memilikinya. Ia begitu indah dan begitu terjaga. Seperti itulah seorang muslimah yang senantiasa menjaga diri dan kesuciannya. Ia sangat istimewa sebab selalu taat pada Allah dan mengikuti sunah rasul. Ia jaga hati dari segala cinta semu, ia jaga lisan dari kata-kata yang tak pantas, ia jaga kaki dari melangkah ke tempat maksiat, ia jaga pandangan dari memandang yang haram, dan ia jaga seluruh tubuhnya dengan balutan jilbab yang sesuai syariat.



Jilbab menjadi mahkotanya, sebab itu yang akan mengantarkannya menuju surga. Bukan jilbab gaul atau jilbab transparan yang tetap mengumbar aurat. Namun, jilbab syari yang menutupi seluruh auratnya. Menggunakan jilbab merupakan sebuah kewajiban dan menjadi identitas seorang wanita muslimah. Dengan jilbab kita mudah dikenali dan terhindar dari pandangan orang-orang yang berniat tidak baik pada diri kita. Oleh sebab itu, kita jadi lebih terjaga dan terlindung.


Jika ada yang berkata belum siap untuk menggunakan jilbab, maka coba tanya ke dalam hati kita, siapkah kita menghadapi kematian yang tak pernah kita tahu kapan datangnya? Akankah kita berjilbab untuk pertama kali saat dikafani? Sudah siapkah kita menghadapi siksaan Allah di akhirat nanti karena selama di dunia tidak mengikuti perintah Allah untuk memakai jilbab? Semoga Allah menjauhkan kita dari pedihnya siksa neraka.


Sebagai seorang muslimah, salah satu kewajiban kita adalah menutup aurat. Biarlah diri kita menjadi seperti mutiara yang indah agar kelak kita kembali ke tempat yang indah di surga-Nya. Sebab, surga itu tak mudah kita dapatkan jika hanya dengan kesia-siaan. Namun, butuh perjuangan dan pengorbanan. Dengan berjilbab, meski berat dan banyak ujian, namun langkah kita menuju surga akan semakin ringan.

Akhlakmu Cerminan Hatimu

   Ketika kita sudah memutuskan untuk berhijrah, maka kita harus benar-benar menghijrahkan segalanya.
Total action dalam perubahan menjadi lebih baik. Selain belajar dan memperdalam ilmu agama, kita pun harus belajar tentang akhlak seorang muslim. Sebab, akhlak inilah yang akan menjadi keseharian kita, karakter, dan kebiasaan kita. Akhlak itu merupakan cerminan dari hati kita. Ketika hati sudah bersih, jernih, dan indah, maka akhlak pun akan turut mengikutinya. Karena itu, hal pertama dalam membentuk kepribadian seorang muslimah dalah membenahi hati terlebih dahulu.

Akhlakmu Cerminan Hatimu


Hati manusia memang tak selalu bersih seperti malaikat yang tak pernah melakukan dosa dan kesalahan. Namun, hati kita pun dapat dibersihkan dan disucikan sesering mungkin. Ibaratnya seperti lantai rumah yang setiap hari terinjak pasti tak pernah selalu bersih sebab setiap saat ada orang-orang yang selalu melalui lanai rumah itu. Maka, tugas kita adalah menyapu, mengepelnya, dan membersihkannya setiap hari agar nyaman untuk ditempati. Meskipun lantai itu akan kotor kembali karena terinjak tersu, tapi itu tak maslah sebab kita mampu untuk membersihkannya kembali. Sebab kita lebih nyaman melihat dan menempati rumah dengan lantai yang bersih daripada lantai yang kotor.


Begitu pula dengan hati kita, tak selamanya selalu bersih, pasti ada saja debu atau kotoran yang menempel pada hati. Maka, tugas kita adalah selalu membersihkanya dengan istighfar. Sebab, kita adalah manusia biasa yang sering khilaf dan tak sempurna. Terkadang ada hal yang menyebabkan hati itu kotor. Seperti ketika kita marah dengan pasangan, orang tua, atau teman, karena hal yang tidak kita suka, maka bagaimana perasaan kita ketika itu? Pasti ada yang menyesak dalam dada bukan/ Nah, ketika itulah ada masalah dalam hati kita. Bisa jadi kita kurang ikhlas dalam menerima kekrangan dan kelebihan diri kita atau orang lain. Sebab, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Karena itu, ikhlaskan hati kita, jernihkan pikiran kita dari hal-hal kotor, dan selalu ealuasi diri setiap saat.

Hal lainnya yang kadang tak kita sadari dan sudah mengototri hati yaitu rasa iri dan dengki. Contohkan saat kitabertemu seseorang yang berwajah cantik, atau memiliki sesuatu yang tidak kita miliki, terkadang ada persaan dalam diri ingin seperti orang tersebut, ingin memilikinya, ataupun merasa tak suka dengannya yang memiliki banyak hal. Maka, ketika perasaan itu itu muncul, sebenarnya sadar tak sadar sudah mengotori hati kita.

Sahabat muslimah, mulailah benahi hati kita, bersihkan dari kotran-kotoran dan debu yang menempel setiap waktu. Sebab, jika tak dibersihkan, maka titik hitam dosa kita yang awalnya hanya satu atau dua titik, akan semakin banyak dan menghitam. Jangan biarkan hati kita menjadi gelap karena dosa, jangan sampai Allah mengeraskan hati kita, sebab akan semakin sulit membersihkannya dan menjadikannya kembali lembut. Itulah mengapa Allah perintahkan kita untuk selalu beristighfar. Bahkan Rasulullah saw. pun lissannya tak pernah luput dari menyebut nama-Nya, memohon ampunanya. Apalagi kita manusia biasa yang sering lalai.


Jadikan hati seperti kaca yang bening yang memancarkan keindahan. Setiap orang yang memandangnya akan merasakan kebaikan pula dari akhlak yang memancar dari dalam hati. Muslimah yang hatinya sudah bersih dan jernih, akhlaknya pun akan mejadi baik sebab hatinya selalu terjaga. Hati yang bening, lembut, bersih, dan indah, itulah hati muslimah yang selalu dihiasi dengan istighfar dan ketawadhuan.

Tentang Masa Lalu

kita semua tentu memliki masa lalu. Masa lalu yang mungkin tak selalu indah. Dulu, ada hati yang kotor, ada ucapan yang sering menyakti, ada perbuatan yang tak pantas. Sehingga kita merasa diri ini begitu hina dan hati yang tak suci. Gelapnya masa lalu telah membuat kita terpuruk dan seringkali menyalahkan diri atas setiap helai dosa yang diperbuat.
Rasanya, taubat kita tak pernah cukup untuk menghapus semua dosa-dosa. Entah itu dosa yang telah diperbuat tangan yang mengambil dan memegang sesuatu yang haram, kaki yang telah melangkah ke tempat maksiat, mata yang memandang sesuatu yang tak seharusnya dipandang, pikiran yang sering memikirkan hal-hal kotor, lisan yang selalu berucap kasar, dan hati yang tak lagi suci.
Ingin rasanya mengubur masa lalu yang kelam itu sedalam-dalamnya. Atau jika kehidupan diibaratkan buku tulis, maka akan kita robek bagian kertas yang telah dipenuhi noda itu. Agar hanya catatan indah yang kita tuliskan dalam lembar kehidupan tersebut. Atau men-delete setiap peristiwa buruk yang ada dalam naskah skenario kehidupan kita. Lalu, kita berlari sekencang-kencangnya, menjauh, bahkan menghilang. Agar tak ada lagi masa lalu yang selalu membuntuti bahkan  menghantui diri kita.


Tentang Masa Lalu


Sahabat muslimah, yakinilah bahwa kita tak sendiri, ada Allah yang selalu setia menanti taubat hamba-Nya. Ada pintu maaf yang selalu terbuka bagi setiap manusia yang memohon ampunan-Nya. Dia akan memaafkan setiap dosa hamba yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Sebesar apapun dosa itu, pasti akan diampuni-Nya. Sebab, Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Akuilah setiap kesalahan diri di hadapan-Nya, bahwa kita benar-benar menyesal. Memohonlah ampunan-Nya, dan bertekadlah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bersihkan hati dan pikiran kita dari segala hal yang dapat mengotorinya. Ketika kita tak mampu melupakannya, biarlah Allah yang menghapusnya. Serahkan segalanya pada Allah. 

                Berserah diri setulus-tulusnya, sebenar-benar taubat.
                Merendahlah di hadapan-Nya, bukan di hadapan manusia.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati-hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah-lah, hati akan menjadi tenteram”. (QS Ar-Ra’d : 28)
                          Allah Ta’ala juga berfirman:
Sesungguhnya Rabb-mu maha luas pengampunan-Nya” (QS an-Najm: 32).
Allah swt. telah menunjukkan kepada kita betapa pemurah dan sayang kepada setiap hamba-Nya. Setiap hamba yang ingin menghambakan, memperbaiki diri dan istiqomah di jalan yang telah Alloh Ta’ala tunjukkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Taubat (yang benar) akan menghapuskan (semua dosa yang dilakukan) di masa lalu”. Dalam hadits lain yang semakna, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Orang yang telah bertaubat dari dosa-dosanya (dengan sungguh-sungguh) adalah seperti orang yang tidak punya dosa“. (HR Ibnu Majah no. 4250, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah) 

Saat kita telah bertaubat, maka maafkanlah diri kita yang telah melakukan kesalahan, maafkanlah setiap orang yang pernah hadir dalam masa lalu itu. Ikhlaskan dan serahkan segalanya hanya pada Sang Penggemgam hati, Allah swt. Dia yang akan menutup aib-aib kita, maka mendekatlah pada-Nya. Meski kita tahu selangkah kita mendekat, maka seribu langkah Ia telah terlebih dahulu dekat dengan kita. Hadirkan Allah dalam hati kita, hiasi setiap hari dengan amal ibadah dan mengingat-Nya. 
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes