Archive For September 2016 September 2016 - Teh Deska
TERBARU

Nantikan Bunda di Surga ya, Nak

Tepat hari jumat yang lalu rasa khawatir itu bermula. Ketika kabar yang tak pernah kuharapkan datang mengusik hati. Awalnya kukira baik-baik saja setelah masa trimester pertama akan berakhir. Meski kulewati dengan kondisi yang kurang fit karena mual muntah setiap hari. Kupikir itu memang fase biasa yang harus dilalui oleh setiap ibu di awal kehamilannya.

Saat fase itu hampir akan kulewati, aku mulai khawatir karena ada flek darah yang muncul. Aku sempat lemas saat itu, sebab yang kutahu bahwa paada saat hamil tidak akan haid kecuali ada gejala lain. Dengan gemetar kukabarkan pada suamiku yang juga merasa khawatir. Akhirnya kami langsung memutuskan untuk memeriksanya ke dokter kandungan.

"Ibu, yang sabar ya, janin ibu tidak berkembang dan harus di-curretage," ucap dokter membuatku semakin pilu. Mataku mulai berkaca-kaca, namun kucoba tahan untuk tidak menitikkan air mata. Kutatap wajah suamiku yang sedang menggendong anak pertama kami. Ia pun coba menabahkan hati.

Saat ke luar dari ruangan dokter, tak terasa air mataku mulai menetes. Suamiku pun memeluk pundakku, menguatkan. Sepanjang perjalanan pulang malam itu, hatiku terasa pilu. Tak pernah kurasakan sebelumnya sakit yang begitu dalam saat seseorang yang diharapkan hadir menghiasi hari-hariku kini telah tiada. Bahkan ia pergi saat masih berada di dalam rahimku.

Ada sesal yang begitu mendalam, ada luka yang menyesakkan dada, ada sedih yang memilukan hati. Semua menjadi satu dalam duka yang tak mudah berlalu. Ingjn rasanya aku memutar waktu, kan kujaga sebaik-baiknya janinku, akan kulakukan apapun agar ia bisa berkembang sehat, hingga tiba masa dapat menikmati kehidupan dunia. Namun, kusadar aku tak bisa melakukan apapun...

Dalam sedih yang tak kunjung padam, suamiku setia berada di sampingku menguatkan, menabahkan, dan meyakinkan. Bahwa semua terjadi atas kuasa Allah swt. Dia yang Maha mengatur segalanya. Semua pasti ada hikmahnya, termasuk atas apa yang terjadi dalam hidupku saat ini. Agar aku semakin bisa bersabar dan bersyukur atas semua ketetapan-Nya.

Walau kutahu ia pun merasa sedih, namun ia mampu menenangkan hatiku. Kutatap satu per satu  wajah suamiku dan putra pertama kami. Ya, masih ada kalian yang kusayang, akan kujaga sepenuh hatiku. Kini, aku pun semakin yakin bahwa seindah apapun rencana kita, jauh lebih indah rencana Allah untuk kita.

Bismillah...meski awalnya aku sulit menuliskan kisah ini, tapi ini akan menjadi awal aku memulai hari baru. Bersama suamiku, putra pertamaku, dan orang-orang yang kusayang.

Terakhir, aku ingin mengucapkan, "Selamat jalan anakku sayang, nantikan bunda di surga-Nya ya..."

#SarapanKataKMO13
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur



Menjadi Muslimah yang Dirindukan Surga

Majelis ilmu itu seperti taman surga. Di dalamnya terdapat banyak keindahan. Keindahan akhlak, keindahan ukhuwah, keindahan silaturahim, dan keindahan saling mengingatkan dalam kebaikan. Taman surga itu memang sangat istimewa, tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Karena itu, memang terkadang hanya beberapa orang saja yang berada di dalamnya. Meski pintu taman surga terbuka lebar bagi siapapun yang ingin menikmati keindahan bunga yang ada di sana. Bersyukur bagi orang-orang yang bisa memasuki taman surga, karena Allah telah membuka hatinya untuk menimba ilmu di sana. Allah telah meringankan kakinya untuk berjalan menuju tempat dimana kebaikan berada. Malaikat-malaikat pun senantiasa hadir di dalam majelis ilmu. Sehingga semakin bertambahlah keberkahan. Taman surga yang kumasuki kali ini berada di sebuah mesjid kampus UPI Tasikmalaya. Pertama kali aku datang ke sana langsung disambut oleh bidadari cantik nan shalihah, panitia Kajian Muslimah UKDM. Senyuman di wajahnya mampu menyejukkan hati. :-) Bahagia diri ini ketika bisa berkumpul dengan akhwat-akhwat yang semangat mencari ilmu. Meski kutahu mereka sudah lelah seharian kuliah, berkatifitas, dan segudang agenda lainnya. Namun mereka masih menyempatkan diri untuk datang ke kajian hari itu. Semoga lelahnya menjadi lillah dan akan tergantikan dengan surga yang begitu indah. Tema kajian kali ini adalah "Menjadi Muslimah yang Dirindukan Surga". Entah mengapa setiap mendengar kata surga selau sejuk hati ini. Mungkin inilah yang disebut rindu. Ya, rindu pada sebuah tempat yang telah Allah persiapkan untuk hamba-Nya yang brriman. Namun, ketika hati ini merindukan surga-Nya, terkadang aku pun berpikir apakah surga juga merindukanku? Sungguh, aku bukanlah wanita mulia seperti Khadijah, bukan pula wanita tangguh seperti Fatimah, ataupun wanita suci seperti Maryam, dan wanita setabah Asiyah. Namun, aku hanyalah wanita biasa yang sedang berusaha untuk menjadi wanita shalihah. Meski diri ini begitu lemah, tapi aku tetap memohon pada-Nya untuk dapat dibangunkan sebuah rumah di Surga. Semoga setiap kata yang terucap, setiap langkah yang mengayun, dan setiap hembusan nafas ini dapat bernilai ibadah. Sehingga suatu saat kita dapat dipertemukan kembali di surga-Nya yang abadi. Teruntuk adik-adikku yang shalihah, aku mencintai kalian karena Allah... ^_^

The Mompreneur Part 2

Dalam tulisan sebelumnya aku sudah menceritakan kisah The Mompreneur tentang mimpi membangun bisnis bersama suami. Bagi yang belum baca boleh lihat di www.tehdeska.com ya. Nah, dalam tulisan sekarang, akan kuceritakan bagaimana aku dan suami memulai bisnis. Sebenarnya aku senang berjualan sejak masih kuliah. Meski dulu aku hanya menjadi reseller saja. Biasa modal mahasiswa hanya bisa menjual barang orang lain. Tapi meski hanya jadi reseller sudah lumayan bisa membantu keuanganku saat itu. Ya minimalnya ada bekal uang jajan sendiri. Tahu sendiri kan mahasiswa kebutuhannya sangat banyak. Jadi jajanan sehari-harinya ngeprint, fotokopy, ngejilid, dan serangkaian jajanan buat menyelesaikan tugas kuliah. hehe. Dengan kebutuhan yang super banyak itu, otomatis aku pun harus mengencangkan ikat pinggang agar bisa memenuhinya. Alhamdulillah aku juga bisa menjalankan puasa senin kamis rutin. Memang niatnya untuk menjalankan sunah, tapi selain bisa dapat pahala, aku pun bisa lebih berhemat. Ketika kuliah itu aku suka menjual produk apa saja yang penting bisa jadi uang (Saking butuhnya). Mulai jualan gantungan kunci, sepatu, tas, manset, dan barang lainnya yang kira-kira dibutuhkan mahasiswa. Awalnya memang agak malu jualan di kampus. Di saat teman-teman yang lain asyik nongkrong, jalan-jalan, dan menghabiskan waktu istirahat dengan hal yang menurut mereka menyenangkan. Aku asyik sendiri dengan aktivitas lain yang menurutku menyenangkan juga. Selain jualan, aktivitas sehari-hariku di kampus adalah berorganisasi. Meski begitu, prioritas utamaku adalah belajar dan alhamdulillah aku tetap bisa mengukir pertasi dengan predikat cumlaude di akhir kuliahku. Selesai kuliah alhamdulillah aku bisa langsung bekerja di salah satu lembaga pendidikan. Karena jadwal mengajar yang padat akhirnya aku mulai berjualan secara online. Ternyata lebih mudah jualan online daripada jualan langsung, sebab pasarnya lebih luas. Sampai akhirnya aku resign dari pekerjaan karena ingin fokus mendidik anak. Namun tetap bisa berpenghasilan walau hanya bekerja di rumah. Ya, dengan bisnis online tadi. Dengan menjadi ibu rumah tangga waktuku menjadi lebih fleksibel. Aku bisa mengurus rumah, menjaga anak, dan tetap bisa berjualan tanpa harus capek ke luar rumah. Suamiku pun sangat mwndukung. Ia memfasilitasi bisnisku dengan membuatkan toko online sehingga lebih memudahkan dalam berjualan online. Karena suamiku seorang blogger handal menurutku^^ akhirnya aku dibuatkan toko yang sangat cantik. Teman-teman bisa kunjungi toko onlinenya di www.salova.net ya :-) Kalau dulu aku hanya bisa jadi seorang reseller, sekarang alhamdulillah sudah bisa jadi produsen dengan memproduksi manset 2 in 1 dan handsock sendiri. Untuk sekarang fokus produksinya baru itu. Insya Allah ke depannya akan ada "Salova Hijab". Tapi selain itu ada juga produk-produk lain yang dibutuhkan oleh banyak orang. Aku berbisnis bukan hanya untuk mencari untung, tapi aku juga ingin agar bermanfaat untuk orang lain. Dengan membantu orang yang membutuhkan. Adik-adik mahasiswa di kampusku dulu juga banyak yang mengikuti jejakku dengan menjual produk-produk Salova. Senang rasanya melihat anak muda yang begitu semangat berwirausaha. Mereka meninggalkan semua gengsi untuk bisa membantu meringankan biaya orangtuanya. Ada juga ibu rumah tangga sepertiku yang ingin membantu suaminya dengan berjualan tanpa harus meninggalkan tugas utamanya. Itulah indahnya berbagai dengan sesama. Kisahku ini sebenarnya masih sangat panjang dan akan terus mengalir sesuai dengan alur yang telah ditentukan-Nya. Manusia memang hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan segalanya. Namun kita harus ingat bahwa Allah juga sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Ketika kita yakin bisa sukses, maka kesuksesan akan datang. Jadi, tetap semangat dalam berusaha. Bisnis sekecil apapun pasti akan sukses jika diiringi dengan kerja keras, semangat, dan doa.
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes