Dari Narasumber Koran Jadi Narasumber Kehidupan (Part 2) - Teh Deska Dari Narasumber Koran Jadi Narasumber Kehidupan (Part 2) - Teh Deska
TERBARU

Dari Narasumber Koran Jadi Narasumber Kehidupan (Part 2)

Setiap orang pasti memiliki kisah berbeda-beda dalam mencari dan menemukan pendamping hidupnya. Kisah yang akan selalu terkenang dan menjadi memori yang indah suatu saat nanti. Bagi saya, kisah Indah itu tidak hanya disimpan dalam ingatan saja, namun harus dituliskan agar menjadi sejarah. Meski kisah ini tak seindah kisah orang-orang luar biasa lainnya, tapi saya berharap semoga bisa bermanfaat untuk diri saya pribadi juga orang lain.

***

Baiklah, kali ini saya akan melanjutkan kisah sebelumnya tentang bagaimana pertemuan saya dengan seseorang yang kini menjadi belahan hati saya. Bagi yang belum membaca part 1, silakan buka di www.tehdeska.com yaa.  😄

Di awali dari pertemuan pertama saat wawancara untuk berita di koran hingga dipertemukan kembali dalam wawancara ekslusif. Sudah ada yang tahu proses apa itu?

Yup, wawancara ekslusif itu adalah proses ta'aruf saya dengan suami. Sebelumnya kami saling bertukar proposal/biodata melalui guru mengaji masing-masing. Kemudian dipertemukan dalam taaruf untuk saling mengenal satu sama lain.

Ada yang berkesan saat taaruf itu yaitu ketika ustad mempersilakan untuk bertanya kepada pihak laki-laki dulu, eh dia bilang "Tidak ada pertanyaan, ustad. Semuanya sudah lengkap dalam proposalnya".

Seketika itu langsung saja saya tentunduk malu. Saya memang sudah menuliskan semuanya tentang diri saya lengkap dalam satu bundel proposal yang sudah dijilid rapi. Sebelumnya saya memang belum tahu bagaimana bentuk resmi sebuah proposal biodata. Dalam benak saya, proposal itu ya sama saja dengan proposal untuk pengajuan-pengajuan biasa. Harus lengkap, jelas, rapi, dan menarik.

Beda halnya dengan dia, saat saya menerima proposal miliknya, ternyata saat dibuka hanya selembar kertas yang berisikan biodata singkatnya saja.😒

Akhirnya, kejadian di awal pertemuan kami dulu terulang lagi. Layaknya seorang wartawan yang mewawancarai narasumbernya, saya sudah menyiapkan list pertanyaan yang banyak. Ya, maklum jiwa wartawan sudah melakat pada diri saya... 😁

Alhamdulillah proses taaruf pun berjalan lancar. Tak lama kemudian kami khitbah. Di tahun yang sama pula kami melangsungkan pernikahan.

Ada haru dan bahagia saat ijab qabul berlangsung. Meski saya tak didampingi kedua orangtua, namun saya tak pernah merasa sendiri sebab masih banyak orang-orang di sekeliling yang begitu menyayangi saya. Do'a terbaik untuk Mamah dan Bapak, semoga dipertemukan kembali di surga-Nya.

Kini, lengkap pula kebahagiaan saya dengan hadirnya suami yang menjadi imam saya menjalani kehidupan ini.

Puji syukur yang tiada terhingga pada Allah swt,  Sang Desainer kehidupan terbaik yang telah mengatur segalanya dengan begitu Indah. Meski sebenarnya banyak ujian yang telah dilalui, namun semuanya berakhir dengan Indah.

Saya selalu berharap, semoga kami bisa bersama-sama membangun rumah tangga yang diridhoi-Nya dan penuh keberkahan. Sebab, saya ingin bersama dengannya membangun rumah di surga... Aamiin.

#DeskaTheMompreneur


Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes