Archive For 2016 2016 - Teh Deska
TERBARU

Nantikan Bunda di Surga ya, Nak

Tepat hari jumat yang lalu rasa khawatir itu bermula. Ketika kabar yang tak pernah kuharapkan datang mengusik hati. Awalnya kukira baik-baik saja setelah masa trimester pertama akan berakhir. Meski kulewati dengan kondisi yang kurang fit karena mual muntah setiap hari. Kupikir itu memang fase biasa yang harus dilalui oleh setiap ibu di awal kehamilannya.

Saat fase itu hampir akan kulewati, aku mulai khawatir karena ada flek darah yang muncul. Aku sempat lemas saat itu, sebab yang kutahu bahwa paada saat hamil tidak akan haid kecuali ada gejala lain. Dengan gemetar kukabarkan pada suamiku yang juga merasa khawatir. Akhirnya kami langsung memutuskan untuk memeriksanya ke dokter kandungan.

"Ibu, yang sabar ya, janin ibu tidak berkembang dan harus di-curretage," ucap dokter membuatku semakin pilu. Mataku mulai berkaca-kaca, namun kucoba tahan untuk tidak menitikkan air mata. Kutatap wajah suamiku yang sedang menggendong anak pertama kami. Ia pun coba menabahkan hati.

Saat ke luar dari ruangan dokter, tak terasa air mataku mulai menetes. Suamiku pun memeluk pundakku, menguatkan. Sepanjang perjalanan pulang malam itu, hatiku terasa pilu. Tak pernah kurasakan sebelumnya sakit yang begitu dalam saat seseorang yang diharapkan hadir menghiasi hari-hariku kini telah tiada. Bahkan ia pergi saat masih berada di dalam rahimku.

Ada sesal yang begitu mendalam, ada luka yang menyesakkan dada, ada sedih yang memilukan hati. Semua menjadi satu dalam duka yang tak mudah berlalu. Ingjn rasanya aku memutar waktu, kan kujaga sebaik-baiknya janinku, akan kulakukan apapun agar ia bisa berkembang sehat, hingga tiba masa dapat menikmati kehidupan dunia. Namun, kusadar aku tak bisa melakukan apapun...

Dalam sedih yang tak kunjung padam, suamiku setia berada di sampingku menguatkan, menabahkan, dan meyakinkan. Bahwa semua terjadi atas kuasa Allah swt. Dia yang Maha mengatur segalanya. Semua pasti ada hikmahnya, termasuk atas apa yang terjadi dalam hidupku saat ini. Agar aku semakin bisa bersabar dan bersyukur atas semua ketetapan-Nya.

Walau kutahu ia pun merasa sedih, namun ia mampu menenangkan hatiku. Kutatap satu per satu  wajah suamiku dan putra pertama kami. Ya, masih ada kalian yang kusayang, akan kujaga sepenuh hatiku. Kini, aku pun semakin yakin bahwa seindah apapun rencana kita, jauh lebih indah rencana Allah untuk kita.

Bismillah...meski awalnya aku sulit menuliskan kisah ini, tapi ini akan menjadi awal aku memulai hari baru. Bersama suamiku, putra pertamaku, dan orang-orang yang kusayang.

Terakhir, aku ingin mengucapkan, "Selamat jalan anakku sayang, nantikan bunda di surga-Nya ya..."

#SarapanKataKMO13
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur



Menjadi Muslimah yang Dirindukan Surga

Majelis ilmu itu seperti taman surga. Di dalamnya terdapat banyak keindahan. Keindahan akhlak, keindahan ukhuwah, keindahan silaturahim, dan keindahan saling mengingatkan dalam kebaikan. Taman surga itu memang sangat istimewa, tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Karena itu, memang terkadang hanya beberapa orang saja yang berada di dalamnya. Meski pintu taman surga terbuka lebar bagi siapapun yang ingin menikmati keindahan bunga yang ada di sana. Bersyukur bagi orang-orang yang bisa memasuki taman surga, karena Allah telah membuka hatinya untuk menimba ilmu di sana. Allah telah meringankan kakinya untuk berjalan menuju tempat dimana kebaikan berada. Malaikat-malaikat pun senantiasa hadir di dalam majelis ilmu. Sehingga semakin bertambahlah keberkahan. Taman surga yang kumasuki kali ini berada di sebuah mesjid kampus UPI Tasikmalaya. Pertama kali aku datang ke sana langsung disambut oleh bidadari cantik nan shalihah, panitia Kajian Muslimah UKDM. Senyuman di wajahnya mampu menyejukkan hati. :-) Bahagia diri ini ketika bisa berkumpul dengan akhwat-akhwat yang semangat mencari ilmu. Meski kutahu mereka sudah lelah seharian kuliah, berkatifitas, dan segudang agenda lainnya. Namun mereka masih menyempatkan diri untuk datang ke kajian hari itu. Semoga lelahnya menjadi lillah dan akan tergantikan dengan surga yang begitu indah. Tema kajian kali ini adalah "Menjadi Muslimah yang Dirindukan Surga". Entah mengapa setiap mendengar kata surga selau sejuk hati ini. Mungkin inilah yang disebut rindu. Ya, rindu pada sebuah tempat yang telah Allah persiapkan untuk hamba-Nya yang brriman. Namun, ketika hati ini merindukan surga-Nya, terkadang aku pun berpikir apakah surga juga merindukanku? Sungguh, aku bukanlah wanita mulia seperti Khadijah, bukan pula wanita tangguh seperti Fatimah, ataupun wanita suci seperti Maryam, dan wanita setabah Asiyah. Namun, aku hanyalah wanita biasa yang sedang berusaha untuk menjadi wanita shalihah. Meski diri ini begitu lemah, tapi aku tetap memohon pada-Nya untuk dapat dibangunkan sebuah rumah di Surga. Semoga setiap kata yang terucap, setiap langkah yang mengayun, dan setiap hembusan nafas ini dapat bernilai ibadah. Sehingga suatu saat kita dapat dipertemukan kembali di surga-Nya yang abadi. Teruntuk adik-adikku yang shalihah, aku mencintai kalian karena Allah... ^_^

The Mompreneur Part 2

Dalam tulisan sebelumnya aku sudah menceritakan kisah The Mompreneur tentang mimpi membangun bisnis bersama suami. Bagi yang belum baca boleh lihat di www.tehdeska.com ya. Nah, dalam tulisan sekarang, akan kuceritakan bagaimana aku dan suami memulai bisnis. Sebenarnya aku senang berjualan sejak masih kuliah. Meski dulu aku hanya menjadi reseller saja. Biasa modal mahasiswa hanya bisa menjual barang orang lain. Tapi meski hanya jadi reseller sudah lumayan bisa membantu keuanganku saat itu. Ya minimalnya ada bekal uang jajan sendiri. Tahu sendiri kan mahasiswa kebutuhannya sangat banyak. Jadi jajanan sehari-harinya ngeprint, fotokopy, ngejilid, dan serangkaian jajanan buat menyelesaikan tugas kuliah. hehe. Dengan kebutuhan yang super banyak itu, otomatis aku pun harus mengencangkan ikat pinggang agar bisa memenuhinya. Alhamdulillah aku juga bisa menjalankan puasa senin kamis rutin. Memang niatnya untuk menjalankan sunah, tapi selain bisa dapat pahala, aku pun bisa lebih berhemat. Ketika kuliah itu aku suka menjual produk apa saja yang penting bisa jadi uang (Saking butuhnya). Mulai jualan gantungan kunci, sepatu, tas, manset, dan barang lainnya yang kira-kira dibutuhkan mahasiswa. Awalnya memang agak malu jualan di kampus. Di saat teman-teman yang lain asyik nongkrong, jalan-jalan, dan menghabiskan waktu istirahat dengan hal yang menurut mereka menyenangkan. Aku asyik sendiri dengan aktivitas lain yang menurutku menyenangkan juga. Selain jualan, aktivitas sehari-hariku di kampus adalah berorganisasi. Meski begitu, prioritas utamaku adalah belajar dan alhamdulillah aku tetap bisa mengukir pertasi dengan predikat cumlaude di akhir kuliahku. Selesai kuliah alhamdulillah aku bisa langsung bekerja di salah satu lembaga pendidikan. Karena jadwal mengajar yang padat akhirnya aku mulai berjualan secara online. Ternyata lebih mudah jualan online daripada jualan langsung, sebab pasarnya lebih luas. Sampai akhirnya aku resign dari pekerjaan karena ingin fokus mendidik anak. Namun tetap bisa berpenghasilan walau hanya bekerja di rumah. Ya, dengan bisnis online tadi. Dengan menjadi ibu rumah tangga waktuku menjadi lebih fleksibel. Aku bisa mengurus rumah, menjaga anak, dan tetap bisa berjualan tanpa harus capek ke luar rumah. Suamiku pun sangat mwndukung. Ia memfasilitasi bisnisku dengan membuatkan toko online sehingga lebih memudahkan dalam berjualan online. Karena suamiku seorang blogger handal menurutku^^ akhirnya aku dibuatkan toko yang sangat cantik. Teman-teman bisa kunjungi toko onlinenya di www.salova.net ya :-) Kalau dulu aku hanya bisa jadi seorang reseller, sekarang alhamdulillah sudah bisa jadi produsen dengan memproduksi manset 2 in 1 dan handsock sendiri. Untuk sekarang fokus produksinya baru itu. Insya Allah ke depannya akan ada "Salova Hijab". Tapi selain itu ada juga produk-produk lain yang dibutuhkan oleh banyak orang. Aku berbisnis bukan hanya untuk mencari untung, tapi aku juga ingin agar bermanfaat untuk orang lain. Dengan membantu orang yang membutuhkan. Adik-adik mahasiswa di kampusku dulu juga banyak yang mengikuti jejakku dengan menjual produk-produk Salova. Senang rasanya melihat anak muda yang begitu semangat berwirausaha. Mereka meninggalkan semua gengsi untuk bisa membantu meringankan biaya orangtuanya. Ada juga ibu rumah tangga sepertiku yang ingin membantu suaminya dengan berjualan tanpa harus meninggalkan tugas utamanya. Itulah indahnya berbagai dengan sesama. Kisahku ini sebenarnya masih sangat panjang dan akan terus mengalir sesuai dengan alur yang telah ditentukan-Nya. Manusia memang hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan segalanya. Namun kita harus ingat bahwa Allah juga sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Ketika kita yakin bisa sukses, maka kesuksesan akan datang. Jadi, tetap semangat dalam berusaha. Bisnis sekecil apapun pasti akan sukses jika diiringi dengan kerja keras, semangat, dan doa.

Nak, Bunda Menyayangimu

Nak, bunda menyayangimu
seperti matahari dan bulan
yang tak pernah bertemu dalam satu masa
Mereka tetap saling melengkapi, saling memahami

Nak, bunda menyayangimu dalam ada dan tiadamu
Mengenangmu, hati ini bahagia
Sebab kutahu kau akan menjadi jalanku menuju surga
Dan hadirmu pelebur lara kala duka

Nak, bunda menyayangimu pada setiap waktu
Meski kita tak pernah bertemu dalam nyata
Namun kuyakin pertemuan indah itu pasti akan ada

Nak, bunda menyayangimu dengan sayang yang tak bertepi
Sejauh apapun jarak di antara kita
Kau tetap dekat dalam do'a
Satu harapku,
kita akan dipertemukan di tempat terbaik
di surga-Nya

Nak, Bunda Menyayangimu

Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu...

Menjadi ibu rumah tangga itu sangat menyenangkan. Aku bisa melakukan banyak hal yang kusuka di rumah. Bermain bersama anak, melakukan hobi menulisku, bahkan tetap bisa berpenghasilan hanya dari rumah. Namun pekerjaan rumah tetap beres.

Menjadi ibu rumah tangga itu merupakan tugas yang sangat mulia. Setiap yg dikerjakan bernilai ibadah. Meski pekerjaannya sangat banyak, namun jika dinikmati maka segalanya akan menyenangkan.
Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu...

Menjadi ibu rumah tangga itu hal yang sangat diinginkan dan dinantikan oleh kaum hawa. Setelah menikah, setiap wanita akan merasa sangat istimewa karena bisa berbakti pada suami yang menjadi salah satu jalannya menuju surga. Setelah menjadi ibu, ia pun memiliki buah hati yang juga menjadi tabungannya untuk bisa masuk surga dengan memiliki anak yang shalih dan shalihah.

Menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang spesial. Sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh wanita saja. Ya, jelas kitalah yang mengandung sampai melahirkan anak. Pekerjaan yang sangat berat sebab balasanya pun tak tangguyaitu surga yang abadi.

Menjadi ibu rumah tangga itu...pokoknya 'everything' deh :-)

#SarapanKataKMO11
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Sejak masih SMA aku sangat senang mendengarkan lagu-lagu nasyid, karena suka dengan liriknya yang menyentuh. Apalagi nasyid yang bernada semangat. Kesukaanku terhadap nasyid bermula saat aku mulai mengenal Rohis.

Namun sekarang hobiku mendengarkan musik berkurang stelah menikah. Suamiku selalu mengingatkan untuk lebih banyak mendengarkan tilawah Alquran. Padahal kutahu ia juga dulunya adalah seorang munsyid yang tergabung dalam grup nasyid kampus. Kuakui dulu ketika  masih kuliah suaranya yang paling merdu dibanding vokalis nasyid yang lain. hehe

Sempat kutanya apa alasannya berhenti jadi vokalis nasyid. Dengan ringan ia malah menjawab, "Aku hanya ingin bernyanyi untukmu saja sayang..." 
Mengukir Cinta di Belahan Jiwa
Ah suamiku selalu saja bisa membuatku tersanjung. hihi. Padahal aku sudah tahu alasan sebenarnya.

"Kalau gitu nyanyiin lagi dong nasyid khusus buat Neng," pintaku. Awalnya suamiku menolak, tapi setelah melihatku agak cemberut akhirnya ia mulai menyanyikan sebuah nasyid kesukaan kami (Mengukir Cinta di Belahan Jiwa - Maydani) :-)

Bila yang tertulis oleh-Nya engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
`Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku

Izinkan aku `tuk mencitaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati 
Di dalam hidupku…(izinkan aku)

Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah jiwaku dalam do’amu
Kan kujaga cintamu
Wahai yang dicinta telah kurela 
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah nafasku dalam hiudpmu
Kan kujaga setiamu

Apapun adanya dirimu
Ku `kan coba tuk tetap setia
Begitu pula pada diriku 
Terimalah dengan apa adanya


#SarapanKataKMO08
#1000PenulisMuda
#DeskaTheMompreneur

www.tehdeska.com 

Siapakah yang Tercantik di Dunia dan di Surga?

Suatu hari, sambil iseng membelai-belai janggut suami (hobi terpendam, hehe), aku pernah bertanya padanya tentang hal yang kadang membuatku penasaran.
"Sayang, katanya kalau memelihara janggut, dalam setiap helainya ada bidadari-bidadari yang sedang menunggumu di surga, bener ga?" Suamiku tak menjawab, ia masih asyik dengan buku yang sedari tadi dibacanya.
"Berarti sekarang bidadari-bidadari itu sedang bergelantungan di janggutmu dong..." sedikit agak cemburu aku iseng menarik-narik janggutnya (tentunya dengan lembut) seperti kebiasaan anak kami yang suka sekali menariknya.
Sambil tersenyum akhirnya suamiku menjawab, "Sebenarnya memelihara janggut itu adalah sunah Rosul."
Aku hanya manggut-manggut.
"Tuh yang sedari tadi bergelantungan memegang janggutku siapa...hayoo?" ucapnya membuatku GeEr. he  
Kemudian ia berbalik menatapku dan memegang tanganku yang sedari tadi membelai janggutnya.
"Sayang, seberapa banyak pun dan secantik apapun para bidadari itu, tetap kau yang tercantik dan kaulah yang akan menjadi ratu para bidadari itu," ucapnya dengan lembut. Akhirnya aku pun tak bisa berkata apa-apa lagi. (spechless, hihi) 
Siapakah yang Tercantik di Dunia dan di Surga?

Aku teringat akan perkataan Rosululloh saw.

Dari Ummu Salamah ra, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yg lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yg bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Kemudian saya bertanya lagi, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada para bidadari?”
Lalu Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas.  Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” (HR. Ath Thabrani)

Sungguh, wanita yang shalihah lebih mulia dari bidadari surga. Seperti yang disampaikan dalam hadist tersebut, bahwa untuk mendapatkan keutamaan itu maka kita harus menjadi seorang wanita shalihah.

Ya, seorang wanita yang shalihah itu merasakan perjuangannya untuk membela agama Allah selama di dunia. Ia sabar dan tabah menghadapi setiap cobaan yang datang. Ia begitu taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia pun bisa begitu tulus menyayangi suami dan mendidik anak-anaknya. Karena itulah, pantas baginya untuk menjadi ratu para bidadari surga.

Selain itu, Ibnu Qayyim Rahimahullahu, menyebutkan dalam sebuah hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa ketika seorang suami beristrikan Hur‘ain (bidadari), kemudian pada saat itu akan datang seorang wanita lain yang kecantikan dan keelokannya mampu membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya.

Siapa Wanita itu ?

Ternyata wanita tersebut adalah istrinya selama di dunia. Itulah keistimewaan para istri di surga, dia akan menjadi RATU dari para Hur‘ain (bidadari). Lalu, Ibnu Qayyim mengatakan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan-pelayannya di hadapan Ratunya...?”
Tentu tidak! Allah akan memberikan pada istri kecantikan yang luar biasa jauh melebihi para bidadari.

Jadi, mulai sekarang buatlah para bidadari itu cemburu padamu dengan indahnya akhlakmu, sempurnanya ibadahmu, dan taatmu pada suami.
Hingga suamimu pun akan berkata, "Engkaulah yang tercantik di dunia dan di surga, duhai istriku" ^_^

Sarjana Ibu Rumah Tangga

Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata sarjana ibu rumah tangga?

Adakah di negara kita sekolah formal untuk mempersiapkan para calon ibu? Sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan membutuhkan skill yang baik. Bagaimana tidak, seorang ibu rumah tangga dituntut untuk bisa mengatur segala urusan rumah tangga yang seabrek. Waktu bekerjanya pun ful! time, bahkan rasanya 24 jam tidaklah cukup untuknya.
Sarjana Ibu Rumah Tangga

Namun, jangan berpikir bahwa pekerjaan ini sangat berat, karena yakin gajinya pun sangat luar biasa. Ya, surga yang begitu indah adalah hadiah terbaik bagi seorang ibu yang menjalankan perannya dengan baik.

Ketika menjadi seorang istri yang taat dan menjadi seorang ibu yang penuh kesungguhan, maka ketika itu pula pintu-pintu surga terbuka untuknya. Setiap kelelahan yang ia rasakan selama menja!ani perannya di dunia akan tergantikan dengan kenikmatan yang akan ia dapatkan di surga kelak. Meskipun begitu, baginya kenikmatan itu ia rasakan pula di dunia. Ketika melihat suaminya bahagia, anak-anaknya tersenyum ceria, dan keluarganyan harmonis penuh cinta, maka seluruh kelelahannya selama seharian akan terhapus seketika dan berganti dengan kebahagiaan di hati.

Sungguh, hanya seorang ibulah yang akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa itu. Segala pekerjaan yang ia kerjakan di rumah takkan pernah menjadi beban untuknya, sebab setiap yang ia lakukan diiringi pula dengan niat yang ikhlas karena Allah. Sehingga, setiap aktivitas yang dilakukan dengan keikhlasan akan bernilai ibadah.

Ya, bagi seorang ibu, yang ia kerjakan di rumah adalah semata-mata ibadah pada Allah swt. Di samping ibadah shalat, puasa, membaca Alquran, dan ibadah lainnya yang merupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Maka, sangatlah pantas ia mendapatkan gelar Sarjana Ibu Rumah Tangga. Namun, meskipun gelar itu tak disematkan padanya, ia tetap memiliki derajat yang begitu tinggi dari Allah swt.

Karena itu, berbahagialah para ibu, surga telah menantimu.

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan
Dari ‘Urwah dari Aisyah r.a. berkata: “Seorang perempuan telah masuk ke rumahku, ia membawa kedua anak perempuannya meiminta-minta, tapi aku tidak mempunyai (makanan) sedikit pun selain sebuah kurma. Maka aku pun memberikan sebuah kurma itu kepadanya. Lalu ia membagi kurma tersebut untuk kedua anaknya, sedangkan ia sendiri tidak memakannya. Kemudian ia berdiri dank e luar. Setelah itu masuklah Rasulullah saw. ke rumah kami, maka aku mengkhabarkan (peristiwa tadi) kepadanya. Sabda Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari urusan anak-anak perempuan ini, kemudian ia berlaku baik kepada mereka itu kelak akan menjadi dinding penghalang baginya dari api neraka”. (H.R. Ahmad)

Keutamaan Mengurus Anak-anak Perempuan

Agar Bidadari Cemburu Padamu

Agar Bidadari Cemburu Padamu

Ummu Salamah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?”
Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama dari bidadari surga karena shalat, puasa dan ibadah yang dilakukan mereka.
Hadis tersebut sungguh indah dan tentunya membuat kita merasa bahagia karena kita, perempuan dunia, bisa mengalahkan para bidadari di surga kelak. Ya, Bidadari yang digambarkan bermata jeli, rambutnya berkilau indah, suci laksana mutiara yang belum pernah tersentuh tangan manusia, berkulit lembut, kesempurnaan itu ditambah lagi dengan akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik. Tapi, di sana Rasulullah saw. menerangkan bahwa perempuan dunia di surge itu sanagt lebih utama dari bidadari surge karena shalat, puasa, dan ibadah yang kita lakuakan. Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan kualitas ibadah yang kita lakukan selama ini? Apakah mampu membuat bidadari surge cemburu pada kita? Kualitas ibadah benar-benar menjadi hal yang utama, jika ingin membuat bidadari cemburu padamu.

Agar Bidadari Cemburu Padamu


Sahabat Muslimah, mari kita merenungi dan mengenali kembali tentang kualitas pribadi kita. Untuk dapat 'mengalahkan' para bidadari butuh perjuangan yang sangat keras dan istiqomah. Kelak, wanita shalihah akan menjadi ratu para bidadari di surga.

Muslimah Cantik yang Dinanti

Muslimah Cantik yang Dinanti
Sering kita dengar bahwa seorang wanita yang cantik itu adalah wanita yang pandai berdandan, badannya langsing, suaranya merdu merayu, dan senyumnya memikat. Sehingga banyak wanita-wanita yang mengejar hal-hal itu agar terlihat sempurna. Padahal kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata.

Sebenarnya kita terlahir di dunia ini sudah dalam keadaan yang baik, terlepas dari bentuk badan yang tidak sesuai keinginan. Semua itu harus kita syukuri dan tafakuri. Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sekalipun ada orang yang kembar mereka pun tak selalu persis sama.

Kecantikan yang muncul dari ketulusan tak kan mudah direkayasa. Ia muncul dari beningnya hati dan indahnya jiwa. Hati yang bersih, jiwa yang tenang, akhlaq dan kepribadian yang mulia tak kan dapat kita peroleh dengan instan dan kepura-puraan. Semuanya butuh proses yang matang bukan sekedar polesan.

Muslimah Cantik yang Dinanti


Make-Up Muslimah:
Malu karena Allah adalah perona pipinya…..
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian.....

Karena pada hakekatnya kecantikan itu bukan sekedar yang nampak kasat mata, melainkan memancar dari hati dan jiwa kita.

Sudahkah kita menjadikan sosok muslimah yang ideal, yang keberadaannya dirindukan, kata-katanya dinanti, dan sikapnya diteladani?
Untuk menjadi muslimah yang dinanti kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban kita terlebih dahulu. Di antaranya:
1.      Kewajiban muslimah terhadap tubuhnya
Sebagai wanita muslimah haruslah senantiasa menjaga kehormatannya dengan cara menutupi anggota tubuhnya (aurat) sesuai dengan yang disyariatkan oleh agama Islam yang memiliki ajaran yang mulia. Terjaganya aurat ini akan menjaga martabat wanita sebagai mahluk yang dimuliakan harkat dan martabatnya. Allah berfirman dalam Alquran surat al-Ahzab:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. [al-Ahzâb/33:53]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana yang agak tipis. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan mukanya sambil berkata :


Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah didatangi oleh seseorang yang menanyakan perihal aurat yang harus ditutup dan yang boleh ditampakkan, maka beliau pun menjawab :

Jagalah auratmu kecuali terhadap (penglihatan) istrimu atau budak yang kamu miliki.[HR. Abu Dâwud, no.4017; Tirmidzi, no. 2794; Nasa’i dalam kitabnya Sunan al-Kubrâ, no. 8923; Ibnu Mâjah, no. 1920. Hadist ini dihasankan oleh Syaikh al-Albâni]

2.      Kewajiban muslimah terhadap akalnya
Sebagai wanita, seorang muslimah pasti menjadi seorang istri yang kelak akan menjadi ibu bagi anak anaknya. Oleh karenanya muslimah harus menajamkan ilmunya.

3.      Kewajiban muslimah terhadap hatinya
Sejatinya kecantikan bukan sekedar pada wajah yang mempesona, pada suara yang merdu ataupun pada senyumnya yang memikat siapa saja. Namun terletak pada pancaran cahaya yang ada di dalam hati kita. Pancaran indah itulah yang sering kita sebut inner beauty.
Beauty Jannaty
Surga itu fantastic
Kenikmatan yang belum terbayangkan
Sahabat Muslimah, pernahkah kau merasakan betapa nikmatnya berada di tempat yang begitu indah? Misalnya saat berada di taman dengan bunga berwarna-warni yang begitu cantik, atau saat berada di pantai dan menyaksikan laut yang membentang luas dengan suara ombak yang bergemuruh, atau saat melihat gunung yang menjulang tinggi dengan pepohonan yang daunnya begitu lebat, atau saat berada di tempat-tempat lain yang begitu indah apa perasaanmu saat itu? Nyaman dan terasa damai bukan? Tahukah mengapa kau begitu bahagia saat berada di sana dan merasa tenang saat melihat keindahan itu? Jawabannya karena kita pernah berada di tempat seperti itu sebelum kita terlahir ke dunia, bahkan lebih indah dan keindahannya tak pernah dapat terbayangkan sedikit pun. Ya, itulah surga yang begitu indah melebihi semua keindahan yang berada di dunia ini.
Itulah surga yang kenikmatannya takkan pernah bisa terbayangkan. Jika kau merasa nikmat berada di suatu tempat yang indah, maka surge jauh lebih indah dari itu. Semua hal yang menurut kita adalah kenikmatan dan keindahan takkan bisa menandingi kenikmatan dan keindahan surge. Jika kita sekarang merasa cukup dengan segala kenikmatan dunia yang sedang dirasakan, yakinlah kelak ada yang lebih dari semua itu. Nikmatnya dunia hanya sesaat dan sementara, tapi kenikmatan surge itu abadi.
Jika kita mencelupkan jari tenjuk kita ke dalam lautan, maka saat kita mengangjatnya aka nada setetes air yang terjatuh dari ujung jari kita. Setetes air yang jatuh itu ibarat dunia yang kita tempati saat ini, dan lautan yang begitu luas ibarat akhirat yang luasnya berkali-kali lipat dari dunia. Jadi jika saat ini hanya dunia yang kita cari, maka kita takkan pernah bisa merasakan kenikmatan surge yang abadi.
Namun yang terjadi saat ini justru banyak orang yang berjuang hanya untuk dunianya saja. Mencari harta dengan segala macam cara hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Sementara bekal untuk keberangkatan kita ke negeri akhirat belum dipersiapkan. Dunia ini hanya tempat persinggahan sementara kita. Kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah kita meninggal, setelah ruh ini terlepas dari jasad.
Ada kehidupan yang abadi selamanya setelah kita tiada di dunia ini. Sebelum samapai di surge yang kita dambakan, masih ada perjalanan panjang yang harus kita lalui. Pertimbangan amal kita selama di dunia yang akan dipertanggungjawabkan. Saat mulut terkunci, seluruh angota badan kita akan berbicara. Tentang tangan yang telah berbuat apa saja, tentang kaki yang melangkah kemana saja, apakah menuju kebaikan tau keburukan. Bahkan nafas dan setiap detik yang berlalu pun semuanya akan dipertanggungjawabkan.
Karena itu Sahabat Muslimah, mari kita renungkan kembali sudahkah semua hal yang kita lakukan itu untuk kebaikan? Sudahkan setiap amal yang kita kerjakan diniatkan hanya karena Allah? Sudahkah kita menjadi seorang wanita shalihah yang pantas masuk surganya Allah? Semoga Allah swt. mengampuni segala dosa yang telah kita perbuat dan melimpahkan rahmat-Nya untuk kita.
Sahabat Muslimah, kita tak pernah tahu kapan usia ini akan berakhir karena itu rahasia Allah. Bahkan kita pun tak akan oernah tahu apakah nafas ini masih akan tetap berhembus esok hari. Kita hanya harus bisa menjalankan setiap peran kita dalam kehidupan ini sebaik-baiknya. Taka da waktu yang terlewati selain kita lalui dengan kebaikan. Ketika kita meninggal dunia, tak ada satupun harta yang akan kita bawa pergi. Hanya amal ibadah, shodaqoh jariyah, dan do’a anak yang shalih yang akan kita bawa. Alquran yang senantiasa kita baca dan kita amalkan pun akan ikut menemani kita saat di alam kubur. Selain hal-hal tersebut, semuanya akan pergi meninggalkan kita.
Surga yang begitu indahkah yang akan menjadi tempat terkahir kita, ataukah neraka yang tak pernah kita dambakan. Semoga Allah memberikan kasih sayangnya kepada kita, sehingga atas rahmat-Nya itulah Allah akan menempatkan kita di tempat terbaik, di surga-Nya. Aamiin.

Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya

Kisah Manis dari Husna Kecil, seorang balita cantik yg sdh bs menghafal do'a2 sehari-hari, surat2 pendek, dan bs shalat dgn gerakan yg baik. Sangat menginspirasi utk para ibu yg mendambakan ingin memiliki anak2 yg shalih dan shalihah...
Thanks my twin sister



Alhamdulillaah bahagia rasanya bisa melihat perkembangan buah hati dari hari ke hari. Selalu ada kejutan manis yang menambah kesyukuran di setiap harinya, mengubah lelah menjadi Lillah.
Seperti halnya hari ini, Husna putri kecilku memberikan kejutan lagi buat umminya. Setiap masuk waktu shalat saya selalu mengajak Husna untuk ikut shalat berjama’ah di rumah. Dulu sih di awal-awal dia suka sekali menarik mukena yang saya pakai ketika sedang shalat, kadang tiduran di atas sajadah tempat saya sujud atau bahkan naik kuda-kudaan di atas punggung ketika saya sedang sujud, ah ingin tertawa rasanya kalo ingat saat-saat itu, hehe.. dan pastinya juga pernah dirasakan pula oleh para ibu yang memiliki anak masih kecil.
Ibu, Madrasah Pertama Bagi Anak-anaknya


Namun sekarang seiring berjalannya waktu, lama kelamaan Husna sudah bisa mengikuti gerakan shalat. Meskipun belum tahu bacaan shalat tapi setidaknya dia belajar. Lucu kalo lihat mulut kecilnya komat-kamit saat belajar shalat, dengan memakai mukena berwarna orange yang bergambar kartun angry bird, bikin gemes.. ^^
Selepas shalat saya biasakan untuk berdo’a bersama, dan kejutan hari ini adalah ketika Husna sudah selesai shalat, tanpa dikomando lagi spontan dia langsung mengangkat kedua tangannya dan membaca do’a untuk kedua orangtua hafal dari awal sampai akhir, setelah itu tangan mungilnya mengusap wajahnya sambil berkata Aamiin… Masya Allah, sejuk rasanya hati ini Ya Allah..
Selesai berdo’a diapun melipat kembali mukena dan sajadah yang telah dipakai, ya meskipun tidak rapi, namanya juga anak kecil, hehe.. Anak akan selalu meniru apa yang dia lihat dan didengarnya, maka bagi ibu harus senantiasa mengajarkan kebaikan-kebaikan, karena seorang ibu itu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ajarilah anak kita untuk belajar shalat sejak dini, kita bisa memfasilitasi mereka dengan menyiapkan mukena kecil atau sarung dan ajak mereka untuk shalat bersama kita. Bagi anak laki-laki ajaklah untuk shalat berjama’ah di masjid bersama ayah mereka.
Ajarkan pula do’a-do’a harian pada mereka. Misalnya saat kita akan menyuapi si kecil, biasakan untuk berdo’a terlebih dahulu, lama kelamaan mereka akan mengikuti dan hafal dengan sendirinya. Alhamdulillaah, Husna pun sekarang sudah hafal beberapa do’a seperti do’a mau makan, do’a mau tidur, do’a untuk kedua orangtua, do’a masuk kamar mandi dan do’a keluar rumah. Anak kecil memang lebih cepat menangkap apa yang diajarkan.
Saya bukanlah seorang ibu yang baik, tapi bismillaah saya akan berusaha menjadi ibu yang baik dan sholihah, dan semoga secuil tulisan ini pun bisa menginspirasi para ibu atau calon ibu yang senantiasa mendambakan anak-anak yang sholih dan sholihah. Syukron Katsiron… ^^
Tulisan ini juga hadiah untuk putri kecilku tersayang, Husna Sholihatunnisa yang besok genap berusia 2 tahun. Maaf ya sayang, ummi tidak bisa memberimu hadiah mewah, ummi hanya punya do’a terbaik untukmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu nak, menjadikanmu anak yang sholihah, pintar, cerdas, penghafal Al-Qur’an dan menjadi jalan bagi ummi abi untuk masuk ke dalam Syurga-Nya Allah. Aamiin..
Mungkin hanya ini yang mampu ummi berikan padamu nak, mengajarkan kebaikan-kebaikan semampu ummi sampai nafas ini terhenti. Ummi tak tahu sampai kapan bisa terus menemanimu, karena amat mudah bagi Allah mengambil kembali titipan-Nya. Dan kau adalah hadiah terindah dari Allah yang akan selalu kami jaga. Kau tahu nak, dulu saat pertama kali kami tahu bahwa kau hadir dalam rahim ummi, meneteslah buliran air mata di pipi abimu tanda bahagia, dan saat kau lahir ke dunia bertambahlah kebahagiaan ini.
Satu yang kami harapkan yaitu agar kau menjadi anak yang sholihah, agar kelak saat ummi abi telah lebih dahulu dipanggil oleh-Nya do’amu tetap mengalir untuk kami. Tiada yang paling membahagiakan selain itu. Duhai anakku tetaplah menjadi penyejuk mata, penentram hati, dan pelipur lara untuk orang-orang di sekitarmu.
_Dari ibumu yang slalu mencintamu_
(Cilegon, 20 Maret 2016)

Wanita dalam pandangan Islam

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah saw. bersabda:
“Berwasiatlah engkau semua kepada kaum wanita dengan yang baik-baik, sebab sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk dan sesungguhnya selengkung-lengkungnya tulang rusuk ialah bagian yang teratas sekali. Maka jikalau engkau mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jikalau engkau biarkan saja, maka ia akan tetap lengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu, maka berwasiatlah yang baik-baik kepada kaum wanita itu." (M”ttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat kedua kitab Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan demikian:
Nabi saw. bersabda:
“Wanita itu adalah sebagai tulang rusuk, jikalau engkau luruskan, maka engkau akan mematahkannya, dan jikalau engkau bersenang-senang dengannya, engkau pun dapat pula bersenang-senang dengannya tetapi di dalam wanita itu ada kelengkungannya”
Dalam riwayat Muslim disebutkan:     
Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk yang tidak akan melurus pada suatu jalan selama-lamanya untukmu. Maka jikalau engkau jikalau engkau bersenang-senang dengannya, engkau pun dapat pula bersenang-senang dengannya tetapi di dalam wanita itu ada kelengkungannya dan jikalau engkau luruskan ia, maka engkau akan mematahkannya dan patahnya itu ialah menceraikannya.”

Betapa mulianya diri kita, wahai muslimah. Tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga sangat lembut hati kita. Karena itu, dalam mendidik putri kita kelak harus dengan penuh kesabaran dan kelembutan agar ia tidak patah dan mudah rapuh.


Betapa mulianya diri kita, wahai muslimah. Tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga sangat lembut hati kita. Karena itu, dalam mendidik putri kita kelak harus dengan penuh kesabaran dan kelembutan agar ia tidak patah dan mudah rapuh.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah saw. bersabda:
“Sesempurna-sempurnanya kaum mu’minin perihal keimanannya ialah yang terbaik budi pekertinya di antara mereka itu, dan yang terbaik di antara kaum mu’minin itu ialah yang terbaik sifatnya terhadap kaum wanitanya.”
Rasulullah saw. begitu memuliakan perempuan, bahkan dalam hadis di atas beliau menyebytkan bahwa yang terbaik di antara kaum mu’minin itu ialah yang terbaik sifatnya terhadap kaum wanitanya.

3. Muslimah Visioner
Suatu hari, ketika kita akan ke luar rumah namun tak ada tujuan yang jelas, apa yang terjadi? Ya, kita akan bingung karena bahkan tersesat karena tak memiliki arah dan tujuan. Beda halnya saat kita memiliki tujuan yang jelas, ada peta yang bisa kita jadikan alat untuk melihat arah agar tak tersesat dan bisa sampai tujuan. Itulah yang disebut visi.

Seorang muslimah harus memiliki visi hidup dan menjadi muslimah visioner. Muslimah visioner memiliki tujuan hidup yang jelas dan pandangan yang jauh ke depan.

Visi membuat Anda bisa bekerja dengan tepat.
Tidak memubazirkan potensi serta sumber daya untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
Visi membuat Anda terjaga dari penyimpangan.
Tidak membuat Anda keluar dari track yang menyebabkan Anda tidak akan mencapai tujuan.
Hidup Anda selalu berada dalam koridor utama menggapai cita-cita.
Inilah pentingnya visi dalam kehidupan kita.
(Cahyadi Takariawan, Wonderful Family)

Seorang muslimah visioner tidak pernah menjadikan dunia ini sebagai tujuan. Ia telah memilih bahwa akhirat adalah tempat yang abadi. Hanya ridho Allah swt. yang ia damba dan syafaat Rasulullah saw. yang ia nantikan

Seorang muslimah visioner menjadikan seluruh potensi yang dimilikinya untuk kebaikan dan bisa bermanfaat untuk semua orang. Semua kerja keras dan usahanya selama di dunia ia jadikan sebagai sarana untuk beribadah pada Allah swt.

Tatkala seorang muslimah bekerja, maka dia bersungguh-sungguh mencari harta yang halal dan berkah. Hal itu ia lakukan semata-mata karena ibadah. Bekerja keras itu merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, karena itu harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Setiap hal yang dilakukan oleh muslimah visioner selalu dimulai dengan niat yang tulus. Dalam berfikir, bekerja, dan berusaha tak pernah luput untuk memberi yang terbaik pada keluarga yang ia cintai, generasi penerusnya, ummat yang mendambakan perubahan, dan bangsa yang menanti pemimpin sejati.

Kepribadian seorang muslimah visioner mencerminkan bahwa dirinya adalah seorang muslimah yang berorientasi akhirat. Ia tahu bahwa akhirat itu adalah tempat kembali dan sebaik-baik tempat kembali adalah surga yang kekal abadi. Segala cita-citanya ia perjuangkan dengan hanya mengharap ridho Allah swt. Selayaknya kepribadian muslim dan muslimah visioner kita didikkan kepada putra-putri kita, generasi muda dan masyarakat pada umumnya.   

Muslimah Visioner ialah muslimah yang memandang jauh ke depan. Pandangannya menembus dunia yang sangat singkat dan fana ini. Bukan hanya dunia saja, namun ia melihat sampai ke akhirat.

Muslimah visioner selain cerdas, ia juga mencerdaskan. Bergerak dan menggerakkan pada kebaikan. Sehingga semua orang pun ikut tergerak untuk menebar kebaikan, Muslimah visioner selalu bersikap bijak dalam memutuskan segala sesuatu. Setiap masalah yang ia hadapi selalu dihadapi dengan penuh ketenangan. Tergesa-gesa bukanlah sifatnya. Ia penuh wibawa dan pemikirannya begitu tajam. Setiap ucapannya, langkah kakinya, serta segala aktifitasnya selalu memberi manfaat.

4. Peran-peran Muslimah

Sebagai seorang muslimah, kita pun memiliki peran-peran yang harus kita tunaikan. Setiap diri kita harus menjalankan setiap peran tersebut dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Di antara beberapa peran muslimah yaitu:

1.      Sebagai hamba Allah
Allah menciptakan kita sebagai hamba-Nya yang harus taat pada setiap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, karena itu perbanyaklah ibadah sebagai bekal di akhirat nanti.
Ibaratnya, saat kita mencelupkan jari telunjuk ke dalam lautan, kemudian saat kita mengangkatnya maka tetesan air dari telunjuk itu adalah dunia yang begitu kecil. Sementara lautan yang begitu luas adalah akhirat.
Sebagai hamba Allah yang taat, kita harus dapat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beribadah pada Allah akan menjadikan hati kita tenang.

2.      Sebagai Ibu
Dari Rahim seorang wanitalah lahir generasi-generasi yang siap membangun negeri. Namun cita yang mulia itu harus melalui jalan panjang yang penuh rintangan. Seorang muslimah ketika menjadi ibu maka tanggung jawab untuk mendidik generasi baru ada di pundaknya.
Karena itu, harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi ibu perubahan. Peran seorang ibu sungguh mulia. Ia mengandung, melahirkan, dan mendidik putra-putrinya. Dari tanganlah akan terbentuk generasi baru yang menjadi pembaharu.

3.      Sebagai Istri
Setiap insan dilahirkan berpasang-pasangan oleh Allah Yang Maha Penyayang. Begitu pula seorang wanita merupakan belahan jiwa bagi suaminya. Istri yang taat pada suaminya telah dijanjikan surga dan pahala yang tak ternilai.

4.      Sebagai Da’iyah
Di samping peran-peran yang telah disebutkan tadi, seorang muslimah memiliki yang begitu penting pula dalam masyarakatnya. Ia adalah da’iyah yang menyampaikan dan menebar kebaikan.

Muslimah Cantik yang Dinanti
Sering kita dengar bahwa seorang wanita yang cantik ituadalah wanita yang pandai berdandan, badannya langsing, suaranya merdu merayu, dan senyumnya memikat. Sehingga banyak wanita-wanita yang mengejar hal-hal itu agar terlihat sempurna. Padahal kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata.

Sebenarnya kita terlahir di dunia ini sudah dalam keadaan yang baik, terlepas dari bentuk badan yang tidak sesuai keinginan. Semua itu harus kita syukuri dan tafakuri. Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sekalipun ada orang yang kembar mereka pun tak selalu persis sama.

Kecantikan yang muncul dari ketulusan tak kan mudah direkayasa. Ia muncul dari beningnya hati dan indahnya jiwa. Hati yang bersih, jiwa yang tenang, akhlaq dan kepribadian yang mulia tak kan dapat kita peroleh dengan instan dan kepura-puraan. Semuanya butuh proses yang matang bukan sekedar polesan.

Make-Up Muslimah:
Malu karena Allah adalah perona pipinya…..
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian.....

Karena pada hakekat kecantikan itu bukan sekedar yang nampak kasat mata, melainkan memancar dari hati dan jiwa kita.

Sudahkah kita menjadikan sosok muslimah yang ideal, yang keberadaannya dirindukan, yang kata-katanya ditunggu, dan sikapnya diteladani?
Untuk menjadi muslimah yang dinanti kita harus memenuhi kewajiban-kewajiban kita terlebih dahulu. Di antaranya:
1. Kewajiban muslimah terhadap tubuhnya
2. kewajiban muslimah terhadap akalnya
3. Kewajiban muslimah terhadap hatinya
Sejatinya kecantikan bukan sekedar pada wajah yang mempesona, pada suara yang merdu ataupun pada senyumnya yang memikat siapa saja. Namun terletak pada pancaran cahaya yang ada di dalam hati kita. Pancaran indah itulah yang sering kita sebut inner beauty.
 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes