Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya - Teh Deska Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya - Teh Deska
TERBARU

Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya

Kisah Manis dari Husna Kecil, seorang balita cantik yg sdh bs menghafal do'a2 sehari-hari, surat2 pendek, dan bs shalat dgn gerakan yg baik. Sangat menginspirasi utk para ibu yg mendambakan ingin memiliki anak2 yg shalih dan shalihah...
Thanks my twin sister



Alhamdulillaah bahagia rasanya bisa melihat perkembangan buah hati dari hari ke hari. Selalu ada kejutan manis yang menambah kesyukuran di setiap harinya, mengubah lelah menjadi Lillah.
Seperti halnya hari ini, Husna putri kecilku memberikan kejutan lagi buat umminya. Setiap masuk waktu shalat saya selalu mengajak Husna untuk ikut shalat berjama’ah di rumah. Dulu sih di awal-awal dia suka sekali menarik mukena yang saya pakai ketika sedang shalat, kadang tiduran di atas sajadah tempat saya sujud atau bahkan naik kuda-kudaan di atas punggung ketika saya sedang sujud, ah ingin tertawa rasanya kalo ingat saat-saat itu, hehe.. dan pastinya juga pernah dirasakan pula oleh para ibu yang memiliki anak masih kecil.
Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya


Namun sekarang seiring berjalannya waktu, lama kelamaan Husna sudah bisa mengikuti gerakan shalat. Meskipun belum tahu bacaan shalat tapi setidaknya dia belajar. Lucu kalo lihat mulut kecilnya komat-kamit saat belajar shalat, dengan memakai mukena berwarna orange yang bergambar kartun angry bird, bikin gemes.. ^^
Selepas shalat saya biasakan untuk berdo’a bersama, dan kejutan hari ini adalah ketika Husna sudah selesai shalat, tanpa dikomando lagi spontan dia langsung mengangkat kedua tangannya dan membaca do’a untuk kedua orangtua hafal dari awal sampai akhir, setelah itu tangan mungilnya mengusap wajahnya sambil berkata Aamiin… Masya Allah, sejuk rasanya hati ini Ya Allah..
Selesai berdo’a diapun melipat kembali mukena dan sajadah yang telah dipakai, ya meskipun tidak rapi, namanya juga anak kecil, hehe.. Anak akan selalu meniru apa yang dia lihat dan didengarnya, maka bagi ibu harus senantiasa mengajarkan kebaikan-kebaikan, karena seorang ibu itu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ajarilah anak kita untuk belajar shalat sejak dini, kita bisa memfasilitasi mereka dengan menyiapkan mukena kecil atau sarung dan ajak mereka untuk shalat bersama kita. Bagi anak laki-laki ajaklah untuk shalat berjama’ah di masjid bersama ayah mereka.
Ajarkan pula do’a-do’a harian pada mereka. Misalnya saat kita akan menyuapi si kecil, biasakan untuk berdo’a terlebih dahulu, lama kelamaan mereka akan mengikuti dan hafal dengan sendirinya. Alhamdulillaah, Husna pun sekarang sudah hafal beberapa do’a seperti do’a mau makan, do’a mau tidur, do’a untuk kedua orangtua, do’a masuk kamar mandi dan do’a keluar rumah. Anak kecil memang lebih cepat menangkap apa yang diajarkan.
Saya bukanlah seorang ibu yang baik, tapi bismillaah saya akan berusaha menjadi ibu yang baik dan sholihah, dan semoga secuil tulisan ini pun bisa menginspirasi para ibu atau calon ibu yang senantiasa mendambakan anak-anak yang sholih dan sholihah. Syukron Katsiron… ^^
Tulisan ini juga hadiah untuk putri kecilku tersayang, Husna Sholihatunnisa yang besok genap berusia 2 tahun. Maaf ya sayang, ummi tidak bisa memberimu hadiah mewah, ummi hanya punya do’a terbaik untukmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu nak, menjadikanmu anak yang sholihah, pintar, cerdas, penghafal Al-Qur’an dan menjadi jalan bagi ummi abi untuk masuk ke dalam Syurga-Nya Allah. Aamiin..
Mungkin hanya ini yang mampu ummi berikan padamu nak, mengajarkan kebaikan-kebaikan semampu ummi sampai nafas ini terhenti. Ummi tak tahu sampai kapan bisa terus menemanimu, karena amat mudah bagi Allah mengambil kembali titipan-Nya. Dan kau adalah hadiah terindah dari Allah yang akan selalu kami jaga. Kau tahu nak, dulu saat pertama kali kami tahu bahwa kau hadir dalam rahim ummi, meneteslah buliran air mata di pipi abimu tanda bahagia, dan saat kau lahir ke dunia bertambahlah kebahagiaan ini.
Satu yang kami harapkan yaitu agar kau menjadi anak yang sholihah, agar kelak saat ummi abi telah lebih dahulu dipanggil oleh-Nya do’amu tetap mengalir untuk kami. Tiada yang paling membahagiakan selain itu. Duhai anakku tetaplah menjadi penyejuk mata, penentram hati, dan pelipur lara untuk orang-orang di sekitarmu.
_Dari ibumu yang slalu mencintamu_
(Cilegon, 20 Maret 2016)

Share this:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya...

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes