Archive For March 2016 March 2016 - Teh Deska
TERBARU

Wanita dalam pandangan Islam

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah saw. bersabda:
“Berwasiatlah engkau semua kepada kaum wanita dengan yang baik-baik, sebab sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk dan sesungguhnya selengkung-lengkungnya tulang rusuk ialah bagian yang teratas sekali. Maka jikalau engkau mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jikalau engkau biarkan saja, maka ia akan tetap lengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu, maka berwasiatlah yang baik-baik kepada kaum wanita itu." (M”ttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat kedua kitab Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan demikian:
Nabi saw. bersabda:
“Wanita itu adalah sebagai tulang rusuk, jikalau engkau luruskan, maka engkau akan mematahkannya, dan jikalau engkau bersenang-senang dengannya, engkau pun dapat pula bersenang-senang dengannya tetapi di dalam wanita itu ada kelengkungannya”
Dalam riwayat Muslim disebutkan:     
Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk yang tidak akan melurus pada suatu jalan selama-lamanya untukmu. Maka jikalau engkau jikalau engkau bersenang-senang dengannya, engkau pun dapat pula bersenang-senang dengannya tetapi di dalam wanita itu ada kelengkungannya dan jikalau engkau luruskan ia, maka engkau akan mematahkannya dan patahnya itu ialah menceraikannya.”

Betapa mulianya diri kita, wahai muslimah. Tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga sangat lembut hati kita. Karena itu, dalam mendidik putri kita kelak harus dengan penuh kesabaran dan kelembutan agar ia tidak patah dan mudah rapuh.


Betapa mulianya diri kita, wahai muslimah. Tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga sangat lembut hati kita. Karena itu, dalam mendidik putri kita kelak harus dengan penuh kesabaran dan kelembutan agar ia tidak patah dan mudah rapuh.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah saw. bersabda:
“Sesempurna-sempurnanya kaum mu’minin perihal keimanannya ialah yang terbaik budi pekertinya di antara mereka itu, dan yang terbaik di antara kaum mu’minin itu ialah yang terbaik sifatnya terhadap kaum wanitanya.”
Rasulullah saw. begitu memuliakan perempuan, bahkan dalam hadis di atas beliau menyebytkan bahwa yang terbaik di antara kaum mu’minin itu ialah yang terbaik sifatnya terhadap kaum wanitanya.

3. Muslimah Visioner
Suatu hari, ketika kita akan ke luar rumah namun tak ada tujuan yang jelas, apa yang terjadi? Ya, kita akan bingung karena bahkan tersesat karena tak memiliki arah dan tujuan. Beda halnya saat kita memiliki tujuan yang jelas, ada peta yang bisa kita jadikan alat untuk melihat arah agar tak tersesat dan bisa sampai tujuan. Itulah yang disebut visi.

Seorang muslimah harus memiliki visi hidup dan menjadi muslimah visioner. Muslimah visioner memiliki tujuan hidup yang jelas dan pandangan yang jauh ke depan.

Visi membuat Anda bisa bekerja dengan tepat.
Tidak memubazirkan potensi serta sumber daya untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
Visi membuat Anda terjaga dari penyimpangan.
Tidak membuat Anda keluar dari track yang menyebabkan Anda tidak akan mencapai tujuan.
Hidup Anda selalu berada dalam koridor utama menggapai cita-cita.
Inilah pentingnya visi dalam kehidupan kita.
(Cahyadi Takariawan, Wonderful Family)

Seorang muslimah visioner tidak pernah menjadikan dunia ini sebagai tujuan. Ia telah memilih bahwa akhirat adalah tempat yang abadi. Hanya ridho Allah swt. yang ia damba dan syafaat Rasulullah saw. yang ia nantikan

Seorang muslimah visioner menjadikan seluruh potensi yang dimilikinya untuk kebaikan dan bisa bermanfaat untuk semua orang. Semua kerja keras dan usahanya selama di dunia ia jadikan sebagai sarana untuk beribadah pada Allah swt.

Tatkala seorang muslimah bekerja, maka dia bersungguh-sungguh mencari harta yang halal dan berkah. Hal itu ia lakukan semata-mata karena ibadah. Bekerja keras itu merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, karena itu harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Setiap hal yang dilakukan oleh muslimah visioner selalu dimulai dengan niat yang tulus. Dalam berfikir, bekerja, dan berusaha tak pernah luput untuk memberi yang terbaik pada keluarga yang ia cintai, generasi penerusnya, ummat yang mendambakan perubahan, dan bangsa yang menanti pemimpin sejati.

Kepribadian seorang muslimah visioner mencerminkan bahwa dirinya adalah seorang muslimah yang berorientasi akhirat. Ia tahu bahwa akhirat itu adalah tempat kembali dan sebaik-baik tempat kembali adalah surga yang kekal abadi. Segala cita-citanya ia perjuangkan dengan hanya mengharap ridho Allah swt. Selayaknya kepribadian muslim dan muslimah visioner kita didikkan kepada putra-putri kita, generasi muda dan masyarakat pada umumnya.   

Muslimah Visioner ialah muslimah yang memandang jauh ke depan. Pandangannya menembus dunia yang sangat singkat dan fana ini. Bukan hanya dunia saja, namun ia melihat sampai ke akhirat.

Muslimah visioner selain cerdas, ia juga mencerdaskan. Bergerak dan menggerakkan pada kebaikan. Sehingga semua orang pun ikut tergerak untuk menebar kebaikan, Muslimah visioner selalu bersikap bijak dalam memutuskan segala sesuatu. Setiap masalah yang ia hadapi selalu dihadapi dengan penuh ketenangan. Tergesa-gesa bukanlah sifatnya. Ia penuh wibawa dan pemikirannya begitu tajam. Setiap ucapannya, langkah kakinya, serta segala aktifitasnya selalu memberi manfaat.

4. Peran-peran Muslimah

Sebagai seorang muslimah, kita pun memiliki peran-peran yang harus kita tunaikan. Setiap diri kita harus menjalankan setiap peran tersebut dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Di antara beberapa peran muslimah yaitu:

1.      Sebagai hamba Allah
Allah menciptakan kita sebagai hamba-Nya yang harus taat pada setiap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, karena itu perbanyaklah ibadah sebagai bekal di akhirat nanti.
Ibaratnya, saat kita mencelupkan jari telunjuk ke dalam lautan, kemudian saat kita mengangkatnya maka tetesan air dari telunjuk itu adalah dunia yang begitu kecil. Sementara lautan yang begitu luas adalah akhirat.
Sebagai hamba Allah yang taat, kita harus dapat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beribadah pada Allah akan menjadikan hati kita tenang.

2.      Sebagai Ibu
Dari Rahim seorang wanitalah lahir generasi-generasi yang siap membangun negeri. Namun cita yang mulia itu harus melalui jalan panjang yang penuh rintangan. Seorang muslimah ketika menjadi ibu maka tanggung jawab untuk mendidik generasi baru ada di pundaknya.
Karena itu, harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi ibu perubahan. Peran seorang ibu sungguh mulia. Ia mengandung, melahirkan, dan mendidik putra-putrinya. Dari tanganlah akan terbentuk generasi baru yang menjadi pembaharu.

3.      Sebagai Istri
Setiap insan dilahirkan berpasang-pasangan oleh Allah Yang Maha Penyayang. Begitu pula seorang wanita merupakan belahan jiwa bagi suaminya. Istri yang taat pada suaminya telah dijanjikan surga dan pahala yang tak ternilai.

4.      Sebagai Da’iyah
Di samping peran-peran yang telah disebutkan tadi, seorang muslimah memiliki yang begitu penting pula dalam masyarakatnya. Ia adalah da’iyah yang menyampaikan dan menebar kebaikan.

Muslimah Cantik yang Dinanti
Sering kita dengar bahwa seorang wanita yang cantik ituadalah wanita yang pandai berdandan, badannya langsing, suaranya merdu merayu, dan senyumnya memikat. Sehingga banyak wanita-wanita yang mengejar hal-hal itu agar terlihat sempurna. Padahal kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata.

Sebenarnya kita terlahir di dunia ini sudah dalam keadaan yang baik, terlepas dari bentuk badan yang tidak sesuai keinginan. Semua itu harus kita syukuri dan tafakuri. Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sekalipun ada orang yang kembar mereka pun tak selalu persis sama.

Kecantikan yang muncul dari ketulusan tak kan mudah direkayasa. Ia muncul dari beningnya hati dan indahnya jiwa. Hati yang bersih, jiwa yang tenang, akhlaq dan kepribadian yang mulia tak kan dapat kita peroleh dengan instan dan kepura-puraan. Semuanya butuh proses yang matang bukan sekedar polesan.

Make-Up Muslimah:
Malu karena Allah adalah perona pipinya…..
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian.....

Karena pada hakekat kecantikan itu bukan sekedar yang nampak kasat mata, melainkan memancar dari hati dan jiwa kita.

Sudahkah kita menjadikan sosok muslimah yang ideal, yang keberadaannya dirindukan, yang kata-katanya ditunggu, dan sikapnya diteladani?
Untuk menjadi muslimah yang dinanti kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban kita terlebih dahulu. Di antaranya:
1. Kewajiban muslimah terhadap tubuhnya
2. kewajiban muslimah terhadap akalnya
3. Kewajiban muslimah terhadap hatinya
Sejatinya kecantikan bukan sekedar pada wajah yang mempesona, pada suara yang merdu ataupun pada senyumnya yang memikat siapa saja. Namun terletak pada pancaran cahaya yang ada di dalam hati kita. Pancaran indah itulah yang sering kita sebut inner beauty.

Because You Are Special

Because You Are Special
1.      Keistimewaan Wanita

Berbahagialah wahai muslimah, karena dirimu begitu istimewa. Allah telah menciptakanmu dengan berbagai keindahan. Bahkan dalam Alquran, namamu terlukis indah mengalun dalam ayat-ayat cinta-Nya. Rasulullah saw. pun begitu memuliakanmu, menghormati, dan menyayangimu.

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Berbahagialah wahai muslimah, karena dirimu begitu istimewa. Allah telah menciptakanmu dengan berbagai keindahan. Bahkan dalam Alquran, namamu terlukis indah mengalun dalam ayat-ayat cinta-Nya. Rasulullah saw. pun begitu memuliakanmu, menghormati, dan menyayangimu.


Semoga kita dapat menjadi wanita shalihah yang menjadi perhiasan dan sebaik-baik perhiasan yang ada di dunia ini. Bahkan bidadari pun cemburu kepada wanita shalihah karena kita tercipta sebagai wanita yang berjuang dengan segala tantangan yang ada untuk senantiasa taat kepada perintah Allah swt. dan menjauhi larangn-Nya. Tak mudah memang untuk dapat melaluinya, namun perjuangan kita akan Allah ganti dengan surga yang begitu indah. Bahkan wanita shalihah akan menjadi ratu para bidadari di surga kelak.
Ketika kita membayangkan sebuah perhiasan, maka yang terlintas adalah emas, berlian, intan, permata dan perhiasan-perhiasan lain yang tampak indah memesona. Perhiasan-perhiasan itu terlihat indah karena nilainya yang sangat berharga. Tidak semua orang dapat memiliki perhiasan tersebut. Tersimpan dalam etalase yang terjaga dengan baik sehingga tak mudah dipegang begitu saja. Dari luar tampak begitu indah begitu pula isi yang terkandung dalam perhiasan itu bernilai sangat tinggi.
Begitulah gambaran kita wahai muslimah. Perhiasan dunia yang Allah ciptakan dengan segala keindahan. Sebaiknya anugerah Allah ini kita jaga dengan baik. Kita hiasai dengan keimanan dan ketakwaan sehingga tidak hanya tampak indah dari luar saja, namun pancaran keshalihan pun ada dari dalam diri kita. Di mana pun diri kita berada, ke mana pun kaki ini melangkah Allah senantiasa menjaga kita karena kita memiliki iman dalam hati yang takkan tergantikan oleh apapun
Seperti belian yang begitu indah, di mana pun ia berada, ia tetap menjadi berlian yang bernilai. Bahkan ketika ia berada dalam kubangan lumpur sekalipun, ia tetap berlian yang indah. Tidak terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya bahkan memberikan keindahan pada sekelilingnya. Wanita shalihah pun harus menjadi seperti berlian, ketika di luar sana banyak godaan, namun kita mampu menjaga diri dan hati kita. Menjadikannya tetap suci tak ternoda. Wanita shalihah mampu mewarnai lingkungan dengan keshalihannya, tidak terwarnai dan menjadikannya jauh dari Islam.
Allah swt. Yang Maha Penyayang telah menjadikan Alquran sebagai pedoman bagi hidup kita. Bahkan satu surat di dalam Alquran mengandung nama perempuan yakni surat “An-Nisa“.  Betapa Allah swt. sangat memperhatikan kita, kita hanya harus mengikuti segala aturan-Nya untuk menjaga diri kita dari kelalaian. Semua panduan untuk kita sudah tercantum jelas di dalam Alquran, karena Alquran merupakan pedoman hidup bagi kita. Ketika kita mampu menjalankannya, maka akan kita peroleh bahagia tidak hanya di dunia namun sampai akhirat.

Dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersyukurlah kita terlahir sebagai seorang wanita, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, menjadi istri yang taat pada suami, dan menjadi ibu yang menjaga anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Rasulullah saw. pun dalam hadis di atas begitu memuliakna wanita. Bahkan menyebut kata ibumu sebanyak tiga kali lalu ayahmu satu kali setelahnya. Artinya seorang anak harus berbakti kepada ibu dan ayahnya, serta mendahulukan ibu untuk dihormati. Karena betapa mulianya seorang ibu mampu mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak-anaknya.

“Di balik kelembutan seorang wanita, ia dapat mengayun buaian dengan tangan kanannya dan mengguncang dunia dengan tangan kirinya”

Allah Ar-Rahman Ar-Rahim telah meniupkan ruh kasih sayang kepada wanita, sehingga dijadikannya sifat lemah lembut, penyayang, dan penuh cinta dalam diri kita. Namun hal tersebut tidak menjadikan kita lemah dan tak berdaya, justru dibalik sifat yang lembut terdapat kekuatan yang mampu menjadikan kita tegar saat menghadapi berbagai ujian. Seorang wanita akan menjadi ibu yang penuh penyayang, menjaga, serta mendidik putra-putrinya. Di samping itu, wanita mampu membangun sebuah peradaban dengan kekuatannya.

Seorang penyair Arab mengatakan, “Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khoirul ‘Irq ( Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya, jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan).

Dari rahim wanitalah terlahir generasi-generasi yang akan membangun bangsa. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya. Mulai dari hati kita yang senantiasa kita hiasi dengan keimanan, serta kita pun harus mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal di masa mendatang. Baik ilmu tentang Islam, ilmu pengetahuan umum, ilmu kerumahtanggaan, dan masih banyak ilmu lain yang harus kita pelajari.
Kita harus menjadi ibu yang cerdas, sebab kita akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anak kita. Mereka belajar dari kita untuk mengenal kehidupan pertama kalinya saat terlahir ke dunia. Kitalah yang menjaga mereka dari segala ancaman, kita yang merawat mereka, bahkan seorang ibu rela dirinya terluka demi menjaga anaknya. Kita pula yang mendidik dan mengajarkan mereka tentang berbagai hal agar mereka siap dan mampu menghadapi setiap tantangan. Agar mereka dapat menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, generasi yang dapat membangun bangsa dan agama.

Meski tidak selalu mudah untuk dapat melalui segala tantangan, terlebih lagi pada zaman yang sangat global ini. Dengan segala bentuk godaan seperti mode pakaian yang jauh dari syariat, tontonan-tontonan yang kebanyakan ‘menjual’ wanita, hingga segala bentuk rayuan yang mampu menggoyahkan hati. Di sinilah kita perlu menguatkan hati dan keimanan. Karenanya, tulisan ini hadir agar mampu menjadi sebuah panduan bagi muslimah untuk kehidupannya. Because you are special, karena kita begitu istimewa.




Keutamaan Wanita Shalehah

Keutamaan Wanita Shalehah
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. Nabi saw. berkata: “Ada empat perkara yang barangsiapa telah diberinya, berarti ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu: hati yang syukur, lidah yang selalu berdzikir, badan yang sabar dari cobaan, dan istri yang tidak menuntutnya (suami) berbuat dosa (zalim) bagi dirinya maupun hartanya”. (H.R. Thabrani).
            Sahabat Muslimah, dari hadis tersebut kita dapat mengetahui bahwa seorang wanita menjadi salah satu dari empat hal yang barangsiapa telah diberinya, berarti ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat. Empat hal itu di antaranya:
1.      Hati yang syukur
Hati yang selalu dipenuhi rasa syukur kepada Allah swt. akan senantiasa diberi ketenangan. Ketika kita mendapat rezeki, maka hal pertama yang haru kita lakukan adalah bersyukur. Karena rezeki yang kita peroleh adalah adalah pemberian dari Allah swt. Namun, tidak lupa pula saat kita memperoleh rezeki tersebut, kita pun mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah menjadi perantara turunnya rezeki tersebut.

Keutamaan Wanita Shalehah


                  Rezeki itu bukan hanya berbentuk harta, namun bisa dalam bentuk lain seperti rezeki memiliki anak yang shalih, hadiah dari teman, perhatian dari saudara kita, dan rezeki lain yang merupakan kenikmatan yang kita rasakan. Semua itu harus selalu kita syukuri. Terkadang, saat kita mendapat kebahagiaan kita justru lupa untuk bersyukur pada Allah swt. yang memberi kita bahagia. Sebaliknya, saat kita mendapat lesedihan baru teringat dan minta pertolongan-Nya.
            Saat bahagia kita bersyukur dan saat mendapat kesedian kita bersabar. Itulah amalan terbaik manusia. “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu. Semua urusannya baik baginya. Hal itu hanya dimiliki orang yang beriman. Jika dia memperoleh nikmat, dia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar dan itu baik baginya”. (HR. Muslim)
            Antara syukur dan sabar ini ibarat atap dan lantai. Ketika kita memperoleh rezeki atau kebahagiaan, hati kita merasa senang namun ada atap yang menjadi pembatas. Artinya saat bahagia dan mendapat rezeki ingatlah untuk tidak melampaui batas hingga kita menjadi sombong. Di sana ada syukur yang harus kita ucap pada Sang Pemberi Rezeki. Begitu pula saat kita mendapatkan musibah, hati ini merasa begitu sangat sedih dan terjatuh namun ada lantai yang menjadi batas. Maksudnya bahwa saat kita mendapat musibah, ingatlah untuk tidak larut dalam kesedihan karena itu hanya akan membuat diri ini lupa bahwa ada Allah Yang Maha Penolong. Di sinilah kita memerlukan kesabaran dalam menghadapi setiap musibah.
2.      Lidah yang selalu berdzikir
Tak ada sedikit pun waktu yang terlewat bagi seorang mukmin untuk senantiasa berdzikir. Lidahnya selalu basah oleh dzikir yang dilantunkan. Berdzikir itu artinya kita selalu mengingat Allah swt. di mana pun, kapan pun, dan saat melakukan aktivitas apapun. Rasulullah saw. pun telah memberikan teladannya untuk selalu berdzikir (hadist).
Alangkah indahnya jika lidah  dan hati ini selalu berdzikir. Saat melihat hal yang membuat hati ini bahagia kita berdzikir dan saat hati dirundung kesedian pun lidah ini tak pernah terhenti untuk berdzikir. Itulah amalan umat Islam yang akan menjadi karakter karena sudah terbiasa melakukannya.
Berbeda halnya saat ada orang yang sudah terbiasa mengeluarkan kata-kata kasar ataupun kotor. Setiap apapun hal yang terjadi padanya maka yang terucap dari lidahnya hanyalah kata-kata tersebut. Itu pun menjadi karakter yang menempel padanya. Bahkan saat terjatuh sekalipun, orang yang lidahnya selalu berdzikir maka yang terucap secara spontan adalah dzikir mengingat Allah. Sebaliknya, orang yang terbiasa mengucapkan kata-kata kasar maka yang terucap spontan dari lidahnya saat terjatuh adalah kata-kata itu.
Tatkala kita melihat ciptaan Allah yang begitu indah maka kita teringat pada Allah yang telah menciptakan keindahan itu. Misalnya saat kita berjalan-jalan di tepi pantai, kita memandang lautan yang menghamar luas, maka secara spontan lidah ini berdzikir atas keagungan Allah tersebut. Begitu pula saat mendapati sebuah keburukan kita pun beristighfar dan memohon ampunan serta pertolongan Allah.
3.      Badan yang sabar dari cobaan
Diri ini hanyalah milik Allah swt. seluruh anggota badan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki semuanya milik Allah Sang Maha Pencipta. Begitu pula saat salah satu anggota badan kita sakit dan terkena musibah maka kita harus bersabar dan memohon pertolongan hanya pada Allah swt.
Orang yang mampu bersabar atas setian cobaan yang ia hadapi maka akan ia peroleh ketenangan hati. Ia tak pernah gundah akan cobaan tersebut karena ia yakin ada Allah swt. yang mampu menolongnya. Mintalah pertolongan hanya kepada Allah swt yang menguasai diri ini. Saat badan kita sakit dan tak berdaya, berdoalah pada Allah yang maha menyembuhkan. Namun kita pun tetap berikhtiar mengobati sakit itu dengan berobat ke dokter dan meminum obat. Setelah berikhtiar maka bersabar dan berdoalah pada Allah swt. sebab jiwa ini ada dalam genggaman-Nya.
4.      Istri yang tidak menuntutnya (suami) berbuat dosa (zalim) bagi dirinya maupun hartanya
Seorang istri akan menjadi penentram hati suaminya tatkala ia mampu menjalankan perannya dengan baik. Seorang istri yang baik itu tidak akan menuntut suaminya untuk berbuat dosa baik itu bagi dirinya maupun hartanya. Seorang istri harus mampu menjaga dirinya, suaminya, juga harta dan anak-anaknya.
Seandainya seorang istri menuntut suaminya untuk berbuat zalim, maka sama halnya dengan ia mengajak suaminya untuk terjun ke dalam panasnya api neraka. Tentu bukan itu yang kita harapkan dalam sebuah rumah tangga. Jadikan ruma kita sebagai sebuah surga yang indah. Antara suami dan istri selalu bersama-sama mengajak dalam kebaikan. Rumah tangga bak istana yang dihiasi keindahan saat keduanya saling bersinergi untuk menempuh jalan menuju surga.
Sahabat Muslimah, semoga kita dapat menjadi wanita shalihah yang hatinya selalu terpaut pada Sang Pemilik Hati. Ia senantiasa terjaga dan terlindungi dari hal-hal negatif yang dapat mengotori hatinya. Sebab, orientasi kita bukan hanya dunia yang fana ini, namun jauh hingga ke surga yang abadi.

Dari Abu Umamah r.a., dari Nabi saw. bersabda: “Tidak ada sesuatu yang menguntungkan seorang mu’min setelah taqwa kepada Allah, yang lebih baik baginya daripada seorang istri yang shalihah, yang apabila suami menyuruhnya, ia mematuhinya, apabila suami memandangnya ia menyenangkannya, apabila suami bersumpah, ia menunaikannya, dan apabila suami pergi darinya maka ia memelihara diri dan harta suaminya”. (H.R. Ibnu Majah)

            Betapa beruntungnya seorang mukmin yang memiliki istri shalihah. Hari-harinya senantiasa diliputi kebahagiaan. Seorang istri yang mampu menjaga diri dan kehormatannya. Semuanya ia lakukan sebagai bentuk ketaan kepada suaminya dan Allah swt. Setelah bertaqwa kepada Allah, maka istri yang shalihah menjadi seseorang yang berarti. Segala keindahan dan kebaikan ada padanya.

Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang diberi rizqi oleh Allah istri yang shalihah, sungguh Allah telah menolongnya atas setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah agama yang lain”. (H.R. Tirmidzi)

Istri yang shalihah juga merupakan rizqi yang diberikan Allah bagi orang mukmin. Hal ini patut kita syukuri dan menjadi pengingat bagi diri kita. Sudahkah kita menjadi seorang wanita shalihah yang menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya?

Telah bersabda Rasulullah saw.: “Empat perkara yang merupakan kebahagiaan seseorang yaitu: istri yang shalihah, anak-anak yang berbakti, teman-teman yang shalih, dan mempunyai kasab (usaha) di negerinya sendiri”. (H.R. Dailami)
           

           
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes