Archive For March 2017 March 2017 - Teh Deska
TERBARU

The Power of Dream

Dulu saya seorang yg ambisius. Punya mimpi besar dan selalu berusaha agar dapat mencapai mimpi2 itu.

Seperti halnya kebanyakan mahasiswa lain yang memiliki target lulus kuliah lebih cepat dengan predikat cum laude. Saya berusaha dengan belajar sungguh-sungguh dan mencari beasiswa agar tidak membebani kakak untuk biaya kuliah.

Mimpi saya dulu ingin melanjutkan kuliah S2 sampai S3 bahkan pernah bermimpi ingin kuliah di luar negeri. Beberapa kompetisi saya ikuti, salah satunya pemilihan mahasiswa berprestasi. Ketika itu saya mengambil karya tulis dengan temal "Resolusi Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional".

Saya berpikir harus menjadi salah satu bagian dari pembawa perubahan bagi negeri ini. Cita-cita yang mulia memang. Di usia yang masih muda saya ingin mengukir masa depan yang cemerlang.

Alhamdulillah satu persatu mimpi itu terwujud. Saya bisa mendapat beasiswa kuliah dan lulus lebih cepat dengan cumlaude. Tak lama setelah lulus kuliah saya mendapatkan pekerjaan kemudian menikah. Itu pun sudah saya catat dalam 'Dream Book' bahwa saya ingin menikah maksimal usia 23 tahun, alhamdulillah di usia 22 tahun saya sudah menikah dan menemukan pendamping hidup yang sholeh.

Namun, saya menyadari bahwa manusia memang hanya bisa berencana dan berusaha, Allah jua yang menentukan. Hal yang selalu saya yakini bahwa seindah-indah rencana kita, jauh lebih Indah rencana Allah untuk kita.
Mimpi yang telah saya rangkai begitu Indah ternyata tak dapat saya wujudkan seluruhnya.

Semua terjadi usai saya menikah..... (Bersambung)
The Power of Dream

Pikiran Positif dan Energi Positif

Sahabat muslimah, terkadang kita tak menyadari betapa Allah begitu baik pada kita. Banyak hal yang lalai kita syukuri atas segala nikmat-Nya. Salah satu nikmat terbesar yaitu potensi akal.

Inilah salah satu keagungan Allah yang Maha Penyayang. Dengan segala kesempurnaannya kita dicipatakan begitu istimewa. Apalagi sebagai seorang wanita banyak kelebihan yang kita miliki.

Dalam hal berpikir, kita bisa memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Sehingga itu menjadikan kita lebih sigap dalam bertindak. Potensi ini jika digali maka akan melahirkan banyak karya.

Pikiran Positif dan Energi Positif


Tentu saja pikiran pun harus senantiasa terjaga agar selalu positif. Sebab, pikiran positif akan melahirkan perkataan dan action yang positif pula. Bayangkan seandainya kita hanya memikirkan hal-hal negatif, bukan hanya diri kita saja yang rugi tetapi semua orang di sekeliling kita pun akan semakin menjauh.

Ketika kita menebarkan pikiran positif, maka akan lahir energi positif. Maka semua orang pun akan merasakan energi positif tersebut. Sehingga kehadiran kita akan selalu dinantikan. Ibarat sebuah magnet, orang-orang akan nyaman bersama kita karena ada energi positif ini.

Karena itu, berusahalah untuk selalu berpikir positif, agar hidup kita selalu dihiasi dengan kebahagiaan.

Mengoptimalkan Potensi Akal

Sadarilah bahwa kau begitu istimewa.
Wanita, sejuta keistimewaan yang kau miliki. Allah telah menganugerahkan segala keindahan pada dirimu. Penciptaan yang sempurna dari Yang Maha Sempurna.

Bersyukurlah pada-Nya atas kehidupan yang telah diberikan pada kita. Nikmat sehat, nikmat beribadah, nikmat berkumpul bersama keluarga, dan kenikmatan lain yang tak pernah dapat terhitung. Bahkan jika kau jadikan lautan srbaai tinta dan pohon sebagai penanyamaka takkan pernah cukup untuk bisa menuliskan segala nikmat dari-Nya, Rabb Semesta Alam.

Kita tercipta dengan berbagai potensi yang kita miliki. Namun sebagain orang tak menyadari akan potensi luar biasa yang telah diberikan Allah.

Manusia telah diberikan tiga potensi dasar yaitu akal, jasad, dan ruh atau hati.
Sudahkah kita mengoptimalkan semua potensi itu?

Mengoptimalkan Potensi Akal


Potensi pertama yang akan kita bahas yaitu potensi akal.

Sudahkah kita mengoptimalkan akal kita dalam berpikir?
Bahkan seorang ilmuan besar pun baru menggunakan otaknya sedikit saja. Bagaimana dengan kita yang belum berpikir apa-apa dan belum melakukan sesuatu yang luar biasa. Sayang sekali jika potensi akal kita tidak digunakan semaksimal mungkin.

Ketika orang-orang di luar sana sudah bisa menciptakan sebuah alat atau penemuan yang bermanfaat bagi banyak orang, lalu apa yang telah kita lakukan selama ini? Ketika orang-orang sudah belajar tentang banyak disiplin ilmu, bahkan sampai belajar ke luar negeri, kita masih di sini tanpa melakukan apa-apa. Ketika orang-orang sudah mendedikasikan ilmu yang telah ia dapat dan berkontribusi untuk pembangunan negeri ini, sementara kita belum melakukan hal yang besar.

Rasanya diri ini belum bisa dikatakan bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan jika tak bisa memberikan yabg terbaik untuk-Nya. Dengan kita mentafakuri segala keagungan Allah, berpikir bahwa kekuasaan Allah itu begitu luas melebihi bumi, langit, dan segala isinya, maka itu bisa menjadi salah satu cara kita untuk bersyukur atas potensi akal.

Jika kita bisa mengoptimalkan potensi otak yang kita miliki, maka pikiran kita akan terbuka. Bahwa sebenarnya kita hidup di dunia ini hanya sementara. Jika diibaratkan seperti lautan lagi, ketika kita mencelupkan jari telunjuk ke dalam air laut, kemudian saat mengangkat tangan kita akan ada setetes air yang jatuh dari jari. Maka, dunia itu seperti tetesan air itu dan lautan yang begitu luas adalah akhirat.

Maka itu sahabat, jadikan dunia dalam genggaman tangan kita dan akhirat dalam hati. Sebab, dunia hanya sementara, yang kekal abadi itu adalah akhirat. Jadi, jika sampai saat itu kita belum bisa mengoptimalkan potensi pikiran kita, maka segeralah bangkit, berdiri, dan berlari sekencang-kencangnya.

Masih banyak mimpi yang harus kita raih. Satu per satu harus kita realisasikan. Sebab, kita tak pernah tahu usia kita sampai kapan. Sebab kita tahu bahwa hidup kita di dunia ini tak lama. Maka, carilah bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akhirat nanti.

Selain bekal ilmu, kita pun harus mempersiapkan bekal amal. Setiap langkah yang kita ambil, setiap kata yang terucap, dan setiap helaan nafas akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Penulis Bahagia

Menjadi seorang penulis adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Baik itu menulis di buku harian, di blog, maupun menulis di status facebook. ๐Ÿ˜Š

Sebab, dengan menulis saya bisa mengungkapkan seluruh isi hati, gagasan, dan pemikiran saya. Selain itu yang paling penting adalah dengan menulis dapat menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya pada orang lain. Karena itu, tulislah yang bermanfaat dan bisa membuat orang lain bahagia dengan tulisan kita.

Seperti halnya lisan kita yang harus senantiasa dijaga dari mengatakan keburukan. Begitu pula dengan tulisan kita pun harus ada 'rem'nya. Stop menuliskan hal-hal yang buruk, tidak bermanfaat, dan hanya bisa membuat pembacanya tidak nyaman. Sebab, apa yang kita tulis pun kelak akan dipertanggungjawabkan.

Dengan menulis dapat membuat diri saya bahagia. Mengapa? Karena bagi saya, ketika melihat orang lain bahagia dengan hadirnya tulisan saya, maka saya pun akan turut bahagia.

Yuk mulai saling membahagiakan... ๐Ÿ˜Š

Baper membawa Berkah

Dulu suka baper kalau liat pasangan yg menjalankan bisnis bareng...๐Ÿ˜ณ

Tapi sekarang setelah menikah, alhamdulillah akhirnya dpt merasakan serunya bisnis bareng suami.

Walaupun dari jaman kuliah dulu memang sudah hobi jualan, tapi rasanya sekarang beda banget.
Hal yg menjadi spesial saat ini yaitu selalu ada yg menemani saat berbisnis. Belanja kain bareng, membentuk tim usaha bareng, ngitung omset bareng, sampai bisa menikmati hasil usaha pun bareng-bareng.

Selain itu, selalu ada yg memberi motivasi saat semangat jualan menurun karena berbagai hal. Pokoknya ia selalu ada. ๐Ÿ˜„

Sebenarnya tidak ada yg paling hebat di antara kami, tapi kami berusaha saling melengkapi satu sama lain.

Baca juga: The Amazing Mom

Saya yg memang kurang paham dunia desain grafis, alhamdulillah suami mau bantu. Salah satunya dgn membuatkan toko yg cantik utk bisnis saya. Kini, www.salova.net rasanya jadi tempat yg nyaman utk majangin produk-produk saya. Kalau utk urusan mendesain produk itu baru keahlian saya. ๐Ÿ˜€

Tentang brand usaha (SALOVA), itu pun inspirasi kami berdua saat honey moon dulu. ๐Ÿ˜. Cerita lengkapnya sudah saya tulis di www.tehdeska.com yaa.

Bersyukur sekali memilikimu, suamiku, imamku, belahan hatiku, pendamping hidupku, partner bisnisku.

Semoga Allah memudahkan segala urusan kita dan melimpahkan rezeki yg berkah utk kita ya...
Semangat Pengusaha Muslimah! ๐Ÿ˜

#DeskaTheMompreneur
IG @tehdeska

Dari Narasumber Koran Jadi Narasumber Kehidupan (Part 2)

Setiap orang pasti memiliki kisah berbeda-beda dalam mencari dan menemukan pendamping hidupnya. Kisah yang akan selalu terkenang dan menjadi memori yang indah suatu saat nanti. Bagi saya, kisah Indah itu tidak hanya disimpan dalam ingatan saja, namun harus dituliskan agar menjadi sejarah. Meski kisah ini tak seindah kisah orang-orang luar biasa lainnya, tapi saya berharap semoga bisa bermanfaat untuk diri saya pribadi juga orang lain.

***

Baiklah, kali ini saya akan melanjutkan kisah sebelumnya tentang bagaimana pertemuan saya dengan seseorang yang kini menjadi belahan hati saya. Bagi yang belum membaca part 1, silakan buka di www.tehdeska.com yaa.  ๐Ÿ˜„

Di awali dari pertemuan pertama saat wawancara untuk berita di koran hingga dipertemukan kembali dalam wawancara ekslusif. Sudah ada yang tahu proses apa itu?

Yup, wawancara ekslusif itu adalah proses ta'aruf saya dengan suami. Sebelumnya kami saling bertukar proposal/biodata melalui guru mengaji masing-masing. Kemudian dipertemukan dalam taaruf untuk saling mengenal satu sama lain.

Ada yang berkesan saat taaruf itu yaitu ketika ustad mempersilakan untuk bertanya kepada pihak laki-laki dulu, eh dia bilang "Tidak ada pertanyaan, ustad. Semuanya sudah lengkap dalam proposalnya".

Seketika itu langsung saja saya tentunduk malu. Saya memang sudah menuliskan semuanya tentang diri saya lengkap dalam satu bundel proposal yang sudah dijilid rapi. Sebelumnya saya memang belum tahu bagaimana bentuk resmi sebuah proposal biodata. Dalam benak saya, proposal itu ya sama saja dengan proposal untuk pengajuan-pengajuan biasa. Harus lengkap, jelas, rapi, dan menarik.

Beda halnya dengan dia, saat saya menerima proposal miliknya, ternyata saat dibuka hanya selembar kertas yang berisikan biodata singkatnya saja.๐Ÿ˜’

Akhirnya, kejadian di awal pertemuan kami dulu terulang lagi. Layaknya seorang wartawan yang mewawancarai narasumbernya, saya sudah menyiapkan list pertanyaan yang banyak. Ya, maklum jiwa wartawan sudah melakat pada diri saya... ๐Ÿ˜

Alhamdulillah proses taaruf pun berjalan lancar. Tak lama kemudian kami khitbah. Di tahun yang sama pula kami melangsungkan pernikahan.

Ada haru dan bahagia saat ijab qabul berlangsung. Meski saya tak didampingi kedua orangtua, namun saya tak pernah merasa sendiri sebab masih banyak orang-orang di sekeliling yang begitu menyayangi saya. Do'a terbaik untuk Mamah dan Bapak, semoga dipertemukan kembali di surga-Nya.

Kini, lengkap pula kebahagiaan saya dengan hadirnya suami yang menjadi imam saya menjalani kehidupan ini.

Puji syukur yang tiada terhingga pada Allah swt,  Sang Desainer kehidupan terbaik yang telah mengatur segalanya dengan begitu Indah. Meski sebenarnya banyak ujian yang telah dilalui, namun semuanya berakhir dengan Indah.

Saya selalu berharap, semoga kami bisa bersama-sama membangun rumah tangga yang diridhoi-Nya dan penuh keberkahan. Sebab, saya ingin bersama dengannya membangun rumah di surga... Aamiin.

#DeskaTheMompreneur


Life is so Beautiful


JIKA sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir.                              
TETAPI, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir, dan hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

ALLAH tidak pernah menjanjikan:

•Langit itu selalu biru,
•Bunga selalu mekar, dan
•Mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa ALLAH selalu memberi:

Pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Hikmah di setiap cobaan,
Jawaban di setiap doa, dan
Jangan pernah menyerah sahabat.

“Life is so beautiful.”

๐Ÿ‘‰Jika hidup bukanlah suatu tujuan
     melainkan perjalanan, nikmatilah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah tantangan, hadapilah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah anugerah, terimalah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah tugas, selesaikanlah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah cita-cita, capailah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah misteri,
     singkapkanlah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah kesempatan, ambillah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah lagu, nyanyikanlah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah janji, penuhilah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah keindahan,
     bersyukurlah.

๐Ÿ‘‰Jika hidup adalah teka-teki,
     pecahkanlah.

๐Ÿ˜Satu hal yang membuat kita bahagia
     adalah CINTA.

๐Ÿ‘จSatu hal yang membuat kita bertambah
     dewasa adalah MASALAH.

๐Ÿ˜ญSatu hal yang membuat kita hancur
     adalah PUTUS-ASA.

☝Satu hal yang membuat kita maju adalah
     USAHA.

☝Satu hal yang membuat kita kuat adalah
     DOA.    
       
Semoga bermanfaat buat kita semua, Aamiin Ya Robal 'aalamiin ..

Dari Narasumber Koran jadi Narasumber Kehidupan

Jodoh memang sebuah rahasia yang akan terungkap usai ijab qabul. Tak pernah bisa diprediksi. Sejauh apapun jarak ia akan datang pada waktu yang tepat.

Pembaca pasti bertanya-tanya "Kok paragraf pembukanya tentang jodoh? Apa hubungannya artikel itu dengan jodoh?" Hehe. ๐Ÿ˜€

Ada yang tahu foto siapa yang ada di dalam artikel itu??
Yup... Dia jodoh saya, suami, pendamping hidup di dunia dan surga. Aamiin... ๐Ÿ˜
(Jangan baper yaa^^)

Saya menemukan artikel ini pas lagi beberes rumah. Seolah membuka memori 6 tahun lalu. Saat saya masih menjadi mahasiswa baru di Unsil plus wartawan di koran Radar Tasikmalaya.

Jadi ceritanya waktu itu tahun 2010 lalu, saya lagi kebingungan nyari narasumber, sementara saya dikejar dead line. Kemudian saya nanya-nanya sama kakak tingkat di UKM, katanya ada yang bisa dijadikan narasumber. Akhirnya, saya dipertemukan dengan orang yang ada dalam artikel ini.

Saat itu adalah kali pertamanya saya bertemu dia dan pertama pula ngobrol langsung dalam wawancara. Kalau ada yang mau tahu hasil wawancarannya, silakan baca di artikelnya ya. Intinya tentang hobi yang bisa menjadi penghasilan di saat masih muda.

Usai wawancara itu tidak ada perasaan apa-apa. Bertemu pun jarang, komunikasi hanya sekedar partner dalam organisasi.

Siapa yang sangka setelah 4 tahun berlalu, kami dipertemukan dalam wawancara kembali, kali ini lebih ekslusif. Sebab, hanya ada kami berdua ditemani murobi dan murobiyah masing-masing.

Kalau dulu begitu PD-nya mewawancarai dengan berbagai pertanyaan, beda halnya dengan pertemuan ekslusif ini, saya bertanya dengan agak malu-malu. Hehe...
Ada yang tahu wawancara apa itu??

Yup,, itu adalah proses ...... (Bersambung)  ๐Ÿ˜


Nantikan kisah selanjutnya ya...
Boleh baca-baca tulisan lainnnya di: www.tehdeska.com

Keep Calm...You're a Super Mom

Tak dipungkiri memang seorang ibu rumah tangga pun terkadang butuh "Me Time". Di saat sudah mengerahkan semua energinya untuk mengurus rumah tangga seharian, tentu di saat itulah ia butuh waktu untuk dirinya sendiri. Meskipun dengan melihat senyuman anak-anak dan keceriaan mereka mampu membut lelah ibu hilang.
Sebab, di balik lelah itu selalu ada Lillah... Karena Allah...

Maka, selelah apapun, sebanyak apapun pekerjaan ibu, seaktif apapun anak-anak di rumah, semua itu tetap dapat ibu hadapi dengan senyuman.

Kembali pada "Me Time" yang saya tulis sebelumnya, sebenarnya setiap ibu memiliki cara berbeda untuk melakukan Me Time-nya.
Ada ibu yang hanya dengan menikmati teh manis hangat dikala hujan turun, membuat perasaannya kembali tenang.
Ada pula ibu yang "me time"-nya di saat membaca Al-quran,  khusyu berdoa, dan aktivitas lainnya.

Baca juga : Menjadi Ibu Profesional

Sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana bisa mengembalikan semangat dan energi ibu setiap waktu. Sebab, seorang ibu itu memang harus "setroong". Mengahadapi cucian yang kembali menumpuk, rumah yang tak pernah bisa beres, dan anak-anak super yang selalu membutuhkan ibu di sampingnya.

Namun, seorang ibu juga bukan super hero yang memiliki tenaga super ekstra, full power. Tapi kita adalah Super Mom yang menjalani peran sebagai ibu dengan sepenuh hati <3

Ibu adalah Super Mom yang bukan hanya memiliki kekutan super, melainkan kasih sayang, kelembutan, perhatian, juga cinta yang melebihi siapapun.

Jadi, untuk para ibu yang luar biasa, nikmatilah setiap waktu, jadilah ibu yang bahagia, selalu ceria, dan hadapi setiap problem dengan senyuman. Tak lupa selalu berdoa agar Allah memberikan kesehatan, kekuatan, dan kebahagian bagi keluarga kita. Aamiin.

Semangat ya bu ibu... Surga telah menantimu... ^_^

Curahan Hati Seorang Wanita

Sejak usai mengisi Seminar Pra Nikah bulan lalu, entah mengapa jadi banyak yang curhat pada saya. Baik melalui WhatsApp, FB, IG, atau chating via medsos lainnya.

Padahal saya bukan siapa-siapa, merasa diri masih banyak kekurangan, dan belum sempurna dalam bab ini.
Tapi, meski saya bukan seorang konsultan apalagi pakar dalam bidang ini, saya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik untuk mereka.

Karena, terkadang seorang perempuan khususnya, memang membutuhkan orang lain untuk bisa mencurahkan isi hatinya. Ia hanya butuh seorang pendengar yang baik, meski tidak mendapat jawaban atas permasalahannya. Namun sebagian dari masalahnya justru teratasi dengan hanya diungkapkan pada orang yang ia percaya bisa memegang amanahnya.

Tapi saya pun tetap mengingatkannya agar curhat terlebih dahulu pada Sang Pemilik Hati, Allah swt. Yang Maha Mendengar, Maha Penyayang, Maha Pengasih, dan Maha segalanya...
Yang selalu mendengar dan mengabulkan doa hamba-Nya yang sungguh-sungguh, tulus, dan ikhlas.

Saya pun menyadari sepenuhnya bahwa Allah begitu sayang pada diri saya, sehingga Ia menutup semua keburukan yang ada pada diri saya. Karena saya hanya makhluk yang lemah di hadapan-Nya. Begitu banyak dosa yang telah saya perbuat, namun Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu membuka pintu ampunan-Nya.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang selalu memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Sebab, muslim yang beruntung itu adalah muslim yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan detik ini lebih baik dari detik sebelumnya. Aamiin...

Membangun Rumah di Surga

Sejak masih kuliah dulu, kalau ada acara Seminar atau Ttraining Pra Nikah pasti selalu hadir dan paling semangat :-)

Entah mengapa rasanya ilmu untuk pernikahan itu sangat perlu kita cari. Sebab untuk membangun rumah tangga harus dipersiapkan dengan matang.

Ibaratnya seperti kita akan pergi berlayar, perlu mempersiapkan bekal yang cukup agar bisa selamat sampai tujuan.

Nah, kalau dalam kehidupan, bahtera itu adalah rumah tangga. Sebelum berlayar kita membutuhkan nahkoda atau pemimpin yg bisa menjalankan perahunya dengan baik.
Sorang suami adalah pemimpin dalam keluarga. Maka berdoa agar Allah mempertemukan dengan suami yang sholeh yang dapat membimbing dan semakin mendekatkan kita pada Allah.

Sebelum berlayar perlu bekal yg cukup, begitu pula utk menuju pernikahan banyak hal yg perlu kita persiapkan. Terutama mempersiapkan ilmunya. Agar ketika suatu saat nanti ada badai yg menerjang perahu kita, maka kita sudah siap untuk menghadapinya.

Kemudian yang tak kalah penting adalah menentukan tujuannya dulu. Sebab jika kita berlayar tanpa tujuan yg jelas dan hanya mengikuti arus gelombang saja, maka itu sia-sia.

Dalam rumah tangga, perlu adanya Visi dan Misi yang jelas.
Sudah tentu, visi kita adalah mencari ridho Allah dan berharap bisa masuk surga bersama-sama.
Karena itu, buatlah visi misi yg tidak hanya berorientasi dunia saja, namun jauh menuju akhirat.

Ya, itu pandanganku dahulu sebelum menikah. Karena itu, setiap ada yg menyelenggarakan acara Seminar Pra Nikah bahkan ada Sekolah Pra Nikah juga, maka aku selalu hadir menjadi pesertanya.

Tapi, siapa yg menyangka gadis polos yang dulu begitu semangat mencari ilmu tentang pernikahan, kini bisa berada di hadapan peserta Seminar Pra Nikah dan menjadi pembicaranya.

Meski hingga kini aku masih merasa belum memiliki ilmu yang cukup, namun aku berusaha untuk mengamalkan setiap ilmu yang pernah kuperoleh.

Ketika kita sudah tahu panjangnya perjalanan, maka kita akan bersiap dengn bekal yg cukup. Sebab, rumah tangga kita bukan hanya di dunia saja, tapi semoga bisa bersama-sama sampai di surga-Nya. Aamiin.

#Memory Seminar Pra Nikah LDK Darrud Dakwah Jamiah Ciamis
#DeskaTheMompreneur
www.tehdeska.com
IG: @tehdeska
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes