Maafkan Aku! - Teh Deska Maafkan Aku! - Teh Deska
TERBARU

Maafkan Aku!

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Ba’da Tahmid dan Shalawat,

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Sungguh, ingin kukatakan bahwa aku mencintaimu...
Dan aku ingin cintaku ini hanya karena Allah semata.

fitrah hanyalah sebuah fitrah...

Kau tahu,
Langit telah menyaksikan
Bulan pun merasakan
Dan aku tlah ikhlaskan
Aku tak pernah tahu apa yang kau rasakan
Karena aku tak tahu isi hatimu
Yang aku tahu hanyalah hatiku
Yang menyimpan rasa padamu
Bagiku, kaulah yang tlah ajarkan padaku
Sesuatu yang indah
Dan buatku bahagia
Karena dengan itu, aku semakin dekat dengan Tuhanku
Kaulah yang mengajarkan Cinta
Sehingga aku dapat mengenal CintaNya
Kaulah yang mengajarkan Sayang
Sehingga aku selalu menyayangiNya
Rasa ini, rindu, kasih, sayang dan cinta
Semua yang telah kau ajarkan padaku
Sungguh, aku bersyukur menerimanya
Sedangkan dirimu,
Aku Ikhlaskan...
Karena engkau adalah milikNya
Dan kini...
Hati dan perasaan ini,
Telah menemukan tempat berlabuhnya
Tiada Tuhan selain Allah
Cinta di atas cinta....

Maafkan aku...
Rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu.
Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur.
Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku.
Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam.
Yang siap Memberi apapun yang kupinta.
Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia.
Aku ataupun Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapanNya.
Dan aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya murka.
Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.

Belum terlambat untuk kita bertaubat.
Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya.
Ia bisa marah...
Marah tentang saling pandang yang kita lakukan,
marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu,
marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu,
marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau,
tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu...
Marah karena semua yang telah kita lakukan...

Tapi sekali lagi semua belum terlambat.
Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang,
semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni.
Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Jangan marah ya.
Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya.
Tapi tak cuma aku,
Kau pun bisa menjadi kekasihNya,
kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan.

Caranya satu,
kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini.
Insya Allah, Dia punya rencana indah untuk masa depan kita masing-masing.
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya,
Kita mulai semuanya dari awal.
Kita perbaiki semuanya untuk mensucikan hati,
Untuk saling menjaga hati.

Kau tahu,
Aku bersyukur telah dipertemukan denganmu dan mengenalmu.
Tapi, sebisa mungkin akan kujaga semua ini.
Agar hati ini tak ternoda lagi dengan cinta-cinta semu lain.
Kau akan menjadi sebuah kenangan indah dalam sejarah hidupku.
Dan aku ingin melewati ini hanya sekali
Mulai saat ini akan kujaga sepenuh hati,
Fitrah dariNya
Sampai kelak aku bertemu dengan seseorang yang telah ditakdirkan Allah menjadi pendamping hidupku.

Kuharap, kau pun begitu karena Allah.
Kita sama-sama saling menjaga hati ya...
Karena kuyakin Allah telah mempersiapkan Rencana terindah untuk masa depan kita.

kau pasti akan dipertemukan dengan seorang Wanita Shalihah.
Ya, Wanita Shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini.
Seperti yang pernah A katakan,
Seorang Wanita Shalihah bagai Cahaya Cinta...
Cahaya cinta yang didamba untuk saling mengingatkan,
Cahaya cinta yang akan menemani hidup ini,
Cahaya cinta yang akan saling melengkapi,
Cahaya cinta yang saling menerima segala kekurangan dan menyempurnakan segala kelebihan..
Kuyakin, kau akan mendapatkannya...
Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan Pernikahan yang Suci...
Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakanku.

Maafkan aku...
Aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini.
Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah.
Ya, saudara di jalan Allah.
Itulah ikatan terbaik.
Semoga silaturahim kita tak putus karena hal ini.
Silaturahim yang akan memperkuat ikatan kita sebagi saudara seiman.
Silaturahim yang mengantarkan kita pada keridhoan Allah.
Tak hanya antara kita berdua.
Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW di telagaNya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf,
Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini.
Aku takut ini merusak kesucian hati.
Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat
Doaku untukmu...
Juga sebagai tanda akhir dari hubungan kita, Insya Allah.
Meskipun kutahu ini perih dan rasanya pahit,
Namun, semua akan indah pada waktunya.
Oleh Karna itu,
Wahai orang yang kusayang karena Allah,,,
Yakinlah’!!
“Rencana Allah Selalu Indah...”

Maafkan aku...
Bukannya aku membencimu
Bukan pula aku mengkhianatimu
Aku hanya ingin kau tahu

Sungguh...
Aku mencintaimu,
Tetapi ada yang telah menempati hati ini
Mengisi jiwa dan hidupku

Aku tetap mencintaimu,
Tetapi cinta ini kujadikan sebagai fitrah
Yang diberikanNya padaku
Sebagai tanda bahwa Dia mencintaiku

Maafkan aku...
Aku rela jika harus jauh darimu,
Semoga itu akan lebih baik untukku dan untukmu

Maafkan aku...
Aku yakin Dia akan berikan yang terbaik
Karena sesungguhnya Dialah Cinta Sejati
Dialah Allah...
Sang Penggenggam Cinta...

“Rencana Allah Selalu Indah”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh...



           Puisi lainnya tidak kalah menarik. Baca kumpulan puisi cinta di sini

Share this:

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes