Ada Apa dengan Bulan? - Teh Deska Ada Apa dengan Bulan? - Teh Deska
TERBARU

Ada Apa dengan Bulan?

          Pertemuan itu meninggalkan jejak yang menusuk tajam di hati Bulan. Entah siapa yang memulai, tapi bulan sungguh tak menginginkan pertemuan itu. Seandainya waktu dapat berulang kembali, ingin rasanya ia menghapus masa yang pernah ia lewati saat itu. Tapi ia sadar, hari yang telah lalu takkan bisa ia ulang. Kini, bulan hanya bisa merenungi semua di bawah langit.
          Bayang itu kembali muncul ketika ia melewati tempat yang pernah menjadi kenangannya.
          “Pergi!!” ucapnya kepada bayang yang merasuki pikirannya.
          “Mengapa aku tak bisa melupakannya? Apa dia selalu hadir dalam pikiranku? Tak adakah pikiran lain yang bisa ditempatinya selain aku?” pertanyaan-pertanyaan itu terus bergejolak melawan bayangan yang membayanginya.
          Bulan mulai resah, dan terduduk lemas di atas buminya. Tak mampu menahan gejolak rasa, ia pun menangis tersedu ditemani angin yang menyelimutinya.
          Malam semakin kelam ketika bulan menyadari bahwa kini ia sendiri. Namun ada satu pertanyaan yang saat itu ada di benaknya. ‘Apakah aku tertinggal atau ditinggalkan? Ataukah hanya merasa ditinggalkan?’ yang pasti, ia merasa sendiri kini.
          Bulan berharap ada satu bintang yang menemaninya. Menghiasi langit malam yang selalu sepi. Selalu.
          Atau berharap, matahari kan datang membiaskan cahaya untuknya yang kini semakin redup. Ia mengharapkan mataharinya datang. Penuh harap.
* * *

Share this:

 
Back To Top
Copyright © 2014 Teh Deska. Designed by OddThemes