Archive For February 2017 February 2017 - Teh Deska
TERBARU

Tarbiyah untuk Permata Hatiku

Si kecil yang nyempil di tengah itu kalau bundanya ngisi training atau seminar pasti selalu ikut.
Bahkan sejak masih dalam kandungan pun selalu dibawa kemana-mana. :-)

Kadang dia suka asyik main sendiri atau main sama kakak panitia, tp lebih sering nemenin bundanya di depan ngisi materi.

Ini juga bagian dari tarbiyah utk putra tersayangku.
Sebab aku sudah memilih utk menjadi Ibu Rumah Tangga yang berharap bs mendidiknya langsung.
Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.^^

*Seminar Pra Nikah @ldkddj_ciamis
*Handsock by @salovahijab

#DeskaTheMompreneur
www.tehdeska.com

Sepasang Sayap Kupu-kupu

Kupu kupu tidak akan pernah tahu apa warna sayap mereka..
tapi orang orang tahu betapa indahnya mereka….
Seperti juga dirimu…
engkau tidak tahu betapa indahnya dirimu..
tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu di mata-Nya.

Yaitu…
_Ketika engkau tunduk dalam syari’at-Nya ridha atas takdir-Nya_…
_Tersenyum dalam musibah yang beruntun_..
_Tegar dalam ujian yang bertubi tubi_…
_teguh dalam pendirian_…

_Subhanallah_…
_semoga engkau_, _aku, kita_
_semua termasuk yang terpilih_
_menjadi hamba yang terindah di mata-Nya_.

To be Full Time Mom, not Part Time Mom (about Ziyad)

Mau mengenalkan seseorang yg sukanya nempel terus sama bunda, yg ngga bisa jauh, yg kalau jauhan itu rasanya kangen bgt...walau ditinggal bentar ke warung 😁

Hallo...ini Ziyad. Kalau ada yang nanya nama panjangnya siapa? Maka jawabnya: Ziiyaaaad :-) hehe
Jadi, namanya memang satu kata : Z I Y A D
Artinya? boleh cari di kamus yaa^^
Sempat ada yang mempertanyakan, kok namanya pendek banget? Asli cuma satu kata?

Sebenarnya dulu jauh sebelum anak pertama kami lahir, kami sudah menyiapkan list pilihan nama-nama untuk calon buah hati kami. Sampai searching di internet nama yang bagus, bahkan nyari di buku nama-nama baik dalam Islam.

Tapi setelah lahiran, akhirnya kami memutuskan untuk memilih nama Ziyad tanpa kepanjangan. Alasannya, sebab nama Rasul-rasul, sahabat rasul, dan orang terdahulu juga hanya satu kata. Seperti Rasulullah saw. namanya Muhammad saja. Ali bin Abi Thalib pun namanya Ali saja, Bilal, Thoriq, dan nama pejuang Islam lainnya. Tapi yang paling penting ketika memberi nama anak itu harus yang baik ya. Sebab, itu merupakan sebuah doa untuk anak kita. :-)

Itu sejarah nama Ziyad ya. Sekarang usianya 2 tahun 6 bulan. Hobi yang paling disukainya yaitu Melukis di Dinding. Sejak bisa duduk sendiri, tangannya mulai senang menari-nari kalau ketemu pensil atau pulpen. Awalnya suka corat-coret dimana aja. Mulai menggambar di kertas, lantai, tembok, pintu, sampai gambar di badannya sendiri. 😁

Karena melihat bakat terpendamnya itu, akhirnya kami memutuskan untuk menyediakan tempat khusus bagi ziyad mengekspresikan hobinya. Jadilah tembok di ruang makan kami jadikan seperti papan tulis dengan kapur berwarna-warni sebagai alat tulisnya. Karena memang temboknya belum dicat, jadi bisa ditulis dan dihapus lagi sesukanya.

Nah, foto ini juga backgroundnya luisan dinding buah karya Ziyad. Entah apa yang dia gambar, tapi yang pasti anak-anak itu memang harus diarahkan dan difasilitasi untuk menyalurkan hobinya. Meski sekarang belum jelas menggambar apa, setidaknya dia sudah bisa melatih motorik dan imajinasinya. :-)

Itu baru satu hobi aja ya, masih banyak hobi Ziyad lainnya yang super sekali. Kadang bisa bikin bundanya ikut berkeringat, ketawa-ketiwi, sampe gemes sendiri melihat tingkahnya yang luar biasa.
Alhamdulillah...bersyukur banget bisa melihat perkembangan anak dan menemaninya langsung. Itulah salah satu kebahagiaan menjadi seorang ibu.

Jadi untuk para bunda tak perlu ragu untuk mengatakan:
"I'm a Full Time Mom and Wife at Home, and I Love it. So much.... 😍

#DeskaTheMompreneur
www.tehdeska.com
IG: @tehdeska

The Amazing Mom

Bagi saya, semua Ibu itu Luar Biasa...
Baik ibu yang bekerja di luar ataupun ibu yang memilih fokus menjadi IRT.

Mengapa?

Sebab, saya pun pernah merasakan keduanya.
Dulu ketika menikah, saya bekerja di salah satu lembaga pendidikan sebagai seorang guru. Karena sekolahnya full day, sehingga saya harus berangkat pagi dan pulang di sore hari. Jadi, ketika suami sudah pulang bekerja, sementara saya masih di tempat kerja.

Bunda tahu bagaimana rasanya? Nyess banget...sedih plus galau. 😭

Tapi saya akui bahwa ibu yang bekerja itu memang luar biasa. Di waktu sibuknya ia harus bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri, ibu, dan pekerja. Tentu semua ibu ingin memberikan yang terbaik untuk suami, anak-anak, juga keluarganya.

Saya pun banyak belajar dari rekan-rekan kerja saya lainnya yang sudah lebih berpengalaman. Kagum saya pada mereka yang bisa mengatur waktunya sehingga semua hak-hak keluarga, anak didik, dan lembaga pendidikan bisa terpenuhi.
Sementara saya yang masih baru di dunia kerja (meski dulu saat masih kuliah pernah bekerja sebagai wartawan) masih harus banyak belajar.

Di tengah kegalauan itu, saya mencoba untuk berdamai dengan waktu, dengan segala kesibukan kerja, dan dengan naluri saya sebagai seorang istri dan ibu yang sedang mengandung putera pertama.

Akhirnya setelah istikharah, bermusyawarah dengan suami, dan ikhtiar lainnya, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya saat itu dan memilih untuk fokus menjadi Ibu Rumah Tangga.

Begitu pula untuk para ibu yang bekerja di rumah saja, saya benar-benar salut. Bisa merelakan ijazah kuliahnya demi berusaha menjadi istri dan ibu yang baik. Meskipun saya tahu, mungkin banyak orang yang menyayangkan karena sudah sekolah tinggi-tinggi tapi akhirnya hanya jadi Ibu Rumah Tangga.

Namun saya merasa bahagia menjalankan peran saya saat ini. Bisa lebih dekat dengan suami, menemani anak bermain, dan mengurus rumah. Meski hanya tinggal di rumah, saya tetap berpenghasilan dengan menjalankan bisnis online di www.salova.net bahkan bisa membantu teman-teman lain yang ingin belajar berwirausaha dan menjadi pengusaha muslimah. Saya pun tetap bisa menjalankan hobi menulis saya dan aktivitas menyenangkan lainnya.

Kerena menjadi ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan yang sangat mulia dan membutuhkan skill serta ilmu yang cukup. Ia bukan hanya tentang mengurus rumah saja, melainkan mendidik generasi masa depan yang lebih baik. Dari tangannyalah lahir para pahlawan, ulama, pendidik, dan orang-orang sukses lainnya.

Namun, ketahuilah bunda, bahwa hidup itu adalah pilihan. Apapun pilihannya, jalani dengan penuh kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan.

Saya pun selalu berharap semoga sistem di negeri ini bisa berpihak juga kepada para ibu yang begitu tulus. Sehingga tugas mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga bisa maksimal dijalankan oleh para suami yang tangguh dan gagah. Sebab, saya tahu bahwa hati nurani seorang ibu tidak pernah bisa dibohongi. Sekuat apapun mereka di luar sana bekerja dari pagi hingga petang. Namun, sejujurnya mereka selalu ingin dekat dengan keluarga, dengan suami tercinta, juga anak-anak yang begitu mereka sayangi...

Semangat untuk para Ibu yang luar biasa. Surga telah menantimu... :-)

#DeskaTheMompreneur
www.tehdeska.com
IG @tehdeska

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes