Archive For August 2016 August 2016 - Teh Deska
TERBARU

Nak, Bunda Menyayangimu

Nak, bunda menyayangimu
seperti matahari dan bulan
yang tak pernah bertemu dalam satu masa
Mereka tetap saling melengkapi, saling memahami

Nak, bunda menyayangimu dalam ada dan tiadamu
Mengenangmu, hati ini bahagia
Sebab kutahu kau akan menjadi jalanku menuju surga
Dan hadirmu pelebur lara kala duka

Nak, bunda menyayangimu pada setiap waktu
Meski kita tak pernah bertemu dalam nyata
Namun kuyakin pertemuan indah itu pasti akan ada

Nak, bunda menyayangimu dengan sayang yang tak bertepi
Sejauh apapun jarak di antara kita
Kau tetap dekat dalam do'a
Satu harapku,
kita akan dipertemukan di tempat terbaik
di surga-Nya

Nak, Bunda Menyayangimu

Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu...

Menjadi ibu rumah tangga itu sangat menyenangkan. Aku bisa melakukan banyak hal yang kusuka di rumah. Bermain bersama anak, melakukan hobi menulisku, bahkan tetap bisa berpenghasilan hanya dari rumah. Namun pekerjaan rumah tetap beres.

Menjadi ibu rumah tangga itu merupakan tugas yang sangat mulia. Setiap yg dikerjakan bernilai ibadah. Meski pekerjaannya sangat banyak, namun jika dinikmati maka segalanya akan menyenangkan.
Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu...

Menjadi ibu rumah tangga itu hal yang sangat diinginkan dan dinantikan oleh kaum hawa. Setelah menikah, setiap wanita akan merasa sangat istimewa karena bisa berbakti pada suami yang menjadi salah satu jalannya menuju surga. Setelah menjadi ibu, ia pun memiliki buah hati yang juga menjadi tabungannya untuk bisa masuk surga dengan memiliki anak yang shalih dan shalihah.

Menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang spesial. Sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh wanita saja. Ya, jelas kitalah yang mengandung sampai melahirkan anak. Pekerjaan yang sangat berat sebab balasanya pun tak tangguyaitu surga yang abadi.

Menjadi ibu rumah tangga itu...pokoknya 'everything' deh :-)

#SarapanKataKMO11
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Sejak masih SMA aku sangat senang mendengarkan lagu-lagu nasyid, karena suka dengan liriknya yang menyentuh. Apalagi nasyid yang bernada semangat. Kesukaanku terhadap nasyid bermula saat aku mulai mengenal Rohis.

Namun sekarang hobiku mendengarkan musik berkurang stelah menikah. Suamiku selalu mengingatkan untuk lebih banyak mendengarkan tilawah Alquran. Padahal kutahu ia juga dulunya adalah seorang munsyid yang tergabung dalam grup nasyid kampus. Kuakui dulu ketika  masih kuliah suaranya yang paling merdu dibanding vokalis nasyid yang lain. hehe

Sempat kutanya apa alasannya berhenti jadi vokalis nasyid. Dengan ringan ia malah menjawab, "Aku hanya ingin bernyanyi untukmu saja sayang..." 
Mengukir Cinta di Belahan Jiwa
Ah suamiku selalu saja bisa membuatku tersanjung. hihi. Padahal aku sudah tahu alasan sebenarnya.

"Kalau gitu nyanyiin lagi dong nasyid khusus buat Neng," pintaku. Awalnya suamiku menolak, tapi setelah melihatku agak cemberut akhirnya ia mulai menyanyikan sebuah nasyid kesukaan kami (Mengukir Cinta di Belahan Jiwa - Maydani) :-)

Bila yang tertulis oleh-Nya engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
`Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku

Izinkan aku `tuk mencitaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati 
Di dalam hidupku…(izinkan aku)

Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah jiwaku dalam do’amu
Kan kujaga cintamu
Wahai yang dicinta telah kurela 
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah nafasku dalam hiudpmu
Kan kujaga setiamu

Apapun adanya dirimu
Ku `kan coba tuk tetap setia
Begitu pula pada diriku 
Terimalah dengan apa adanya


#SarapanKataKMO08
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur

www.tehdeska.com 

Siapakah yang Tercantik di Dunia dan di Surga?

Suatu hari, sambil iseng membelai-belai janggut suami (hobi terpendam, hehe), aku pernah bertanya padanya tentang hal yang kadang membuatku penasaran.
"Sayang, katanya kalau memelihara janggut, dalam setiap helainya ada bidadari-bidadari yang sedang menunggumu di surga, bener ga?" Suamiku tak menjawab, ia masih asyik dengan buku yang sedari tadi dibacanya.
"Berarti sekarang bidadari-bidadari itu sedang bergelantungan di janggutmu dong..." sedikit agak cemburu aku iseng menarik-narik janggutnya (tentunya dengan lembut) seperti kebiasaan anak kami yang suka sekali menariknya.
Sambil tersenyum akhirnya suamiku menjawab, "Sebenarnya memelihara janggut itu adalah sunah Rosul."
Aku hanya manggut-manggut.
"Tuh yang sedari tadi bergelantungan memegang janggutku siapa...hayoo?" ucapnya membuatku GeEr. he  
Kemudian ia berbalik menatapku dan memegang tanganku yang sedari tadi membelai janggutnya.
"Sayang, seberapa banyak pun dan secantik apapun para bidadari itu, tetap kau yang tercantik dan kaulah yang akan menjadi ratu para bidadari itu," ucapnya dengan lembut. Akhirnya aku pun tak bisa berkata apa-apa lagi. (spechless, hihi) 
Siapakah yang Tercantik di Dunia dan di Surga?

Aku teringat akan perkataan Rosululloh saw.

Dari Ummu Salamah ra, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yg lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yg bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Kemudian saya bertanya lagi, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada para bidadari?”
Lalu Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas.  Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” (HR. Ath Thabrani)

Sungguh, wanita yang shalihah lebih mulia dari bidadari surga. Seperti yang disampaikan dalam hadist tersebut, bahwa untuk mendapatkan keutamaan itu maka kita harus menjadi seorang wanita shalihah.

Ya, seorang wanita yang shalihah itu merasakan perjuangannya untuk membela agama Allah selama di dunia. Ia sabar dan tabah menghadapi setiap cobaan yang datang. Ia begitu taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia pun bisa begitu tulus menyayangi suami dan mendidik anak-anaknya. Karena itulah, pantas baginya untuk menjadi ratu para bidadari surga.

Selain itu, Ibnu Qayyim Rahimahullahu, menyebutkan dalam sebuah hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa ketika seorang suami beristrikan Hur‘ain (bidadari), kemudian pada saat itu akan datang seorang wanita lain yang kecantikan dan keelokannya mampu membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya.

Siapa Wanita itu ?

Ternyata wanita tersebut adalah istrinya selama di dunia. Itulah keistimewaan para istri di surga, dia akan menjadi RATU dari para Hur‘ain (bidadari). Lalu, Ibnu Qayyim mengatakan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan-pelayannya di hadapan Ratunya...?”
Tentu tidak! Allah akan memberikan pada istri kecantikan yang luar biasa jauh melebihi para bidadari.

Jadi, mulai sekarang buatlah para bidadari itu cemburu padamu dengan indahnya akhlakmu, sempurnanya ibadahmu, dan taatmu pada suami.
Hingga suamimu pun akan berkata, "Engkaulah yang tercantik di dunia dan di surga, duhai istriku" ^_^

Sarjana Ibu Rumah Tangga

Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata sarjana ibu rumah tangga?

Adakah di negara kita sekolah formal untuk mempersiapkan para calon ibu? Sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan membutuhkan skill yang baik. Bagaimana tidak, seorang ibu rumah tangga dituntut untuk bisa mengatur segala urusan rumah tangga yang seabrek. Waktu bekerjanya pun ful! time, bahkan rasanya 24 jam tidaklah cukup untuknya.
Sarjana Ibu Rumah Tangga

Namun, jangan berpikir bahwa pekerjaan ini sangat berat, karena yakin gajinya pun sangat luar biasa. Ya, surga yang begitu indah adalah hadiah terbaik bagi seorang ibu yang menjalankan perannya dengan baik.

Ketika menjadi seorang istri yang taat dan menjadi seorang ibu yang penuh kesungguhan, maka ketika itu pula pintu-pintu surga terbuka untuknya. Setiap kelelahan yang ia rasakan selama menja!ani perannya di dunia akan tergantikan dengan kenikmatan yang akan ia dapatkan di surga kelak. Meskipun begitu, baginya kenikmatan itu ia rasakan pula di dunia. Ketika melihat suaminya bahagia, anak-anaknya tersenyum ceria, dan keluarganyan harmonis penuh cinta, maka seluruh kelelahannya selama seharian akan terhapus seketika dan berganti dengan kebahagiaan di hati.

Sungguh, hanya seorang ibulah yang akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa itu. Segala pekerjaan yang ia kerjakan di rumah takkan pernah menjadi beban untuknya, sebab setiap yang ia lakukan diiringi pula dengan niat yang ikhlas karena Allah. Sehingga, setiap aktivitas yang dilakukan dengan keikhlasan akan bernilai ibadah.

Ya, bagi seorang ibu, yang ia kerjakan di rumah adalah semata-mata ibadah pada Allah swt. Di samping ibadah shalat, puasa, membaca Alquran, dan ibadah lainnya yang merupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Maka, sangatlah pantas ia mendapatkan gelar Sarjana Ibu Rumah Tangga. Namun, meskipun gelar itu tak disematkan padanya, ia tetap memiliki derajat yang begitu tinggi dari Allah swt.

Karena itu, berbahagialah para ibu, surga telah menantimu.
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes