Archive For April 2016 April 2016 - Teh Deska
TERBARU

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan
Dari ‘Urwah dari Aisyah r.a. berkata: “Seorang perempuan telah masuk ke rumahku, ia membawa kedua anak perempuannya meiminta-minta, tapi aku tidak mempunyai (makanan) sedikit pun selain sebuah kurma. Maka aku pun memberikan sebuah kurma itu kepadanya. Lalu ia membagi kurma tersebut untuk kedua anaknya, sedangkan ia sendiri tidak memakannya. Kemudian ia berdiri dank e luar. Setelah itu masuklah Rasulullah saw. ke rumah kami, maka aku mengkhabarkan (peristiwa tadi) kepadanya. Sabda Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari urusan anak-anak perempuan ini, kemudian ia berlaku baik kepada mereka itu kelak akan menjadi dinding penghalang baginya dari api neraka”. (H.R. Ahmad)

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan

Agar Bidadari Cemburu Padamu

Agar Bidadari Cemburu Padamu

Ummu Salamah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?”
Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama dari bidadari surga karena shalat, puasa dan ibadah yang dilakukan mereka.
Hadis tersebut sungguh indah dan tentunya membuat kita merasa bahagia karena kita, perempuan dunia, bisa mengalahkan para bidadari di surga kelak. Ya, Bidadari yang digambarkan bermata jeli, rambutnya berkilau indah, suci laksana mutiara yang belum pernah tersentuh tangan manusia, berkulit lembut, kesempurnaan itu ditambah lagi dengan akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik. Tapi, di sana Rasulullah saw. menerangkan bahwa perempuan dunia di surge itu sanagt lebih utama dari bidadari surge karena shalat, puasa, dan ibadah yang kita lakuakan. Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan kualitas ibadah yang kita lakukan selama ini? Apakah mampu membuat bidadari surge cemburu pada kita? Kualitas ibadah benar-benar menjadi hal yang utama, jika ingin membuat bidadari cemburu padamu.

Agar Bidadari Cemburu Padamu


Sahabat Muslimah, mari kita merenungi dan mengenali kembali tentang kualitas pribadi kita. Untuk dapat 'mengalahkan' para bidadari butuh perjuangan yang sangat keras dan istiqomah. Kelak, wanita shalihah akan menjadi ratu para bidadari di surga.

Muslimah Cantik yang Dinanti

Muslimah Cantik yang Dinanti
Sering kita dengar bahwa seorang wanita yang cantik itu adalah wanita yang pandai berdandan, badannya langsing, suaranya merdu merayu, dan senyumnya memikat. Sehingga banyak wanita-wanita yang mengejar hal-hal itu agar terlihat sempurna. Padahal kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata.

Sebenarnya kita terlahir di dunia ini sudah dalam keadaan yang baik, terlepas dari bentuk badan yang tidak sesuai keinginan. Semua itu harus kita syukuri dan tafakuri. Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sekalipun ada orang yang kembar mereka pun tak selalu persis sama.

Kecantikan yang muncul dari ketulusan tak kan mudah direkayasa. Ia muncul dari beningnya hati dan indahnya jiwa. Hati yang bersih, jiwa yang tenang, akhlaq dan kepribadian yang mulia tak kan dapat kita peroleh dengan instan dan kepura-puraan. Semuanya butuh proses yang matang bukan sekedar polesan.

Muslimah Cantik yang Dinanti


Make-Up Muslimah:
Malu karena Allah adalah perona pipinya…..
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian.....

Karena pada hakekatnya kecantikan itu bukan sekedar yang nampak kasat mata, melainkan memancar dari hati dan jiwa kita.

Sudahkah kita menjadikan sosok muslimah yang ideal, yang keberadaannya dirindukan, kata-katanya dinanti, dan sikapnya diteladani?
Untuk menjadi muslimah yang dinanti kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban kita terlebih dahulu. Di antaranya:
1.      Kewajiban muslimah terhadap tubuhnya
Sebagai wanita muslimah haruslah senantiasa menjaga kehormatannya dengan cara menutupi anggota tubuhnya (aurat) sesuai dengan yang disyariatkan oleh agama Islam yang memiliki ajaran yang mulia. Terjaganya aurat ini akan menjaga martabat wanita sebagai mahluk yang dimuliakan harkat dan martabatnya. Allah berfirman dalam Alquran surat al-Ahzab:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. [al-Ahzâb/33:53]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana yang agak tipis. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan mukanya sambil berkata :


Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah didatangi oleh seseorang yang menanyakan perihal aurat yang harus ditutup dan yang boleh ditampakkan, maka beliau pun menjawab :

Jagalah auratmu kecuali terhadap (penglihatan) istrimu atau budak yang kamu miliki.[HR. Abu Dâwud, no.4017; Tirmidzi, no. 2794; Nasa’i dalam kitabnya Sunan al-Kubrâ, no. 8923; Ibnu Mâjah, no. 1920. Hadist ini dihasankan oleh Syaikh al-Albâni]

2.      Kewajiban muslimah terhadap akalnya
Sebagai wanita, seorang muslimah pasti menjadi seorang istri yang kelak akan menjadi ibu bagi anak anaknya. Oleh karenanya muslimah harus menajamkan ilmunya.

3.      Kewajiban muslimah terhadap hatinya
Sejatinya kecantikan bukan sekedar pada wajah yang mempesona, pada suara yang merdu ataupun pada senyumnya yang memikat siapa saja. Namun terletak pada pancaran cahaya yang ada di dalam hati kita. Pancaran indah itulah yang sering kita sebut inner beauty.
Beauty Jannaty
Surga itu fantastic
Kenikmatan yang belum terbayangkan
Sahabat Muslimah, pernahkah kau merasakan betapa nikmatnya berada di tempat yang begitu indah? Misalnya saat berada di taman dengan bunga berwarna-warni yang begitu cantik, atau saat berada di pantai dan menyaksikan laut yang membentang luas dengan suara ombak yang bergemuruh, atau saat melihat gunung yang menjulang tinggi dengan pepohonan yang daunnya begitu lebat, atau saat berada di tempat-tempat lain yang begitu indah apa perasaanmu saat itu? Nyaman dan terasa damai bukan? Tahukah mengapa kau begitu bahagia saat berada di sana dan merasa tenang saat melihat keindahan itu? Jawabannya karena kita pernah berada di tempat seperti itu sebelum kita terlahir ke dunia, bahkan lebih indah dan keindahannya tak pernah dapat terbayangkan sedikit pun. Ya, itulah surga yang begitu indah melebihi semua keindahan yang berada di dunia ini.
Itulah surga yang kenikmatannya takkan pernah bisa terbayangkan. Jika kau merasa nikmat berada di suatu tempat yang indah, maka surge jauh lebih indah dari itu. Semua hal yang menurut kita adalah kenikmatan dan keindahan takkan bisa menandingi kenikmatan dan keindahan surge. Jika kita sekarang merasa cukup dengan segala kenikmatan dunia yang sedang dirasakan, yakinlah kelak ada yang lebih dari semua itu. Nikmatnya dunia hanya sesaat dan sementara, tapi kenikmatan surge itu abadi.
Jika kita mencelupkan jari tenjuk kita ke dalam lautan, maka saat kita mengangjatnya aka nada setetes air yang terjatuh dari ujung jari kita. Setetes air yang jatuh itu ibarat dunia yang kita tempati saat ini, dan lautan yang begitu luas ibarat akhirat yang luasnya berkali-kali lipat dari dunia. Jadi jika saat ini hanya dunia yang kita cari, maka kita takkan pernah bisa merasakan kenikmatan surge yang abadi.
Namun yang terjadi saat ini justru banyak orang yang berjuang hanya untuk dunianya saja. Mencari harta dengan segala macam cara hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Sementara bekal untuk keberangkatan kita ke negeri akhirat belum dipersiapkan. Dunia ini hanya tempat persinggahan sementara kita. Kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah kita meninggal, setelah ruh ini terlepas dari jasad.
Ada kehidupan yang abadi selamanya setelah kita tiada di dunia ini. Sebelum samapai di surge yang kita dambakan, masih ada perjalanan panjang yang harus kita lalui. Pertimbangan amal kita selama di dunia yang akan dipertanggungjawabkan. Saat mulut terkunci, seluruh angota badan kita akan berbicara. Tentang tangan yang telah berbuat apa saja, tentang kaki yang melangkah kemana saja, apakah menuju kebaikan tau keburukan. Bahkan nafas dan setiap detik yang berlalu pun semuanya akan dipertanggungjawabkan.
Karena itu Sahabat Muslimah, mari kita renungkan kembali sudahkah semua hal yang kita lakukan itu untuk kebaikan? Sudahkan setiap amal yang kita kerjakan diniatkan hanya karena Allah? Sudahkah kita menjadi seorang wanita shalihah yang pantas masuk surganya Allah? Semoga Allah swt. mengampuni segala dosa yang telah kita perbuat dan melimpahkan rahmat-Nya untuk kita.
Sahabat Muslimah, kita tak pernah tahu kapan usia ini akan berakhir karena itu rahasia Allah. Bahkan kita pun tak akan oernah tahu apakah nafas ini masih akan tetap berhembus esok hari. Kita hanya harus bisa menjalankan setiap peran kita dalam kehidupan ini sebaik-baiknya. Taka da waktu yang terlewati selain kita lalui dengan kebaikan. Ketika kita meninggal dunia, tak ada satupun harta yang akan kita bawa pergi. Hanya amal ibadah, shodaqoh jariyah, dan do’a anak yang shalih yang akan kita bawa. Alquran yang senantiasa kita baca dan kita amalkan pun akan ikut menemani kita saat di alam kubur. Selain hal-hal tersebut, semuanya akan pergi meninggalkan kita.
Surga yang begitu indahkah yang akan menjadi tempat terkahir kita, ataukah neraka yang tak pernah kita dambakan. Semoga Allah memberikan kasih sayangnya kepada kita, sehingga atas rahmat-Nya itulah Allah akan menempatkan kita di tempat terbaik, di surga-Nya. Aamiin.

Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya

Kisah Manis dari Husna Kecil, seorang balita cantik yg sdh bs menghafal do'a2 sehari-hari, surat2 pendek, dan bs shalat dgn gerakan yg baik. Sangat menginspirasi utk para ibu yg mendambakan ingin memiliki anak2 yg shalih dan shalihah...
Thanks my twin sister



Alhamdulillaah bahagia rasanya bisa melihat perkembangan buah hati dari hari ke hari. Selalu ada kejutan manis yang menambah kesyukuran di setiap harinya, mengubah lelah menjadi Lillah.
Seperti halnya hari ini, Husna putri kecilku memberikan kejutan lagi buat umminya. Setiap masuk waktu shalat saya selalu mengajak Husna untuk ikut shalat berjama’ah di rumah. Dulu sih di awal-awal dia suka sekali menarik mukena yang saya pakai ketika sedang shalat, kadang tiduran di atas sajadah tempat saya sujud atau bahkan naik kuda-kudaan di atas punggung ketika saya sedang sujud, ah ingin tertawa rasanya kalo ingat saat-saat itu, hehe.. dan pastinya juga pernah dirasakan pula oleh para ibu yang memiliki anak masih kecil.
Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya


Namun sekarang seiring berjalannya waktu, lama kelamaan Husna sudah bisa mengikuti gerakan shalat. Meskipun belum tahu bacaan shalat tapi setidaknya dia belajar. Lucu kalo lihat mulut kecilnya komat-kamit saat belajar shalat, dengan memakai mukena berwarna orange yang bergambar kartun angry bird, bikin gemes.. ^^
Selepas shalat saya biasakan untuk berdo’a bersama, dan kejutan hari ini adalah ketika Husna sudah selesai shalat, tanpa dikomando lagi spontan dia langsung mengangkat kedua tangannya dan membaca do’a untuk kedua orangtua hafal dari awal sampai akhir, setelah itu tangan mungilnya mengusap wajahnya sambil berkata Aamiin… Masya Allah, sejuk rasanya hati ini Ya Allah..
Selesai berdo’a diapun melipat kembali mukena dan sajadah yang telah dipakai, ya meskipun tidak rapi, namanya juga anak kecil, hehe.. Anak akan selalu meniru apa yang dia lihat dan didengarnya, maka bagi ibu harus senantiasa mengajarkan kebaikan-kebaikan, karena seorang ibu itu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ajarilah anak kita untuk belajar shalat sejak dini, kita bisa memfasilitasi mereka dengan menyiapkan mukena kecil atau sarung dan ajak mereka untuk shalat bersama kita. Bagi anak laki-laki ajaklah untuk shalat berjama’ah di masjid bersama ayah mereka.
Ajarkan pula do’a-do’a harian pada mereka. Misalnya saat kita akan menyuapi si kecil, biasakan untuk berdo’a terlebih dahulu, lama kelamaan mereka akan mengikuti dan hafal dengan sendirinya. Alhamdulillaah, Husna pun sekarang sudah hafal beberapa do’a seperti do’a mau makan, do’a mau tidur, do’a untuk kedua orangtua, do’a masuk kamar mandi dan do’a keluar rumah. Anak kecil memang lebih cepat menangkap apa yang diajarkan.
Saya bukanlah seorang ibu yang baik, tapi bismillaah saya akan berusaha menjadi ibu yang baik dan sholihah, dan semoga secuil tulisan ini pun bisa menginspirasi para ibu atau calon ibu yang senantiasa mendambakan anak-anak yang sholih dan sholihah. Syukron Katsiron… ^^
Tulisan ini juga hadiah untuk putri kecilku tersayang, Husna Sholihatunnisa yang besok genap berusia 2 tahun. Maaf ya sayang, ummi tidak bisa memberimu hadiah mewah, ummi hanya punya do’a terbaik untukmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu nak, menjadikanmu anak yang sholihah, pintar, cerdas, penghafal Al-Qur’an dan menjadi jalan bagi ummi abi untuk masuk ke dalam Syurga-Nya Allah. Aamiin..
Mungkin hanya ini yang mampu ummi berikan padamu nak, mengajarkan kebaikan-kebaikan semampu ummi sampai nafas ini terhenti. Ummi tak tahu sampai kapan bisa terus menemanimu, karena amat mudah bagi Allah mengambil kembali titipan-Nya. Dan kau adalah hadiah terindah dari Allah yang akan selalu kami jaga. Kau tahu nak, dulu saat pertama kali kami tahu bahwa kau hadir dalam rahim ummi, meneteslah buliran air mata di pipi abimu tanda bahagia, dan saat kau lahir ke dunia bertambahlah kebahagiaan ini.
Satu yang kami harapkan yaitu agar kau menjadi anak yang sholihah, agar kelak saat ummi abi telah lebih dahulu dipanggil oleh-Nya do’amu tetap mengalir untuk kami. Tiada yang paling membahagiakan selain itu. Duhai anakku tetaplah menjadi penyejuk mata, penentram hati, dan pelipur lara untuk orang-orang di sekitarmu.
_Dari ibumu yang slalu mencintamu_
(Cilegon, 20 Maret 2016)
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes