Mengoptimalkan Potensi Akal - Teh Deska Mengoptimalkan Potensi Akal - Teh Deska
TERBARU

Mengoptimalkan Potensi Akal

Sadarilah bahwa kau begitu istimewa.
Wanita, sejuta keistimewaan yang kau miliki. Allah telah menganugerahkan segala keindahan pada dirimu. Penciptaan yang sempurna dari Yang Maha Sempurna.

Bersyukurlah pada-Nya atas kehidupan yang telah diberikan pada kita. Nikmat sehat, nikmat beribadah, nikmat berkumpul bersama keluarga, dan kenikmatan lain yang tak pernah dapat terhitung. Bahkan jika kau jadikan lautan srbaai tinta dan pohon sebagai penanyamaka takkan pernah cukup untuk bisa menuliskan segala nikmat dari-Nya, Rabb Semesta Alam.

Kita tercipta dengan berbagai potensi yang kita miliki. Namun sebagain orang tak menyadari akan potensi luar biasa yang telah diberikan Allah.

Manusia telah diberikan tiga potensi dasar yaitu akal, jasad, dan ruh atau hati.
Sudahkah kita mengoptimalkan semua potensi itu?

Mengoptimalkan Potensi Akal


Potensi pertama yang akan kita bahas yaitu potensi akal.

Sudahkah kita mengoptimalkan akal kita dalam berpikir?
Bahkan seorang ilmuan besar pun baru menggunakan otaknya sedikit saja. Bagaimana dengan kita yang belum berpikir apa-apa dan belum melakukan sesuatu yang luar biasa. Sayang sekali jika potensi akal kita tidak digunakan semaksimal mungkin.

Ketika orang-orang di luar sana sudah bisa menciptakan sebuah alat atau penemuan yang bermanfaat bagi banyak orang, lalu apa yang telah kita lakukan selama ini? Ketika orang-orang sudah belajar tentang banyak disiplin ilmu, bahkan sampai belajar ke luar negeri, kita masih di sini tanpa melakukan apa-apa. Ketika orang-orang sudah mendedikasikan ilmu yang telah ia dapat dan berkontribusi untuk pembangunan negeri ini, sementara kita belum melakukan hal yang besar.

Rasanya diri ini belum bisa dikatakan bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan jika tak bisa memberikan yabg terbaik untuk-Nya. Dengan kita mentafakuri segala keagungan Allah, berpikir bahwa kekuasaan Allah itu begitu luas melebihi bumi, langit, dan segala isinya, maka itu bisa menjadi salah satu cara kita untuk bersyukur atas potensi akal.

Jika kita bisa mengoptimalkan potensi otak yang kita miliki, maka pikiran kita akan terbuka. Bahwa sebenarnya kita hidup di dunia ini hanya sementara. Jika diibaratkan seperti lautan lagi, ketika kita mencelupkan jari telunjuk ke dalam air laut, kemudian saat mengangkat tangan kita akan ada setetes air yang jatuh dari jari. Maka, dunia itu seperti tetesan air itu dan lautan yang begitu luas adalah akhirat.

Maka itu sahabat, jadikan dunia dalam genggaman tangan kita dan akhirat dalam hati. Sebab, dunia hanya sementara, yang kekal abadi itu adalah akhirat. Jadi, jika sampai saat itu kita belum bisa mengoptimalkan potensi pikiran kita, maka segeralah bangkit, berdiri, dan berlari sekencang-kencangnya.

Masih banyak mimpi yang harus kita raih. Satu per satu harus kita realisasikan. Sebab, kita tak pernah tahu usia kita sampai kapan. Sebab kita tahu bahwa hidup kita di dunia ini tak lama. Maka, carilah bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akhirat nanti.

Selain bekal ilmu, kita pun harus mempersiapkan bekal amal. Setiap langkah yang kita ambil, setiap kata yang terucap, dan setiap helaan nafas akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes